20190423_085230

Seminar UMKM Bersama ICSB Dengan Tema “UMKM Dalam Menghadapi Industri 4.0”

Read More
20190423_092859

Seminar Nasional UMKM Dalam Menghadapi Industri 4.0 Bersama ICSB

Diskominfo

Wabup Karanganyar saat meninjau bazar/stan pada acara seminar UMKM bersama ICSB di Halaman Gedung Wanita Karanganyar

Karanganyar – Menghadapi Revolusi Industri 4.0, Chairman International Council Of Small Business (ICSB), Hermawan Kartajaya berharap pegiat UMKM di Kabupaten Karanganyar tidak sekadar produktif tapi kreatif.

Itu diungkapkannya saat menjadi pemateri pada acara seminar nasional dengan tema UMKM dalam menghadapi industri 4.0 di Gedung Wanita Karanganyar, Selasa (23/4).

Acara tersebut dihadiri sekitar 500 pegiat Usaha Mickro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Karanganyar.

Adapula pameran UMKM dari 17 kecamatan yang ada di Karanganyar.

Dalam kesempatan itu, pakar marketing sekaligus pemateri, Hermawan Kartajaya menyempatkan berkeliling di beberapa stand UMKM didampingi Wakil Bupati Karangnyar, Rober Christanto dan Kepala Disdagnakerkop UMKM Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki.

Pemateri Hermawan Kartajaya mengatakan, dalam menghadapi industri 4.0, para pegiat usaha harus lebih kreatif.

“UKM itu harus lebih kreatif, jangan cuma produktif. Kalau sekedar produktif tapi tidak kreatif, ya habis,” katanya.

Selanjutnya terkait industri 4.0, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan usaha, yakni why, what dan how.

“Jadi harus tahu alasan melakukan sesuatu, harus tahu apa yang dilakukan dan bagaimana melakukan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, ada lima sektor yang diperhatikan pemerintah yakni chemical (kimia), electronic (elektronik), automotive (automotif), textile and apparel (tekstil dan pakaian) dan food and beverage (makanan/minuman). Dari sekian sekor, saya anjurkan konsentrasi pada sektor food and beverage.

Pengelola obyek wisata Bukit Sekipan sekaligus CEO Red Chilies Hotel Solo dan Istibank, Joko Sutrisno mengatakan, sudah saatnya wirausaha mengubah pola pikirnya untuk mendapatkan penghasilan instan. Sebab, mendulang informasi dan kemampuan merupakan investasi penting yang dapat diraih di masa depan dengan keuntungan lebih besar.

“Mindset pedagang itu kalau diundang mengikuti pelatihan atau seminar, pasti uang sakunya berapa dan dijamu apa? Padahal banyak strategi bisa dipelajari di sana,” katanya.

Ia mengapresiasi para pengusaha mandiri yang mengikuti seminar nasional bertajuk bisnis kalangan UMKM di Gedung Wanita Karanganyar.

“Materinya khusus untuk menghadapi era 4.0. Fokus ke digitalisasi. Bahkan UMKM di Karanganyar memiliki grub pesan intan. Setiap pekan, kita update ilmu. Pada Rabu digelar seminar digital dengan nara sumber dari kita sendiri yang sudah sukses. Sebulan sekali kopi darat sharing dan transfer ilmu,” katanya. ( ina/ana)

Read More
DSC_6467

Rayakan HUT, Bank Daerah Karanganyar Komitmen Kembangkan UMKM Dan Undi Hadiah Utama Satu Unit Rumah

Kominfo

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat mengeundi hadiah utama berupa satu unit rumah dari BPR Bank Daerah Karanganyar dalam rangka HUT Bank Daerah Karanganyar ke 50 di alun-alun Karanganyar, Minggu(17/03).

