DSC_8906

Tari Gambyong Menjadi Pembuka Upacara Penutupan HUT Ke-43 TMII

Penampilan tari Gambyong Kabupaten Karanganyar dalam HUT yang ke-43 TMII (22/04)

Karanganyar, Minggu 22 April 2018

Sebanyak 20 penari Asal Kabupaten Karanganyar dengan cantik dan luwesnya menarikan Tari Gambyong Pareanom di pelataran Tugu Api TMII saat Penutupan Acara Rangkaian HUT Ke-43 Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu Siang (22/04).

Tari Gambyong Pareanom merupakan tari tradisional berasal dari Surakarta, tari ini sering dimainkan saat penyambutan tamu kehormatan. Pada jaman dahulu, tarian ini dimainkan untuk mengundang Dewi Sri (Dewi Padi) agar memperoleh hasil panen yang melimpah.

Selain suguhan Tari Gambyong Pareanom oleh Kabupaten Karanganyar, tampil juga mengisi acara Perkusi Nusantara yang merupakan kolaborasi 50 musik Dholl dan 66 musik etnik Nusantara dari 33 Provinsi serta kesenian rakyat seperti Kuda Kepang, Barong Caplok, Akrobatik, dan Sisinggaan.

Asisten Pembangunan dan Kesra Setda Karanganyar Siti Maesyaroch mewakili Bupati Karanganyar yang hadir dalam acara tersebut puas dengan penampilan Kabupaten Karanganyar.

“Walaupun hujan deras mengguyur lokasi, semangat dalam memberikan tontonan yang terbaik mendapatkan apresiasi dari penonton”, Kata Siti

Diharapkan dengan tampilnya Kabupaten Karanganyar di TMII mampu mempromosikan Kabupaten paling ujung timur di Propinsi Jawa Tengah.

Turut hadir dalam acara penutupan HUT Ke-43 TMII, Sekretaris Menpora RI dan Perwakilan dari Provinsi Bengkulu serta Kalimantan Selatan. Demikian Diskominfo (ad)

Read More

Rombongan TMII Ziarah Ke Giri Bangun

KARANGANYAR, 2 April 2018

Menyambut hari jadi Museum Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pengelola berziarah ke Giri Bangun di Desa Matesih, Kecamatan Matesih, Karanganyar. Rombongan sebanyak 50 orang tersebut berziarah ke pendiri TMII yakni Siti Hartinah atau lebih dikenal dengan ibu Tien Soeharto. Usai mengunjungi makam pendiri, rombongan menuju ruang ke Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Rombongan selanjutnya ditemui Sekda Kabupaten Karanganyar, Samsi. Rombongan sekaligus juga untuk memastikan bahwa Karanganyar diharapkan bisa tampil dalam puncak hari jadi TMII. Pihak TMII sangat berharap Karanganyar bisa mengisi acara tersebut soalnya acara tersebut akan didatangi duta besar dari negera-negara sehabat.  Sementara Pemkab Karanganyar mengatakan semua sudah siap hanya saja teknis yang perlu dipersiapkan lagi.”Insya Allah kami akan tampil sesuai dengan permintaan dari TMII,” imbuhnya. (karin/imas)

Read More
DSC_2456

Tari Gambyong Karanganyar ‘Diplot’ Jadi Pengisi Puncak HUT TMII ke-43

 

 

Tim TMII memberikan penjelasan rencana HUT TMII ke 43 kepada Sekda Karanganyar dan jajarannya.

Karanganyar, 23 Februari 2018

Team Koordinator Museum TMII (Taman Mini Indonesia Indah) berkesempatan untuk mengunjungi Karanganyar. Team yang dipimpin oleh Sigit Gunardjo meminta tarian gambyong milik Karanganyar untuk mengisi di acara puncak HUT TMII ke 43. Sebab tarian gambyong milik bumi intanpari sangat menarik.

“Kami ingin tari Gambyong milik Karanganyar menjadi persembahan puncak HUT TMII. Sekaligus mempromosikan Kabupaten Paling Timur dari Jawa Tengah ini,” ujar Sigit dihadapan Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahadjo di ruang Anthurium Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (23/02)

Pada kesempatan itu, Sigit menjelaskan rangkaian HUT TMII, juga akan melakukan ziarah ke Makam Pendiri TMII yakni Ibu Tien Suharto. Ziarah ke makam Mangadeg yang berada di daerah Astana Giribangun Matesih akan dilakukan tanggal 2 April 2018. Rombongan ziarah sekitar 170 orang dan akan menginap di Karanganyar. “Karanganyar setiap tahunnya selalu mengisi acara di Anjungan, Jawa Tengah suatu saat penampilan tersebut sangat menarik dan dapat menginspirasi”, tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pihak TMII ingin menampilkan 43 penari gambyong sesuai dengan HUT TMII yang akan ditempatkan diacara penutupan yang dihadiri oleh pejabat menteri, pejabat tinggi negara, duta besar beserta jajarannya. Dukungan dari Bupati sangat membantu, mendorong dan menyemangati terlebih Bupati berkenan untuk memberikan sambutan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk mempropmosikan Kabupaten Karanganyar. “Berbeda dengan daerah lain yang mengisi di Anjungan, tari gambyong ini memang istimewa kita angkat untuk secara nasional didalam forum yang lebih terhormat,” beber Sigit.

