DSC_8905

Kunjungan Kerja Komisi II DPRD Kabupaten Tuban Ke Kabupaten Karanganyar

Read More
DSC_8911

Belajar Keterbukaan Informasi Publik, Komisi II DPRD Kabupaten Tuban Sambangi Karanganyar

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar Drs. Sujarno saat menyerahkan cinderamata kepada ketua rombongan yang juga Wakil Ketua DPRD Komisi II DPRD Kab. Tuban

 

KARANGANYAR – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) Kabupaten Karanganyar Drs. Sujarno, Msi menyambut kunjungan kerja dari anggota komisi II DPRD Kabupaten Tuban di ruang Podang I kantor Setda Kabupaten Karanganyar, hari ini Senin(27/07/20).

Kunjungan kali ini rombongan komisi II DPRD Tuban ingin banyak belajar bagaimana mengelola keterbukaan informasi publik yang baik dan benar. Seperti kita ketahui bersama bahwa Kabupaten Karanganyar khususnya DISKOMINFO ini sudah beberapa kali mendapat peringkat dan predikatnya baik dalam hal keterbukaan informasi publiknya, jelas Sugiyantoro Wakil Ketua DPRD Kab. Tuban yang juga ketua rombongan.

“ Harapannya agar kedepan Keterbukaan informasi publik di Kabupaten Tuban semakin baik dan kami berharap tidak terjadi sengketa “, tegasnya.

Menurut Kadiskominfo Sujarno, pelayanan informasi publik yang ada di Kabupaten Karanganyar sendiri ada beberapa medianya. Ada publikasi informasi melalui website, ada publikasi informasi melalui media sosial, ada yang melalui media massa, dan juga publikasi informasi melalui media konvensional.

Kami selaku instansi yang diberi wewenang mengenai keterbukaan informasi publik sangat komitmen dalam pengembangan SDM nya terlebih dahulu, untuk itu kita rutin selenggarakan bimbingan teknis dan pendampingan ke tiap-tiap Kecamatan, jelas Sujarno. DISKOMINFO (Ard/Tgr/Aa)

 

Read More
DSC_0347

Launching Car Free Day Kec. Gondangrejo

DSC_0295

Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar melepas burung sebagai tanda dibukanya Car Free Day Kec. Gondangrejo, (Minggu Pagi, 30/03)

Karanganyar – Launching car Free Day Kecamatan Gondangrejo dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Karanganyar, Muspika Kec. Gondangrejo, Kepala Desa se-Kec. Gondangrejo dan masyrakat Gondangrejo khususnya warga Tuban Gondangrejo. Minggu pagi (30/03)

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar Juliyatmono menyambut antusias dan mengapresiasi dengan adanya kegiatan Car Free Day ini. Pemerintah Kabupaten Karanganyar terus berupaya menjadikan Kec. Gondangrejo sebagai kota yang maju. Selain dengan mengadakan CFD, Bupati Karanganyar juga akan melaksanakan pembangunan fisik di Kec. Gondanrejo antara lain perbaikan jalan yang rusak di beberapa lokasi di Kec. Gondangrejo.

DSC_0408

Bupati Karanganyar menanam pohon setelah launching car free day Kec. Gondangrejo, (Minggu Pagi, 30/03)

“Kalau dimulai pukul 06.00 dan selesai pukul 09.00 maka harus dilaksanakan. Jangan seenaknya buka tutup jalan walaupun CFD sudah sepi”, pesan Juliyatmono.

