web (2)

Pasar Murah Jelang Lebaran Diserbu Warga

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat melayani pembeli di pasar murah.

Karanganyar, Rabu (21/06/2017)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menjelang lebaran tahun 2017 mengadakan pasar murah untuk warga kurang mampu, Rabu (21/06) di Gedung Wanita Karanganyar.

Sejak pagi, ratusan warga sudah mengantri mengambil kupon yang dibagikan. Untuk 2 kilogram gula pasir, dihargai Rp. 20 ribu, 5 kilogram beras seharga Rp. 35 ribu, satu bungkus minyak goreng Rp. 10 ribu. Adapula sirup, mi instan, buah dan sayur segar, roti kemasan, teh, bumbu dapur, daging, dijual dengan harga terjangkau.

Setiap tahun, Pemkab Karanganyar mengadakan pasar murah di 17 Kecamatan. Namun di tahun ini untuk Kecamatan Karanganyar diadakan di dua tempat, yakni di Kantor Kelurahan Delingan dan di Gedung Wanita.

“Pasar murah ini untuk warga yang kurang mampu dan meringankan mereka. Selain itu untuk penangulangan inflasi daerah,” kata Kepala Bagian Perekonomian Setda Pemkab Karanganyar, Budi Supriono.

Yang menarik, lanjut Budi, di beberapa kecamatan komoditas beras tidak begitu diminati. Ini bisa jadi ketersediaan beras berlebih, juga bersamaan pencairan rastra pada bulan Mei-Juni, di cairkan pada bulan Juni, dan juga pas masa panen.

Ditempat itu, Bupati juga berkeliling mendatangi setiap stan dan berdialog dengan warga yang berjubel mengantri membeli kebutuhan pokok.

“Sebentar lagi lebaran. Yang dibeli hari ini jangan dulu dimasak. Dimasak malam takbiran saja. Biar irit dulu,”  kata Bupati.

Tampak juga, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, membantu menjualkan teh dan minyak goreng. Warga pun terlihat senang karena dilayaninya. (pd)

Read More
web

Melihat Matahari Terbit Dari Kaki Bukit Kemuning

Di lapangan Jimber, Desa Kemuning dapat melihat matahari terbit dan gunung Lawu

Di lapangan Jimber, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar  dapat melihat matahari terbit dan gunung Lawu

Karanganyar, Jumat (20/01/2017)

Bunyi ayam berkokok pagi itu menyambut kedatangan rombongan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karanganyar, Dusun  Gadungan, Desa Giri Mulyo, Kecamatan Ngargoyoso, Jumat (20/01) pagi.

Deru mesin dan laju pelan mobil penggerak 4 roda berjumlah belasan membelah kampung di kaki bukit Kemuning itu. Satu persatu mobil memasuki jalan desa yang masih rabat beton.

Di sebelah kanan dan kiri dedaunan teh menyambut kedatangan rombongan itu, yang ingin melihat matahari terbit dari kaki bukit Kemuning. Jalanan sedikit berkelok memperlambat laju mobil-mobil itu. Kendaraan roda juga dapat melalui jalanan itu.

Pukul 05.30 WIB rombongan sudah tiba di lapangan Jimber, Desa Kemuning. Letaknya yang berada di kaki bukit dan di tengah hamparan kebun teh membuat suasana menyatu dengan alam.

Pandangan lepas ke arah timur terlihat Gunung Lawu. Perlahan-lahan sang mentari memancarkan sinarnya, udara dingin di tempat itu menemani rombongan. Hidangan sederhana teh hangat dan singkong rebus disajikan sekedar menghangatkan tubuh.

Bupati Juliyatmono pada saat itu mengatakan kehadiran kami ini disini menjadi awal kunjungan wisatawan spektakuler di Kemuning.

“Pemerintah Kabupaten Karanganyar sendiri mempunyai rencana dengan membangun kawasan kebun teh Kemuning dengan berbagai fasilitas dan daya tarik wisatawan, seperti akan membuat gardu pandang, paralayang untuk komersil dan jembatan kaca. Juga telah selesai pembangunan Terminal Wisata Karangpandan,” katanya.