Karanganyar – 17 Maret 2019

Perayaan HUT ke 50 PD BPR Bank Daerah Karanganyar (BDK) semakin semarak melalui penyelenggaraan senam dan gowes berhadiah grandprize satu unit rumah senilai Rp 200 juta. Ribuan peserta pun turut serta memeriahkan acara di Lapangan Alun-Alun Karanganyar, Minggu (17/3/2019).

Dalam kesempatan itu Bupati Karanganyar Juliyatmono melepas ribuan goweser dilanjut ikut bergabung bersama para peserta sepeda santai. Adapun rutenya mulai dari Alun-Alun Karanganyar ke arah timur hingga Bejen, selanjutnya ke kiri hingga Pasar Nglano Tasikmadu, lanjut hingga Papahan dan kembali ke Alun-Alun Karanganyar.

Direktur Utama PD BPR BDK, Sudarsito mengatakan, kini bank daerah lebih meningkatkan pelayanan guna pengembangan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) di Kabupaten Karanganyar. “Kalau dahulu bank daerah terkenal penyaluran kredit PNS, tapi sekarang kami masuknya ke kredit UMKM,” katanya, Minggu (17/3/2019).

Seperti halnya yang dianjurkan Bupati Karanganyar, bank daerah bisa memberikan bantuan untuk usaha masyarakat Karanganyar. “Kalau dahulu kredit PNS sekitar 80 persen, kini sebaliknya. Kredit UMKM mencapai 60 persen, sedangkan PNS sekitar 40 persen,” terangnya.

Ia menjelaskan, bank daerah setiap bulan telah mengeluarkan hingga Rp 10 miliar untuk penyaluran kredit UMKM. Direktur Kepatuhan PD BPR BDK, Heru Suprihatin menambahkan, sebelumnya Bank Daerah Karanganyar masih menjadi BPR Kegiatan Usaha (KU) 2. “Sekarang kami KU 3, modal inti Rp 52 miliar dan aset Rp 375 miliar,” katanya.

Heru menuturkan, pihaknya kini mencoba semakin meningkatkan layanan dan produk ke arah digital guna memudahkan masyarakat. “Marketing sudah menggunakan layanan digital. Sehingga nasabah bisa mendapatkan informasi berkaitan bank daerah lebih mudah. Kami sudah miliki 18 kantor kas dan satu kantor cabang. Setiap kecamatan ada kantor kas besar sehingga masyarakat bisa mengakses secara mudah,” imbuhnya.(Ard/Adt).

Read More
DSC_4347

22 Stand UMKM dan Pergelaran Wayang Semalam Suntuk Semarakkan Milad PWKT (Persatuan Warga Karanganyar Tenteram) ke- 10 Di Kepri Mall Batam

Bupati Karangayar memberikan sambutan pada pementasan wayang dalam rangka Milad PWKT ke 10 di Halaman Parkir Kepri Mall, Batam

Karanganyar, Senin 25 Februari 2019

Menyemarakkan Hari Jadi ke 10 Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram (PWKT) Kota Batam, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Karanganyar menggelar bazar produk UKM Karanganyar. Tak hanya kuliner, namum juga perkakas rumah tangga berbahan kayu hingga jasa dan pendidikan.

Sebanyak 22 stand yang disediakan menampilkan produk-produk unggulan asal Kabupaten Karanganyar diantaranya kerajinan kayu asal Tawangmangu dan beras organik asal Karangpandan. Dari produk-produk yang ada ternyata beras organik paling diminati warga Batam.

Menurut Waluyo Dwi Basuki, Kepala Disperindagkop Kabupaten Karanganyar, UMKM bazar produk UKM ini merupakan ajang promosi produk dari Kabupetan Karanganyar. Antusias masyarakat Batam terhadap beras organik ternyata sangat tinggi. Semua jenis beras merah, beras hitam dan beras putih yang dibawa habis terjual.

“10 kg masing-masing jenis beras organik ludes. Bahkan banyak pengunjung meminta kontak produsen beras organic,”katanya.

