DSC_2341

KPU Tetapkan Juliyatmono-Rober Sebagai Pasangan Terpilih

Ketua KPU Karanganyar, Sri Handoko Budi NUgroho memberikan berita acara rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih kepada pasangan Juliyatmono dan Rober Kristanto

 

 

KARANGANYAR – 25 Juli 2018

 

KPU Karanganyar menetapkan pasangan nomor urut dua yakni Juliyatmono dan Rober Kristanto sebagai pasangan terpilih bupati periode 2018-2023. Penetapan itu dilakukan setelah tidak ada perselisihan yang masuk dalam Mahkamah Konstitusi (MK).

                “Berdasarkan Surat KPU nomor 739/BY.03-SD/03/KPU/VII/2018 tanggal 23 Juli perihal penetapan pasangan calon terpilih tanpa permohonan perselisihan, KPUD Karanganyar menetapkan pasangan nomor urut 2 sebagai pasangan terpilih pada pilkada 2018,” ujar Ketua KPU Karanganyar Sri Handoko Budi Nugroho pada rapat terbuka penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih tahun 2018, kemarin (25/7)

                Sementara pasangan bupati terpilih, Juliyatmono mengatakan permohonan maaf kepada semua pihak apabila selama ini tidak berkenan. Dia mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat atas amanah tersebut. Juliyatmono menilai penyelanggaran pilkada karanganyar berjalan dengan baik, lancar dan aman. “Rasa syukur mendapatkan amanah untuk melanjutkan pembangunan Karanganyar 5 tahun ke depan. Mohon dukungan dan doa restu agar Karanganyar semakin baik dan hebat,” imbuhnya.

                Dia menambahkan Pilkada telah berakihr semua masyarakat Karanganyar diminta untuk tidak membicarakan pilkada. Masyarakat diminta untuk terus bergotong royong untuk membangun Karanganyar. (F3a/Dn)

Read More
WEB

Anggaran Pilkada Dibutuhkan Rp. 25,5 Miliar

Telah ditandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemkab Karanganyar dalam hal ini oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono dengan Ketua KPU Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho, Senin (31/07) sore, di Ruang Anthorium.

Karanganyar, Selasa (01/08/2017)

Untuk membiayai penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Karanganyar tahun 2018 mendatang, dibutuhkan anggaran sebesar Rp. 25,5 Miliar.

Anggaran tersebut diberikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Kodim 0727/Karanganyar, Polres Karanganyar, Badan Kesbangpol, Satpol PP dan desk pilkada.

Untuk mempersiapkan penyelenggaraan Pilkada, telah ditandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemkab Karanganyar dalam hal ini oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono dengan Ketua KPU Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho, Senin (31/07) sore, di Ruang Anthorium.

“Tahun 2017 untuk KPU Karanganyar diberikan Rp. 2.344.000.000 dan tahun 2018 sebesar Rp. 14.656.000.000,” kata Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi.

Ditambahkan oleh Sekda, sedangkan untuk Panwaslu (jika sudah terbentuk), tahun 2017 akan mendapatkan Rp. 750 juta, tahun 2018 sebesar Rp. 2.750.000.000.

Ditempat yang sama, Asisten Pemerintahan, Bachtiar Syarif, mengatakan untuk menunjang pengamanan, tahun 2017 dicairkan dana untuk Kodim dan Polres, ditambah untuk tahun 2018.

“Nilai totalnya untuk Kodim Rp. 900 juta, dan Polres 2.550.000.000,” katanya.

Sedangkan untuk Badan Kesbangpol, dan Satpol PP masing-masing di tahun 2018 Rp. 300 juta dan Rp. 1 miliar. Untuk desk pilkada di tahun 2017 sebesar Rp. 50 juta dan Rp. 200 juta di tahun 2018.(pd)

Read More
DSC_0014 copy

KPU Karanganyar Jalin Nota Kesepahaman Dengan Laboratorium Sosiologi

Ketua KPU Karanganyar Sri Handoko Budi Nugroho (baju putih) menandatangani nota kesepahaman dengan Ketua Laboratorium Sosiologi UNS Ahmad Zuber (kiri), Rabu (29/04)

Ketua KPU Karanganyar Sri Handoko Budi Nugroho (baju putih) menandatangani nota kesepahaman dengan Ketua Laboratorium Sosiologi UNS Ahmad Zuber (kiri), Rabu (29/04)

