un smp copy

Jelang UN SMP, Disdikpora Lakukan Berbagai Persiapan

Pelakasnaan Ujian Nasional SMP/MTs/SMPLB Tahun 2015 diharapkan berjalan lancar dan baik

Pelakasnaan Ujian Nasional SMP/MTs/SMPLB Tahun 2015 diharapkan berjalan lancar dan baik

Karanganyar, Kamis (30/04/2015)
Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional SMP Tahun 2015 di Kabupaten Karanganyar. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar telah mempersiapkan berbagai hal, agar pelaksanaannya bisa berjalan lancar dan baik.
Sekretaris Disdikpora Karanganyar Agus Hariyanto menuturkan, pelaksanaan UN SMP Tahun 2015 berlangsung selama empat hari, dari 4-7 April 2015, dengan mengujikan empat mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA, dimulai dari pukul 07.30-09.30.
“Kami juga mengecek langsung soal ujian di percetakannya. Dipastikan terlebih dahulu tidak ada kekeliuran dan kekurangan sebelum naskah ujian di distribusikan,” katanya, Rabu (29/04) kemarin.
Selain itu juga persiapan yang dilakukan dengan pembentukan panitia, dan menyiapkan pengawas.
Agus Hariyanto juga menjelaskan, soal ujian diperkirakan sampai di Karanganyar Jumat pagi, kemudian disimpan di aula Disdikpora, dengan penjagaan ketat.
“Penyimpanan soal akan dibagi untuk enam kelompok. Lima kelompok untuk SMP dan satu kelompok untuk Kejar Paket B,” jelasnya.
Soal Ujian Nasional SMP/MTs/SMPLB akan didistribusikan ke lima kelompok kerja (pokja). Lima pokja tersebut ada di SMPN 1 Jaten (Pokja 1), SMPN 2 Mojogedang (Pokja 2), SMPN 1 Jumapolo (Pokja 3), SMPN 1 Karangpandan (Pokja 4), dan SMPN 5 Karanganyar untuk pokja 5 dan pendidikan kesetaraan paket B.
“Pagi hari sebelum ujian, sekolah penyelenggara mengambil soal ujian di masing-masing pokja”katanya.
UN SMP/Mts/SMPLB tahun ini, di Karanganyar akan diikuti 12.338 peserta. Sedangkan untuk UN Kejar Paket B, akan diikuti 358 peserta.
“Terdapat 105 SMP yang menyelenggarakan UN, sementara untuk UN Kejar Paket B dilaksanakan 12 PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat),”jelas Agus. pd

Read More
aku (2) copy

Inilah Sekolah Menggunakan UN Online

Peserta Ujian Nasional berbasis Computer Based Test (CBT) terlihat serius saat uji coba pelaksanaannya

Peserta Ujian Nasional berbasis Computer Based Test (CBT) terlihat serius saat uji coba pelaksanaannya

Karanganyar, Rabu (08/04/2015)
Tiga sekolah di Kabupaten Karanganyar saat pelaksaan Ujian Nasional nanti menggunakan sistem online dengan perangkat komputer, yakni Computer Based Test (CBT).
Ke tiga sekolah itu semuannya merupakan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yakni SMK Negeri 1 Karanganyar, SMK Negeri 2 Karanganyar, dan SMK Negeri Jumantono. Rencannya pelaksanaan UN 13-16 April 2015.
Siswa peserta membaca dan menjawab soal-soal yang telah disediakan. Sedangkan waktu yang disediakan untuk setiap mata ujian 120 menit.
“Pelaksanaan ujian nantinya dalam tiga sesi, yaitu pukul 07.30-09.30, 10.00-12.00 dan 14.00-16.00. Mata pelajaran terdiri Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan. Setiap hari hanya satu yang diujikan” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar Sutarno, Selasa (08/04)
Lebih lanjut, pihak Disdikpora Kabupaten Karanganyar meminta kepada PLN agar tidak ada pemadaman listrik selama ujian berlangsung.
“Surat sudah kami kirimkan ke PLN. Harapannya tidak ada pemadaman listrik saat Ujian Nasional menggunakan CBT nantinya, karena bisa mengganggu konsentrasi siswa.” kata Sutarno.
Penggunaan kertas dalam UN CBT, hanya sebatas untuk melakukan perhitungan-perhitungan manual, sebelum siswa menjawab pertanyaan. pd