Puncak kegiatan yang digelar di halaman Kepri Mall Batam ini ditandai dengan pembaruan kerjasama antara Pemerintah Kota Batam dan Kabupaten Karanganyar yang langsung ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kota Batam dan Bupati Karanganyar dilanjutkan pertunjukkan wayang dari dalang kenamaan asal Karanganyar, yakni Ki Anom Dwijokangko dan Ki Cahyo Kuntadi, Sabtu (23/2) malam hingga Minggu (24/2) dini hari kemarin.

Hadir dalam acara itu diantaranya Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wakil Bupati Rober Christanto, Jajaran Kepala OPD dan sejumlah anggota DPRD Karangayar.

Ketua Umum PWKT Kota Batam, Suratno mengatakan sekitar seribu perantau bergabung di PWKT Kota Batam. Didasari latar belakang sama, mereka merasa perlu merapatkan barisan.

Penyerahan wayang secara simbolis dibukanya pementasan wayang oleh Bupati Karanganyar

“Acara ini bertepatan milad ke-10. Pada tiga tahun lalu, wayangan disini dengan Ki Dalang Manteb Sudharsono,”kata pria yang sudah 25 tahun merantau di Kota Bata mini.

Sementara Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya berharap dengan pembaruan kerjasama dengan Pemko Batam dapat terjalin semakin baik.

“Semoga melalui kerjasama ini makin mempererat hubungan Pemko Batam dan Kabupaten Karanganyar. Saya titipkan warga saya di Batam biar semakin makmur,”katanya.

Penandatanganan MoU kerjasama antara Pemkab Karanganyar dengan Pemkot Batam

Bupati juga berpesan pada warga perantauan asal Karanganyar untuk tetap menjaga kerukunan dan kesolidan.

“Saling berbagi dan membantu antar warga Karanganyar di Batam. Sukses dan maju di tanah parantauan,”pungkasnya.

Demikian Diskominfo (tg/adt/ind)

Read More
DSC_3512

Kunjungi Pameran Ekpo UMKM Karanganyar 2018

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan sambutan dan sekaligus membuka Karanganyar Ekpo 2018

 

KARANGANYAR – 28 Oktober 2018

Untuk lebih menjual dan memasarkan produk unggulan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Karanganyar, Pemkab menggelar Pameran Ekspo UMKM 2018. Pameran yang dilounching di panggung hiburan TATV tersebut disaksikan ribuan pasang mata. Sebanyak 200 UMKM dari Karanganyar, Subosukowonosraten dan luar daerah.

“Kegiatan ini rangkaian dari prosesi hari jadi Karanganyar ke 101. Kegiatan ini akan dilaksanakan 28 Oktober-3 Nopember 2018,” papar Kepala Disdagnakerkoptrans Kabupaten Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki dalam sambutannya, (28/10)

Dia menambahkan pameran ekpo 2018 tersebut adalah sebagai ajang promosi yang efektif untuk UMKM. Sebab UMKM di Karanganyar ada banyak produk unggulan. Sekaligus mempertemukan produsen dan konsumen sebagai agar lebih menyatu. Karanganyar ekpo 2018 ini diikuti oleh  produk-produk unggulan seperti  batik, kerajinan, produk olahan, dan kuliner. “Seluruh peserta UKMK ini  sudah diikutkan dalam BPJS ketenagakerjaan. Termasuk telah mengikutsertakan UMKM informal yakni pemulung dan tenaga kerja harian untuk untuk ikut BPJS,” imbuhnya.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengucapkan terima kasih kepada dan penghargaan kepada TATV. Sebab  Minggu, 28 Oktober 2018 ini ada tiga kejadian bersejarah . Pertama,  TATV genap berusia 14 tahun.  Semoga TATV dapat berkembang dan menjadi kebanggan masyarakat Karanganyar.  TATV selama ini, telah berperan untuk memajukan Karanganyar dan banyak mempublikasikan keunggulkan dan potensi Karanganyar.  “Selamat hari jadi Karanganyar ke 101. Semogga TATV makin mantab dan berbudaya,” tandas Bupati.

