dispertan

Dinas Pertanian dan Pangan

Dasar Hukum

Peraturan Bupati Kabupaten Karanganyar Nomor 104 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pertanian dan Pangan

Tugas dan Fungsi

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan bidang pertanian dan bidang pangan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang ditugaskan kepada Dinas.

Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut diatas, Kepala Dinas mempunyai fungsi :

  • Perumusan kebijakan teknis bidang pertanian dan pangan;
  • Pelaksanaan kebijakan teknis bidang pertanian dan pangan;
  • Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan bidang pertanian dan pangan;
  • Pelaksanaan administrasi; dan
  • Pelaksanaan tugas lain sesuai dengan tugas dan fungsinya

Uraian tugas sebagaimana tersebut diatas , sebagai berikut  :

  • Penyusunan kebijakan teknis bidang tanaman pangan dan hortikultura;
  • Pelaksanaan koordinasi teknis bidang tanaman pangan dan hortikultura;
  • Pelaksanaan kebijakan teknis bidang tanaman pangan dan hortikultura;
  • Pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang tanaman pangan dan hortikultura;
  • Penyusunan kebijakan teknis bidang perkebunan;
  • Pelaksanaan koordinasi teknis bidang perkebunan;
  • Pelaksanaan kebijakan teknis bidang perkebunan;
  • Pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang perkebunan;
  • Penyusunan kebijakan teknis bidang pangan;
  • Pelaksanaan koordinasi teknis bidang pangan;
  • Pelaksanaan kebijakan teknis bidang pangan;
  • Pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang pangan;
  • Penyusunan kebijakan teknis bidang sarana prasarana pertanian;
  • Pelaksanaan koordinasi teknis bidang sarana prasarana pertanian;
  • Pelaksanaan kebijakan teknis bidang sarana prasarana pertanian;
  • Pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang sarana prasarana pertanian;
  • Pelaksanaan tugas lain sesuai dengan tugas dan fungsinya

Struktur Organisasi

Susunan Organisasi Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan terdiri dari :

a. Kepala Dinas

b. Sekretariat, membawahi :

  • Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan
  • Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

c. Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultural, membawahi :

  • Seksi Tanaman Pangan dan Hortikultura
  • Seksi Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura
  • Seksi Usaha Tani dan Pengolahan Hasil Tanaman Pangan dan Hortikultura.

d. Bidang Pangan, membawahi :

  • Seksi Kedaulatan Pangan
  • Seksi Ketahanan Pangan
  • Seksi Keamanan Pangan

e. Bidang Kehutanan, membawahkan :

  • Seksi Sarana Pertanian
  • Seksi Prasarana Pertanian
  • Seksi Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian

f. Unit Pelaksana Teknis Daerah

g. Kelompok Jabatan Fungsional

Alamat

[unitkerja id = 14]

Daftar Pejabat

[pejabat id = 14]

Read More
DSC_0071

20 Ribu Hektar Sawah Dapat Jatah Asuransi

Kabupaten Karanganyar mendapat jatah 20.000 hektar sawah untuk diasuransikan

Kabupaten Karanganyar mendapat jatah 20.000 hektar sawah untuk program  Asuransi Pertanian

Karanganyar, Jumat (23/10/2015)
Dari tujuh Kabupaten di Jawa Tengah tahun 2015, Kabupaten Karanganyar mendapat jatah dari Pemerintah Pusat seluas 20.000 hektar sawah mendapatkan asuransi pertanian.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah Kuspriyanti, Kamis (22/10) saat Sosialisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

“Asuransi itu bermanfaat bagi petani yakni mendapat ganti rugi bila usahanya gagal panen dikarenakan kebanjiran, kekeringan maupun organisme penggangu tanaman,” kata Kuspriyanti.

Lokasi Asuransi Usaha Tani Padi dilaksanakan pada sawah irigasi, dengan prioritas wilayah sentra produksi padai dan wilayah penyelenggaraan UPSUS padi dan atau terletak dalam satu hamparan dalam satu kecamatan atau wilayah sekunder.

“Ganti rugi ini diberikan dengan syarat apabila umur umur tanaman setelah melewati 10 hari setelah tanaman, dan luas kerusakan mencapai lebih 75 persen pada setiap luas petak alami,” katanya.

