web

Pelaku UMKM Ngargoyoso Diimbau Jeli Tarik Wisatawan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat meninjau stan UMKM Kecamatan Ngargoyoso

Karanganyar, Senin (21/08/2017)

Pelaku UMKM di Kecamatan Ngargoyoso diimbau jeli tarik wisatawan, karena di daerah itu merupakan kawasan wisata alam yang sudah banyak pengunjungnya. Bahkan pada akhir pekan dan hari libur terkadang terjadi kemacetan.

Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat memberikan sambutan di acara Festival UMKM dan Pembagian Sembako Bagi Anggota SPKP Gebyar Sewindu UPK Kecamatan Ngargoyoso, Senin (21/08/2017) di Terminal Wisata Kemuning.

“Tadi saya sudah keliling di stan-stan pameran UMKM. Dari hasil perbincangan, sebaiknya perbaiki manajemen agar lebih baik lagi, lebih modern. Jangan yang tradisional,” kata Bupati.

Bupati juga menjelaskan, daerah Ngargoyoso yang banyak tempat wisata dan sering dikunjungi wisatawan, memerlukan tempat-tempat untuk beristirahat, walaupun hanya sebentar.

“Pengemasannya dibuat menarik, tempat juga bersih, pelayanan baik. Maka, berpikir bagaimana caranya agar jualan laris manis,” katanya.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia, Tri Harjono, mengatakan di festival UMKM itu terdapat 30 peserta yang berasal dari daerah setempat.

“Festival UMKM ini untuk meningkatkan pendapatan dan promosi produk yang ada di Kecamatan Ngargoyoso, serta menunjang industri pariwisata,” katanya.(pd)

Read More
web

Hingga Pameran Ditutup, Pengunjung Capai 25 Ribu Orang

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat menutup Pameran Intanpari 2016, Senin (14/11) malam, di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat menutup Pameran Intanpari 2016, Senin (14/11) malam, di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Karanganyar, Selasa (15/2016)

Pameran Intanpari 2016 Kabupaten Karanganyar yang diselanggarakan dari Jumat-Senin (11-14/11) di Plasa Alun-alun hingga hari terakhir kemarin, pengunjung yang dapat mencapai 25 ribu orang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan,Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Karanganyar, Larmanto, Senin (14/11) saat acara penutupan pameran Intanpari 2016.

“Komoidatas yang paling diminati berupa batik dan pakaian jadi, kerajinan, mebel kayu, makanan olahan, dan tanaman hias jemani,” kata Larmanto.

Selain itu, selama empat hari pameran berlangsung transaksi mendekati Rp. 1 miliar, namun tahun ini transaksi menurun dibandingkan pada Solo Raya Creative Expo 2015, dan juga pengunjung hingga mencapai 40 ribu orang.

Pada hari penutupan, pihak panitia bekerjasama dengan Bulog mengadakan pasar murah, dengan komoditas yang dijual beras, gula pasir, tepung terigu,  minyak goreng dan bawng putih.

Sementara itu ditempat yang sama, saat menutup pameran,  Wakil Bupati Rohadi Widodo mengatakan pameran ini cukup ramai, dan diikuti pebisnis yang mempunyai semangat besar untuk memasarkan produk-produknya.

“Sebuah usaha diperlukan upaya yang masksimal dan tantangan besar. Ada yang bersemangat jualan. Ini sebagai bukti nanti akan mendapatkan hasil yang maksimal,” kata Rohadi Widodo.

Dengan adanya pameran ini sebagai bagian soliditas dan semangat bisnis marketing, ini bisa terlahir pengusaha besar dan membuka lapangan usaha yang luas.

Pada pameran tahun ini, stan yang difasilitasi Pemkab Karanganyar sejumlah 86 stan, swadaya mandiri sejumlah 40 stan. Selain itu juga didukung 80 UKM kuliner di seputaran Alun-alun.

Sedangkan produk-produk lokal yang dipamerkan dan dijual meliputi kerajinan, kuliner, pertanian agro, fashion, produk kreatif, pelayanan informasi masyarakat, dan terdapat panggung hiburan, seni budaya daerah.pd

Read More
aku

Pameran Intanpari Jual Produk Lokal Potensi Daerah

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat mengunjungi salah satu stan pameran Intanpari, Jumat (11/11)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat mengunjungi salah satu stan pameran Intanpari, Jumat (11/11)

Karanganyar, Sabtu (12/11/2016)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengadakan pameran Industri Pertanian dan Pariwisata (Intanpari) dengan menjual berbagai produk lokal potensi daerah untuk menanamkan rasa cinta terhadap produk dalam negeri.

