DSC_4603

TMMD Sengkuyung Tahap III Di Desa Salam Karangpandan Kabupaten Karanganyar

Bupati Karanganyar Memukul Kentongan Sebagai Tanda Dibukanya Upacara TMMD di Desa Salam Karangpandan

KARANGANYAR – Pembangunan jembatan permanen di Dusun/Desa Salam membuka akses usaha tani sekaligus memudahkan mobilitas warganya ke Desa Puntuktejo, Ngargoyoso. Pembangunan jembatan permanen dibuat secara gotong royong antara warga dengan Satgas TMMD Sengkuyung Tahap III tahun 2019 di Kabupaten Karanganyar Desa Salam Karangpandan, Selasa (2/10).

“Selama ini, hasil panen kesulitan diangkut karena tidak ada jalan yang mamadai. Sehingga harus dibawa manual dan jalan kaki atau dinaikkan sepeda motor ke jalan kampung dulu lalu dinaikkan mobil bak ke jalan raya. Padahal ada akses lebih mudah, namun belum dibuat jalan. Dengan TMMD ini, mempermudah jalan usaha tani,” kata Kades Salam, Sutardi.

Dalam TMMD, dibuat pengecoran jalan dari Dusun Salam ke Dukuh Semenjing sepanjang 700 meter. Kemudian pembangunan jembatan panjang 10 meter lebar 3,3 meter dan tinggi 3 meter di atas Sungai Serondokuning. Selain itu, dikuatkan talud panjang 130 meter lebar 0,40 meter dan tinggi 1,5 meter. Infrastruktur ini tak sekadar membuka jalan usaha tani dari Dusun Salam dan Dukuh Semenjing ke Desa Puntukrejo, Ngargoyoso. Namun juga memberi kesempatan Dukuh Semenjing lebih ramai. Saat ini, hanya ada satu KK yang tinggal di perbatasan Dukuh Semenjing dengan Desa Puntukrejo.
“Pak Jono tinggal di sana sejak 1970. Dengan istri dan empat anaknya, mereka kesulitan ke Desa Salam. Harus lewat jembatan kecil, rumahnya terpencil,” katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mendorong pemanfaatan yang lebih baik untuk lahan di Dukuh Semenjing usai dibangun jalan dan jembatan. “Kali (sungai) dibersihkan lalu akan saya kirimi ikan (bibit ikan) biar nanti ekosistemnya hidup lagi sampai ke bawah,” katanya.

TMMD di Desa Salam dikerjakan selama 30 hari, 2-31 Oktober 2019. Didanai Rp 598 juta, diterjunkan 40 personel satgas dan dibantu 75 orang tiap hari. TMMD juga mengerjakan proyek non fisik seperti sosialisasi pertanahan, kerukunan antarumat beragama, catatan sipil, dan sebagainya. (in/an)

Read More
DSC_7494

Dampak Program TMMD Di Jatiroyo Langsung Bisa Dirasakan Masyarakat

 

 

Penyerahaan kembali alat kerja, sebagai simbol penutupan TMMD Senkuyung Tahap 2 tahun 2019 di Desa Jatiroyo, Kecamatan Jatipura Kamis (08/08)

 

Karanganyar – 8 Agustus 2019

 

Kepala Desa Jatiroyo, Kecamatan Jatipuro Nariyo memuji program TMMD Sengkuyung Tahap II di Desanya. Sebab dampak pembangunan yang dilakukan TNI bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Apa yang menjadi target sudah terealisasi dengan baik. Sasaran fisik, berupa pengecoran jalan sepanjang 800 meter, pembuatan jamban keluarga 4 unit dan pembuatan sumur dalam dan bak penampungan.

