DSC_0017

Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD)

Read More
DSC_0032

TMMD Turunkan Angka Kemiskinan

Sekda Karanganyar memukul kentongan tanda dimulai TMMD di Desa Jumantoro, Jumapolo Karanganyar

 

 

 

KARANGANYAR – 15 Oktober 2018

 

Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD)  telah menurunkan signiikan angka kemiskinan di Jawa Tengah. Pada tahun 2017 angka kimiskinan 13.01 persen dan pada tahun 2018 sdauh menjadi 11.32 persen. Meski belum signifikan namun jika program TMMD ini terus dilakukan setiap tahun maka penurunaan akan terus bertambah.

“TMMD konsisten pemberdayaan ekonomi dan daya saing produk desa. Memanfaatkan tanah pekarangan untuk kegiatan ekonomi juga akan menambahkan kesejahteraan masyarakat,” papar Sekda Kabupaten Karanganyar, Samsi saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranomo dalam program TMMD Senkuyung di Desa Jumantoro, Kecamatan Jumapolo Karanganyar, Senin (16/10).

Dia menambahkan program TMMD yang dilakukan secara serentak tersebut dapat menambah semangat goyong royong warga. Semua masyarakat desa ikut andil dan guyub rukun membangun desa. Gorong royong telah menjadi saripatinya bangsa Indonesia. “Inti dari kekuatan bangsa adalah persatuan dalam kebhinekaan. Sangat relewan pembangunan kebersamaan dan kesejahteraan,” imbuhnya.

TMMD juga konsisten untuk membangun pemberdayaan ekonomi rumah tangga. Ekonomi kerakyataan yang siap berdaya saing. Dengan memanfaatkan tanah pekarangan untuk ekonomi. Serta memberperdayaakn perempuan dan disabilitas. Program TMMD juga memberikan perlindungan untuk perempuan dan anak.

Lebih jauh, Samsi mengatakan inovasi desa terus berkembang. Salah satu contohnya aplikasi surat menyurat dengan menggunakan tehnologi internet. Pihaknya juga berharap program ini juga menangkal paham  radikalisme, dan bahaya narkoba. “Melalui TMMD dapat melakukan edukasi kesiapsiagaan bencana supaya masyarakat melek dan tanggap. Sebab Indonesia berada di kawasan rawan bencana alam. Setidaknya dengan pengetahuan tersebut bisa mengurangi dampak dari becana alam,” imbuhnya. (Ana/Dnk)

Read More
DSC_5404

Peninjauan Program TMMD 102 di Desa Blorong, Kacamatan Jumantono

Read More
Ketukan

TMMD Tahap II Kodim 0727 Karanganyar Berlangsung di Desa Blorong, Jumantono

Read More
DSC_0058

Warga Blorong Sumringah, TMMD Sengkuyung Perbaiki Jembatan

Diskominfo

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberikan sambutan di acara TMMD Desa Blorong Jumantono, (10/07)

 

KARANGANYAR – 10 Juli 2018

Warga Blorong, Kecamatan Jumantono tersenyum lebar. Sebab jembatan yang menghubungkan Bolong, Karanganyar Kota dengan Blorong, Kecamatan Jumantono bakal diperbaiki dan diperkuat. Soalnya, jembatan yang memperpendek menuju Karanganyar kota tersebut kondisinya sudah terlihat retak-retak dan membahayakan warga.

“Kami sangat senang dengan kehadiran TMMD Tahap II dari Kodim 0727 Karanganyar. Setidaknya kami terbantu dengan pembangunan jembatan vital tersebut,” papar Camat Jumantono, Sundoro Budi Karyanto disela-sela menamani bupati Karanganyar mengujungi lokasi TMMD.

Dia menambahkan pembangunan jembatan itu dengan panjang 9 meter dan lebar 4 meter. Diperkirakan dana yang dibutuhkan sekitar Rp 300 juta dan swadaya masyarakat sudah Rp 80 juta. Menurutnya, masyrakat sangat terbantu dengan kehadiran program TMMD. “Masyarakat setempat sudah semangat terbantu dengan pembangunan jembatan tersebut,” imbuhnya.

Sementara sambutan Gubernur Jawa Tengah yang dibacakan Bupati Karanganyar, Juliyatmono dihadapan peserta TMMD, mengatakan TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga betapa pentingnya gotong royong dalam membangun bangsa. Semua bahu membahu memberikan sumbangan pikiran, ide dan gagasan, sumbangan tenaga dan ketrampilan. “Membangun jalan dan jembatan bebarengan. Sudah banyak yang temoto dan sangat membantu aksesibilitas masyarakat untuk mereka yang akan bekerja bersekolah dan beribadah, berkegiatan sosial dan aktivitas lainya,” ujarnya.