Jarak tempuh dari pusat kota Karanganyar sekitar 20 kilometer dan memakan waktu 30 menit, dengan kecepatan 60 kilometer/jam.  Namun apabila wisatawan berangkat dari Tawangmangu dapat ditempuh dengan waktu 28 menit dan jarak 12 kilometer, dengan kondisi jalan berkelok-kelok.pd

Read More
sondokoro copy

Wisata Alam di Karanganyar, Inilah Tempat-Tempat Yang Menarik

Karanganyar, Selasa (29/07/2014)

Saat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 Hijriah berkumpul dengan keluarga untuk bersilaturahmi, tentunya akan meluangkan waktu bersama untuk berwisata ke berbagai tempat. Bagi keluarga yang akan berpergian untuk berwisata, dapat berkunjung ke Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Di tempat ini terdapat banyak objek wisata alami yang menarik berupa, wahana bermain, maupun air terjun.

Wahana di agro wisata sondokoro

Wahana di agro wisata sondokoro

1. Agrowisata Sondokoro
Tertelak di wilayah Kecamatan Tasikmadu, berjarak sekitar 12 kilometer dari Kota Solo. Merupakan tempat berrekreasi dengan keluarga yang mempunyai berbagai macam wahana permainan anak dan dewasa. Ditempat ini pula terdapat peninggalan kereta uap Teboe, Sakarosa, Gula yang melintasi kawasan Pabrik Gula Tasikmadu. Selain itu juga ada wisata edukasi melihat proses pembuatan gula.

Air terjun Jumog

Air terjun Jumog

2. Air Terjun Jumog
Nuansa alami dan pedesaan di kaki bukit Gunung Lawu menjadikan daya tarik di air terjun Jumog, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso. Sebelum sampai di air terjun, terlebih dahulu menuruni bukit sebanyak 116 anak tangga. Setelah itu, pengunjung di sambut dengan suara gemericik air yang mengalir dari air terjun Jumog, dan lingkungan masih asri dan bersih. Terdapat pula kolam renang dan makanan kuliner melengkapi destinasi wisata anda. Jarak dari pusat kota Kabupaten Karanganyar sekitar 15 kilometer.

3. Air Terjun Grojogan Sewu, Tawangmangu
Siapa yang tak kenal dengan tempat wisata yang sudah ada sejak lama. Air terjun Grojogan Sewu, di Kecamatan Tawangmangu menjadi andalan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Nuansa asri dan alami menjadi pilihan untuk berkunjung. Jika ingin menginap merasakan dinginnya udara Tawangmangu, maka jangan bingung. Karena terdapat banyak penginapan yang tersedia disana.

Hamparan daun teh di Kemuning

Hamparan daun teh di Kemuning

4. Kebun Teh, Kemuning
Hamparan kebun teh berada kaki Gunung Lawu, tepatnya di Kecamatan Ngargoyoso dan Kecamatan Jenawi dan suasana alami, jangan sampai dilewatkan. Bagi pecinta suasana alam, disinilah tepat yang tepat untuk berrekreasi dengan keluarga sekedar melepas penat. Warna hijau daun teh mengelilingi perbukitan dan bagi pecinta teh, dapat menikmati kehangatan minuman yang terbuat dari racikan pucuk daun yang beraroma harum itu.

5. Cemoro Kandang
Merupakan tempat untuk pendakian ke Puncak Gunung Lawu. Suasana dingin dan terkadang kabut mengelayut menuruni bukit di tempat itu, bisa menjadi salah satu pilihan untuk berwisata. Tidak hanya itu, namun ada juga kuliner yang tersedia disana seperti sate ayam, sate kambing, jagung bakar, dan minuman-minuman hangat.