“Kemudian ada sasaran tambahan yang berupa pembangunan jembatan 10 meter dan lebar 4 meter, pembangunan gorong-gorong  dan Rehab RTHL  10 unit. Selain itu, personel TMMD juga memberikan sosialisasi tentang program TMMD, sosiaslisi wawasan kebangsaaan, Kantibmas dan bahaya narkoba,” papar Nariyo usai penutupan TMMD Sengkuyung Tahap II tahun 2019 di Lapangan Desa Jatiroyo, Kecamatan Jatipuro Kamis (8/08)

Dia menambahkan program TMMD juga mengadakan penyuluhan tentang sertifikat tanah, kependudukan dan akte kelahiran, pembinaan kesatuan bangsa, penyuluhan tentang UU pemerintahaan desa, pelatihan kewirausahaan, serta penyuliuhn bencana dan pupuk organik. “Pembangunan jalan menjadi prioritas karena disamping untuk jalan raya juga menjadi jalan untuk ke pertanian” imbuhnya.

Program TMMD sengkuyung tahap 2 di Desa Jatiroyo, Kecamatan Jatipuro telah selesai dilaksanakan. Upacara penutupan dipimpin oleh Inspektur Upacara Komandan Kodim 0727 Karanganyar,Letkol Inf Andi Amin Latama.  Upacara penutupan dihadiri oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono dan jajaran Forkompinda. Kegiatan program TMMD dilaksanakan selama 30 hari terhitung mulai dari tanggal 11 Juli – 8 Agustus 2019.

Sementara Dandim 0727 Karanganyar, Letkol Inf Andi Amin Latama yang membacakan sambutan Kepala Staff TNI Angkatan Darat Jendreal Andika Perkasa menyampaikan program TMMD yang dilaksanakan secara serentak di 50 Kabupaten/Kota adalah wujud pengabdian TNI bersama kementerian dan lembaga dalam rangka membangun membantu mempercepat pembangunan di daerah sehingga tercapainya kesejahteraan bagi rakyat. Kegiatan TMMD ditujukan untuk mampu menjawab aspirasi dan kebutuhan masyarakat sehingga hasilnya dapat tepat sasaran. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, Masyarakat, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya TMMD” ungkap Komandan Kodim 0727 Karanganyar. (Hr/Krs)

Read More
TMMD (2)

Hadirnya TMMD, Permasalahaan Di Desa Tuntas

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan sambutan dalam penutupan TMMD Sengkuyung Tahap II tahun 2019

KARANGANYAR – 06 Agustus 2019

Program TMMD Sengkuyung Tahap 2 di Desa Jatiroyo, Kecamatan Jatipuro telah usai dilaksanakan. Penutupan TMMD oleh Pemkab Karanganyar bersama Dandim 0727 diadakan sarasehan program manunggalnya TNI dengan masyarakat tersebut. Bupati Karanganyar, Juliyatmono berharap program TMMD ini bisa menjawab permasalahan yang muncul di Desa yang menjadi lokasi TMMD.

“Permasalahan seperti BPJS, KIA, rumah tidak layak huni, jamban dan sumber air bisa diselesaikan ketika ada program TMMD sengkuyung. Sekali datang, semua permasalahan yang ada di desa tersebut bisa diselesaikan,” papar Juliyatmono ketika memberikan sambutan dalam sarasehan penutupan TMMD Sengkuyung di Desa Jatiroyo, Kecamatan Jatipuro, Selasa (06/08)

Dia menambahkan selama ini program fisik seperti pengecoran jalan dan pembuatan jembatan juga sudah bisa diselesiakan. Orang nomor satu berharap TMMD berdampak pada kesejahteraan dan perekonomian masyarakat dapat meningkat. Tentu, jika sudah ada TMMD tidak ada permasalahan RTLH lagi. “Saya berpesan menyambut HUT RI ke 74 semua harus berpartisipasi untuk menyambut hari kemerdekaan bangsa ini. Bendera merah putih di rumah segera dipasang,” tambahnya.