Karanganyar, Kamis (30/04/2015)
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar menjalin nota kesepahaman dengan Laoratorium Sosiologi, Universitas Sebelas Maret (UNS), berkaitan pengembangan demokrasi, selama dua tahun.
Penandatanganan antara kedua pihak itu berlangsung di Aula KPU Karanganyar, Rabu (29/04), oleh Ketua KPU Karanganyar Sri Handoko Budi Nugroho dan Ketua Laboratorium Sosilogi Ahmad Zuber. Kerjasama yang dilakukani itu mengarah ke pendidikan politik kepada masyarakat. Harapannya, pemilih lebih siap dan dewasa dalam berdemokrasi.
Sri Handoko Budi Nugroho menjelaskan, pada tahap awal akan dilakukan riset bersama, terkait animo masyarakat untuk menjadi sukarelawan politik dalam pesta demokrasi.
“Kesukarelawanan ini mendorong perkembangan demokrasi. Sebab ada masyarakat yang secara sadar dan sukarela mengajak orang di sekitarnya untuk menggunakan hak pilih dengan baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, pada pada Pemilu lalu, tingkat partisipasi masyarakat di Kabupaten Karanganyar yang menggunakan hak suaranya bagus, mencapai 70 persen.
Sementara itu, Ketua Laboratorium Sosiologi Ahmad Zuber menuturkan, kerjasama dengan KPU tersebut salah satu upaya pengembangan demokrasi yang lebih bagus.
“Mudah-mudahan, dengan kerjasama ini, kehidupan demokrasi bisa lebih baik. Pelaksanaannya juga lebih transparan dan akuntabel,” ujarnya.pd

Read More
DSC_0209 copy

Karanganyar Gelar Pawai Berkonsep Tradisional

DSC_0151 copy DSC_0201 copy DSC_0209 copy

Karanganyar, Minggu (16/03/2014)

Mengusung konsep tradisional, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar menggelar pawai kampanye damai, Sabtu (15/3) siang. Semua komisioner bersama pengurusnya, bupati, wakil bupati dan jajarannnya serta Muspida terlihat berbeda lantaran busana Jawa model kesatriyan.

Mengambil start di Alun Alun Karanganyar, 12 parpol peserta Pemilu 9 April mendatang menaiki kendaraan tanpa mesin yang sudah jarang ditemui, andong, becak. Armada bebas polusi udara itu pun dihias dengan atribut-atribut partai dan dijadikan media sosialisasi dan kampanye kepada calon pemilih di Karanganyar.

Di deretan paling depan, nampak Bupati Karanganyar Juliyatmono disusul Wakilnya Rohadi Widodo dan Muspida. Mereka tidak mengendarai andong melainkan menaiki kuda yang fisiknya lumayan besar dan gagah.

Di belakang jajaran Muspida, andong KPU disusul 12 partai peserta pemilu menyusuri Jalan Lawu dan berakhir di depan rumah dinas Bupati Karanganyar.

Ketua KPU Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho mengungkapkan pawai tersebut bukan seremonial belaka. Tetapi acara ini menjadi salah satu simbol dan komitmen 12 partai untuk menciptakan pemilu damai. “Kami harapkan semua parpol menjaga komitmen untuk menciptakan pemilu yang damai. Semuanya harus tetap menaati aturan yang ada,” katanya.

Di lokasi yang sama, Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan apresiasi bagi KPU dalam melaksanakan tahapan-tahapan pemilu. “Ini menjadi awal pelaksanaan kampanye terbuka. Kami mengapresiasi KPU dalam penyelenggaraan acara ini. Kami harap semua tahapan pemilu di Karanganyar berjalan dengan lancar, aman, dan damai. Kami juga ingin masyarakat bisa menerima apapun hasil dari pemilu dan membawa kemaslahatan bagi semua rakyat Karanganyar,” kata bupati. pd

Read More
DSC_0031

DPT Hasil Penyempurnaan Pileg Kembali Turun

Karanganyar, Minggu (19/01/2014).

