SDA (1)

Pemkab. Karanganyar Raih Best Digital Performance Humas Terbaik se-Solo Raya

Pemkab Karanganyar mendapatkan Best Digital Performance humas terbaik se Solo Raya oleh Solopos Digital Award 2021

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab.) Karanganyar meraih Best Digital Performance Humas Terbaik se-Solo Raya oleh Solo Pos Digital Award (SDA), Rabu (04/08) secara virtual. Media terbesar di Surakarta tersebut menilai humas atau publikasi Pemkab. Karanganyar memiliki kinerja yang luar biasa dalam menggunakan platform media sosial. Upaya dalam mendekatkan masyarakat dan pemimpin dengan menggunakan berbagai aplikasi dinilai sangat tepat di era pandemi dan demokrasi 4.0.
“Media sosial bukan hanya untuk menyampaikan kinerja Pemerintah Daerah namun juga menjadi media interaksi. Bagaimana Pemerintah Daerah merespon ide, masukan bahkan kritikan dari
masyarakat. Inilah eranya Demokrasi 4.0,” ujar Pakar Media Sosial, Ismail Fahmi yang juga pendiri dari Drone Emprit.
Sementara itu, Koordinator Tim Riset SDA 2021, Danang Nur Ikhsan menyampaikan bahwa data terbaru dari We Are Social pada Januari 2021 menyebutkan sebanyak 202,6 juta penduduk di Indonesia merupakan pengguna Internet. Jumlah itu mencapai 73,7% dari total populasi penduduk. Selama periode 2020-2021, We Are Social mencatat pengguna Internet di Indonesia bertambah 27 juta orang. “SDA adalah riset digital yang dilakukan Solopos.com untuk melihat performa organisasi atau lembaga tertentu baik di website, mesin pencari [search engine] hingga media social. Pada 2021, SDA khusus menggelar riset digital terkait Pemerintah Daerah di Jawa Tengah. Pemerintah di Madiun Raya dan Kepala Daerah [Bupati/Walikota] di Jawa Tengah,” ungkap Danang.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan era digital memang mau tidak mau membuat siapapun dituntut untuk dapat mengunakan berbagai aplikasi media sosial. Tidak terkecuali Pemerintah juga terus berinovasi dengan mendekatkan diri kepada masyarakat melalui media sosial. “Saat ini sudah tidak ada jarak lagi antara Pemerintah dengan masyarakat, sebab masyarakat bisa langsung bertanya kepada Pemerintah melalui aplikasi yang tersedia. Yang jelas, Pemkab. harus responsif dan bergerak cepat,” ungkap Juliyatmono.
Jujur Juliyatmono mengatakan aspirasi masyarakat tidak hanya sanjungan namun lebih banyak cacian dan makian. Namun demikian, hal itu ditanggai dengan bijaksana. (hr)

Read More
iki4

Solo Raya Jadi ‘Pusat Perhatian’ Pemerintah RI, Bupati Karanganyar Minta Kuota Vaksin Ditambah

Bupati bersama Forkopimda melaksanakan Vidcon dengan Menko Kemaritiman dan Investasi di ruang SIC Diskominfo Karanganyar