Sementara Kepala Desa Jatiroyo, Nariyo menambahkan dalam program TMMD ini dapat terselesaikan kepengurusan 175 bidang tanah (tersertifikasi), 137 buah kartu identitas anak, 5 akte kelahiran dan 4 KTP Elektronik baru. Selain itu, program TMMD yang dilaksanakan satu bulan tersebut telah menyelesaikan pembangunan jembatan sepanjang 10 meter dengan  lebar 4 meter, pengecoran jalan 800 meter, 10 pembangunan RTLH,  dan jambanisasi 4 buah.  “Kegiatan yang belum selesai adalah pembuatan sumur dalam, namun demikian terus dikerjakan,” imbuh Nariyo

Sedangkan Dandim 0727 Karanganyar, Letkol Inf Andi Amin Latama mengatakan sarasehan ini kegiatan kali pertama dilakukan usai program TMMD. Dia mengakui masyarakat Desa Jatiroyo guyub rukun sangat luar biasa. Semangat dari warga untuk ikut membantu diacungi jempol. “Saya perintahkan kepada anggota, untuk lebih bersemangat lagi. Jika warga semangat, saya minta lebih bersemangat lagi,” tandasnya. (hr/adt/kris/Tfn)

Read More
_DSC8742

Di luar TMMD Sengkuyung Tahap II di Jatiroyo, Pemkab Karanganyar Gelontorkan Rp 400 Juta Untuk RTLH

Kominfo

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat melakukan pengecekan kesiapan pasukan dalam acara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II di Lapangan Desa Jatiroyo Kecamatan Jatipuro, Kamis(11/07/19)

Karanganyar – 11 Juli 2019

Diluar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler Sengkuyung Tahap II 2019 di Desa Jatiroyo Kecamatan Jatipuro Kabupaten Karanganyar, Pemkab Karanganyar mengalokasikan Rp 400 juta untuk rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Itu disampaikan langsung Bupati Karanganyar, Juliyatmono seusai membacakan sambutan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Adapun TMMD Sengkuyung tahap II di Desa Jatiroyo berlangsung mulai 11 Juli-8 Agustus 2019.

“TMMD merupakan program terpadu TNI dan Pemda yang bertujuan mempercepat pelaksanaan pembangunan daerah.

Dengan harapan kesejahteraan masyarakat daerah juga akan meningkat.

Selain itu ini dalam rangka mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat membacakan sambutan dari Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Juliyatmono menambahkan, diluar dana APBD Jateng Rp 235 juta dan APBD Karanganyar Rp 300 juta yang menjadi sumber dana TMMD sengkuyung tahap II, Pemkab Karanganyar menambahkan Rp 400 juta untuk program RTLH.

“Per rumah Rp 10 juta, itu dari APBD 2019. Kita dorong di sini tuntas, terus dimana lagi tuntas,” katanya kepada Tim Liputan, Kamis (11/7/2019).

Ia berharap, dengan adanya TMMD dapat menyelesaikan persoalan pembangunan fisik maupun non fisik. “Setiap diselenggarakan TMMD di desa itu, desa itu harus lebih sejahtera,” terangnya.

Sementara itu Kades Jatiroyo, Naryo menyampaikan, di desa Jatiroyo totalnya ada sebanyak 52 RTLH. “Sumber dana 10 rumah rencananya masuk program TMMD, 40 dari APDB Karanganyar, dan 2 dari Dana Desa (DD).

Nanti berwujud barang. Pelaksanaannya masih menunggu dana,” terangnya. Terkait kondisi rumah, pihaknya masih akan melakukan verifikasi lagi terkait kelayakan rumah tersebut.

Selain RTLH, dalam TMMD tersebut juga dilaksanakan pembangunan sumur dalam yang memiliki kedalaman 100 meter.Naryo menuturkan, warganya masih membutuhkan sumur dalam untuk memenuhi kebutuhan air bersih. “Sehingga cakupan air bersih bisa 100 persen. Air bersih masih kurang. Saat ini ada 1 bak untuk 2 dusun. Rencana 1 bak untuk 1 dusun. Sumur dalam ada di Dusun Sambirejo,” ungkapnya.