6. Air Terjun Parang Ijo
Tempat wisata air terjun Parang Ijo terletak di Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso. Wisata Parang Ijo menjadi andalan wisata baru bagi Kabupaten Karanganyar. Keindahan pesona wisata daerah perkebunan dan pertanian di lereng Gunung lawu begitu indah dan menarik bagi para wisatawan.

Read More
sembako becak (2)

Sembako Untuk Abang Becak

sembako becak (1)

Penyerahan Bantuan Secara Simbolis Oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar membagi sebanyak 874 paket Sembako kepada tukang becak di Bumi Intanpari, Rabu (23/7). Kegiatan tersebut digelar di tiga kecamatan, yakni Karanganyar, Jaten dan Tasikmadu. Secara simbolis Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo menyerahkan bantuan tersebut kepada abang becak.

“Hari Raya Idul Fitri, warga Karanganyar harus sejahtera untuk itu saya berpesan kepada semuanya supaya anak-anaknya disekolahkan, karena Pemerintah Kabupaten telah mengratiskan biaya sekolah negeri”, ujar Juliyatmono

Kabag Perekonomian Setda Karanganyar Timotius, melaporkan 874 paket Sembako dibagikan dengan rincian, 360 paket dibagikan di Kecamatan karanganyar tepatnya di rumah dinas Bupati Karanganyar, Tasikmadu sebanyak 151 paket dan Kecamatan Jaten sebanyak 363 paket. Paket Sembako yang diberikan berisi beras, gula pasir, minyak goreng, teh dan mie instant. Pembagian paket Sembako ini diharapkan mampu membantu tukang becak dan ojek dalam memenuhi kebutuhan Lebaran. ad

Read More
DSC_6623 copy

Hidupkan Lagi Tanaman Obat Keluarga

Karanganyar, Jumat (06/06/2014)

Tanaman obat keluarga dapat bermanfaat bagi rumah tangga

Tanaman obat keluarga dapat bermanfaat bagi rumah tangga

Kementerian Kesehatan melalui Badan Litbangkes menghimbau seluruh lapisan masyarakat dan semua pihak terkait untuk menghidupkan kembali kegiatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dilengkapi penyuluhan oleh jajaran kesehatan. Utamanya tentang cara memanfaatkan tumbuhan obat yang baik dan benar guna pemeliharaan kesehatan, kebugaran, dan pengobatan terhadap penyakit sehari-hari.
“Kegiatan produksi minuman sehat dengan pengembangan TOGA dapat menambah penghasilan keluarga, seperti minuman jahe merah, wedang secang, beras kencur, teh temulawak dan teh pelangsing,” kata Kepala Badan Litbangkes Kemenkes, Tjandra Yoga Aditama, usai membuka Simposium Internasional bertema Tanaman Obat dan Obat Tradisional di Tawangmangu, Rabu (04/06) lalu.
Tjandra Yoga Aditama menjelaskan, menurut WHO sekitar 25 persen obat modern atau obat konvensional berasal dari tumbuhan obat, seperti artemisin untuk obat malaria yang berasal dari tanaman artemisia annua .
“Rencananya tahun 2015 nanti Indonesia akan mampu mulai proses produksi artemisinin. Selain itu juga sylibum marianum untuk hepatoprotektor, thymus vulgaris untuk expectoran, dan stevia rebaudiana untuk pemanis alami non kalori,” ungkapnya.
Sementara itu, ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan, bahwa warga dapat memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk ditanami tanaman obat.
“Penggunaan lahan pekarangan rumah untuk ditanami tanaman obat sangat baik. Selain itu dapat dijadikan usaha kecil, menghijaukan lingkungan seperti apotek hidup,” tandasnya. pd

Read More
kemuning 03

Kebun Teh Kemuning

kemuning2

Kebun Teh Kemuning

Perkebunan Teh Kemuning berada di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah atau sekitar 10 kilometer timur laut dari jalur utama Solo-Tawangmangu. Perkebunan teh ini merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Tengah yang berada di kabupaten karanganyar. Pesona alam pegunungannya masih asri, Udara sejuk dengan suhu rata-rata 21,5 derajat celcius. Lokasi tepat perkebunan ini ada di 11,10-11,250 BT dan 7,40-7,60 LS. Ketinggian tempatnya bervariasi antara 800 hingga 1.540 meter di atas permukaan laut dengen kelembaban berkisar 60 – 80 persen dengan penyinaran matahari hanya 40 – 55 persen.

