Rekapitulasi Pengumuman Pemenang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Karanganyar

Pejabat Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Karanganyar Tahun 2012, bersama ini menyampaikan Rekapitulasi Pengumuman Pemenang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Karanganyar Tahun 2012.

Download

Read More

HARGA SEMBAKO MELONJAK, Pasar Murah Digelar

Disperindagkop dan UMKM Karanganyar bakal menggelar pasar murah apabila harga beberapa kebutuhan pokok terus melonjak menjelang Ramadan. Beberapa kebutuhan pokok akan dijual dengan harga murah untuk membantu kondisi perekonomian masyarakat.

Kepala Disperindagkop dan UMKM Karanganyar, Sundoro, mengatakan apabila harga sembako terus melejit terutama menjelang Lebaran maka pihaknya akan menggelar pasar murah. Beberapa kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah seperti beras, gula, telur, tepung terigu. “Salah satu cara mengantisipasi melonjaknya harga sembako dengan menggelar pasar murah,” ujarnya kepada Solopos.com, Minggu (15/7/2012).

Sementara, seorang pedagang sembako di Pasar Jungke, Suprapti, menjelaskan kenaikan harga sembako terjadi sejak tiga minggu lalu atau menjelang tradisi nyadran. Kenaikan harga sembako yang signifikan terjadi pada gula jawa dan telur.

Harga gula jawa menjadi Rp16.500/kg dari Rp11.500/kg. Sementara harga telur menjadi Rp17.500 dari Rp16.000/kg. “Hampir semua harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan tapi yang paling mencolok gula merah dan telur karena bahan makanan untuk membuat tradisi ngapem menjelang awal Ramadan

Read More

Bupati Imbau Dinas Hemat Energi

Bupati Karanganyar, Rina Iriani menghimbau agar Dinas-dinas di Kabupaten Karanganyar melakukan penghematan energi dengan mengefektifkan mobil Dinas. Selain mengefektifkan penggunaan mobil Dinas, ia juga mengimbau penggunaan listrik dan air sesuai kebutuhan.

“Untuk mengefektifkan penggunaan mobil dinas, saya menyarankan saat digunakanmobil diisi oleh tujuh orang untuk satu mobil. Ini sudah saya anjurkan dari dulu. Bahkan kalau perlu, kami gunakan bus ataupun kendaraan umum untuk keperluan Dinas. Yang penting jangan sampai mengganggu acara yang akan didatangi,” jelas Rina, Jumat (1/6).

Menurut Rina, penghematan energi ini harus dijadikan sebagai budaya. Untuk penghematan energi sendiri, Rina menyatakan telah mengganti lampu penerangan jalan, dengan lampu hemat energi. “Sekarang kami sudah tidak ada hutang dengan PLN. Kalau dulu, Pemkab bisa hutang sekitar Rp 8 miliar kepada PLN, sekarang tidak lagi,” jelas Rina.

Dengan upaya penghematan energi yang ia lakukan, ia pun meragukan kebinasaan pemerintah tentang penggunaan Bahan Bakar Pertamax untuk mobil dinas. “Saya masih ragu jika semua mobil dinas menggunakan Pertamax. Harusnya ada pembatasan tahun keluaran mobil yang diwajibkan menggunakan Pertamax,” tambah Rina.  Rina menyatakan bahwa di Karanganyar terdapat sekitar 200-an kendaraan dinas. Dari jumlah tersebut, ia mengatakan hanya ada sekitar 50-an kendaraan yang bisa menggunakan Pertamax. “Banyak kendaraan dinas kami keluaran tahun1990-an. Jadi tidak bisa semuanya dipaksakan menggunakan Pertamax,” jelas Rina.

Menurut Rina, seluruh SKPD secara rutin memberikan laporan penghematan energi kepadanya. Hal tersebut sebagai bahan evaluasi Pemkab Karanganyar terkait penghematan energi. Ia mengharapkan penggunaan biaya penggunaan energi di Pemkab Karanganyar jangan sampai melonjak tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi & UMKM (Disperindagkop & UMKM) Karanganyar, Sundoro, menyatakan saat ini di Karanganyar masih minim POM Bensin yang menyediakan Pertamax. “Di Karanganyar baru ada sekitar dua POM bensin yang menyediakan Pertamax. Itu di daerah Bejen dan Sapen,” jelas Sundoro.

Read More

CFD KARANGANYAR: Ribuan Pesenam Bakal Semarakkan CFD

Ribuan pesenam bakal memeriahkan launching car free day (CFD) Karanganyar, Minggu (3/6/2012). Para pesenam tersebut berada di lima lokasi di area CFD seperti perempatan Papahan, depan Hotel Tamansari, depan Taman Pancasila dan pertigaan Jembatan Siwaluh.

Pesenam itu berasal dari para PNS di lingkungan Pemkab Karanganyar dan masyarakat umum. Mereka akan melakukan senam secara serentak di lima titik lokasi setelah kegiatan CFD diresmikan oleh Bupati Karanganyar.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, Nunung Susanto, mengatakan pihaknya mengaku siap melaksanaan kegiatan CFD. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti Satlantas Polres Karanganyar.