Pameran yang berlangsung selama empat hari, (11-14/11) itu bertempat di Plasa Alun-alun Kabupaten Karanganyar, dengan jam operasional mulai pukul 09.00-22.00 WIB.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono membuka langsung acara yang termasuk rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-99, Jumat (11/11) di lokasi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperingadkop dan UMKM) Kabupaten Karanganyar, Larmanto, mengatakan jumlah peserta Pameran Intanpari 2016 ini ada 126 stan.

“Stan yang difasilitasi Pemkab Karanganyar sejumlah 86 stan, swadaya mandiri sejumlah 40 stan. Selain itu juga didukung 80 UKM kuliner di seputaran Alun-alun,” kata Larmanto, saat dilokasi acara.

Sedangkan produk-produk lokal yang dipamerkan dan dijual meliputi kerajinan, kuliner, pertanian agro, fashion, produk kreatif, pelayanan informasi masyarakat, dan terdapat panggung hiburan, seni budaya daerah.

Bupati Karanganyar saat membuka acara mengatakan dengan adanya pameran ini sarana promosi produk unggulan yang berbasis pada ekonomi kreatif menarik pembeli.

“Dengan pameran Intanpari, produk lokal dapat dikenal pembeli, wisatawan dan investor masyarakat luas, serta menjadi peluang eksport, kerjasama perdagangan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo dan beberapa tamu undangan berkeliling meninjau satu-persatu stan yang ada. pd

Read More
DSC_1713

Pedagang Diberi Waktu Pindah Ke Pasar Darurat Hingga Pekan Depan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat memberikan pengarahan di tengah pedagang pasar Nglano, Rabu (13/07) di lokasi pasar darurat, Lapangan Desa Ngijo Tasikmadu

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat memberikan penjelasan  kepada pedagang pasar Nglano, Rabu (13/07) di lokasi pasar darurat, Lapangan Desa Ngijo Tasikmadu

Karanganyar, Rabu (13/07/2016)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar memberi waktu kepada pedagang pasar Nglano, Kecamatan Tasimadu untuk pindah ke pasar darurat hingga pekan depan, pada Rabu (20/07/2016).

Mereka menempati pasar darurat yang memakai lapanganan desa Ngijo, sekitar empat bulan, hingga pembangunan pasar induk Nglano yang diperkirakan selesai pada bulan Desember tahun ini.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM, Kabupaten Karanganyar, Larmanto, menuturkan, Pemkab Karanganyar telah membangun pasar darurat melalui lelang, meliputi pembangunan kios pasar sebanyak 120 unit, los pasar sebanyak empat unit.

“Pembangunan los mampu menampung sekitar 224 pedagang. Di tempat itu juga ada fasilitas listrik, MCK, dan air bersih,” kata Larmanto, Rabu (13/07) seusai Sosiasilasi Pedagang Pasar Nglano, di lokasi pasar darurat.

Dari desain yang dipampang, terdapat enam blok kios, dengan ukuran masing masing kios seluas 3X3 meter. Selain itu juga ada empat los pasar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat bertemu dengan pedagang di tempat tersebut, mengatakan pembangunan pasar Nglano itu memang perlu di bangun, agar penataan lingkungan pasar bisa bersih dan sehat.

“Di sekeliling pasar nantinya ada akses jalan bagi kendaraan bermotor roda empat. Dibuat dengan saluran air yang baik, keamanan dengan pemberian hydran pemadam kebakaran, terlihat menarik, mirip mall,” kata Bupati Karanganyar.

Dia juga menjelaskan, setelah pembangunan pasar induk Nglano selesai, pedagang dapat menempati lokasi yang sama seperti semula, agar tidak berebut tempat.pd

Read More
DSC_9490

Razia Gabungan Kembali Temukan Roti Berjamur

Petugas dari Satpol PP Kabupaten Karanganyar, memeriksa tanggal kadaluwarsa makanan di swalayan, Senin (20/06).

Petugas dari Satpol PP Kabupaten Karanganyar, memeriksa tanggal kadaluwarsa makanan di swalayan, Senin (20/06).