KARANGANYAR – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Solo Raya menjadi ‘pusat perhatian’ Pemerintah Republik Indonesia terkait kasus terpapar Covid-19. Pasalnya kedua wilayah tersebut menunjukkan tren kenaikan kasus Covid-19. Kasus Covid-19 tertinggi di wilayah Solo Raya yaitu di Kab. Klaten dengan jumlah 14.425 kasus, kemudian Kab. Sragen 11.786 kasus, menyusul Kab. Karanganyar 11.347 kasus, Kota Surakarta 10.570, Kab. Sukoharjo 8.107 kasus, Kab. Wonogiri 7.263 kasus dan Kab. Boyolali 7.232 kasus. Hal tersebut disampaikan pada kesempatan Video Conference (Vidcon) penanganan kasus Covid-19 di wilayah Solo Raya dan DIY bersama Menteri Kemaritiman dan Investasi di Ruang SIC Dinas Komunikasi Dan Informatika (Diskominfo), Senin, (25/07).
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam kesempatan tersebut menjelaskan kasus baru harian Covid-19 per-25 Juli 2021 dengan urutan tertinggi yaitu Kab. Karanganyar 341 kasus, kemudian Kota Surakarta 310 kasus dan Kab. Klaten 206 kasus. Sementara itu, kasus aktif Solo Raya tertinggi yaitu Kab. Klaten mencapai 1.915 kasus, Kab. Sragen 1.380 kasus dan Kab. Karanganyar 1.345 kasus. “Trend mingguan kasus baru se-Solo Raya terdapat 4 (empat) daerah yang menujukkan kenaikan yaitu Kab. Karanganyar, Kab. Klaten, Kota Surakarta, dan Kab. Sukoharjo. Sementara Kab. Boyolali dan Kab. Wonogiri mulai menurun”, ungkap Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono juga menyatakan bahwa angka di Kab. Karanganyar tinggi karena proses tracing paling banyak daripada daerah lain, sehingga angkanya tinggi. Pihaknya meminta untuk kuota vaksin ditambah. Jika memang Solo sudah cukup, segera diperuntukkan untuk wilayah di sekitar Solo. “Kami meminta kuota vaksin untuk daerah Solo Raya untuk ditambah,” ujar Bupati Karanganyar, Juliyatmono.
Sementara Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan perlunya penguatan di sisi hulu dalam penegakan aturan PPKM level 4, sebab tren kasus aktif masih meningkat dan positivity rate cukup tinggi. Tanpa penguatan di hulu, kapasitas respon di sektor hilir akan penuh dan menyebabkan peningkatan angka kematian. (hr/adt)

Read More
DSC_0727

Ngobrol Mepet Sawah Tribunnews, Bupati Karanganyar Akan Bikin Survey Pembentukan Provinsi Solo Raya

Karanganyar – 16 Januari 2020

Menggelar diskusi Ngobrol Mepet Sawah (Mewah) dengan tajuk Bukak-Bukaan Bicara Provinsi Solo Raya di Gedung Tribunnews Solo, Kamis (16/1/2020). Dalam talkshow tersebut menghadirkan dua narasumber yakni Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Direktur Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), M Farid Wajdi.

Perlu diketahui sebelumnya, Juliyatmono sempat mencuatkan kembali gagasan pembentukan Provinsi Solo Raya pada Oktober 2019 lalu. Tak ayal, gagasan tersebut menuai berbagai respon terutama di jagad dunia maya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Karanganyar itu mengungkapkan, gagasan pembentukan provinsi Solo Raya sudah bisa memenuhi syarat. Sebagaimana yang disyaratkan oleh undang undang minimal didukung oleh 5 kabupaten. Sedangkan di Solo Raya sudah ada 6 kabupaten dan 1 kota.

Di sisi lain, jarak kontrol provinsi Jawa Tengah yang begitu luas, terdiri dari 35 kabupaten/kota. Sehingga kurang efektif dalam proses pengawasanya dan dipandang perlu dibentuk provinsi Solo Raya.

“Solo Raya merupakan pusat yang strategis dan memiliki anak muda yang memiliki SMD unggul. Pembentukan provinsi Solo Raya akan memberikan peluang kepada anak muda, bersaing yang kompetitif serta memberikan ruang seluas-luasnya untuk semakin berkarya dan berinovasi,” kata Juliyatmono.

Sambungnya untuk menambah dukungan gagasan pembentukan provinsi Solo Raya, pihaknya akan mengadakan survey secara obyektif.

“Dalam waktu dekat sudah kita siapkan”.

Ya jelas momentum politik sebelum masuk kontestasi Pilkada besok, hasil survey sudah jadi. Kita lihat tanggapan para calon di seputar Solo Raya seperti apa,” ujarnya sesuai talkshow.