Kemudian, Juliyatmono mengatakan tanggal 28 oktober adalah hari sumpah pemuda. Pihaknya berharap pemuda dapat berkarya dan mengabdi untuk negeri karena masa depan ada dalam pundak pemuda. Pemuda harus membangun optimis dan meningkatkan persatuan dan kesatuan. Pemuda harus banyak belajar untuk menghargai senior dan pahlawan. “Meskipun tehnologi tinggi dan berkembang pesat pemuda untuk tidak mencaci maki, melakukan ujaran kebencian dan kebohongan,” imbuhnya.

Selanjutnya, hari bersejarah ketiga adalah pameran ekpo 2018. Dengan menggelar pameran maka produk-produk akan maju dan berkembang dengan baik. Sebagai rakyat Karanganyar, hendaknya masyarakat mencintai dan menggunakan hasil  pertanian, dan perekebunan masyarakat. Pihaknya berharap Karanganyar tetap akan menjadi kunjungan wisata yang ramah dan aman sebab  pesona bumi intanpari sangat luar biasa. “Saya tetap meminta masyarakat untuk terus hidup damai, aman dan tentram. Saya berharap Karanganyar lebih baik lagi,” ujar Juliyatmono. (hr/Adt)

Read More
DSC_6425

Pameran UMKM&Koperasi Karanganyar 2018

Sambutan Bupati Karanganyar dalam acara pembukaan Expo UMKM & Koperasi Tahun 2018

Karanganyar, Sabtu (4/8/2018)
Karanganyar  Expo UMKM dan Koperassi Tahun 2018, yang berlangsung selama dua hari dari 4-5 Agustus 2018,  di Halaman parkir Edupark Intan Pari.

Dalam sambutannya Ketua Panitia sekaligus Kepala Dinas  Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM (Disdagnakerkop dan UMKM) Kabupaten Karanganyar Waluyo Dwi Basuki, acara ini digelar dalam rangka Hari Koperasi yang ke- 71 dan dalam rangka menyambut HUT RI Ke- 73. Acara ini diikuti 71 UMKM dari berbagai daerah di Karanganyar

“Kegiatan ini bertujuan untuk membina UMKM agar bersaing dan berdaya guna dan .bermanfaat bagi pengusaha serta meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat”.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya menyampaikan, Pemerintah tugasnya memfasilitasi,melayani agar tumbuh usaha – usaha baru. Harapannya pelaku usaha baru baik di UKM maupun bagi yang sedang merintis usaha untuk difasilitasi dan didorong supaya mereka dapat dengan mudah menjual barang hasil produksinya.

“Setiap event apapun dari semua OPD nanti harus menyiapkan konsep ada Expo dan pelaku UMKM, sehingga setiap hari ada acara seperti ini di beberapa titik”.

Semua pelaku UMKM harus didata dan belajar medsos untuk menjual hasil produksinya secara online dengan baik dan menghasilkan banyak pundi – pundi uang.

Pada kegiatan tersebut, Bupati Karanganyar  berkesempatan untuk meninjau beberapa stand UMKM dan Koperasi berupa olahan makanan, kerajinan tangan dan produk lainnya.

Demikian DISKOMINFO (Adt)

Read More
DSC_6266

Pembukaan EXPO UMKM dan Koperasi Karanganyar 2018

Read More
DSC_6511

Potensi Karanganyar Luar Biasa, OPD Dampingi UMKM

Read More
DSC_6511

Potensi Karanganyar Luar Biasa, OPD Dampingi UMKM

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo melihat dengan teliti kemasan jahe instan hasil olahan peserta pelatihan pembuatan makanan dan minuman di BLK Karanganyar

KARANGANYAR – 23 Maret 2018

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo terpesona dengan tangan-tangan trampil para pengrajin kue dan bordir baju di Balai Latihan Kerja (BLK) Bangsri, Kecamatan Karangpandan. Tidak henti-henti, Assiten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng tersebut bertanya kepada pembuat sirup jahe dan jahe dalam kemasan. Dilihat dan dibaca kandungan jahe siap edar tersebut.