Read More
aku copy

Hadapi Ujian Nasional, Murid Berprestasi Di Gembleng

Karanganyar, Kamis (22/01/2015)

Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan motivasi kepada murid untuk menghadapi Ujian Nasional tahun pelajaran 2014/2015, Rabu (21/01) di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar

Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan motivasi kepada murid untuk menghadapi Ujian Nasional tahun pelajaran 2014/2015, Rabu (21/01) di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar

Untuk menghadapai Ujian Nasional tahun 2014/2015, sebanyak 225 murid berprestasi dari SMA se-Kabupaten Karanganyar di persiapkan secara khusus dengan menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan dan peningkatan siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karanganyar Sutarno mengatakan kegiatan pelaksanaan kegiatan telah dilaksanakan selama 28 kali pertemuan,dari 17 Oktober 2014 sampai dengan 12 Januari 2015.

“Murid SMA itu berasal dari 110 siswa jurusan IPA dan 115 dari jurusan IPS, totalnya 225 pelajar. Penambahan jam dari pukul 14.00-17.30,” jelas Sutarno, Rabu (21/01) pagi saat acara Pemberian Motivasi Bupati Karanganyar Dalam Rangka Pemantapan Menghadapi Ujian Nasional SMA Tahun Pelajaran 2014/2015, di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar.

Murid yang mengikuti kegiatan, lanjut Sutarno, adalah siswa yang lolos seleksi yang diadakan oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah. “Mereka dilatih mata pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Sosiologi, Geografi, dan Ekonomi” jelasnya.

Selain peningkatan prestasi dari pelajar SMA, juga diberikan untuk pelajar SMK sebanyak 80 murid. “Untuk SD dan SMP masing-masing di setiap Kecamatan dari 17 Kecamatan terdapat 40 murid. Jadi totalnya ada 1.374 peserta didik,” ujar dia. Keseluruhan murid yang berprestasi itu dididik oleh guru mata pelajaran ujian nasional yang telah lolos seleksi dari LPMP Jawa Tengah.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan memberikan tambahan jam pelajaran ini agar prestasi anak-anak bisa melejit. “Anak-anak yang berprestasi bisa menjadi lokomotif anak-anak lain bersemangat, maju, menjadi spirit contoh anak-anak yang lain,” katanya. pd

Read More
DSC_0073

Ribuan Pelajar Ikuti Istighosah

Salah satu pelajar terharu saat istighosah menjelang Ujian Nasional 2013, di Masjid Agung Karanganyar, Sabtu (13/04)

Salah satu pelajar terharu saat istighosah menjelang Ujian Nasional 2013, di Masjid Agung Karanganyar, Sabtu (13/04)

Karanganyar, Sabtu (13/04/2013)

Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional  (UN) tanggal 15-18 April besok, ribuan pelajar SMP-SMA/ sederajat se-Kabupaten Karanganyar melaksanakan istighosah bersama di Masjid Agung, Sabtu (13/4). Mereka tampak khusyuk berdoa memohon kepada Tuhan agar dimudahkan dalam mengerjakan soal dan bisa lulus ujian dengan nilai baik.

Studi Tri Ahmad hanyalah satu dari ribuan peserta doa bersama siang itu. Siswa kelas XII SMA Muhammadiah 1 Karanganyar itu terlihat mengikuti tahapan istighosah dengan tenang. Sesekali jemari tangannya membasuh mukanya dan mengusap matanya yang mulai berkaca-kaca. Dengan sekejap, butiran air itu hilang disapu jarinya. Entah karena malu dilihat temannya ataukan memang gerak reflek, Studi buru-buru menempelkan jarinya yang basah ke celana panjang yang dia kenakan.

“Saya sadar punya banyak salah. Saya tidak mau Tuhan menghukum saya dengan memberikan nilai jelek. Tuhan itu Maha Memaafkan dan saya yakin akan ada jalan terbaik buat umat-NYA,” kata dia usai istighosah.