Wakil Direktur Pasca Sarjana UMS, M Farid Wajdi menambahkan, momen Pilkada serentak di beberapa wilayah Solo Raya menjadi satu kesempatan bagi generasi muda untuk mengeksplorasi calon pemimpin lima tahun ke depan.

Bagaimana mengembangkan percepatan dalam pembangunan. Perdebatannya itu tentang strategi dan program. Menurutnya itu menjadi isu yang lebih konkrit untuk diperdebatkan. Termasuk misalnya bagaimana membangun wilayah Solo Raya menjadi lebih makmur.

“Perdebatannya tidak lagi normatif, tapi lebih konkrit.Pertanyaannya strategi membangunnya bagaimana, modalnya dari mana, tenaga kerjanya dari mana, sepakat atau tidak caranya. Misalnya begitu,” pungkasnya.(Ard/Tgr)

Bupati Karangnayar menerima kenang-kenangan dari GM Tribunnews sesaat setelah menjadi narasumber dalam acara Ngobrol Mewah di Kantor Tribunnews

 

 

Read More
WhatsApp Image 2019-11-17 at 10.49.31

Sepeda Solo Raya Goes to Jumapolo

Read More
WhatsApp Image 2019-11-17 at 10.49.31

Ratusan Warga Solo Raya Goes ke Jumapolo

Komunitas Sepeda ‘Goes’ to Jumapolo melakukan senam bersama usai bersepeda dari Alun-Alun kidul Surakarta

 

KARANGANYAR – Ratusan warga dari berbagai daerah di Soloraya mengikuti sepeda santai bertajuk Sepeda Solo Raya Goes to Jumapolo. Mereka start Alun-alun kidul Surakarta-alun-alun Sukoharjo dan berakhir di Lapangan Jumapolo. Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto menyambut rombongan pencinta goes se Solo Raya tersebut.

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto menyambut baik dan mengapreasiasi acara tersebut. Sebab Karanganyar dijadikan tempat finis untuk goes se Solo Raya. Pihaknya berharap kegiatan ini menjadikan ‘pesaduluran’ diantara sesama menghobi sepeda. Terlebih lagi, menjadi ajang silaturahmi agar tetap kompak, solid dan jaya. “Tidak hanya mendapatkan sehat saja dalam goes Se Solo Raya ini, akan tetapi juga mendapatkan saudara,” imbuhnya.

Di Jumapolo rombongan diberikan hiburan dangdut. Sebelumnya, warga juga melakukan senam bersama di lapangan Jumapolo. Senam tersebut dalam rangka menyehatkan tubuh dan menyegarkan semangat. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2019-10-16 at 15.24.29

Perlu Dikaji Secara Komprehensif Untuk Ide Provinsi Solo Raya

 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan paparan ide Provinsi Solo Raya di Solopos FM

KARANGANYAR – 18 Oktober 2019

Ide Provinsi Soloraya perlu melihat hasil kajian secara komprehensif melibatkan semua pihak. Hal itu disampaikan Karanganyar, Juliyatmono seiring usulan yang digulirkannya pekan lalu, menuai respon dari beberapa Kepala Daerah di Soloraya.

“Perlu kajian komprehensif, jangan buru-buru. Saya melihat respon makin hari, makin baik dari berbagai pihak,” ujarnya saat menjadi tamu di Solopos FM, Rabu lalu (16/10).

Gagasan ini perlu diseriusi dan perlu dikaji secara komprehensif baik dari akademik, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan luas wilayah kepadatan penduduk. Ia menyampaikan, beberapa kepala daerah di Soloraya, merespon dengan sangat baik. Memang jantungnya Jawa Tengah ada di sini Soloraya.