Adapun selain RTLH dan sumur dalam, program fisik TMMD yang menjadi sasaran fisik yakni berupa pengecoran jalan sepanjang 800 meter, luas 3 meter dengan ketebalan 12 cm. Juga bak penampungan air serta pembuatan jamban 4 unit.(Ard/Adt)

Read More
20190704_102438

Rakor Pelaksanaan Kegiatan TMMD sengkuyung II Kabupaten Karanganyar

Diskominfo

Bupati hadiri rakor pelaksanaan kegiatan TMMD Sengkuyung tahap II di ruang podang I Kantor Setda Karanganyar

Karanganyar – Bantuan pemerintah dibutuhkan untuk merehab 42 rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa jatiroyo, Kecamatan Jatipuro. Dari jumlah tersebut, 13 unit akan direhab melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap II.

“Kami mendapat 13 rumah yang akan direhab. Tiga unit dibiayai pemprov Jawa Tengah dan 10 unit dibiayai APBD kabupaten. Dengan rehab ini, ternyata masih bersisa 29 unit berkondisi tidak layak,” ungkap Camat Jatipuro, Eko Budihartoyo kepada bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam rakor persiapan pelaksanaan TMMD sengkuyung II di ruang Podang I Setda, Kamis (4/7).

Dalam rakor itu, ia mengusulkan dibuka pelayanan SIM Satlantas Polres Karanganyar saat TMMD Jatiroyo diresmikan pada Kamis (11/7). Menurutnya, hal itu akan memudahkan warganya mengakses layanan itu, mengingat lokasi desa berjauhan dari kantor Satlantas.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta perangkat pemerintah kecamatan dan desa mendata seluruh rumah berkategori tidak layak huni. Ia akan mengupayakan anggaran APBD maupun sumber lain yang sah, disalurkan untuk rehab RTLH.

“Kita guyubke tiga pilar (Pemda, Polri, TNI) agar masalah masyarakat cepat selesai,” katanya.

Dalam TMMD selama sebulan sampai 9 Agustus 2019, ia meminta diundang menyaksikan pengerjaannya. Ia berharap dapat bertemu masyarakat untuk berdialog.

“Jangan hanya pembukaan dan penutupan TMMD saja yang diundang. Nanti di tengah-tengah, dua sampai tiga kali akan hadir. Disana dapat bertemu warga. Di sana akan lebih mengerti persoalannya,” katanya.

Dandim 0727/Karanganyar, Letkol Inf Andi Amin Latama mengatakan program TMMD hanya di Kodam Jawa Tengah. Program ini membantu membuka isolasi daerah terpencil.

“Pembuatan jalan merupakan sasaran paling strategis. Di Jatiroyo, lokasinya telah ditinjau Pasiter dan Danramil. Berbagai kegiatan akan dilaksanakan seperti pengecoran jalan dan pembuatan sumur artesis,” katanya.

Total anggaran mencapai Rp 600 juta. Rinciannya dari pemerintah Rp 535 juta dan swadaya Rp 72,2 juta. (ina/an)

Read More
WhatsApp Image 2019-03-27 at 10.15.33 AM

Program TMMD Sengkuyung Tahap 1 Tahun 2019

Read More
DSC_4376

Bupati Karanganyar Buka TMMD Tahap I Di Desa Wonokeling, Jatiyoso

Kominfo

Bupati Karanganyar didampingi jajaran Forkopimda secara simbolis memukul kentongan sebagai tanda dibukanya TMMD Sengkuyung Tahap I di Desa wonokeling, Jatiyoso. Selasa(26/02)

KARANGANYAR – 26 Februari 2019

Buka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahap 1 Kodim 0727 Karanganyar di Desa Wonokeling Kecamatan Jatiyoso, Bupati Karanganyar H. Juliyatmono tekankan pentingnya gotong royong di lingkungan desa.

Bupati – Wakil Bupati Karanganyar, Juliyatmono-Rober Christanto beserta jajaran Forkopimda mengikuti upacara pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap 1 2019 Kodim 0727 Karanganyar di Lapangan Desa Wonokeling Kecamatan Jatiyoso, Selasa (26/2/2019) siang.