Kemudian, BUpati Karanganyar mengatakan program TMMD juga memugar RTLH, membangun jambanisasi atau sanitasi. Sangat baik untuk meningkatkan derajad kehidupan masyarakat yang lebih layak dan sehat. Belum lagi upaya-upaya pemberdayaan masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan. Ini luar biasa di tengah upaya kita mengatasi persoalan kemiskinan Jawa Tengah angkanya masih cukup tinggi yaitu 12,23 persen pada tahu 2017.

         

Juliyatmono menambahkan tidak ketinggalan upayanya untuk terus mengedukasi masyarakat tentang nasiolisme, tentang ancaman terorisme dan radikalisme, serta bahaya narkoba, khususnya para pemuda generasi penerus bangsa. Para pemuda dan anak-anak bangsa harus terus dibangun karakternya, tidak individualiasi, hedonis dan apatis. Tetapi menjadi generasi yang mempunyai karakter milenial yang baik, toleran, berjiwa sosial, peduli terhadap lingkungan dan menjungjung tingga kebenaran dan kejujuran. “Generasi muda yang akrab dengan tehnologi komunikasi dan informasi ini harus dijauhkan dari hoox, hatte speech, bully serta dibetengi dengan nilai nilai pancasila, pengetahuan dan agama,” tambahnya.

(hr/ard)

Read More

Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-101

Read More
kom

Danrem 074/Warastratama Tutup TMMD Ke-101

Komandan Korem 074/Warastratama, Surakarta, Kol.Inf Widi Prasetijono menerima kembali alat kerja dari Satgas TMMD.

Karanganyar, Kamis (03/05/2018)

Komandan Korem 074/Warastratama, Surakarta, Kol.Inf Widi Prasetijono menutup secara resmi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-101, di Lapangan Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Kamis (03/05) pagi.

Pada kesempatan itu, Kol. Inf Widi Prasetijono juga bertindak sebagai Inspektur Upacara, membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Mulyono.

“Tanpa terasa, tiga puluh hari Kemanunggalan TNI-Rakyat membangun desa telah berlalu. Hari ini secara serentak di 50 wilayah di seluruh tanah air, kita merayakan dan mensyukuri atas capaian yang kita raih dalam kurun waktu tersebut,” kata Komandan Korem 074/Warastratama, Surakarta, Kol.Inf Widi Prasetijono.

Kol.Inf Widi Prasetijono, juga mengatakan, dalam waktu dekat ada pesta demokrasi. Sebagai perhelatan aspirasi rakyat, Pilkada Serentak 2018 seharusnya dapat digunakan sebaik-baiknya untuk memilih pemimpin yang transformatif serta memiliki komitmen dan integritas yang kuat kepada rakyatnya.

“Jangan menjadikan momentum pesta demokrasi ini hanya untuk memenuhi hasrat politik pribadi atau golongan, yang justru malah dapat memecah persatuan dan kesatuan Bangsa,” katanya.

Dalam amanatnya tersebut, juga mengimbau seluruh komponen Bangsa agar berpartisipatif aktif dalam pembangunan nasional dengan memanfaatkan pesta demokrasi secara bijak dan bertanggung jawab.

“Memilih adalah hak setiap orang, namun yang paling utama, menjalankan kewajiban dan menghargai berbagai pilihan secara bertanggung jawab, demi rakyat dan Bangsa Indonesia,” katanya.

Sementara itu, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 101 Tahun 2018 di Kabupaten Karanganyar menyasar 20 program pembangunan berupa fisik dan non fisik.

Sedangkan pelaksanaan mulai 4 April-3 Mei 2018 selama 30 hari di Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Melibatkan 175 orang dan menghabiskan dana Rp. 1.563.980.000,00.(pd/&i/an)

Read More
Balai Desa Karangpandan dipilih untuk menjadi tempat berlangsungnya acara malam perpisahan dan panggung hiburan untuk prajurit program TMMD.