Menurutnya, dengan adanya gagasan pemekaran wilayah pembentukan Provinsi Soloraya tidak ada yang dirugikan, mengingat tujuan pemerintah ialah kesejahteraan masyarakat. Gagasan tersebut tidak ada dirugikan namun semua diuntungkan. Lanjut Juliyatmono, oleh karena itu perlunya menyiapkan bonus demografi bagi anak-anak muda yang potensial. “Mereka harus diberi harapan, harapannya tentu dengan mempercepat akses apapun, baik perizinan atau luas wilayah yang tidak terlalu jauh,” imbuhnya.

Ia menyampaikan ucapan terimaksih atas respon maupun dukungan perihal usulan Provinsi Solo Raya yang diutarakan oleh berbagai pihak. Apabila pemerintah pusat dan DPR menyetujui usulan tersebut, tentu akan ada anggaran yang disiapkan. “Pemikiran tidak setuju, belum waktunya, gagasan itu pemborosan. Kan itu perlu ada kajian,” pungkasnya. (hr/adt)

Read More
solorayaa

Melejitkan Potensi Pariwisata, Duta Wisata Gelar Pesona Solo Raya

Sekda Karanganyar, Sutarno memberikan sambutan dalam pesona Solo Raya untuk melejitkan potensi pariwisata di Subosukowonosraten

KARANGANYAR – 3 Februari 2019

Untuk memaksimalkan potensi pariwisata di Solo Raya, Forum Duta Wisata se Subosukowonosraten menggelar Pesona Solo Raya di Palur Plaza, Minggu (03/02). Selain sebagai ajang promosi  wisata, para duta dari berbagai daerah itu juga ingin menggairahkan UMKM unggulan di daerah masing-masing.

“Saya sangat bangga dengan ajang Pesona Solo Raya yang diprakarsai oleh Forum Duta Wisata. Ini bisa menjadi ajang tukar informasi mengenai pariwisata dan melejitkan potensi wisata masing-masing daerah untuk dipromosikan,” papar Pj Sekda Karanganyar, Drs Sutarno M.Si.

Dalam pesona Solo Raya itu juga digelar berbagai  hiburan. Yakni bernyanyi, game dan peragaan busana khas daerah masing-masing. Pihaknya meminta acara seperti ini terus digelorakan karena masing-masing daerah memberikan keunggulan masing-masing potensi wisata dan budaya. Keunggulan suatu daerah selanjutnya diinformasikan kepada daerah lain. Bukan hanya daerah tapi juga sampai ke luar negeri.  “Saya berharap para pemuda yang peduli wisata ini bisa menjadi contoh pemuda yang lainnya untuk peduli kepada daerahnya,” imbuhnya

Sementara ketua Panitia, Tegar Tuanggana mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Karanganyar. Sebab pemerintah telah mendukung dengan baik acara tersebut. Termasuk Palur Plaza yang juga mendukung kegiatan pesona Solo Raya. “Kami ingin memperkenalkan pariwisata dan UMKM di daerah masing-masing. UMKM juga bisa berkembang dengan baik,” pangkas Tegar. (Hr/Ard)

Read More
DSC_2836

Pertemuan Forum Solo Raya di Museum Minyak Atsiri Tawangmangu

Read More
DSC_2842

Forum Wisata Solo Raya : Dinas Harus Saling Sengkuyung Bersama

Kominfo

Kepala Disparpora Karanganyar Drs. Titis Sri Jawoto saat memaparkan wista di Kabupaten Karanganyar dalam acara Pertemuan Forum Solo Raya di Museum Minyak Atsiri Tawangmangu, Kamis(11/10).

Karanganyar  – 11 Oktober 2018

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga se-Karesidenan Surakarta hadiri pertemuan rutin Forum Solo Raya yang kali ini Disparpora Karanganyar bertindak sebagai tuan rumah dan acara diselenggarakan di salah satu obyek wisata Museum minyak Atsiri di Tawangmangu, Kamis(11/10).

