WhatsApp Image 2020-06-29 at 20.39.06

STA Dikonsep Magnetasi Agropolitan Karanganyar Untuk Datangkan Wisata

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mendengarkan paparan dari Direktur Perusda Owabong Drs Hartono, untuk pengembangan STA

 

 

 

KARANGANYAR – Niat Pemerintah Kabupaten untuk mengoptimalkan Sub Terminal Agribisnis (STA) atau terminal Mbangun Makuthoromo tidak main main. Buktinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar meminta Perusda Owabong Purbalingga untuk mempresentasikan konsep wisata untuk Mbangun Makuthoromo di ruang Anthurium, Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (29/06)

Direktur Perusada Owabong, Purbalingga, Drs Hartono menyampaikan STA sangat potensial dikembangkan untuk pariwisata di Bumi Intanpari. Konsep yang ditawarkan dengan Magnetisasi Agropolitan Karanganyar dengan daya pikat STA. “Sebagai salah satu implementasi program strategi nasional yang menyediakan dan mengangkat potensi Agropolitan, maka STA sangat potensial untuk dikembangkan. Konsep yang kami tawarkan adalah wisata edukasi dan wisata agro,” papar Hartono di depan Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Siti Maysaroh.

Menurut Hartono, wisata edukasi berbasis pertanian untuk menumbuhkembangkan kecintaan kepada sektor pertanian dan minat mencintai produk-produk pertanian. Yang kedua adalah wisata agro untuk meningkatkan penyerapan produk pertanian baik pada posisi on farm (tanam) dan off farm (hasil panen). “Sedangkan pasar yang dituju, sekolah-sekolah, perusahaan, komunitas, instasi, keluarga dan umum. Diharapkan dengan konsep ini, wisata akan lebih banyak berkunjung ke Karanganyar,” imbuhnya.

Daya pikat yang dihadirkan, menurutnya adalah pendekatan proses, wisata keluarga dan interaksi pasar. Sedangkan yang mampu menyedot perhatian adalah tanaman langka yang hendaknya ada sehingga orang akan tertarik. Kemudian taman bunga, taman bermain anak, coffe shop, pusat pengolahaan, pengemasan dan penjualan kopi, ruang audio visual, pasar agro organik, pusat oleh-oleh Karanganyar. Diskominfo (hr/adt)

Read More
sumi2

Mbangun Makuthoromo, Gerbang Wisata di Karanganyar

kominfo

pengguntingan pita oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono tanda STA Mbangun Makuthoromo resmi beroperasi.

Sub terminal wisata yang terletak di Karangpandan tersebut menelan biaya 10,1 milliar yang akan berfungsi sebagai gerbang menuju tempat wisata yang ada di Kabupaten Karanganyar. Adapun proses pengerjaan terminal tersebut di tahun anggaran 2016, tepatnya berlangsung dari 10 Agustus 2016 hingga 7 Desember 2016.

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat meresmikan terminal tersebut didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo bersama OPD terkait, Jumat Malam (6/2) mengatakan STA Mbangun Makuthoromo merupakan kependekan dari Matesih, Giri Bangun, Tawangmangu, Sukuh, Cetho, Sondokoro dan Colomadu. Diharapkan STA mampu menjadi miniatur Karanganyar di mana di sana tersedia informasi wisata, kuliner dan produk unggulan daerah yang ada di Karanganyar.

“Mulai bulan depan (Maret) akan rutin diadakan event budaya tiap bulannya yang akan menjadi daya tarik wisatawan”, ujar Juliyatmono

kominfo

pentas wayang kulit semalam suntuk dengan Dalang Anggit Laras Prabowo dengan lakon Dewa Ruci dan Campur Sari Sangga Buana menghibur masyarakat yang hadir saat peresmian STA Mbangun Makuthoromo

Ditambahkan Juliyatmono, Karanganyar dengan pesona alamnya yang luar biasa dipastikan setiap kali weekend dipastikan kawasan seperti Ngargoyoso dan Tawamangu padat dengan kunjungan wisatawan se Solo-raya. Untuk itu STA Mbangun Makuthoromo ke depan akan disediakan bus wisata (shelter) yang akan menghubungkan ketempat wisata. Adanya dukungan pihak ketiga terutama yang bergerak di bidang transportasi dan wisata akan menambah nilai jual Karanganyar ke masyarakat luas.

Sementara itu Titis Sri Jawoto Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar melaporkan STA Mbangun Makuthoromo memiliki fasilitas gedung Tourist Information Center (TIC), kuliner, kamar mandi, masjid, kios pedagang, souvenir, panggung hiburan dan tempat parkir luas. Untuk tahapan selanjutnya sudah dianggarkan sebesar 1,8 milliar untuk pembangunan talut dan landasan taman guna mempercantik STA Mbangun Makuthoromo. Demikian Diskominfo (kris/ad)

Read More

Gapoktan Ikuti Asah Terampil

Karanganyar, Sabtu (17/11/2012)

Lima regu petani bertanding di ajang Asah Terampil di Sub Terminal Agrobisnis (STA) Watu Sambang, Tawangmangu, Sabtu (17/11). Lomba tersebut merupakan satu dari serangkaian acara guna menyambut Hari Jadi   Karanganyar  ke-95.