Kuspriyanti lebih menjelaskan harga pertanggungan ditetapkan sebesar Rp. 6.000.000 per hektar. Sedangkan total premi asuransi sebesar Rp. 180.000 per hektar.

“Pemerintah memberikan bantuan premi sebesar Rp. 144,000,00 per hektar dan petani hanya membayar Rp. 36,000,00 per hektar,” katanya.

Selain itu, jika luas lahan yang diasuransikan kurang atau lebih dari satu hektar, maka besarnya premi dihitung secara proposional.

Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar, Danik Sih Handayani, menambahkan pembayaran ganti rugi atas klaim paling lambat 14 hari kalender sejak Berita Acara Hasil Pemeriksaan Kerusakan, dan melalui pemindah bukuan ke rekening Tertanggung. pd

Read More
ATT_1427957202562_IMG-20150401-WA0000 copy

Beras Hitam Karanganyar Diminati Untuk Komoditas Ekpor

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat melihat produk beras hitam yang sudah dikemas.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat melihat produk beras hitam pada kemasan

Karanganyar, Kamis (02/04/2015)
Beras hitam dari Karanganyar, rupanya diminati Kementerian Pertanian (Kementan) untuk dijadikan komoditas ekspor. Saat ini, pemenuhan berbagai syarat agar beras hitam Karanganyar bisa diekspor sedang dipersiapkan. Bahkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau langsung hasil pengemasannya, Selasa (31/01) di Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan.
Rencananya, beras yang harganya di pasaran mencapai Rp 30.000/ kilogram itu diekspor ke Taiwan. Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar Danik Sih Handayani mengatakan, beras hitam yang bakal diekspor berasal dari Kelompok Tani (Poktan) di wilayah Kecamatan Karangpandan.
“Perwakilan dari Poktan tersebut, beberapa waktu lalu diundang ke Kementan, sebagai calon eksportir beras hitam. Saat ini sedang dalam proses melengkapi syarat-syarat sebagai eksportir,” tuturnya, Rabu (01/04).
Dispertanbunhut juga sudah diminta untuk membantu pemenuhan syarat yang dibutuhkan, agar proses menjadi eksportir bisa segera selesai. “Permintaan agar kami membantu proses untuk bisa mengekspor beras hitam, disampaikan langsung Menteri Pertanian, saat berkunjung ke Karanganyar,” katanya.
Beras hitam, lanjut Danik, termasuk salah satu produk pertanian unggulan yang dimiliki Bumi Intanpari. Lahan pertanian komoditas yang ditanam secara organik tersebut berada di tiga kecamatan, yakni Karangpandan, Karanganyar dan Mojogedang.
Total lahan yang dipakai untuk mengembangkan beras hitam, saat ini seluas 90 hektar. Yang paling luas di Karangpandan mencapai 60 hektar, sementara di Karanganyar dan Mojogedang masing-masing 15 hektar. Di mana, tiap hektar lahan, rata-rata menghasilkan tujuh ton beras dalam satu kali masa tanam.
Soal harga beras hitam jauh lebih mahal dibanding harga beras putih, pihaknya beralasan jika beras varietas unggul itu mengandung sejumlah khasiat. Beras ini bagus untuk penderita diabetes, karena kadar kalorinya terendah dibandingkan beras putih dan merah.
Selain itu, mengonsumsi beras hitam juga bisa mencegah kanker karena kandungan antosianin yang tinggi, mencegah penyakit jantung karena kandungan seratnya tinggi, obat anemia karena banyak mengandung zat besi, hingga mencegah penuaan dini. pd

Read More

Karanganyar Surplus 100.000 Ton Beras

Kabupaten Karanganyar pada tahun 2012 surplus beras 100.000 ton.

Hal itu disampaikan  Kepala Dinas Tanaman Pangan, Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbuthut) Karanganganyar, Siti Maisyaroch, di ruang kerjanya, Senin (27/8/2012).

Siti mengatakan surplus beras ini cukup banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dia menambahkan, sistem pola tanam yang dilakukan petani Karanganyar dinilai cukup berhasil. “Kami saat ini penyangga ketahanan pangan di wilayah Kota Solo,” ujarnya.