kemuning7

Kebun Teh Kemuning

Kawasan Kemuning berada di antara Candi Sukuh dan Candi Cetho. Candi Palanggatan dan Menggung. Untuk menuju tempat tersebut, tidak sulit. Kita bisa memakai angkutan umum dengan rute Karangpandan, Ngargoyoso, dan Jenawi. Hamparan hijau perkebunan teh sangat bagus dilahat. Di Kemuning, kita bisa menikmati pesiar dalam bentuk tea walk alias menjelajahi perkebunan teh. Tak hanya pemandangan hamparan teh. Puluhan perempuan bercaping dengan tenggok di punggung menjadi bumbu lain yang sedap dilihat. Mereka bekerja dengan penuh kesabaran dan ketelitian.

kemuning

Kebun Teh Kemuning

Saat matahari baru saja merekah, aktivitas para pemetik daun teh ini sudah dimulai. Eksotis, karena jarang bisa dijumpai di obyek wisata pada umumnya. Rencananya kawasan wisata Kebun Teh Kemuning juga bakal dilengkapi gardu pandang. Dengan begitu, wisatawan lebih mudah melihat hamparan teh. Pemkab Karanganyar juga akan melengkapi Desa Kemuning dengan homestay bagi pengunjung yang ingin menginap. Ini bukti, Kemuning tak semata jadi produsen daun teh. Tetapi juga sebuah lokawisata yang mengasyikkan dan punya fasilitas signifi kan.

Read More
DSC_0220

Candi Cetho

Gerbang Utama Candi Cetho

Candi Cetho (ejaan Bahasa Jawa: cetha) merupakan sebuah candi bercorak agama Hindu peninggalan masa akhir pemerintahan Majapahit (abad ke-15). Laporan ilmiah pertama mengenainya dibuat oleh Van de Vlies pada 1842. A.J. Bernet Kempers juga melakukan penelitian mengenainya. Ekskavasi (penggalian) untuk kepentingan rekonstruksi dilakukan pertama kali pada tahun 1928 oleh Dinas Purbakala Hindia Belanda. Berdasarkan keadaannya ketika reruntuhannya inulai diteliti, candi ini memiliki usia yang tidak jauh dengan Candi Sukuh. Lokasi candi berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, pada ketinggian 1400 m di atas perrnukaan laut.

Sarnpai saat ini, komplek candi digunakan oleh penduduk setempat yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan dan populer sebagai tempat pertapaan bagi kalangan penganut agama asli Jawa/ Kejawen. Ketika ditemukan keadaan candi ini merupakan rereuntuhan batu pada empat belas dtaran bertingkat, memanjang dari barat (paling rendah) ke timur, meskipun pada sembilan teras saja. Strukturnya yang berteras-teras membuat munculnya dugaan akan kebangkitan kembali kultur asli (“punden berundak”) pada masa itu, yang disintesis dengan agama Hindu. Dugaan ini diperkuat dengan bentuk tubuh pada relief seperti wayang kulit, yang mirip dengan penggambaran di Candi Sukuh.

Teras ketiga Candi Cetho

Pemugaran yang dilakukan oleh Humardani, asisten pribadi Suharto, pada akhir 1970-an mengubah banyak struktur asli candi, meskipun konsep punden berundak tetap dipertahankan. Pemugaran ini banyak dikritik oleh pakar arkeologi, mengingat bahwa pemugaran situs purbakala tidak dapat dilakukan tanpa studi yang mendalam. Bangunan baru hasil pemugaran adalah gapura megah di muka, bangunan-bangunan dari kayu tempat pertapaan, patung-patung Sabdapalon, Nayagenggong. bRawijaya V. Serta phallus, dan bangunan kubus pada bagian puncak punden.