Dalam laporannya Sriyono Widodo selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa CFD Kec. Gondangrejo akan dilaksanakan secara rutin tiap minggu dan mengambil rute di sepanjang jalan depan Puskesmas Gondangrejo ke timur sampai perempatan akhir dusun Tuban Kidul. Untuk meningkatkan taraf ekonomi warga sekitar, diperbolehkan untuk berjualan dengan kontribusi Rp. 2.000,-

Launching car free day kali ini dimeriahkan dengan senam bersama Bupati Karanganyar beserta warga Tuban dan pertunjukkan hiburan, seperti pertunjukan tradisional lokal dan organ tunggal. Setelah meninggalkan lokasi launching CFD, Bupati Karanganyar beserta rombongan melakukan gerakan penghijauan dengan menanam pohon disekitar lingkungan Kecamatan Gondangrejo. ad

Read More

Perbaikan Atap Pasar Tuban Dianggar Rp 400 J

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM), Karanganyar menyiapkan  dana Rp 400 juta untuk perbaikan atap pasar Tuban, Gondangrejo. Perbaikan perlu segera dilakukan karena banyak bagian atap yang telah bocor.
Sehingga setiap turun hujan air masuk dan mengganggu kenyamanan para pedagang. Selain atap, dana tersebut juga untuk perbaikan saluran air di los pedagang daging. ”Perbaikan atap pasar ini agar kalau hujan turun airnya tidak lagi masuk,” terang Kepala Disperindagkop dan UMKM Sundoro.  Untuk perbaikan ini, Disperindagkop sudah menyiapkan dana sebesar Rp 400 juta. Sundoro menjelaskan, masuknya air hujan itu karena antara atap atas dan atap bawah terdapat jarak. Sehingga air hujan bisa dengan mudah masuk ke dalam pasar.
Untuk  mengatasinya Disperindagkop akan membuatkan semacam penyekat antara atap atas dan bawah. Sehingga jika hujan turun air tidak lagi masuk pasar. ”Selama ini banyak pedagang yang mengeluhkan kondisi itu. Dan ini mengurangi kenyamanan para pedagang yang kebanyakan berada di los,” lanjut Sundoro.
Selain untuk pemberian sekat, dana itu  juga akan digunakan untuk perbaikan sirkulasi air di los daging. Karena  selama ini, sirkulasi air di los tersebut sangat buruk, bahkan sering mampat. Akibatnya bau yang tidak sedap pun sering mengganggu para pedagang dan juga pembeli.
Lelang
Sementara mengenai waktu pengerjaannya, Sundoro belum dapat memastikannya. ”Nanti kita ikuti sesuai aturan administrasi dan akan dilelang dulu melalui LPSE,” katanya. Meski begitu, Sundoro menargetkan perbaikan ini akan selesai sebelum hari raya Idul Fitri.
Sementara terkait wacana penyeragaman bangunan semipermanen di los pasar, Sundoro mengaku akan menundanya dulu. Alasannya, karena perekonomian para pedagang yang berbeda sehingga dikhawatirkan rencana itu justru akan memberatkan pedagang. ”Untuk sementara kita tunda dulu, karena sosial ekonomi pedagang yang berbeda. Tetapi kami tetap mengimbau kepada pedagang yang menempati los agar kalau membuat bangunan semi permanen dilakukan dengan rapi dan tidak serampangan,” tutup Sundoro.

Read More

Karanganyar Langka Ikan Laut

Cuaca buruk yang terus terjadi di awal Bulan Januari membuat banyak nelayan di Pantai Utara Jawa (Pantura) enggan melaut. Hal tersebut juga memberikan dampak terhadap pasokan laut di Karanganyar. Di beberapa pasar tradisional, ikan laut menjadi barang langka dan apabila tersedia harganya mahal.
Dari data yang dikumpulkan Joglosemar di lapangan, sejumlah komoditi ikan laut mengalami kenaikan harga antara lima ribu hingga tujuh ribu rupiah per kilogramnya. Sebagai contoh harga ikan tongkol naik dari harga semula Rp 18.000 menjadi Rp 25.000, dan ikan dorang naik dari harga semula Rp 35.000 menjadi Rp. 40.000.
Kenaikan harga ini membuta para pembeli resah dan kemudian mencoba mengalihkan komoditi ikan laut menjadi ikan tawar sebagai menu sehari-hari. Salah satu pedagang Ikan di Pasar Jungke, Sri Wahyuni (48) mengatakan sejak dua hingga tiga hari ini dirinya kesulitan mendapatkan pasokan ikan laut terutama dari daerah Pantura seperti ikan laut dari Rembang, Tuban dan Jepara.
“Kalau pun ada stoknya turun drastis mas, tidak seperti biasa. Katanya karena sedikit nelayan yang pergi melaut,” ujarnya saat ditemui  di kiosnya Pasar Jungke, Rabu (11/1).
Menurutnya kondisi kelangkaan ikan laut itu akan berlangsung agak panjang tergantung cuaca. Biasanya komoditi ikan laut akan kembali normal saat cuaca perairan di daerah Pantura kembali normal.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Sumarni (30) mengaku terpaksa membeli ikan tawar yakni gurami karena stok ikan laut di pasaran beberapa hari terakhir susah didapat. “Pengennya stoknya terus ada dan murah, soalnya selain nilai gizinya tinggi, keluarganya merupakan salah satu penggemar sea food,” jelas dia.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com/berita/karanganyar-langka-ikan-laut-64915.html