Karanganyar, Selasa (21/06/2016)

Inspeksi mendadak (sidak) oleh Tim Gabungan menemunkan makanan dan minuman yang sudah kadaluwarsa, dan bahkan berjamur di beberapa swalayan di Kabupaten Karanganyar.

Tim Gabungan dari personel Satreskrim Polres Karanganyar, Satpol PP, Disperindagkop UMKM dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) memeriksa tanggal kedaluwarsa dan keutuhan kemasan.

Dari hasil penyisiran, ditemukan roti basah yang kondisinya sudah berjamur. Selain itu juga ditemukan beberapa produk kemasan yang tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa.

Makanan dan minuman tak layak konsumsi itu kemudian diambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Disperindagkop dan UMKM, Wiji Suparmanto mengatakan, konsumen harus lebih cermat saat membeli, produk makanan atau minuman dalam kemasan tidak ada kejelasan kapan diproduksi dan kapan kedaluwarsanya

“Yang dirugikan adalah konsumen, karena produk makanan atau minuman itu sudah tidak layak konsumsi,” katanya, disela sidak.

Ditempat yang sama, Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Rohmat Ashari, mengatakan, peredaran makanan dan minuman tak layak konsumsi harus diantisipasi, karena tingkat konsumsi masyarakat menjelang Lebaran cenderung naik.

“Razia ini dalam rangka penegakan UU Perlindungan Konsumen, agar masyarakat tidak dirugikan,” tuturnya.pd

Read More
DSC_0050

Pasca Terbakar, Pasar Karangpandan Segera Dibangun

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat berdialog dengan pedagang Pasar Karangpandan, Rabu (06/04) di lokasi.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat berdialog dengan pedagang Pasar Karangpandan, Rabu (06/04) di lokasi.

Karanganyar, Rabu (06/04/2016)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar segera membangun los, kios dan loket Pasar Karangpandan yang terbakar pada Rabu (06/04) pukul 02.00 WIB. Hal tersebut dikatakan Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat meninjau lokasi tersebut dengan didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Rabu (06/04).

Bupati Juliyatmono dihadapan pedagang yang tempat dagangan terbakar mengatakan, pihak Pemkab Karanganyar segera membangun kembali setelah perbaikan selesai.

“Harapan saya, bulan Mei tahun ini bisa di tempati kembali setelah diperbaiki,” kata Bupati.

Juliyatmono juga meminta bersabar kepada pegadang, dan mau menempati sementara di lokasi darurat, yang terletak di sebelah utara Pasar Karangpandan. Dia juga menjelaskan bahwa tahun 2017, Pasar Karangpandan akan dibangun lebih baik dan aman.

“Kita rancang, pasar-pasar di Kabupaten Karanganyar mempunyai akses masuk untuk mobil pemadam kebakaran dan tata letak kabel listrik yang aman dan rapi. Nantinya akan seperti Pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu dan Pasar Matesih, Kecamatan Mastesih,” katanya.

Pasar Karangpandan terbakar mengakibatkan dua los yang dipakai untuk 108 pedagang, satu los darurat untuk 86 pedagang, empat kios untuk empat pedagang dan dua loket pasar hangus terbakar, hanya tersisa rangka dan seng.

Beruntung, kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa, namun sementara waktu kerugian material belum dapat dihitung.

Terkait dengan penyebab kebakaran pasar yang terletak di Lereng Lawu itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM), Kabupaten Karanganyar, Larmanto mengatakan dugaan sementara karena hubungan arus pendek listrik.

“Dugaan sementara ini penyebab kebakaran dari arus pendek listrik. Kebakaran juga tidak merembet kios disekitarnya, karena kesigapan petugas kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar ,” katanya.

Untuk memadamkan si jago merah, didatangkan empat unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dari Karanganyar dan Surakarta masing-masing dua mobil damkar. Masing juga dibantu enam unit mobil tangki air. pd

Read More
DSC_0011

Los Pasar Karangpandan Terbakar

Sisa kebakaran yang di pasar karangpandan, membakar los, kios dan loket pasar, Rabu (06/04) pukul 02.00 WIB

Sisa kebakaran yang di pasar Karangpandan, menghanguskan  tiga los,  empat kios dan dua loket pasar, Rabu (06/04) pukul 02.00 WIB

Karanganyar, Rabu (06/04/2016)
Pasar Karangpandan, Rabu (06/04) pagi, pukul 02.00 WIB terbakar, mengakibatkan dua los yang dipakai untuk 108 pedagang, satu los darurat untuk 86 pedagang, empat kios untuk empat pedagang dan dua loket pasar hangus terbakar, hanya tersisa rangka dan seng.