“ Dunia pariwisata tidak ada batas “, Banyak wisatawan masuk ke Solo tapi pilihan obyek wisata alamnya ke Karanganyar, ke Wonogiri. Ada juga yang niat wisatanya ke kabupaten lain tapi untuk urusan belanja mereka mampirnya ke Pasar Klewer. Jelas Titis Sri Jawoto Kepala Disparpora Karanganyar yang dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar.

Kerjasama Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah raga se Karesidenan Surakarta ini melakukan banyak promosi ke daerah-daerah di luar Solo untuk mempromosikan wisata yang ada di Solo Raya. Bahkan bukan hanya mempromosikan wisata saja, ada kuliner, perhotelan bahkan biro-biro dan pengusaha yang ada di Solo Raya juga kita ikut sertakan agar bisa mempromosikan usahannya untuk mengundang banyak wisatawan masuk dan berkunjung ke Solo Raya.

Pertemuan Forum Solo Raya ini rutin diselenggarakan setiap dua bulan sekali, fungsinya selain silaturahmi ya untuk ikut andil mensukseskan gelaran acara di Kabupaten-Kabupaten lain. “ Biasanya ada waktu yang diberikan untuk masing-masing Dinas menyampaikan detai obyek wisata agenda besar di Kabupatennya, nanti kita bantu nyengkuyung bersama untuk mensukseskan “, jelas Titis.

Disparpora Solo Raya ini harus saling mendukung, sistem manajemen pengelolaan wisata menjadi topik bahasan yang paling menarik dalam setiap pertemuan. Pertemuan ini juga mendeklarasikan paguyuban Duta Wisata se Solo Raya.

Demikian Diskominfo (Ina/Ard).

Read More
DSC_0024

Upaya Meningkatkan Kemajuan Pendidikan, Dewan Pendidikan Gelar Rakor se Solo Raya

Kominfo

Siti Maesaroh selaku Asisten Pemerintahan II Dalam Memberikan Sambutan dan Pengarahan Rakor Dewan Pendidikan di Ruang Anthurium Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Karanganyar, 20 September 2018

Dewan Pendidikan se Solo Raya menggelar Rapat Koordinasi di Ruang Anthurium, Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (20/9).

Rapat Koordinasi dihadiri oleh Siti Maesaroh selaku Asisten II yang mewakili Bupati Karanganyar, Koordinator Dewan Pendidikan (DP) Arif Suryono beserta Anggota Dewan Pendidikan se Solo Raya.

Dewan Pendidikan merupakan mitra dari Pemerintah Kabupaten dalam memajukan Pendidikan karena Pendidikan adalah urusan wajib yang kita utamakan. Saat ini Kabupaten Karanganyar telah memperjuangkan untuk memberikan  gaji yang sesuai dengan UMR pada guru-guru K2.

Dalam sambutannya, Siti Maesaroh  menyampaikan pesan dari  Bupati Juliyatmono “ Untuk perubahan ini APBD perubahan, Bupati telah menyuruh tim anggaran untuk menghitung berapa jumlah guru K2 gaji yang belum sesuai akan disesuaikan agar mensejahterakan guru-guru K2.”tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar Bersinergi untuk meningkatkan minat belajar dan Kemajuan Pendidikan, Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan beasiswa kepada siswa  SMA/SMK yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri, ada 10 Perguruan Tinggi Negeri dengan kriteria tertentu. Dengan diterima di Perguruan Tinggi Negeri tersebut yang memberikan beasiswa sebanyak Rp 2.500.000 ( dua juta lima ratus ribu rupiah) per siswa, dengan cara menunjukkan bukti bahwa diterima di Perguruan Tinggi Negeri tersebut. Ini adalah salah satu  upaya dari Bupati Karanganyar. untuk menumbuhkan minat belajar untuk meningkatkan Pendidikan di Karanganyar. Selain itu, juga memberikan beasiswa kepada siswa yang dikirim untuk kursus mengikuti kegiatan seminar di Luar Negeri untuk mendukung kemajuan Pendidikan di Karanganyar.

Demikian Diskominfo (an/ind/vnd)

Read More