Kecamatan penghasil terbanyak didominasi kecamatan yang mendapat pengairan cukup. “Tasikmadu, Mojogedang, dan Karanganyar merupakan kecamatan andalan kami,” ujarnya.

Read More

Kekeringan Landa Lahan Pertanian di 4 Kecamatan

Kekeringan melanda lahan pertanian di empat wilayah kecamatan di Karanganyar.

Hal tersebut seperti diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbuthut) Karanganganyar, Siti Maisyaroch, Senin (27/8/2012).

Saat diwawancarai tentang wilayah  kekeringan. Siti mengatakan ada empat kecamatan di Kabupaten Karanganyar yang saat ini dalam kondisi kekeringan. “Jumantono, Jumapolo, Jatiyoso dan Jatipuro (4 J) karena struktur tanah disana memang sebagai lahan tadah hujan,” ujarnya.

Petani yang ingin mengajukan bantuan, kata dia, dianjurkan melalui proses prosedural. “Jadi lewat kelompok tani dan diajukan melalui proposal sehingga kami paham betul permasalahanya,” ujar dia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, (BMKG), kata Siti, hujan akan turun apada akhir Oktober mendatang. “Saya harapkan petani wilayah 4J  jangan menanam padi dahulu jika tidak ingin rugi,” ujarnya.

Sementara seorang petani  Desa Kwangsan, RT001/RW009, Jumapolo, Nardi saat ditemui  mengaku resah karena kesulitan mencari air untuk lahan pertaniannya selama musim kemarau tiba. “Kami sulit mencari air terpaksa kami nganggur  selama belum turun hujan,” ujarnya.

Dia menambahkan mulai  terjadi kekeringan dalam lima bulan terakhir. Dia berharap Dispertanbuthut Karanganyar memberikan solusi kepada petani sekitar untuk mengatasi kekeringan tersebut.  “Kami tidak bisa menanam tanaman apapun  karena pasti akan mati dan kami merugi,” tambahnya.

Read More

Antisipasi Wereng, 300 Hektare Sawah Disemprot

Petani yang ada di Desa Klodran, Baturan, dan Gedongan, Kecamatan Colomadu  melakukan antisipasi serangan hama wereng dan tikus. Mereka melakukan penyemprotan insektisida dan obat pembasmi tikus di areal sawah di Desa Klodran, Kamis (28/6).
Selain petani, penyemprotan hama tersebut juga diikuti oleh Camat Colomadu, Joko Budi Utomo, petugas dari Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) dan Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Karanganyar serta Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dinpertan TPH) Provinsi Jateng.
Menurut petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinpertan Jateng, Suryani, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman, dan dilakukan di tiga desa di Kecamatan Colomadu oleh petani setempat. “Ini dilakukan untuk mengantisipasi merebaknya hama wereng pada tanaman padi di areal sawah kami,” jelas salah seorang petani dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Colomadu,  Sukarjoko.
Sementara itu Kasi Perlindungan Tanaman Distanbunhut Karanganyar , Danik Sri Handayani menjelaskan bahwa penyemprotan tersebut sebagai tindak lanjut terkait adanya serangan hama wereng di Kecamatan Jaten. “Penyemprotan dilakukan agar petani nantinya tidak dirugikan karena hama wereng,” tambahnya.
Penyemprotan hama tersebut dilakukan pada areal sawah seluas 300 hektare. Penyemprotan dilakukan di daerah-daerah perbatasan dengan kabupaten lain. Seperti hama wereng di Jaten yang berasal dari Sukoharjo, Colomadu berbatasan dengan Boyolali.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com

Read More

HAMA: Masuki MT II, Petani Waspadai Serangan Hama

Petani di Jaten, Kabupaten Karanganyar mulai mewaspadai serangan hama keong emas maupun wereng memasuki musim tanam (MT) II. Berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi serangan hama tersebut.

Salah satu petani, Temu, mengaku waswas dengan hujan deras yang terus mengguyur wilayah Karanganyar dalam sepekan terakhir. Menurutnya dengan intensitas hujan yang tinggi akan membuat potensi serangan hama keong emas semakin besar. “Kalau airnya terlalu kebanyakan pasti keongnya banyak. Padahal ini hujan terus dan bisa membuat kelebihan air,” ujarnya.