Beruntung, kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa, namun sementara waktu kerugian material belum dapat dihitung. Hal tersebut seperti dikatakan oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Karanganyar, Larmanto, Rabu (06/04) saat dijumpai di lokasi kebakaran itu.

“Dugaan sementara ini penyebab kebakaran dari arus pendek listrik. Kebakaran juga tidak merembet kios disekitarnya, karena kesigapan petugas kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar ,” katanya.

Untuk memadamkan si jago merah, didatangkan empat unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dari Karanganyar dan Surakarta masing-masing dua mobil damkar. Masing juga dibantu enam unit mobil tangki air.

Saat meninjau lokasi kebakaran, Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo. Bupati mengatakan bagi pedagang mempunyai kios dan los yang terbakar, akan diberikan santunan sosial karena bersifat darurat terkena musibah. pd

Read More
DSC_0006 – Copy

Hingga Hari Terakhir, 41 Ribu Pengunjung Datangi Expo

Karanganyar Solo Raya Creative Expo 2015 pada hari terakhir dipadati pengunjung

Karanganyar Solo Raya Creative Expo 2015 pada hari terakhir dipadati pengunjung

Karanganyar, Minggu (15/11/2015)
Selama empat hari berlangsung dari 11-14 November 2015 , Karanganyar Solo Raya Creative Expo 2015, di Alun-alun Kabupaten Karanganyar dikunjungi sebanyak 41 ribu orang.

Dikatakan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Karanganyar Larmanto expo itu menghadirkan pelaku UMKM dari eks Karesidenan Surakarta.

“Dari catatan kami, dari awal dibuka hingga saat ini hari terakhir total pengunjung sebanyak 41 ribu orang. Dan yang paling banyak pada hari ini apalagi malam minggu,” kata Larmanto, saat disela-sela penutupan, di Plasa Alun-alun Kabupaten Karanganyar, Sabtu (14/11) malam.

Dikatakan lebih lanjut oleh Larmanto, harapan dengan adanya even seperti ini dapat bermanfaat bagi pengusaha di eks Karesidenan Surakarta dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat.

“Expo yang diikuti sekitar 200 stan itu juga menghasilkan total nilai transaksi mencapai Rp. 1,2 miliar, baik secara langsung maupun pesanan,” katanya.

Pada acara penutupan itu juga disampaikan stan terbaik dan stan favorit, yakni stan terbaik pertama dari Dinas Pertaniaan, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar, terbaik kedua stan Bank Daerah Karanganyar, dan terbaik ke tiga stan Lancar Jaya Handycraft.

Sedangkan stan favorit diraih , favorit pertama stan OISCA Karanganyar, favorit ke dua stan Bank BRI Cabang Karanganyar, dan favorit ke tiga stan PKK Kabupaten Karanganyar.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono pada hari terakhir, secara resmi menutup expo dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Samsi serta beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tampak hadir pada malam penutupan itu.pd

Read More
DSC_0121 (2)

220 UKM Ramaikan Karanganyar Expo

Pemukulan Kentongan tanda resmi dibukanya Karanganyar SoloRaya Creatif Expo 2015 yang berlangsung mulai Tanggal 11 November sampai dengan 15 November 2015 di Alun Alun Karanganyar

Karanganyar, Kamis 12 November 2015

Salah satu agenda pada serangkaian memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-98, Disperindagkop & UMKM Karanganyar bekerjasama dengan Kadin Solo Raya menggelar Karanganyar SoloRaya Creatif Expo yang berlangsung 11 November sampai dengan 15 November 2015, di Alun Alun Karanganyar.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk sarana promosi produk-produk unggulan berbasis industri kreatif dengan tujuan memperkuat posisi Karanganyar sebagai sektor pariwisata di Jawa Tengah sekaligus menanamkan rasa cinta pada produk dalam negeri. Total peserta sebanyak 220 stand wirausaha mandiri baik dari Karanganyar maupun Solo sekitarnya yang menampilkan berbagai komoditas seperti handicraf, makanan produk lokal, penjualan on line, batik. Untuk pengunjung tidak dipungut biaya karena kami ingin mengetahui seberapa besar antusias pengunjung yang datang, sehingga transaksi jual bali dapat menggeliatkan roda perekonomian masyarakat khususnya pada usaha kecil menengah,” terang Kepala Disperindagkop&UMKM Karanganyar, Larmanto saat menyampaikan laporan kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Bakorwil II Jawa Tengah, Ketua Kadin se Solo Raya, Bupati Karanganyar, Wakil Bupati Karanganyar, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Karanganyar, Jajaran SKPD Karanganyar, Danlanud adi Soemarmo Disperindagkop se Soloraya serta UMKM se Solo Raya.

