DSC_2362

KERONCONG MENGUDARA, JAYA SELALU RADIO SWIBA

 

DISKOMINFO

Sekda Karanganyar,Samsi saat menyumbangkan sebuah lagu keroncong dalam acara Kepyakan Orkes Keroncong LIVE di Radio Swiba Karanganyar Kamis,(22/02).

Karanganyar, 22 Februari 2018

Kepyakan Orkes Kroncong yang di gelar di halaman Radio Swiba Karanganyar,Kamis (22/02) di hadiri puluhan pecinta music khas kota Solo ini dan beberapa seniman musik kroncong  dari berbagai daerah. Walau pecinta music kroncong masih di dominasi dari kalangan orang tua, akan tetapi para pemain music yang mengisi acara justru malah dari kalangan muda-mudi dari HAMKRI  Desa Jaten yang terkenal dengan IRAMA SENJA JUNIOR.

Grup musik kroncong Irama Senja Junior dari Desa Jaten ini terbentuk sejak Tahun 2014, beralamatkan di Perum Josroyo Indah Jaten ini beranggotakan pemuda-pemudi yang di bina secara baik oleh Bp.Bambang Supriyanto.S.H. “Anak muda itu ya harus di kawal ketat dalam mengarahkan hobinya,apalagi ini melestarikan budaya musik kroncong” papar Bp.Bambang selaku pembina grup musik kroncong Irama Senja Junior dalam obrolan singkatnya.

Hadir pula dalam acara Kepyakan Musik Kroncong tersebut Sekda Karanganyar, Drs.Samsi. Dalam pidato sambutanya beliau menyampaikan bahwa acara kepyakan orkes kroncong seperti ini Insya Allah akan di gelar rutin di Radio Swiba. Dan akan lebih di fasilitasi dengan tenda agar ketika cuaca hujan para pecinta musik kroncong tetap bisa hadir untuk menikmati. Selain memberikan sambutan Sekda Karanganyar, Samsi juga menyumbangkan lagu untuk menghibur para penonton yang hadir dan juga untuk para pendengar musik kroncong di Bumi Solo Raya.

Selain Sekda Karanganyar yang turut menyumbangkan lagu, Hadir pula Kepala dinas KOMINFO Karanganyar,Bp.Larmanto untuk menyumbang suara emasnya dengan membawakan lagu yang cukup tenar di telinga penikmat musik kroncong yaitu “PUTRI SOLO”.

Acara yang semula hanya di jadwalkan akan LIVE di Radio Swiba selama 2 jam, ternyata antusias dari para pecinta musik kroncong yang hadir membuat acara semakin rame dan molor lebih dari 2 jam. Acara Kepyakan Orkes Kroncong ditutup dengan tembang yang di bawakan oleh Bp.Larmanto Kepala Diskominfo.

Demikian Diskominfo (Yoga/Ard)

Read More
IMG-20171113-WA0071

ULTAH KE-46 , SWIBA TETAP EKSIS

Bupati Karanganyar saat memberikan sambutan dalam acara Temu Sahabat dan Sarasehan bersama Pendengar SWIBA.

Karanganyar – 12 November 2017

Memasuki usia ke-46, Radio SWIBA mengadakan Kegiatan Temu Sahabat dan Sarasehan dengan Pendengar SWIBA, Minggu Malam (12/11) di Halaman LPPL SWIBA, Jalan Lawu Timur Karanganyar.

Acara ini dihadiri oleh Bupati dan Wakil bupati karanganyar, Ketua DPRD, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Direktur BUMN dan BUMD serta KOPENSA.

“Kita sama-sama berdoa semoga di ultahnya ini SWIBA semakin jaya, mantap, dan akan tetap terus mengudara,” Ujar Bupati Karanganyar.

Juliyatmono mengatakan bahwa melalui SWIBA keroncong tetap eksis di Karanganyar dan menjadi media yang tepat untuk mendengarkan lagu-lagu keroncong.

Dengan mengambil tema “Bersama Komunitas Pendengar Radio SWIBA, Menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-100 dan Ulang Tahun SWIBA ke-46”, diharapkan dapat menjaga silaturahmi dan menjadi media perekat antara KOPENSA  dan SWIBA.