Hanya saja, Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro mengingatkan untuk memberikan tambahan masa berlaku, standar SNI, dan komposisi isi kandungan dari jahe tersebut. Sebab ketika melihat jahe terebut, orang nomor satu di Karanganyar tersebut belum melihat ada catatan kadaluwarsa. Menurut batas kadaluwarsa itu penting agar masy

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro sangat kagum dengan hasil bordiran peserta pelatihan. sungguh sangat halus dan bagus

arakat yang mengkonsumsi jahe menjadi lebih aman dan terpercaya. “Potensi di Karanganyar sangat luar biasa. Hal ini harus ditindaklanjuti dengan cara dikawal. Agar produk-produk dari UMKM di Karanganyar bisa beredar luas,” ujarnya sambil mengangat satu sirup jahe.

Saat hendak diberi sirup jahe, Pjs Bupati Karanganyar menolak. Lantas dia mengambil dompet dan membeli 10 sirup jahe. Selanjutnya, sirup tersebut dibagikan kepada anggota polsek Karangpandan dan anggota koramil. Tidak cukup itu, dia selanjutnya meninjau di ruang bordir yang berada di sebelah pembuatan jahe. Lagi-lagi, Pjs Bupati menyatakan kekagumannya. “Ini bagus sekali lho. Coba anda lihat, bordirnya sangat halus sekali. Ini potensi yang harus dikembangkan,” imbuhnya.

Dia menekankan kepada organisasi perangkat daerah terkait untuk mengawal para usahawan kecil dan menengah. Dibantu semaksimal mungkin agar lebih hidup dan beredar luar. Cari permasalahaannya, dan selanjutnya dicarikan solusi. Termasuk pemasarannya juga harus dibantu. “Saya perintahkan OPD terkait untuk mengawal. Supaya UMKM di Karanganyar lebih jaya lagi,” tambah Prijo Anggoro. (hr/Karin/Imas)

Read More
DSC_1404

Baznas Salurkan Bantuan UMKM dan Fakir Miskin

kepala Kemenag, Musta’in Ahmad saat menyerahkan bantuan BAZNAS kepada pelaku usaha kecil.

 

Karanganyar, Senin 30 Oktober 2017

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karanganyar menyalurkan santunan dan bantuan kepada fakir miskin dan pelaku usaha kecil menengah di Kabupaten Karanganyar. Hal tersebut diungkapkan Iskandar salah satu Pengurus Baznas Karanganyar saat menyampaikan laporannya pada kegiatan Sarasehan Baznas di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (30/10/2017).

Menurutnya berbagai upaya dan terobosan dilakukan Baznas Karanganyar untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Salah satunya dengan pemberian bantuan dan santunan bagi para pelaku usaha kecil menengah (UMKM) serta warga yang tertimba musibah dan fakir miskin.

“Untuk pelaku usaha kecil diberikan batuan peralatan produktif berupa gerobak hik dan santunan pangan seumur hidup sejumlah 1270 fakir miskin,”tuturnya.

Ditambahkannya selain bantuan UMKM dan santunan juga diberikan bantuan kepada warga yang terkena bencana alam, salah satunya warga daerah Jatiyoso yang rumahnya kebakaran.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan perolehan Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS) Baznas Karanganyar untuk bulan Oktober 2017 hampir mencapai satu miliar rupiah.

“Saat ini perolehan ZIS terkumpul sebesar Rp 939 juta dengan rincian zakat  Rp 898.309.000,- dan infak Rp 41.000.000,-,”terangnya.

Sementara itu Kepala Kementerian Agama Karanganyar, Musta’in Ahmad selaku yang mewakili Bupati mengatakan tugas Baznas adalah membina Amil Amil zakat ditempatnya masing-masing dengan demikian akan lebih memberdayakan umat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Demikian Diskominfo (ind/ppt)

Read More