Selanjutnya, Bupayi Karanganyar, Rina Iriani, dengean alasan untuk menyemarakan gairah keberagamaan di sekitar candi, menempatkan area Dewi Saraswati, sumbangan dari Kabupaten Gianyar, pada bagian timur kompleks candi.

Pendopo yang sering digunakan untuk upacara adat keagamaan.

Pada aras ketiga terdapat sebuah tataan batu mendatar di permukaan tanah yang menggambarkan kura-kura raksasa, surya Majapahit (diduga sebagai lambang Majapahit), dan simbol phallus (penis, alat kelamin laki-laki) sepanjang 2 meter dilengkapi dengan hiasan tindik (piercing) bertipe ampallang. Kura-kura adalah lambang penciptaan alam semesta sedangkan penis merupakan simbol penciptaan manusia. Terdapat penggambaran hewan-hewan lain, seperti mimi, katak, dan ketam. Simbol-simbol hewan yang ada, dapat dibaca sebagai suryasengkala berangkat tahun 1373 Saka, atau 1451 era modern.

Patung Dewi Sarasvati di Komplek Candi Cetho

Pada aras selanjutnya dapat ditemui jajaran batu padad dua dataran bersebelahan yang memuat relief cuplikan kisah Sudhamala, seperti yang terdapat pula di Candi Sukuh. Kisah ini masih populer di kalangan masyarakat Jawa sebagai dasar upacara ruwatan. Dua aras berikutnya memuat bangunan-bangunan pendapa yang mengapit jalan masuk candi. Sampai saat ini pendapa-pemdapa tersebut digunakan sebagai tempat pelangsungan upacara-upacara keagamaan. Pada aras ketujuh dapat ditemui dua arca di sisi utara dan selatan. Di sisi utara merupakan arca Sabdapalon dan di selatan Nayagenggong, dua tokoh setengah mitos (banyak yang menganggap sebetulnya keduanya adalah satu orang) yang diyakini sebagai abdi dan penasehat spiritual Sang Prabu Brawijaya V.

Bangunan berbentuk kubu pada teras kesembilan Candi Cetho.

Pada aras kedelapan terdapat arca phallus (disebut “kuntobimo”) di sisi utara dan arca Sang Prabu Brawijaya V dalam wujud mahadewa. Pemujaan terhadap arca phallus melambangkan ungkapan syukur dan pengharapan atas kesuburan yang melimpah atas bumi setempat. Aras terakhir (kesembilan) adalah aras tertimggi sebagai tempat pemanjatan doa. Di sini terdapat bangunan batu berbentuk kubus.

Read More
Logo-warna

Arti Lambang

Bentuk

Bentuk daripada lambang daerah Kabupaten Karanganyar merupakan sebuah perisai bersudut lima yang digayakan berwarna dasar coklat muda, bertepian (plisir) warna putih, isi lukisan sebuah segi enam berwarna dasar merah putih bertepian warna putih.

Isi dan Warna

Pada perisai tersebut terlukiskan empat belas macam benda alam, bangunan, tumbuh-tumbuhan yang tata letaknya tersusun secara artistik, empat diluar, sepuluh di dalam segi enam, terdiri dari:

  1. Diluar segi enam
  2. Diatas segi enam, sebuah bintang segi lima warna kuning emas
  3. Disebelah kiri segi enam, setangkai padi berisi tujuh belas butir warna kuning
  4. Disebelah kanan segi enam, setangkai kapas, terdiri dari delapan kapas warna putih, empat bunga warna kuning, dan lima daun warna hijau
  5. Dalam segi enam:
    • Sebatang pohon beringin, berakar gantung empat warna hijau tua
    • Sebuah bende (alat gamelan) warna biru muda di bawah pohon beringin
    • Gunung warna hitam merupakan alas bende
    • Persawahan warna hijau tua dan saluran air warna putih pada kaki gunung
    • Dua batang tebu warna putih berdiri di atas persawahan melingkari bende
    • Susunan delapan helai daun teh berbentuk sayap warna coklat muda di tengah-tengah persawahan
    • Sebilah keris warna kuning, bertingkai (ukiran) hitam, berdiri tegak di tengah tengah daun teh
    • Roda bergigi empat warna kuning di bawah daun teh
    • Lima mata rantai warna hitam pada roda
    • Dua pucuk bambu runcing warna putih membatasi persawahan di sebelah kanan dan kiri