Temu mengatakan berbagai langkah akan dilakukan untuk mengantisipasi serangan hama keong emas tersebut. Salah satunya dengan mengurangi debit air yang ada di lahan pertaniannya. Dengan demikian keong emas tidak bisa berkembang biak lebih cepat.

Hal senada disampaikan petani lain, Warso yang mengaku cemas akan serangan hama wereng. Apalagi kondisi cuaca tidak menentu yang dikhawatirkan akan menimbulkan potensi serangan hama wereng. “Kadang hujan, kadang panas sekali ini yang bisa membuat wereng berkembang. Jadi ya harus persiapan obat buat ngusir wereng,” katanya. Warso mengatakan serangan hama wereng patut diwaspadai. Hal ini dikarenakan serangan hama wereng mampu langsung membuat tanaman padi kering dan mati sehingga tidak bisa dipanen. Dia tidak ingin serangan hama wereng yang menyerang tanaman padi petani pada tahun lalu terulang kembali.

Nek tahun wingi blas mboten panen. Wong parine do dipangan wereng kabeh. Dadi tahun iki kudu panen, parine seger ora mati dipangan wereng,” harapnya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar Siti Maesyaroch mengatakan telah membentuk tim brigade perlindungan tanaman pangan. Tim yang beranggotakan 10 orang ini akan bertugas melakukan gerakan perlindungan tanaman pangan. Artinya jika menerima laporan adanya serangan hama pada tanaman apa pun, tim ini akan langsung bertindak dengan melakukan pembasmian. “Jadi kami telah bentuk tim brigade perlindungan tanaman. Begitu terima laporan ada serangan hama, tim ini yang bertindak,” terangnya

Read More

Cuaca Ekstrem, 10 Hektare Padi Rusak

Padi

Akibat cuaca ekstrem dan angin kencang yang bertiup selama tiga hari terakhir, sekitar 10 hektare lahan pertanian di Desa Bulu dan Desa Jetis, Jaten serta Tasikmadu rusak parah. Tanaman padi yang siap dipanen tersebut ambruk dan patah sehingga petani harus melakukan panen dini jika tidak ingin merugi.
“Harusnya satu minggu lalu dipanen, tapi karena angin kencang, padinya jadi rusak mas,” ujar Suwardi petani di Jetis, Jumat (27/1).
Sunardi, petani lainnya di Desa Bulu mengatakan selama sepekan ini angin memang bertiup cukup kencang. Apalagi pada hari Selasa (24/1) dan Rabu (25/1) kemarin angin tidak henti-hentinya bertiup kencang menerjang sawahnya.
“Senin sore sewaktu saya lihat, padinya masih bagus. Tetapi mulai Selasa pagi sudah mulai banyak yang ambruk dan bertambah lagi pada hari Rabunya,” imbuh dia.
Karena hampir bersamaan kasusnya, lanjutnya para petani akhirnya kompak dan menyatakan akan dipanen dini pada hari Jumat (27/1) ini untuk menyelamatkan tanaman dari kerusakan dan meminimalkan kerugian.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroch mengatakan pihaknya belum mengetahui adanya informasi mengenai rusaknya lahan pertanian petani akibat terjangan angin. Jika memang adanya banyak yang ambruk, dirinya meminta kepada para petani untuk segera memanen dini padinya.
Hal tersebut harus dilakukan untuk meminimalkan kerusakan dan juga mencegah kerugian semakin banyak. “Ini petugas sedang turun ke lapangan guna melakukan pendataan,” katanya saat dihubungi, Jumat (27/1).

Read More

Peraturan Daerah Tahun 2006

Daftar Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Tahun 2006. Antara lain tentang Bahan Galian, BPR, Desa, Holtikultura, IMB, Kaki Lima, Kelurahan, Lingkungan Hidup, Pajak Hiburan, Pariwisata, Partai Politik, Pasar, Pemakaman, Pencatatan Sipil, Pendaftaran Penduduk, Pendidikan, Pengujian Kendaraan, Pengunaan Jalan, Perikanan, Peternakan, Reklame, Retribusi, Sriti, Tanaman Pangan, Trayek, Usaha, dan Walet.

Read More