Gunakan Elissa, PMI Pastikan Darah Aman dari HIV/AIDS

Palang Merah Indonesia (PMI) Karanganyar pastikan tak ada kantong darah yang terinfeksi virus HIV/AIDS. Kepastian itu  berdasarkan penggunaan alat tes uji saring darah Elissa yang digunakan PMI Karanganyar sejak tiga tahun terakhir.
Direktur Unit Donor Darah PMI Karanganyar, Yaqub Iskandar, mengatakan alat uji tersebut digunakan oleh PMI untuk mengetahui kandungan darah. Dalam uji tersebut akan diketahui apakah darah dalam kondisi positif terkena virus sipilis, hepatitis B dan C, HIV/AIDS, ataukah tidak. “Kami bisa mengetahui apakah darah tersebut mengandung penyakit yang ditularkan lewat darah atau tidak,” jelas Yaqub, Senin (29/10).
Penggunaan alat uji Elissa, menurut Yaqub, telah digunakan sejak tahun 2009 sesuai dengan standar untuk donor darah yang ditetapkan oleh Pemprov Jawa Tengah. Alat uji tersebut digunakan oleh petugas UDD seusai pengambilan darah dan akan dites untuk sampel darah.
“Terakhir kami menemukan kasus adanya virus HIV/AIDS dalam kantong darah pada tahun 2006 lalu. Hanya itu saja. Saat ini kami pastikan darah yang ada di PMI Karanganyar dalam kondisi aman. Terlebih lagi saat memakai Elissa,” ujar Yaqub.
Yaqub menerangkan selain penggunaan Elissa, masih terdapat lagi uji tes yang kelayakan darahnya dianjurkan, yakni uji tes. Uji tes jenis ini, menurutnya, memang lebih sensitif dibandingkan uji tes Elissa dan harganya pun lebih mahal. “Kalau Elissa itu Rp 250.000, sedangkan uji tes, bisa sampai Rp 400.000,” terangnya.
Terkait stok darah yang berada di UDD PMI Karanganyar, Yaqub mengaku masih cukup hingga dua minggu ke depan. Yakni masih ada sekitar 400 kantong darah dari berbagai golongan. “Kapasitas menampung maksimal di sini mencapai 700 kantong darah. Sekitar satu minggu yang lalu kami baru mengirimkan kantong darah ke Kudus,” ujar Yaqub.
Menurutnya, golongan darah AB merupakan golongan darah yang cukup jarang ditemui. Sehingga pihaknya perlu menyiasati kantong darah untuk golongan tersebut, karena umur darah dalam kantong darah hanya sekitar 35 hari.

Read More

Stok Darah PMI Aman

Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Karanganyar memastikan  ketersediaan darah di wilayahnya masih mencukupi hingga beberapa bulan mendatang. Sementara untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan stok darah, PMI menggunakan manajemen stok.
“Saat ini per bulannya PMI Cabang Karanganyar mendapatkan sekitar 600 kantong darah, semantara kebutuhan Karanganyar yang hanya berkisar antara 300-500 kantong darah per bulan. Jadi untuk stok darah saat ini masih aman,” ujar Yaqub Iskandar, Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Karanganyar, Sabtu (28/1) kemarin.
Ia mengatakan berlimpahnya stok darah di Karanganyar tak lepas dari kesadaran masyarakat untuk giat mengadakan kegiatan donor darah baik melalui instansi ataupun perorangan.
Ia mengatakan memasuki musim penghujan ini, biasanya akan rentan dengan penyakit Demam Berdarah (DB). Namun Yaqub mengatakan untuk saat ini belum ada permintaan darah untuk kasus deman berdarah. “Biasanya yang paling banyak jika sudah ada penderita DB. Kita sering kewalahan jika mulai ada serangan DB,” tambahnya.
Selain memenuhi kebutuhan masyarakat sendiri, stok darah PMI Karanganyar juga lebih sering diminta oleh daerah lain seperti Kota Surakarta.
Dan untuk menjamin ketersediaan darah, pihaknya saat ini membuat manajemen stok dengan cara sebisa mungkin darah yang keluar dan darah yang masuk dibuat sama, sehingga tidak terjadi kekosongan pasokan. ”Jadi tidak hanya mengandalkan adanya darah pengganti saja. Ini juga mengantisipasi  umur darah yang hanya 35 hari” tandasnya.

Read More