Read More

Pedagang Pasar Tuban protes keberadaan TPS

Pedagang Pasar Tuban, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar memrotes keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) di lokasi pasar.

Alasannya, lokasi pembuangan sampah tersebut menggangu kenyamanan lingkungan dan kerap mengeluarkan bau tidak sedap.

Demikian disampaikan sejumlah pedagang di los daging yang lokasinya mepet dengan TPS, Rabu (24/8/2011). Samini, 47  mengatakan adanya TPS tersebut mengganggu beberapa aktivitas pedagang di sekitarnya. Karena bau dari tumpukan sampah sangat menyengat sehingga membuat pembeli enggan masuk ke los daging.

”Sangat mengganggu  sekali. Tiap hari harus tutup hidung kalau masuk sini,” jelas dia.

Menurutnya, bau tidak sedap bukan hanya saat sampah menumpuk di TPS. Namun muncul ketika sampah diangkut petugas kebersihan dari pemerintah. Bahkan setiap usai hujan deras, air dari sampah kerap meluber ke jalan dan menimbulkan bau tidak sedap.

“Kami sudah berulang kali meminta TPS dipindah jangan mepet los daging. Kasihan yang mau beli bau sampahnya menyengat,” keluhnya.

Pedagang lain, Limbo mengatakan tidak hanya bau tidak sedap yang ditimbulkan dari TPS tersebut. Namun juga serbuan lalat yang begitu banyak. Pedagang lain, Menik, menambahkan bersama pedagang lainnya telah mengajukan permasalahan  bau sampah kepada pihak Lurah setempat. Namun sampai sekarang belum mendapatkan respon.
Dia mengatakan penumpukan sampah di TPS bukan hanya sekadar menimbulkan bau, timbulnya wabah penyakit pun mulai dikhawatirkan para pedagang. ”Apabila TPS tidak dipindahkan. Kami hanya meminta dibenahi supaya tidak menimbulkan bau sampah,” pintanya.

Lurah Pasar Tuban Joko Purnomo menilai penempatan lokasi TPS sudah berada dalam posisi paling aman. Apalagi keberadaan los daging dengan TPS sudah dibentengi dengan tembok tinggi. “Jadi sebenarnya posisinya sudah paling aman. Kemungkinan dipindah tidak bisa,” tuturnya.

Selama ini, dia mengatakan yang menjadi persoalan adalah banyaknya warga yang tetap nekat membuang sampah di TPS tersebut. Padahal TPS yang ada dikhususkan bagi pedagang di Pasar Tuban. “Kami sudah melarang. Tapi banyak warga yang tetap nekat membuangnya di sini. Mereka berani buang samapi kalau pasar sepi,” katanya.

Read More

Pasar Tuban, Karanganyar diresmikan

Pasar Tuban yang terletak di Desa Tuban, Gondangrejo, diresmikan pemakaiannya oleh Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, Selasa (22/3) malam. Sekitar enam bulan sebelumnya, pasar tersebut direvitalisasi.

(more…)

Read More