Malam Hiburan Prajurit Dalam Rangka Program TMMD

Read More
DSC_9617

PANGGUNG HIBURAN PRAJURIT TMMD

Diskominfo

Pembagian Hadiah dari Dandim Karanganyar pada Malah Hiburan Prajurit Dalam rangka program TMMD reguler ke-101 di Balai Desa Karang Kecamatan Karangpandan, Selasa (01/05)

Karanganyar, 1 Mei 2018

Balai Desa Karangpandan dipilih untuk menjadi tempat berlangsungnya acara malam perpisahan dan panggung hiburan untuk prajurit program TMMD pada, Selasa (01/05)

Program TMMD reguler 101 desa Karang Kecamatan Karangpandan ini antara lain, pengecoran jalan, pembangunan talut 12 titik, dan pembangunan gorong-gorong 3 titik, serta pembangunan rumah tidak layak huni sebanyak 10 rumah. Dengan adanya program TMMD reguler 101 ini sangat membantu kami warga Desa Karang khusunya di bidang pengangkutan hasil pertanian, lalu lintas dan peningkatan nilai jual tanah tutur Kepala Desa Karang di akhir pidato sambutanya.

Bekerja selama 1 bulan, prajurit program TMMD reguler ini akhirnya bisa mewujudkan mimpi dan juga angan-angan warga desa Karang yang sudah di idam-idamkan selama 50 tahun yang lalu. Harapan dari TNI adalah setelah adanya pembangunan talut, pengecoran jalan, dan pembangunan gorong-gorong serta pembangunan rumah tidak layak huni ini bisa betul-betul dijaga dengan sebaik mungkin agar tidak mengecewakan kinerja TNI bersama masyarakat desa Karang di Kecamatan Karangpandan ini.

Diantara 5 dusun di desa karang, dengan di bangunnya pengcoran jalan ini dusun roto yang dulunya menjadi dusun yang paling sulit dalam hallalu lintas, sekarang sudah bisa lancar.

Terakhir, kembali ucapan terima kasih mengalir dari berbagai kalangan warga Desa Karang atas terselenggaranya TMMD reguler ke 101, karena impian warga Desa Karang bisa terwujud.

Demikian Diskominfo (Kris/Ardi)

Read More
IMG_0262

Mabes TNI lakukan Cek Lokasi TMMD Di Desa Karang

Wakil Asisten Pengamaan Kasad, Brigjen TNI Makmur Umar mendengarkan paparan dari Dandim 0727 terkait TMMD ke 101 di Desa Karang

KARANGANYAR – 26 April 2018

Markas Besar TNI melakukan cek lapangan terkait pelaksanaan TMMD ke 101 di Desa Karang, Kecamatan Karangpandan. Pengecekan itu untuk mengetahui sejauh mana sasaran atau target yang sudah ditentukan. Namun yang lebih penting lagi, TNI melalui program TMMD bisa membantu pemerintah kabupaten (pemkab) Karanganyar mensejahterakan masyarakatnya.

“Kami sudah menerima laporan paparan dari dari Dandim 0727 terkait TMMD di Desa Karang. Ada yang sudah 100 persen ada yang belum karena juga program ini baru akan berakhir 3 Mei Mendatang,” papar Wakil Asisten Pengamaan Kasad, Brigjen TNI Makmur Umar usai memberikan pengarahaan kepada anggota dan masyarakat Desa Karang di Balai Desa setempat (26/4).

Dia menambahkan ada beberapa saasaran yang dilaksanakan dalam TMMD di Desa Karang. Yakni pengecoran jalan. Awalnya makadam nam

Wakil Asisten Pengamaan Kasad, Brigjen TNI Makmur Umar memaparkan maksud dan tujuan dari kedatangannya ke Desa Karang

un saat ini dicor. Kemudian membuat gorong-gorong dan talud. Menurut Makmur, sasaran pelaksanaan TMMD ini bukan TNI yang menentukan akan tetapi dari masyarakat. “Membangun itu gampang dan yang susah itu perawatannya. Kami menyerahkan ke Pemkab untuk perawatan. Sebab jalan ini sudah memudahkan masyarakat dalam menjual hasil buminya ke kota,” tambahnya.

Lebih jauh lagi, Makmur mengatakan kedatangaanya ke Desa Karang juga untuk silaturahmi. Sebab dengan silaturahmi akan banyak rejeki dan dipanjang umur.   Menurutnya TMMD 101 sudah dilaksanakan 38 tahun yang lalu. Awalnya program TMMD ini 1980 pencetusnya Panglima angkatan darat saat itu. Hal ini juga kegiatan mendambartikan ke masyarakat. (hr)

Read More