Sementara itu Ketua Kadin se Solo Raya, Gareng S. Haryanto menyampaikan bahwa Solo Raya kreatif Expo tahun ini yang ke-3 dan bertepatan dengan Hari Jadi Ke-98 Kabupaten Karanganyar.

“Semoga kegiatan ini meningkatkan perekonomian se Solo Raya serta menyaring produk-produk unggulan se Solo Raya,” harapnya.

Selanjutnya dalam sambutannya, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan bahwa pelaksanaan Karanganyar Solo Raya Creatif Expo 2015 ini merupakan salah satu mewujudkan Program Unggulan Pemerintah Kabupaten Karanganyar yakni menciptakan 10.000 wirausahawan mandiri.

“Saya mengapresiasi dan bangga atas pelaksanaan Karanganyar Expo ini. Dan saya melihat baik dari peserta UMKM maupun pengunjung sangat antusias. Alhamdulillah awal dari kegiatan ini berjalan sukses. Ini merupakan wujud salah satu misi menciptakan 10.000 wirausahawan mandiri. Semoga dapat memberi semangat baru agar pelaku usaha bisa tumbuh dan berkembang yang nantinya dapat menciptakan lapangan kerja baru,” tutur Bupati disambut riuh para hadirin.

Coba Melukis : Bupati Karanganyar Juliyatmono disalah satu stand berkesempatan melukis di atas kain.

Juliyatmono dan Rohadi Widodo mengunjungi salah satu stand batik.

Wakil Bupati Rohadi Widodo memperlihatkan kerajinan keris yang berlapis emas.

Acara Karanganyar Solo Raya Creatif Expo 2015 resmi dibuka dengan pemukulan kentongan dan pemotongan bunga melati, Rabu malam (11/11/2015) dilanjutkan dengan mengunjungi berbagai stand Usaha Kecil Menengah. Ind/ft

Read More
DSC_0003

Expo Se Solo Raya Diikuti 200 Stan Ekonomi Kreatif

Sejumlah pekerja menyelesaikan persiapan Karanganyar Solo Raya Creative Expo 2015, di Alun-alun Kabupaten Karanganyar

Sejumlah pekerja menyelesaikan persiapan Karanganyar Solo Raya Creative Expo 2015, di Alun-alun Kabupaten Karanganyar

Karanganyar, Selasa (10/11/2015)
Penyelenggaraan Karanganyar Solo Raya Creative Expo 2015, di Alun-alun Kabupaten Karanganyar diikuti sekitar 200 stan produk ekonomi kreatif.

Dikatakan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Karanganyar Larmanto bahwa penyelenggaraan expo itu berlangsung 11-14 November 2015, dengan menghadirkan pelaku UMKM dari eks Karesidenan Surakarta.

“Ada 80 stan gratis untuk UKM berupa kerajinan tangan, makanan olahan, pertanian agro, multi produk, pelayanan info masyarakat dan pakaian/batik,” kata Larmanto, Selasa (10/11) saat ditemui di kantornya.

Untuk 120 stan dari 200 stan dari peserta expo mandiri yang dikelola rekanan pihak event organizer.

“Setiap stan UKM berukuran 3×3 meter dengan fasilitas satu meja, satu kursi, listrik dan ruangan ber-AC,” katanya.

Dia juga mengatakan tak hanya produk ekonomi kreatif saja yang dipamerkan, namun juga alat utama sistem pertahanan (Alutsista) milik TNI.

“Ada stan khusus Military Expo 2015, rencananya dari Kopassus Group-2 Kartosuro, Brigif 6/2 Kostrad Palur, Kivkavser 2/BS Yogyakarta, Korem Warastratama Surakarta, Pusdik Topografi, dan Solo America Jeep yang bertujuan untuk memamerkan Alutsista TNI AD kepada masyarakat,” katanya.

Pihaknya tak menargetkan khusus, namun kunjungan penonton dan nilai transaksi dapat tercapai sebanyak-banyaknya. pd

Read More