Sesuai Program TMMD Reguler ke-104 dan Sekuyung Tahap 1 TA 2019, program ini akan berlangsung selama 30 hari, terhitung mulai 26 Februari-27 Maret 2019.

Berdasarkan usulan di tingkat desa, kelurahan dan kecamatan. Kondisi jalan yang labil dan Makadam menjadi latar belakang pembangunan pada program TMMD Tahap 1 2019 di Desa Wonokeling.

Mengingat jalan tersebut merupakan jalan yang strategis, menghubungkan antar dusun dan desa. Selain itu, arus transportasi menjadi kurang lancar sehingga mengurangi nilai produktifitas di Desa Wonokeling Jatiyoso.

Simbolis Pengecoran Jalan oleh Bupati Karanganyar dan Forkopimda

Adapun sasaran pembangunan yakni Sasaran Fisik dan Non-Fisik. Sasaran Fisik berupa pengecoran, pembangunan gorong-gorong di delapan titik serta talut di dua titik.

Sementara pembangunan Non Fisik diantaranya berupa, sosialisasi program TMMD,  penyuluhan wawasan kebangsaan, Kamtibmas bahaya narkoba dan kenakalan remaja, penyuluhan kewirausahaan, pertanian organik, pengagulangan bencana alam dan lain-lain.

Sebanyak 40 Satgas TMMD dikerahkan, terdiri dari  personel pendukung, Polri, Ormas dan masyarakat setempat.

Total biaya sebanyak Rp 624 juta. Biaya pembangunan berasal dari Anggaran APBD Jateng sebanyak Rp 235 Juta, APBD Karanganyar sebanyak 300 juta, serta swadaya masyarakat Desa Wonokeling sebanyak 89 juta.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan dengan kehadiran TNI, Polri dan unsur terkait dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan. Bersamaan dengan program TMMD Tahap 1 2019 ini, ia menekankan soal pentingnya gotong royong dalam membangun desa.

 

“Gotong royong adalah inti dari bangsa kita. Mari tingkatkan semangat kita untuk membangun desa,” terangnya.

Melalui TMMD Tahap 1 ini, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo juga berpesan melalui Juliyatmono, supaya terus membangun desa, menjauhi narkoba dan meningkatkan semangat gotong royong.

“Kita tumbuh dari desa, mari membangun desa kita masing-masing supaya semakin sejahtera,” imbuhnya.

Selanjutnya, ia mengajak untuk mengenali diri sebagai orang desa. “Sejatinya kita adalah orang-orang desa. Bermula dari desa kita mulai bergaul, karena tidak ada sekat-sekat dalam masyarakat (desa). Begitu juga betapa indahnya semangat gotong royong yang ada di desa,” jelasnya. (Ard/Tgr)

  

 

 

Read More
DSC_4371

Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap I 2019 Kodim 0727 Karanganyar

Read More
597110d5-3850-43b1-a42d-d7221f7dd3ad

Penutupan TMMD di Desa Jumantoo, Kecamatan Jumapolo.

Read More
22598ed1-27c4-4438-bbf8-131228fbd8a1

Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2018 Kodim 0727/Karanganyar

Kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat hadiri Penutupan TMMD di Desa Jumantoro Kecamatan Jumapolo, Selasa(13/11).

Karanganyar – 13 November 2018

Bertempat di Lapangan Desa Jumantoro Kec.Jumapolo Kab.Karanganyar telah dilaksanakan Kegiatan Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2018 Kodim 0727/Karanganyar dengan tema “Manunggal Membangun Karakter Generasi Milenial” yang diselenggarakan oleh Kodim 0727/Karanganyar sebagai ketua penyelenggara Kapten Inf Supardi ( Pasiter Kodim 0727/Karanganyar) yang dihadiri 400 orang, Selasa (13/11).