KPU Kabupaten Karanganyar menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Hasil Penyempurnaan untuk Pemilu Legislatif 2014, Jumat (17/01)

KPU Kabupaten Karanganyar menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Hasil Penyempurnaan untuk Pemilu Legislatif 2014, Jumat (17/01)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Hasil Penyempurnaan Pemilihan Legislatif tahun 2014. Namun jumlahnya kembali menurun dibandingkan dengan bulan November sebesar 1.166 pemilih.

Ketua KPU Kabupaten Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho menuturkan pada bulan Januari ini DPT sejumlah 680.085 pemilih dengan jumlah laki-laki 336.036 pemilih dan perempuan 344.059 pemilih, sedangkan penetapan di bulan November sebesar 681.251.

“Kami akan terus melakukan pemeliharaan DPT sampai dengan 14 hari sebelum pemungutan suara,” jelas Handoko, di gedung KPU Karanganyar, Jumat (17/01) sore. Dia juga menjelaskan penurunan jumlah DPT ini disebabkan ada pemilih yang pindah domisili sejumlah 235 pemilih, meninggal 259 pemilih, dan ditemukan 672 pemilih ganda.

Pemilihan legislatif 2014 yang tinggal 79 hari lagi akan terus dimutakhirkan sesuai perkembangan yang ada dengan Sistem Data Pemilih (Sidalih) dan secara manual. “Nantinya undangan diedarkan sesuai dengan kondisi yang ada,” tandasnya.pd  

Read More

KPU Tetapkan Hasil Perolehan Suara Pilgub Jateng

KPU Kabupaten Karanganyar melakukan sidang pleno terbuka dengan agenda rekapitulasi perolehan suara Pilgub Jateng, di Ruang OR, Komplek DPRD Karanganyar, Sabtu (01/06)

KPU Kabupaten Karanganyar melakukan sidang pleno terbuka dengan agenda rekapitulasi perolehan suara Pilgub Jateng, di Ruang OR, Komplek DPRD Karanganyar, Sabtu (01/06)

Karanganyar, Senin  (03/06/2013)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten mengadakan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perolehan suara Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah,  Sabtu (01/06)

Rekapitulasi itu merupakan hasil perolehan suara dari 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar, dengan jumlah suara sah sebanyak 401.065, sedangkan suara tidak sah sebesar 24.947.

“Jumlah keseluruhan yang menggunakan hak pilih sebesar 426.012 atau 61,65 persen,” jelas  Ketua KPU Kabupaten Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho.

Pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko (Gagah) sebanyak  258.776, kemudian Bibit Waluyo-Sudijono Sastroatmodjo (Bissa) sebanyak 86.387, selanjutnya Hadi Prabowo-Don Murdono (HP-Don) memperoleh suara sebesar 55.902, sedangkan jumlah Daftar Pemilih Tetap  sebanyak 691.104.

Sementara itu, angka golput mencapai 290.039 pemilih atau sekitar 38,35 persen.

Menurut Sri Handoko, salah satu faktor penyebab tingginya angka golput karena sebagian penduduk Karanganyar yang tercatat dalam DPT sedang merantau atau boro. Sebagian lainnya, kemungkinan telah meninggal dunia, pindah tempat tinggal atau menempuh pendidikan di kota lain.

“Permasalahannya pendataan pemilih berbasis yuridis de jure dari data administrasi kependudukan, padahal mungkin saja orangnya KTP Karanganyar tapi tidak tinggal di sini. Apalagi di 4J (Jatipuro, Jumantono, Jumapolo, Jatiyoso) yang datang hanya 50 persen, banyak yang boro,” tandasnya.

Dia juga mengaku telah menyelenggarakan sosialisasi secara maksimal untuk menekan angka golput di Kabupaten Karanganyar. Pihaknya juga telah menyerahkan undangan kepada setiap pemilih sejak jauh-jauh hari sebelum Pilgub dilaksanakan.

“Kami sudah sering sosialisasi yang berlangsung sejak lama, tapi kenyataannya sangat  susah memaksimalkan partisipasi masyarakat,” jelasnya.

Rekapitulasi yang diadakan di Ruang OR, Komplek DPRD,  dipimpin oleh Ketua KPU Kabupaten Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho, hadir seluruh anggota, Ketua Panwaslu, Ketua/anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar, dan saksi dari tiga pasangan calon, berjalan kondusif.pd   

 

Read More

DPS Karanganyar 691.616

Ketua KPUD Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho menyerahkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilgub Jawa Tengah 2013 kepada Ketua Panitia Pengawas Pemilu, Joko Dwi Mulyono, di Kantor Panwaskab, Sabtu, (16/02).