Sementara Pjs Bupati Karanganyar Prijo Anggoro Budi menyambut baik kehadiran dari Tim TMII. Pihaknya akan menfasilitasi dan ikut aktif untuk kegiatan puncak hari jadi TMII. “Intinya kami mendukung rencana itu. Untuk Teknis kami serahkan ke pak Sekda dan jajaran,” imbuh Pjs Bupati.

            Sekretaris Daerah, Samsi, mengaku senang dengan tawaran oleh TMII untuk bisa berekspresi di Ibukota. Tentunya Kabupaten Karanganyar akan mempersiapkan dengan baik dan memanfaatkan putra putri daerah agar bisa tampil untuk menambah pengalaman. “Senang ada kebanggan dengan tawaran ini dapat bisa berekspresi”, tuturnya. Selanjutnya ia mengatakan tari gambyong bisa dijadikan icon untuk Kota Karanganyar. (hr/Imas/Karina)

Read More
DSC_0407

Pentas Budaya Drama Tari Ritual “Sang Garuda”

Kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono Sambutan diacara Pentas Budaya Anjungan Jawa Tengah, TMII Jakarta, Minggu (6/3)

Kominfo

Pertunjukan Drama Tari Sang Garuda

Bertempat di Anjungan Jateng TMII, duta seni
Kabupaten Karanganyar mempersembahkan drama tari ritual “Sang Garuda” dan dimeriahkan campursari “Sekar” (Seniman Karanganyar), minggu (6/3). Bupati Karanganyar Juliyatmono dan pejabat di lingkup Pemkab Karanganyar turut menghadiri acara tersebut. Beberapa paguyuban warga Karanganyar yang berada di wilayah Jabodetabek seperti PAGARANYAR (Paguyuban Warga Karanganyar) dan KPK (Komunitas Facebooker Karanganyar) ikut memeriahkan pentas yang memang menjadi agenda rutin tahunan Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah TMII.

Dalam sambutannya Juliyatmono mengatakan bahwa warga karanganyar yang berdomisili di Jabodetabek banyak yang sukses, hal ini dibuktikan banyak posisi strategis di pemerintahan maupun pengusaha merupakan perantauan dari karanganyar. Juliyatmono mengapresiasi warga karanganyar yang masih guyub rukun diperantauan dan diharapkan sumbangsih pemikirannya dalam bentuk saran maupun kritikan dari tokoh-tokoh warga Karanganyar di perantauan untuk kemajuan pembangunan di karanganyar.

Dijelaskan pula bahwa bupati karanganyar Juliyatmono dalam hal ini Pemkab Karanganyar untuk mudik tahun ini akan menyiapkan sebanyak 18 armada bus dengan rincian 2 bus dari Propinsi Jawa Tengah dan 16 dari Kabupaten Karanganyar untuk mudik gratis.

Drama tari ritual Sang Garuda yang dibawakan oleh sanggar Pringgosari dan “Sekar” seniman Karanganyar merupakan hasil karya koreografi Ari Kuntarto dan Joko Dwi Suranto dimana keduanya adalah staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar. Sang Garuda menceritakan tentang pembebasan perbudakan yang diilhami dari mitologi Candi Sukuh di Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar. Perbudakan yang diawali dari kalah menebak warna kuda Uchaiswara dan Dewi Winata akhirnya kalah dan menjadi budak Dewi Kadru. Sang garuda adalah anak Dewi Winata yang sangat terkejut melihat nasib ibunya lalu dengan kebulatan tekad akhirnya ia berjanji untuk membebaskan ibunya dari belenggu perbudakan. Melalui perjuangan, hambatan, rintangan tidak menyurutkan niat Sang garuda untuk mendapatkan air suci tirta amerta sebagai ganti tebusan.

Selain mementaskan drama tari ritual, duta seni Kab karanganyar juga membawakan beberapa tarian Gambyong, tarian Srikandi Mustaka Weni, dan tarian Perang Kembang. Demikian Dishubkominfo (ad)

Read More
IMG_20150711_113721

Ratusan Pemudik Gratis Dilepas Bupati Karanganyar

Sebanyak 15 bis dengan 705 penumpang dilepas oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Sabtu (11/07) di TMII

Sebanyak 15 bis dengan 705 penumpang dilepas oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Sabtu (11/07) di TMII

Karanganyar, Sabtu (11/07/2015)
Sebanyak 705 pemudik dari Kabupaten Karanganyar yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya, dilepas langsung Bupati Karanganyar Juliyatmono, Sabtu (11/07) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

“Mereka diangkut dengan armada angkutan lebaran sebanyak 15 bis yang di fasilitasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Karanganyar Agus Cipto Waluyo, saat mendampingi Bupati Karanganyar di lokasi.