Arti

  1. Perisai bersudut lima, keris dan bambu runcing melambangkan penolakan bahaya berdasarkan Pancasila
  2. Bintang melambangkan keagungan Tuhan dan kesadaran  serta ketentuan beragama rakyat daerah Kabupaten Karanganyar yang menjiwai Pemerintah dalam melaksanakan tugasnya
  3. Segi enam melambangkan daerah Kabupaten Karanganyar berbatasan enam daerah: Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo, Kotamadya Surakarta, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Sragen
  4. Padi dan kapas melambangkan :
    • Cita-cita kemakmuran (materiil) rakyat daerah Kabupaten Karanganyar untuk sepanjang masa
    • Hari Proklamasi 17 Agustus 1945
  5. Kata “KARANGANYAR” dalam pita menunjukkan nama daerah Kabupaten Karanganyar
  6. Pohon  beringin melambangkan kewibawaan Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar dan rasa kebangsaan Indonesia, akar gantung melambangkan tempat bekas kawedanan
  7. Bende melambangkan:
    • Kehidupan kepribadian kebudayaan rakyat daerah Kabupaten Karanganyar
    • Fungsi Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar sebagai pemegang komando disegala bidang dalam daerah
  8. Gunung melambangkan keteguhan yang abadi rakyat daerah Kabupaten Karanganyar, dalam pengabdiannya kepada Negara, Nusa dan Bangsa
  9. Persawahan dan saluran air melambangkan kesuburan daerah Kabupaten Karanganyar
  10. Tebu melambangkan adanya perusahaan gula dalam daerah Kabupaten Karanganyar yang mempunyai standar internasional
  11. Daun teh melambangkan bahwa:
    • Dalam daerah Kabupaten Karanganyar terdapat beberapa perusahaan perkebunan
  12. Bentuk sayap:
    • Melambangkan adanya Pangkalan Udara dalam daerah Kabupaten Karanganyar
    • Mengambarkan motif batik tulis sebagai kehidupan industri rakyat daerah Kabupaten Karanganyar
  13. Roda melambangkan bahwa sebagian rakyat daerah Kabupaten Karanganyar terdiri karyawan dan buruh
  14. Rantai melambangkan persatuan dan kesatuan rakyat daerah Kabupaten Karanganyar yang dijiwai oleh semangat gotong royong

Warna Dasar

  1. Coklat muda melambangkan rasa tanggung jawab rakyat Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar
  2. Merah putih melambangkan:
    • Kesatuan Bangsa Indonesia
    • Keberanian dan kesucian rakyat bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar dalam membela kebenaran dan keadilan
  3. kuning emas berarti keagungan
  4. Hijau melambangkan penghargaan kemakmuran rakyat dan kebijaksanaan Pemerintah Daerah Kabupaten karanganyar
  5. Biru melambangkan pengharapan kesetiaan rakyat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar dalam melaksanakna tugasnya masing-masing dengan tekad yang bulat dan abadi
  6. Kuning melambangkan semangat membenci terhadap segala bentuk keangkara-murkaan dan penyelewengan

Kedudukan Lambang

Lambang Daerah Kabupaten Karanganyar wajib dihormarti dan diperlakukan secara wajar oleh setiap warga daerah Kabupaten Karanganyar, karena mengandung nilai-nilai positif dan ideal yang mencerminkan kehidupan dan cita-cita luhur rakyat daerah Kabupaten Karanganyar.

Lambang Daerah Kabupaten Karanganyar merupakan tanda resmi bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar.

Read More