Dalam sambutan Ketua Dewan Pengawas LPPL, H. Suparmi, SE mengatakan bahwa KOPENSA telas menjadi jiwa yang tidak pernah terpisahkan dan sangat berharga bagi SWIBA. LPPL harus benar-benar berpacu dalam meningkatkan pelayanan dan kompetisi demi keberlangsungan dan kemajuan kepenyiaran di Karanganyar.

“Dengan adanya LPPL ada keleluasaan dalam mengaktualisasikan diri, menjadi penyampai informasi yang benar sekaligus menjadi pemersatu bangsa,” Ujarnya.

Suparmi juga mengatakan agar senantiasa untuk menata dan berinstropeksi diri serta menjaga komunikasi antara semua pihak agar peningkatan pelayanan semakin tinggi.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memotong tumpeng.

Diakhir acara Bupati didampingi Wakil Bupati dan Pejabat Pemerintahan lainnya memotong tumpeng sebagai tanda syukur atas masih eksisnya radio SWIBA, disamping itu Bupati juga berpesan kepada Dewan Pengawas dan DISKOMINFO untuk terus diuri – uri, karena SWIBA mempunyai peran yang sangat penting bagi Karanganyar.

Demikian KOMINFO (Krs/mdz)

Read More
DSC_3510

Jiwai Semangat 45

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati, Rohadi Widodo, Sekretaris Daerah, Samsi, Kadis Kominfo dan narasumber lainnya menyanyikan bersama “Indonesia Pusaka” pada acara Sambung Rasa Radio SWIBA, Jumat malam (15/8)

Karanganyar, Selasa 15 Agustus 2017

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-72 Republik Indonesia, Radio SWIBA menyelenggarakan acara Sambung Rasa di halaman Radio SWIBA pada Selasa malam, 15 Agustus 2017.

Hadir pada acara tersebut Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Ketua Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI),  Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Ketua DHC Angkatan 45,  dan Ketua DPD KNPI sebagai narasumber.

Peserta Sambung Rasa yang mengambil judul “Semangat Nilai 45 Mematri Visi Memacu Karanganyar Maju dan Sejahtera” pada malam hari itu adalah para pelajar di Kota Karanganyar yaitu SMAN 1 Karanganyar, SMAN 2 Karanganyar, SMKN 1 Karanganyar, SMKN 2 Karanganyar,  SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar, SMK Kanisius Bharata dan SMK Bintang Nusantara.

Diawali dengan ajakan Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka” dan “Desaku yang Kucinta”, beliau mengajak semua yang hadir dan seluruh pendengar Radio SWIBA untuk menjiwai spirit patriotisme dan cinta tanah air.

“Negara kita bisa merdeka karena ada spirit patriotism dan cinta tanah air, semangat berkorban, saling bantu, gotong royong, bangga terhadap bangsa. Ini harus mendarah daging pada diri kita,” tandasnya .

Indonesia adalah rumah besar kita. Ibarat rumah tangga, anak tidak akan bisa tumbuh dengan baik kalau tidak mencintai ibu yang telah melahirkannya.

“Cinta tanah air ibarat cinta kepada ibu kandung. Kalau kita  mengkhianati, durhaka kepada ibu kandung tidak akan bahagia,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua DHC Angkatan 45, Cuk Susilo mengingatkan dan menggarisbawahi tentang spirit, maju dan sejahtera. Hal ini telah dimiliki oleh para pendahulu kita untuk mencapai kemerdekaan. Pejuangan ini bisa dicapai dengan kebersamaan.

“Setelah mencapai kemerdekaan, perjuangan tidak berhenti. Perjuangan terus berlanjut bahkan sampai saat ini. Pemuda sekarang ini spirit harus ada, nilai semangat harus dijaga,” kata Cuk.

Rohadi Widodo, Wakil Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa kita harus mewarisi nilai perjuangan yang telah dilaksanakan para pendahulu kita. Mereka berkorban harta, bahkan nyawa.

“Kita ambil nilai perjuangannya. Setiap krisis akan tumbuhkan pahlawan-pahlawan yang hebat. Semangat jaga NKRI harus terus dijaga supaya tidak kembali dijajah dalam bentuk apapun baik ekonomi, kedaulatan, maupun lainnya,” kata Rohadi.

