Sup Buntut Bu Ugi
Pilihan rumah makan yang menawarkan kenyamanan tempat semakin lama semakin banyak. Namun, menyantap aneka hidangan menggugah selera sembari menyaksikan hijaunya hamparan pepohan yang berkolaborasi serasi dengan semilir angin pegunungan, tentu sebuah kenikmatan tersendiri.
Karena bukan hanya mata saja yang dimanjakan dengan keindahan alam tetapi lidah dan perut pun juga dimanjakan dengan kuliner yang tersedia di lokasi, makan di tengah suasana demikian tentu juga memanjakan pikiran dan hati yang jenuh dengan padatnya aktivitas sehari-hari. Janji eksotisme kuliner dengan suasana senyaman itu, bisa dirasakan warga karanganyar ataupun luar warga Kabupaten Karanganyar, tepatnya di kawasan wisata alam Tawangmangu.
Jika anda wisata kuliner ditawangmanggu pertama tama yang anda kunjungi dirumah makan Ibu Ugi di Jl Lawu km 40 RT 2/RW III Kaliyoso yang hanya menyediakan menu sup buntut dan pecel. Menurut cerita, Rumah Makan Ibu Ugi adalah rumah makan terlama di kawasan Tawangmangu, konon cita rasa yang disuguhkan, sejak dulu hingga kini, tak berubah.
Warung Ibu Ugi tak pernah sepi pembeli, karena rasa sup buntutnya memang lezat. Kuahnya begitu segar, aroma bumbunya sangat terasa merasuk dalam daging dan empuk. Disantap dengan tambahan jeruk nipis menambah kelezatan rasa sub. Untuk harga per porsinya Rp 13.000.
Pecelnya juga begitu terasa, khas di tiap guyuran bumbu kacang yang memenuhi sela-sela sayuran. bumbu yang digunakan memang tak pernah berubah dari dulu selalu menggunakan buntut daging sapi lokal sehingga bumbu yang dihasilkan benar benar sangat lezat.
Sup Buntut Bu Ugi makanan favorit yang menjadi khas di obyek wisata Tawangmangu. Warung sederhana yang menyajikan masakan Jawa ini tidak pernah sepi pengunjung, Bila hari Minggu tempat ini dipadati wisatawan yang ingin menjajal kelezatan sup buntut sambil menikmati udara yang segar dan melihat pemandangan disekitar.
Camilan yang gurih ini dinamakan Grubi atau dalam bahasa Jawa Walangan. Makanan khas Tawangmangu ini terbuat dari ketela rambat dicampur dengan Gula Jawa. Melimpahkan bahan baku Grubi adalah alternatif menjadi makanan olahan yang tahan lama.
Makanan yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi, Tetapi keripik pisang dari Karanganyar dijajakan lebih spesifik karena terbuat bahan baku pisang asli Tawangmangu yaitu Pisan Byok. Pisang Tawangmangu mempunyai ciri khas yaitu apabila sudah masak masih terlihat hijau pada ujung pisang.
Jenis makanan olahan yang tepat untuk oleh-oleh adalah keripik jagung. Rasanya yang gurih dan renyah membuat makanan ini sangat disukai wisatawan yang berkunjung di Karanganyar.