Ketua KPUD Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho, menyerahkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilgub Jawa Tengah 2013 kepada Ketua Panitia Pengawas Pemilu, Dwi Joko Mulyono, di Kantor Panwaslu, Sabtu, (16/02).

Karanganyar, Sabtu (16/02/2013).

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karanganyar menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2013 sebanyak 691.616. Jumlah tersebut terdiri dari 341.576 calon pemilih laki-laki dan 350.040 perempuan.

Data tersebut diolah dari Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dan telah melalui proses pencocokan dan penelitian (Coklit). Ketua KPUD Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho menyampaikan, DPS tersebut berasal dari pendataan di 17 kecamatan di Bumi Intanpari. Pendataan itu dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang tersebar di masing kelurahan. “Berdasarkan hasil pendataan dan coklit, maka DPS Pilgub 2013 di Kabupaten Karanganyar mencapai 691.616, yakni 341.576 calon pemilih laki-laki dan 350.040 perempuan,” kata dia, Sabtu (16/2).

Kendati demikian, Handoko menyebutkan, data itu kemungkinan masih bisa berubah. Oleh karena itu, pihaknya berharap calon pemilih bisa aktif melihat dan mengecek apakah namanya sudah masuk dalam DPS. Mereka bisa melihatnya di papan pengumuman kelurahan setempat atau tempat-tempat strategis di lingkungan mereka. Pertimbanganya, per Sabtu (9/2), Pantia Pemungutan Suara (PPS) mulai menempelkan DPS. “Kami harap calon pemilih yang namanya belum masuk ke DPS bisa menghubungi PPS untuk didata. Oleh karena itu, kami meminta peran aktif masyarakat untuk menyukseskan Pilgub Jateng 26 Mei mendatang,” ujar dia.

Terkait perbaikan DPS, dirinya menyebutkan bisa dilakukan hingga Jumat (1/3) mendatang. Sementara itu, disinggung mengenai jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), Handoko menyebutkan jika Karanganyar terdapat 1.604 TPS. Angka itu menyesuaikan jumlah calon pemilih di masing-masing daerah, dalam hal ini kelurahan atau kecamatan. Jika calon pemilihnya banyak, lanjut dia, maka jumlah TPS juga banyak. “TPS paling banyak berada di Kecamatan Karanganyar, yakni 136 unit. Ya karena jumlah calon pemilihnya juga paling banyak dibandingkan dengan yang lainnya, yakni mencapai angka 60.518 orang,” kata dia lagi.

 

.pd

Read More

40% Anggota PPK di Karanganyar Berstatus PNS

Sekitar 40 persen anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) di Kabupaten Karanganyar berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Mereka diminta membuat surat resmi yang berisi menjadi anggota PPK Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng kepada pimpinannya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar, Sri Handoko, mengatakan hampir sebagian anggota PPK sebagai instrumen penyelenggaraan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng berprofesi sebagai guru. Sementara jumlah anggota PPK yang dilantik oleh KPU Karanganyar berjumlah 85 orang yang tersebar di setiap kecamatan.

“Sebagian anggota PPK Pilgub Jateng statusnya sebagai PNS, makanya kami minta agar mereka membuat surat resmi kepada pimpinannya masing-masing,” , Senin(26/11/2012).

Walaupun berstatus sebagai PNS, namun para anggota PPK tersebut berkomitmen menyelenggarakan Pilgub 2013 secara transparan dan bertanggung jawab. Sebab, mereka telah disumpah saat pelantikan PPK tersebut. Setiap PPK mempunyai lima anggota di setiap kecamatan. Pelantikan PPK tersebut merupakan rangkaian pembentukan badan penyelenggara Pilgub Jateng.

Proses seleksi dilakukan sejak akhir Oktober dengan beberapa tahapan antara lain tes tertulis dan wawancara. Sementara seorang anggota PPK, Maryadi, menyatakan syarat menjadi anggota PPK antara lain berusia paling rendah 25 tahun; tidak menjadi anggota partai politik yang dibuktikan dalam surat pernyataan dan tidak menjadi tim kampanye dari salah satu pasangan calon.

Read More