Diperkirakan, rombongan itu akan sampai di Kabupaten Karanganyar pukul 03.00, Minggu (12/07). Mereka akan dijemput oleh keluarga masing-masing di Alun-alun. pd

Read More
DSC_0018 copy

Ratusan Orang Ikuti Mudik Gratis

Karanganyar, Rabu (23/07/2014)

Sebanyak 500 pemudik mengunakan mudik gratis dari Pemkab Karanganyar tiba di alun-alun Karanganyar, Rabu (23/07) pagi pukul 04.10

Sebanyak 500 pemudik mengunakan mudik gratis dari Pemkab Karanganyar tiba di alun-alun Karanganyar, Rabu (23/07) pagi pukul 04.10

Sebanyak 500 orang perantau di Jakarta yang berasal dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Karanganyar mengikuti program mudik gratis yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah tiba di kampung halaman. Mereka berangkat dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta dilepas langsung Bupati Karanganyar Juliyatmono, Selasa (22/07) sekitar pukul 10.00 pagi.

Selanjutnya, setelah perjalanan darat dengan menggunakan 10 armada bis sekitar 18 jam, pemudik gratis itu tiba di Alun-alun Kabupaten Karanganyar dan diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi, Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Inf Marthen Pasunda, dan Kapolres Karanganyar, AKBP Martireni Narmadiana, Rabu (23/07) pukul 04.10 dini hari.

Para pemudik itu terdiri dari anak-anak, remaja maupun orang dewasa dengan berbagai latar belakang pekerjaan, seperti buruh pabrik, tukang bangunan, pedagang asongan, maupun pembantu rumah tangga.

Ke 10 armada bis yang disewa oleh Pemkab Karanganyar tidak melewati jalur Pantura, namun ada yang melewati jalur Purbalingga, Wonosobo, Bawen, Salatiga, Solo, dan Karanganyar. Selain itu juga ada yang melintasi jalur Selatan.

“Perjalanan dari Jakarta terasa lancar dan tidak ada kendala sama sekali,” kata Heru Susanto, pemudik asal Kecamatan Jumapolo. Dia sejak tahun 2009 telah merantau ke Ibu Kota menjadi buruh. Dia merasa senang mengikuti program mudik gratis, karena ketika pulang ke kampung halaman menjadi tenang dan nyaman.pd

Read More
tmii (2)

Soto Rempah Khas Kabupaten Karanganyar

tmii (1)

Stand Kabupaten Karanganyar di Anjungan Jateng TMII

Karanganyar – Kabupaten Karanganyar lewat kuliner khasnya Soto Rempah mengikuti Kegiatan lomba produk unggulan khas Jawa Tengah yang digelar pada Sabtu hingga Minggu (21-22 Juni 2014) di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk lomba masak bertujuan menawarkan berbagai produk unggulan hasil produksi masyarakat Jateng. Hal ini juga dimaksudkan untuk menarik minat wisatawan nusantara agar mau berkunjung dan menikmati kuliner khas provinsi Jateng.

Kegiatan lomba produk unggulan khas Jawa Tengah tersebut diikuti oleh 35 pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. Dengan mengambil tema “Melestarikan resep-resep Tradisional Kuliner untuk mendukung Kedaulatan Pangan dan Menggali Kreatifitas olah seni Produk Unggulan Daerah.”

tmii (3)

Ketua PKK Kab. Karanganyar, Siti Khomsiyah bersama tim lomba masak Kabupaten Karanganyar, TMII Jakarta Sabtu 21/06/2014

Siti Khomsiyah Ketua PKK Kab. Karanganyar mengatakan bahwa Kab. Karanganyar dalam lomba masak ini menyajikan beberapa menu antara lain Soto Rempah, egg roll ubi, talam labu kuning, kroket tales, pizza terong.

“dengan persiapan yang singkat kita memperoleh juara harapan 1 untuk kategori makanan soto dan kudapan, ini pencapaian yang luar biasa”, ujar Khomsiyah. Kami berharap kedepan akan memperoleh hasil yang lebih baik sekaligus persiapan akan lebih kami matangkan.

Dalam lomba ini Kab. Karanganyar memperoleh juara harapan 1 kategori makanan soto dengan nilai 76,8 dengan kriteria penilaian meliputi Orisinalitas, Cita Rasa, Keamanan dan Kreativitas. Dengan ini Kab. Karanganyar berhak memperoleh Trophi, Piagam dan Uang Pembinaan sebesar Rp. 2.500.000,- untuk masing-masing kategori yang dimenangi. Keluar sebagai juara 1 kategori makanan soto adalah Kabupaten Semarang dengan nilai 78,3. ad

Read More