Acara Sambung Rasa Radio SWIBA yang dipandu oleh Mamik dan Oki serta disiarkan secara live kali itu dilengkapi dengan pertunjukan band dari BPPT. Di akhir acara Juliyatmono didampingi Rohadi Widodo dan Sekretaris Daerah, Samsi berkenan menyanyikan lagu perjuangan “Gebyar-Gebyar”. Demikian Diskominfo (krs/adt)

Read More
IMG_0479

Wujudkan Stop BABS Tahun 2017

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (memegang mike) menyampaikan sambutan sekaligus penjelasan pada acara Sambung Rasa di Halaman Radio Swiba (Kamis, 27/4/2017)

Karanganyar,  Kamis 27 April 2017

Tema tersebut diambil untuk acara Sambung Rasa di Halaman Radio SWIBA Kamis malam, 27 April 2017. Acara yang disiarkan secara live lewat Radio SWIBA 96.3 FM ini dihadiri oleh OPD terkait, yakni perwakilan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan, Dinas Komunikasi dan Informatika serta beberapa Camat dan perwakilan dari Kelurahan.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang baru saja tiba dari kunjungan kerjanya ke Malaysia berkenan hadir pada acara tersebut dan memberikan sambutan.

Sekaligus  memberikan sambutan, Juliyatmono menanggapi pertanyaan dari penyiar Radio Swiba tentang Stop BABS. Beliau  menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia sekarang memakai istilah Pembangunan Manusia Berkelanjutan. Diharapkan derajad kesehatan manusia terus membaik. Kualitas kesehatan manusia diukur melalui perilaku hidup sehat.

“Hidup sehat nanti polanya akan seperti apa, tahun ini akan kita deklarasikan. Sudah kami siapkan sticker dan pamflet untuk dipasang di rumah-rumah supaya orang tahu bagaimana melakukan upaya-upaya untuk membangun perilaku hidup sehat,” terang Juliyatmono.

“Hidup sehat tidak lepas dari aktifitas oleh raga, apapun jenis olahraganya, apa itu jalan kaki, bersepeda, berenang, yang penting bergerak. Kemudian hindari rokok, perbanyak makan buah, dan upaya-upaya yang lain dengan gerakan hidup bersih,” imbuh Juliyatmono.

Salah satu penyebab derajad kesehatan masih kurang adalah karena masyarakat masih belum mau meninggalkan tradisinya, kebiasaannya. Ada sebagian warga masyarakat yang tidak bisa buang air besar kalau tidak di sungai. Kebiasaan buruk ini harus dirubah.

“Masyarakat harus terus digembor-gemborkan untuk Stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan),” tandas Juliyatmono.

Masyarakat masih melakukan BABS mungkin memang karena belum mempunyai jamban di rumah. Untuk mengatasai hal ini pemerintah konsekwen akan membantu jambanisasi.

“Kami sudah siapkan dana kira-kira 9 Miliar di APBD untuk menuntaskan masyarakat supaya stop BABS. Kalau kampungnya berjubel-jubel, berdekatan, tidak punya pakarangan, nanti kita buat jamban komunal seperti di Kemiri, Kebakkramat sehingga kampungnya menjadi bersih dan indah, ” tambah Juliyatmono.

Masyarakat di Karanganyar ini yang masih banyak tidak memiliki jamban, yang BAB nya  di pinggir sungai adalah dearah-daerah yang dekat dengan sungai yang aliran sungainya lancar. Daerah-daerah itu di adalah Tawangmangu, sebagian Karangpandan, Colomadu yaitu di Malangjiwan, Utara Gedongan, Klodran, Ngasem. Bahkan yang punya jamban pun malah mengalirkan buangannya ke sungai, tidak ada septi tank nya, seperti daerah-daerah di Gayamdompo, Gedong, Lalung bahkan Kota Karanganyar. Tentu saja ini mencemari sungai-sungai kita.

“Maka program Stop BABS akan kita tuntaskan tahun ini.  Kekurangan dana sudah kami mintakan ke beberapa CSR dari Perushaaan, BUMD kita, dari BAZNAS juga, kita keroyok bareng-bareng,” janji Juliyatmono.