“Persiapan sudah matang mulai dari pengalihan arus lalu lintas hingga penataan pedagang makanan,” katanya, Kamis (31/5/2012).

Nunung menjelaskan pengalihan arus lalu lintas selama CFD seperti perencanaan semula. Arus lalu lintas dari arah Jaten akan dialihkan menuju arah utara atau selatan. Kendaraan besar seperti truk dan bus diminta menuju arah Pabrik Gula (PG) Tasikmadu. Sementara arus lalu lintas kendaraan bermotor pribadi dialihkan menuju jalan-jalan alternatif.

“Di setiap titik lokasi akan disiagakan petugas Dishubkominfo dan polisi lalu lintas untuk mengatur arus lalu lintas selama pelaksanaan CFD,” jelasnya.

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM, Disperindagkop dan UMKM Karanganyar, Titis S Jawoto, menambahkan pedagang asongan diperbolehkan berjualan di area CFD dengan syarat dilarang membawa gerobak. Para pedagang asongan diminta membawa peralatan berjualan dengan sistem bongkar pasang.

Read More

Perbaikan Atap Pasar Tuban Dianggar Rp 400 J

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM), Karanganyar menyiapkan  dana Rp 400 juta untuk perbaikan atap pasar Tuban, Gondangrejo. Perbaikan perlu segera dilakukan karena banyak bagian atap yang telah bocor.
Sehingga setiap turun hujan air masuk dan mengganggu kenyamanan para pedagang. Selain atap, dana tersebut juga untuk perbaikan saluran air di los pedagang daging. ”Perbaikan atap pasar ini agar kalau hujan turun airnya tidak lagi masuk,” terang Kepala Disperindagkop dan UMKM Sundoro.  Untuk perbaikan ini, Disperindagkop sudah menyiapkan dana sebesar Rp 400 juta. Sundoro menjelaskan, masuknya air hujan itu karena antara atap atas dan atap bawah terdapat jarak. Sehingga air hujan bisa dengan mudah masuk ke dalam pasar.
Untuk  mengatasinya Disperindagkop akan membuatkan semacam penyekat antara atap atas dan bawah. Sehingga jika hujan turun air tidak lagi masuk pasar. ”Selama ini banyak pedagang yang mengeluhkan kondisi itu. Dan ini mengurangi kenyamanan para pedagang yang kebanyakan berada di los,” lanjut Sundoro.
Selain untuk pemberian sekat, dana itu  juga akan digunakan untuk perbaikan sirkulasi air di los daging. Karena  selama ini, sirkulasi air di los tersebut sangat buruk, bahkan sering mampat. Akibatnya bau yang tidak sedap pun sering mengganggu para pedagang dan juga pembeli.
Lelang
Sementara mengenai waktu pengerjaannya, Sundoro belum dapat memastikannya. ”Nanti kita ikuti sesuai aturan administrasi dan akan dilelang dulu melalui LPSE,” katanya. Meski begitu, Sundoro menargetkan perbaikan ini akan selesai sebelum hari raya Idul Fitri.
Sementara terkait wacana penyeragaman bangunan semipermanen di los pasar, Sundoro mengaku akan menundanya dulu. Alasannya, karena perekonomian para pedagang yang berbeda sehingga dikhawatirkan rencana itu justru akan memberatkan pedagang. ”Untuk sementara kita tunda dulu, karena sosial ekonomi pedagang yang berbeda. Tetapi kami tetap mengimbau kepada pedagang yang menempati los agar kalau membuat bangunan semi permanen dilakukan dengan rapi dan tidak serampangan,” tutup Sundoro.

Read More

Pembinaan Dan Penyerahan Bantuan Mesin Jahit Tahun 2012

Pembinaan dan Penyerahan Bantuan Mesin Jahit Tahun 2012 oleh Bupati Karanganyar Dr. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, M.Hum secara simbolis kepada pelaku 60 UMKM dengan jenis usaha Penjahit di aula DINSOSNAKERTRANS Kabupaten Karanganyar, Senin pagi (13/2/2012). Bupati Karanganyar Dr. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, M.Hum beserta Drs.Sumarno,M.Si Kepala DINSOSNAKERTRANS Karanganyar Dinas yang terkait dengan ketenaga kerjaan di Kabupaten Karanganyar memberikan pembinaan dan penyerahan bantuan seperangkat mesin jahit sebanyak 60 unit kepada para pelaku UMKM dengan jenis usaha Penjahit, yang tergabung dalam IWKS (Iuran Wajib Kesejahteraan) yang mana iuran tersebut akan dikelola kembali untuk bantuan UMKM yang belum mendapatkan ditahun berikunya.