Sasaran fisik :

1).Betonisasi jalan Cor panjang 1600 m x lebar  3 m x tinggi 12 Cm = 100 %

2).Pembangunan jembatan panjang 7 m x lebar 6 m x tinggi 3 m = 100 %

3).Rehab rumah tidak layak huni (RTLH) 10 unit,Uk rata – rata 6 x 9 m = 100 %

Sasaran Non Fisik :

1). Sosialisasi tentang program TMMD Sengkuyung tahap III TA 2018 dari Kodim 0727/ Kra.

2). Penyuluhan tentang PPBN dan Wasbang.

3).Penyuluhan tentang Kamtibmas,bahaya narkoba dan kenakalan remaja.

4).Penyuluhan tentang sertifikat tanah.

5).Penyuluhan tentang kepensudukan dan akte kelahiran.

6).Penyuluhan tentang pembinaan kesatuan bangsa

7).Penyuluhan tentang UU pemerintahan Desa

8).Pengobatan masal

9).Pelatihan ketrampilan dan kewirausahaan.

10.Penyuluhan tentang pembinaan mental.

11.Penyuluhan bidang pertanian.

12.Penanaman pohon.

Hampir satu bulan sejak kegiatan TMMD ke-103 ini secara resmi dibuka pada 15 Oktober 2018 yang lalu,  para prajurit TNI, anggota Kepolisian, aparat Pemda, serta segenap komponen masyarakat telah bekerja keras, guna mencapai sasaran pembangunan, baik fisik maupun non-fisik, yang mencakup  50 desa sasaran di 50 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Di setiap kegiatan TMMD ini, kita dapat menyaksikan semangat kebersamaan  serta gotong royong yang terpancar di setiap wajah sekaligus cucuran keringat masyarakat dan aparat yang bersama-sama bekerja di lapangan. hal ini menjadi refleksi kekuatan yang sangat besar dari segenap komponen Bangsa, yang memiliki visi, misi dan tujuan bersama  guna mengatasi berbagai persoalan pembangunan serta problematika kesejahteraan  masyarakat.

Semangat kebersamaan seperti inilah yang sebenarnya merupakan hakikat dari Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, yang merupakan roh perjuangan Bangsa dan akan terus kita bangun serta pelihara.

Kemanunggalan ini merupakan aktualisasi peran TNI dalam mewujudkan seluruh potensi wilayah dan masyarakat sebagai pendorong kemajuan Bangsa, yang bermuara pada terbentuknya kekuatan pertahanan nasional yang kokoh.

Oleh karena itu, pada kesempatan    yang sangat baik ini, saya selaku Penanggung Jawab Operasional (PJO) TMMD, menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para Gubernur, Bupati, Walikota, instansi Kementerian terkait dan khususnya kepada seluruh masyarakat, yang telah bahu-membahu bersama prajurit TNI,  mewujudkan pembangunan daerah yang menjadi sasaran pelaksanaan TMMD ke- 103 ini.

Sebagaimana program TMMD yang telah berjalan secara rutin, pelaksanaan TMMD ke-103 ini diarahkan untuk mencapai sasaran pembangunan fisik dan non-fisik.dari segi pembangunan fisik, Satgas TMMD beserta seluruh komponen masyarakat secara nasional telah melaksanakan pembangunan infrastruktur pedesaan, berupa pembukaan 52 km lebih jalan baru, serta peningkatan badan jalan dengan panjang total 326 km. Selain itu, dilaksanakan juga pembangunan dan rehabilitasi puluhan jembatan, rumah ibadah dan sekolah, serta perbaikan rumah-rumah tidak layak huni dan berbagai prasarana sanitasi untuk masyarakat.

Kegiatan dilanjutkan dengan  peresmian jalan TMMD  dengan di tandai pemotongan pita oleh Bupati Karanganyar Drs.Juliyatmono MM,di dampingi Forkompinda di lanjutkan meninjau lokasi TMMD Sengkuyung tahap III tahun 2018.

Demikian Diskominfo(Ard/Dn).

Read More