Supaya gerakan ini ada payung hukum dan dasar pemberlakuannya maka dibuatkan regulasinya. Regulasi ini memuat keterlibatan semua pihak. Regulasi ini menjadi bukti konkrit keseriusan kita, sehingga hal ini tidak hanya berupa himbuan belaka, tetapi juga direncanakan dan dianggarkan.

“Akhir tahun nanti saya akan mengundang Ike Nurjanah, duta sanitasi Indonesia supaya melihat bukti-bukti bahwa program ini sudah berjalan dengan baik,” imbuh Juliyatmono. Demikian Diskominfo (krs/adt)

Read More
DSC_0017

DPRD Tangerang Kunjungi LPPL Swiba Karanganyar

kominfo

Agus Cipto Waluyo selaku Kadis Dishubkominfo Karanganyar saat memaparkan terkait LPPL Swiba, Jum’at pagi (10/06).

Karanganyar, Kamis 09 Juni 2016

Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Swiba Karanganyar menerima kunjungan kerja (Kunker) Pansus Pembentukan LPPL Kab. Tangerang, Jum’at pagi (10/06/2016) di Aula Dishubkominfo Karanganyar. Rombongan kunker diterima langsung Kepala Dishubkominfo Karanganyar, Agus Cipto Waluyo.

Uzwatun Khasanah selaku ketua rombongan, mengatakan bahwa maksud dan tujuan kunker kali ini terkait Penyusunan raperda tentang Penyiaran.

Dalam paparannya, Agus Cipto Waluyo menjelaskan proses ijin siaran swiba melalui Ijin Prinsip Penyelenggaraan Penyiaran (IP3) selama enam bulan dilanjutkan dengan Ijin Siaran Radio (ISR) kemudian Uji Coba Siaran (UCS) selanjutnya pada Ijin Prinsip Penyiaran (IP2).

kominfo

Kepala Dishubkominfo dan Staf Radio Swiba Karanganyar foto bersama Pansus DPRD Tangerang.

Ditambahkannya bahwa Suara Intan Pari Membangun (SWIBA) menjadi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) adalah ketentuan dari pusat dimana swiba adalah radio independen yang telah memenuhi persyaratan dan ketentuan peraturan KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah).

Dishubkominfo Karanganyar (ind)

Read More

KANTOR PERPUSDA RESMI PINDAH

Karanganyar, Selasa(15/01/2013)

Kantor Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Karanganyar resmi pindah, Selasa (08/01) pekan kemarin dari tempat yang lama depan Alun-alun Karanganyar yang nantinya akan dibuat kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) ke tempat yang baru, yakni di bekas bangunan Rumah Sakit Daerah (RSD) yang bersebelahan dengan Radio SWIBA.

Perpindahan itu membawa dampak menurunnya pengunjung yang sangat drastis ke Perpusda. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui lokasi yang baru, walaupun ada papan namanya.

“Ketika ditempat yang lama bisa antara 50-100 pengunjung. Namun, saat ini, setiap hari hanya lima hingga 10 pengunjung saja,” kata Pustakawan Perpusda, Parwoto, Senin (14/1).

Dia juga menambahkan bahwa lokasi Perpusda yang baru ini kurang strategis, karena tertutupi oleh dua bangunan kosong yang difungsikan untuk gudang yang berada di depan, sedangkan bangunan utama yakni tempat membaca berada di tengah. Sehingga yang terlihat dari jalan raya hanya dua gudang kosong itu.

“Dengan begitu, pengunjung harus berjalan agak ke dalam untuk mengetahui perpustakaan,” imbuh dia.

Perpindahan Perpusda ini telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 300 juta. Namun, anggaran ini hanya cukup untuk pembenahan dan penataan  gedung utama perpustakaan dan kantor staf.

Parwoto memaparkan, jika ada tambahan anggaran di tahun ini, bisa jadi dapat membenahi sedikit demi sedikit kondisi luar Perpustakaan, dan berencana menyediakan fasilitas Wifi untuk daya tarik pengunjung.

. pd

Read More