Bupati Karanganyar juga menegaskan setelah bantuan yang berupa mesin jahit tersebut diterima “jangan sampai dijual” melainkan harus dikembangkan, kalau bisa dengan adanya satu mesin jahit jadi tambah menjadi lebih banyak mesin jahitnya dan dikembangkan secara maksimal serta membantu membuka lapangan kerja, menambah pendapatan, menciptakan mayarakat yang mandiri, kreatif dan inovatif.”ujar Bupati Karanganyar”.  (sy/so/sfa/ang/dy/pr/ad/dt)

Read More

Pedagang Durian Membuat Macet

Banyaknya warung atau kios durian di pertigaan SMP Matesih membuat ruas jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Matesih dengan Kecamatan Tawangmangu macet, terutama pada libur akhir pekan.
Pasalnya selain banyak pedagang durian yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan, para pembeli turut memperparah karena akses parkir yang asal-asalan. Salah seorang pengguna jalan, Suroto (36) mengaku mengeluhkan laju kendaraannya yang tersendat akibat banyaknya pedagang durian yang menjajakan dagangannya di sepanjang pertigaan tersebut. Sehingga kendaraan yang akan menuju Tawangmangu atau sebaliknya terpaksa harus berjalan merayap jika banyak pembeli yang berjubel di kios pedagang durian itu.
“Jualan boleh saja, asalkan bisa diatur. Jangan di pinggir jalan apalagi dekat pertigaan, kasihan pengguna jalan yang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroh menjelaskan bahwa puncak panen durian di Karanganyar sebenarnya baru terjadi di Bulan Januari mendatang.
Tingginya produksi buah baik dari Kecamatan Matesih, Jumantono, Jumapolo dan Jatipuro akhirnya membuat mereka menjajakan durian yang berbuah setahun sekali tersebut ke pinggir jalan, salah satunya yakni di pertigaan Matesih karena dianggap sebagai kawasan strategis. Terpisah, Kepala Disperindagkop dan UMKM Karanganyar, Sundoro menyatakan tidak membangun semacam kios, mengingat pedagang durian tersebut sifatnya musiman.

Read More

300-an Koperasi di Karanganyar mati suri

Hampir 30% atau sedikitnya 300 unit koperasi di Kabupaten Karanganyar diketahui mati suri.

Kabid Koperasi dan UMKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Karanganyar Titis S Jawoto ketika dijumpai menyebutkan dari 1.030 unit koperasi yang terdaftar, hampir 30 persen atau sekitar 300 unit mati suri.

Sebab, selama bertahun-tahun tidak ada perkembangan sama sekali.  mengaku tidak dapat berbuat banyak untuk menangani kasus mati surinya koperasi itu.

Selama ini petugas sedikit kesulitan karena alamat koperasi yang bersangkutan saat disurvei hanya menyisakan papan nama. Sedangkan, para pengurusnya sama sekali tidak dapat diketahui keberadaannya.

“Kami mendata, sekitar 300 koperasi memang tidak sehat. Bahkan, kami sudah tidak bisa membina lagi,” jelasnya.

Read More

Pasokan Semen di Karanganyar Sudah Stabil

Setelah sempat mengalami kekosongan bahan bangunan semen selama lebih kurang satu minggu, saat ini pasokan semen untuk wilayah Karanganyar sudah berangsur stabil. Meski demikian, harga per saknya masih di atas harga normal yakni Rp 50.000.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Sundoro mengakui adanya kekosongan semen. Tetapi, Sundoro menampik jika kekosongan semen di Karanganyar disebut kelangkaan. “Setelah muncul isu kelangkaan semen, kami terjunkan petugas untuk melakukan pengecekan di lapangan, dan itu bukan kelangkaan melainkan hanya kurangnya pasokan semen untuk wilayah Karanganyar,” papar Sundoro, Sabtu (17/9).

Kondisi ini disebabkan, karena sejak H-4 Lebaran, truk-truk yang biasa mengangkut semen sudah dilarang beroperasi. Sehingga terjadi kekosongan pasokan semen selama satu minggu. Akibatnya, harga semen sempat mengalami lonjakan hingga mencapai Rp 60.000 per sak. Padahal harga normal hanya Rp 42.000 sampai 45.000 per sak, tergantung jumlah pembelian.

Semen yang mengalami kekosongan yakni merek Gresik, sementara lainnya seperti Tiga Roda, dan Holcim masih mencukupi. Sundoro menguraikan untuk setiap harinya pasokan semen ke wilayah Surakarta mencapai 24.000 ton. Meliputi semen Holcim sebanyak 1.000 ton per hari. “Sementara Tiga Roda berkisar antara 7.000 ton hingga 9.000 ton perhari, dan untuk semen Gresik hanya 5000 ton perhari,” tambah Kepala Disperindagkop dan UMKM saat ditemui wartawan di ruang kerjanya. Tetapi, Sundoro tidak dapat memastikan berapa banyak pasokan semen untuk wilayah Karanganyar setiap harinya. Meski saat ini kebutuhan semen untuk wilayah Karanganyar sudah dapat teratasi, tetapi harga rata-rata semen masih di atas harga normal yakni Rp 50.000 per saknya. “Tetapi dalam waktu dekat harga akan normal kembali, yakni Rp 42.000 hingga Rp 45.000 setiap saknya.

Read More

2012, Pasar Jungke dan Tegalgede Direnovasi

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Karanganyar bakal merevitalisasi dua pasar tradisional tahun depan

Read More