Tim yang terdiri dari tiga orang per kelompok itu berasal dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kabupaten Karanganyar. Adapun Gapoktan yang terpilih mewakili daerahnya antara lain Lestari Makmur Desa Bakalan Jumapolo, Noto Joyo Desa Matesih Kecamatan Matesih, Marsudi Makmur Desa Gaum Tasikmadu. Selain itu, Gapoktan Marsudi Karyo Bolon Colomadu dan Ngudi Makmur Sumberrejo Kerjo juga  tercatat sebagai  peserta   lomba tersebut.

Kepala BP4K (Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) Karanganyar, Supramnaryo mengatakan, kegiatan yang menampilkan pengetahuan dan ketrampilan petani itu digelar untuk memacu pertumbuhan dan kinerja Gapoktan. Tujuan akhirnya yakni meningkatkan kualitas organisasi dalam Gapoktan bersangkutan. Pasalnya, Gapoktan menjadi wadah bagi petani untuk mengeksplorasi kemampuannya dalam menanam dan mengolah hasil pertaniannya, termasuk membuat terobosan dalam bidang tersebut. “Hal ini diharapkan dapat meningkatkan program-program pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani serta meningkatkan daya saing dengan daerah lain,” kata dia di sela-sela acara.

Uniknya, tidak seperti lomba-lomba pada umumnya, asah trampil ini memberikan warna tersendiri. Perbedaan yang sangat mencolok terlihat dari busana yang dipakai oleh peserta dan panitia. Semuanya terlihat mengenakan busana khas Jawa, yakni beskap dan kebaya. Kendati demikian, semangat terlihat jelas di wajah para peserta. Hal itu ditunjukkan dari cara mereka menjawab pertanyaan dari para juri. Tidak berhenti di situ saja, bel yang biasanya dipakai dalam sebuah perlombaan juga diganti dengan dengan kentongan. Otomatis, saat babak rebutan suara kentongan antartim saling berkejaran.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR yang juga hadir dalam perlombaan tersebut memberikan apresiasi kepada semua peserta. Baginya, ajang itu bukan sebatas perlombaan yang mencari pemenang. Melainkan menantang sejumlah Gapoktan untuk menerapkan ilmu dan ketrampilannya di lapangan. Dengan begitu, bidang pertanian bisa dinamis dan melahirkan inovasi-inovasi. “Kami berharap apa yang mereka miliki, yakni teori-teori, bisa diseimbangkan dengan penerapannya di lapangan,” ujar Rina di hadapan para peserta dan juri.

Sebagai pemenang lomba yaitu Juara 1 Ngudi Makmur Sumberrejo Kerjo, juara 2 Marsudi Makmur Desa Gaum Tasikmadu, sedangkan juara 3 Noto Joyo Desa Matesih Kecamatan Matesih.

.pd

Read More

Melon King dan Mutiara Jajaki Pasar Ekspor

Petani Karanganyar kembali memanen buah melon dengan dua varietas yaitu King dan Mutiara. Dua jenis melon kualitas super itu sudah menembus pasar ekspor seperti Jepang dan Singapura.
Bupati Karanganyar, Rina Iriani, saat turut serta memanen melon tersebut di Sub Terminal Agribisnis (STA) Karangpandan, mengatakan permintaan melon untuk Singapura misalnya, cukup tinggi yaitu 20 ton per tiga minggu. “Untuk jumlah melon sebanyak itu, kami harus mengumpulkan dulu dari para petani,” ujar Rina, Rabu (18/7).
Tak hanya melon yang sudah diekspor, dua bibit melon super tersebut juga diekspor ke negara Jepang. Bibit-bibit melon tersebut asli dari petani Karanganyar. “Asli asal Karanganyar,” kata Rina.
Sementara itu, pemilik Multi Global Agrindo (MGA), Mulyono Herlambang, mengatakan melakukan penelitian bibit di lahan seluas 1,4 hektare untuk mendapatkan bibit unggul. Sedangkan untuk lahan produksi, ia menyiapkan 10 hektare.
Dalam pemasarannya, Mulyono mengaku mendapat saingan berat yaitu Malaysia. Jarak yang cuku jauh antara Karanganyar dengan Singapura menjadikan ongkos produksi menjadi tinggi dibandingkan dengan Malaysia.
Diungkapkan Mulyono, untuk mengekspor buah dan benih tersebut butuh kerja sama dengan para petani di Karanganyar. “Kita juga sudah sebar bibit-bibit unggul buah tersebut kepada petani di Karanganyar,” katanya.
Selain melon, Mulyono juga memasarkan benih terong, pare, dan timun. Selain Jepang dan Singapura negara tujuan ekspor lainnya yang kini menjadi bidikan adalah Uzbekistan.

Read More