Bagi dia, menjelang UN ini dirinya sudah berusaha memperbaiki diri. Mulai dari intensitas belajar yang ditambah, salat sunah, hingga tadarus Al Quran. Baginya, selain persiapan lahir, menghadapi UN juga membutuhkan kesiapan batin. “Selain berusaha mengerjakan soal, saya juga terus berdoa. Semoga bisa mengerjakan soal dan lulus,” tutur dia.

Dari barisan paling depan, terlihat Asisten bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Karanganyar, Agus Cipto Waluyo. Agus hadir mewakili Wakil Bupati Paryono yang berhalangan hadir dalam acara itu. Di sela-sela doa bersama, dirinya menghimbau kepada semua peserta UN untuk tenang dalam menghadapi UN. “Siswa-siswa kami harap bisa tenang, jangan terlalu stres. Pikiran harus tetap jernih dan kesehatan harus tetap dijaga,” kata Agus di hadapan ribuan peserta doa bersama.

Pihaknya juga menekankan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kejujuran dalam mengerjakan soal ujian. Apalagi, akhir-akhir ini ada isu bocoran soal beserta jawaban yang beredar di kalangan pelajar. “Kerjakan soal sesuai dengan prosedur yang ada. Jangan percaya pada tawaran bocoran soal dari oknum yang tidak bertanggungjawab,” papar dia lagi. pd

Read More

UN 2013 : 350 Pengawas Disiapkan Awasi UN SMA di Karanganyar

Sebanyak 350 pengawas disiapkan untuk mengawasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA sederajat di Karanganyar. Instansi terkait menerapkan sistem silang rayon untuk memperketat pengawasan UN.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar, Sri Suranto, mengatakan para pengawas tersebut merupakan guru SMA sederajat di wilayah Karanganyar. Setiap pengawas bertugas mengawasi pelaksanaan UN di sekolah yang berada di rayon lain. “Masih sama seperti tahun lalu menerapkan sistem silang rayon. Pelaksanaan UN akan lebih diperketat,” katanya saat ditemui wartawan, Sabtu (30/3/2013).

Tim pengawas independen juga dilibatkan untuk mengawasi pelaksanaan UN. Tim pengawas tersebut disebar di lokasi sekolah yang menyelenggarakan UN. Mereka diperbolehkan masuk ke dalam ruang kelas jika terjadi kecurangan yang dilakukan peserta UN.

Suranto menjelaskan ruang penyimpan naskah soal Ujian Nasional (UN) SMA se-derajat bakal dipasangi kamera Closed Circuit Televesion (CCTV).  Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengawasan soal UN saat berada di ruang  penyimpan naskah soal. “Ada kamera CCTV untuk memantau langsung kondisi di dalam ruang penyimpan naskah soal,” paparnya.

Sementara Sekretaris Disdikpora Karanganyar, Agus Hariyanto, menjelaskan para peserta UN tidakd apat melakukan kecurangan saat mengerjakan soal-soal UN. Sebab, jumlah kode soal UN tahun ini sebanyak 20 kode. Sementara tahun lalu hanya lima kode soal. Sehingga kemungkinan peserta UN melakukan kecurangan sangat kecil.

Soal distribusi naskah soal, Agus menambahkan naskah soal dibagikan ke setiap sekolah sebelum UN digelar. Pihaknya memprioritaskan pendistribusian naskah soal ke sekolah yang berada wilayah pedalaman.

“Setiap sekolah telah mempersiapkan UN dengan menggelar try out maupun tambahan jam pelajaran,” jelasnya.

Berdasarkan data Disdikpora Karanganyar, jumlah peserta UN tingkat SMA sederajat sebanyak 7.246 siswa. Rinciannya, jumlah peserta UN SMA sebanyak 2829 siswa, SMK sebanyak 3.865, MA sebanyak 541 siswa dan SMALB sebanyak 11 siswa. UN tingkat SMA sederajat dilaksanakan pada 15 -18 April mendatang.

Read More

SMA N 1 KARANGANYAR Gelar Doa Bersama

Sebanyak 280 siswa SMAN 1 Karanganyar mengikuti doa bersama menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA sederajat.

Kepala Sekolah SMAN 1 Karanganyar, Sobirin mengemukakan kegiatan doa bersama dilakukan setiap tahun menjelang pelaksanaan UN. Peserta UN diberikan pengarahan dan bimbingan batiniah agar mentalnya kuat selama mengikuti UN.

“Kami selalu melaksanakan doa bersama menjelang pelaksanaan UN. Bahkan, sebelum ujian semester juga digelar kegiatan serupa,”  Jumat pagi.

Sebelum doa bersama, pihak sekolah memberikan pengarahan secara teknis mengenai pelaksanaan UN. Seperti naskah soal hingga penggunaan pensil 2 B yang dikhususkan untuk mengerjakan Lembar Jawab Ujian Nasional (LJUN)

Sementara itu, seorang siswa Kelas XII SMAN 1 Karanganyar, Adi Pratomo mengaku siap mengikuti UN. “Kami juga telah minta doa restu kepada orangtua agar bisa mengikuti UN dengan lancar,” imbuhnya.

Read More

UN Rawan Pendongkrakan Nilai

Munculnya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 45 tahun 2010 yang tentang regulasi baru yang mengatur kelulusan siswa pada Ujian Nasional (UN), dikhawatirkan rawan pendongkrakan nilai. Pasalnya kelulusan UN tidak hanya ditentukan oleh hasil ujian, melainkan juga dipengaruhi oleh nilai rata-rata rapor semester.

Dewan Pendidikan Karanganyar pun menyatakan sudah mengetahui celah pendongkrakan nilai ini. Tetapi mereka tetap berusaha agar kejadian itu tidak mempengaruhi kelulusan siswa-siswi di Kabupaten Karanganyar. “Dengan regulasi dari Permendiknas yang baru ini kelulusan ujian juga dipengaruhi hasil ujian rata-rata setiap semesternya, sehingga pihak sekolah pun bisa menentukan kelulusan peserta didiknya,” kata sekretaris Dewan Pendidikan Sarilan, Rabu (13/4).

Dengan regulasi yang baru ini, nilai rata-rata per semester memberikan peran sebesar 40 persen untuk menentukan kelulusan, di samping hasil ujian sebesar 60 persen. Selain pendongkrakan nilai US, Dewan juga melihat adanya pengubahan nilai rata-rata. Tetapi celah itu menurut Dewan sangat sulit dilakukan, pasalnya pasti ketahuan. Selain itu, untuk menentukan kelulusan seorang siswa, harus melalui rapat dewan guru.

“Meski celah pergantian nilai itu ada, sangat sulit. Karena harus melalui tiga tahap pengubahan. Dan itu pasti akan ketahuan kalau digantikan,” tambah Sarilan. Dengan banyaknya celah-celah dalam UN tahun ini, Dewan pendidikan meminta kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan komite sekolah untuk benar-benar bekerja.

Sementara itu, bendahara Dewan Pendidikan Suparmi mengatakan pihaknya telah membentuk tim pemantau mandiri. Tim yang dibentuk dari unsur Dewan Pendidikan ini mulai bekerja pada saat UN berlangsung. “Nantinya tim mandiri ini mulai bekerja saat pendistribusian soal UN, “ kata Suparmi. Anggota Dewan pendidikan menolak jika dikatakan tim mandiri ini terlambat pembentukannya, karena baru mulai kerja pada UN dan bukannya US yang sudah berlangsung beberapa waktu lalu.

“Tidak terlambat, tetapi tim mandiri ini memang hanya bekerja pada saat Ujian nasional saja, jadi tidak mengawasi saat US,” bantah Wakil ketua Dewan Pendidikan Djatmiko kemarin. Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2010/2011 akan berlangsung Senin-Kamis (18-21/4) untuk jenjang SMA/MA/SMK. Dilanjutkan Senin-Kamis (25-28/4) untuk jenjang SMP/MTs, sedangkan UN untuk SD/MI akan berlangsung 10 sampai 12 Mei.

Sumber: http://harianjoglosemar.com

Read More