IMG-20190219-WA0046

Tim Common Sense Parasamya Purnakarya Nugraha Kunjungi SMP Negeri 1 Karanganyar

Karanganyar – 19 Februari 2019

 

SMP Negeri 1 Karanganyar merupakan salah satu target kunjungan dari Tim Parasamya Common Sense Parasamya Purnakarya Nugraha. Selasa pagi (19/2) ini Tim Penilaian Parasamya mengunjungi SMP Negeri 1 Karanganyar untuk meninjau langsung dan menilai keadaan sekolah. Tim Common Sense datang bersama Bupati Juliyatmono. Setiba di SMP Negeri 1 Karanganyar, rombongan disambut langsung oleh guru – guru dan murid – murid dari SMP Negeri 1 Karanganyar.

Dalam acara tersebut, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Karanganyar, Drs. Drajat Sri Widodo., M. M memberikan sambutan dan memberikan pemaparan singkat tentang profil sekolah. Beliau menjelaskan bahwa SMPN 1 Karanganyar merupakan sekolah rujukan, sekolah yang sehat, dan sekolah Adiwiyata Nasional Mandiri. Pembiayaan kegiatan – kegiatan yang berada di sekolah adalah pembiayaaan gratis. Walau pun menjadi sekolah gratis namun tidak menyurutkan siswa – siswi untuk terus berprestasi.

SMPN 1 Karanganyar merupakan sekolah unggulan dan menghasilkan siswa – siswi yang berprestasi. Terbukti dari hasil UNBK tahun 2018, SMPN 1 Karanganyar mendapatk peringkat 5 rata – rata nilai tertinggi tingkat Provinsi Jawa Tengah. Mereka juga memiliki siswa – siswi yang berprestasi dalam bidang akademik maupun non – akademik. Beberapa dari mereka berhasil mendapat juara di tingkat provinsi mau pun nasional, bahkan akan nada yang mewakili SMPN 1 Karanganyar dalam kompetisi tingkat internasional. Program – program yang dibuat oleh sekolah pun juga sangat menarik seperti melakukan kegiatan hafalan Al – Qur’an setiap hari Kamis.

“Walau pun sekolah kami bukan sekolah keagamaan, tetapi setiap hari Kamis kami selalu melakukan kegiatan hafalan Al – Qur’an”, ujar dari Kepala SMPN 1 Karanganyar.

Dalam kunjungan tersebut, Tim Common Sense juga melakukan sesi tanya jawab dengan guru – guru dan siswa – siswi berprestasi. Mereka menanyakan pencapaian atau prestasi apa saja yang telah berhasil diraih oleh siswa – siswi tersebut. Ketua Tim Common Sense juga berpesan agar siswa – siswi jangan takut untuk berinovasi dan berkreasi.

 

Diskominfo (in/an/sr)

Read More
DSC_4937

Wisnu, Juara Pertama Kategori SMP Putra Pada Lomba Lari 10 K di HTU DPRD Karanganyar Ke-68

Read More
IMG20190131102542

Seminar dan Kegiatan Sosial MGMP IPS SMP Se-Kabupaten Karanganyar

Seminar Penggunaan Android untuk Menangkal Hoax

Karanganyar – 4 Februari 2019

Tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS SMP se-Kabupaten Karanganyar baru saja menggelar acara seminar dan kegiatan sosial, Senin (31/1). Kegiatan tersebut diberi nama Seminar Penggunaan Android Untuk Menangkal Hoax dan Donor Darah. Seperti judul kegiatannya, acara ini terlebih dahulu melaksanakan kegiatan donor darah sebelum seminar berlangsung. Acara tersebut adalah penutupan rangkaian acara dari MGMP IPS SMP.

Pertama, acara dibuka oleh Ketua Penyelenggara, Slamet Kusmanto. Dalam sambutannya, beliau berharap dengan diselenggarakannya acara tersebut guru – guru IPS SMP se-Kabupaten Karanganyar dapat mengantisipasi berita hoax. Kegiatan ini berada dalam agenda MGMP IPS SMP Kabupaten Karanganyar. Kegiatan dimulai pada tanggal 24 September 2018 dan ditutup pada tanggal 31 Januari 2019. Total ada 10 kali pertemuan kegiatan MGMP untuk membahas masalah – masalah instrumen pendidikan di Kabupaten Karanganyar. Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada peserta karena sudah mengikuti rangkaian kegiatan dan berpesan agar para guru mempersiapkan anak didiknya untuk menghadapi UASBN.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pengawas Sekolah SMP Kabupaten Karanganyar. Beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada MGMP IPS SMP atas terlaksananya acara seminar dan kegiatan sosial tersebut. Menurutnya kegiatan ini merupakan kegiatan yang efektif untuk mengisi pertemuan dan memberikan manfaat. Beliau juga akan terus memberikan dukungan untuk acara – acara yang diselenggarakan oleh MGMP.

Selanjutnya, acara ditutup dengan Seminar Penggunaan Android Untuk Menangkal Hoax. Pembicara seminar kali ini dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karanganyar, yaitu Ibu Sopiyatun S. Sos, M. I.Kom. Seminar berlangsung kurang lebih selama satu jam dan diisi dengan banyak sekali pengetahuan untuk menangkal berita – beita hoax yang selalu beredar di kalangan masyarakat. Seminar ini juga diisi dengan tanya jawab, sehingga para peserta dapat menjawab rasa penasarannya yang berkaitan dengan berita hoax atau berita palsu. Ibu Sopiyatun S. Sos, M. I.Kom menghimbau kepada para peserta yang hadir untuk lebih cerdas dalam membaca berita. Beliau juga memberikan tips dan trik untuk melihat kebenaran dari berita yang dibaca.

 

Diskominfo (and/sr/sp)

Read More
DSC_6599

SIDAK PERSIAPAN UJIAN NASIONAL SMP/MTS

Diskominfo

Sekda Karanganyar di dampingi Asisten 1 Pemerintahan dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melakukan sidak persiapan Ujian Naisonal tingkat SMP/MTS di SMPN 2 Karanganyar dan SMPN 5 Karanganyar, Senin (23/04)

Karanganyar, 23 April 2018

SMP Negeri 2 Karanganyar menjadi Sekolah pertama yang mendapat kunjungan sidak persiapan pelaksanaan Ujian Nasional (USBN) untuk SMP/MTS di Kabupaten Karanganyar. Selanjutnya adalah SMP Negeri 5 Karanganyar yang melaksanakan Ujian Nasional bertempat di SMA N 1 Karanganyar karena belum memiliki ruang Lab Komputer menjadi sasaran sidak kesiapan ujian nasional kali ini.

Sekda Karanganyar, Samsi di dampingi Asisten 1 Pemerintahan Bachtiar Syarif, dan juga Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan , Tarsa yang ikut terjun langsung meninjau sekolah-sekolah tersebut diatas guna melihat kesiapan pelaksanaan Ujian Nasional.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Tarsa menyampaikan bahwa masih banyak SMP/MTS di Kabupaten Karanganyar yang belum memiliki ruang Lab.Komputer untuk pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional ini. Dan beliau sudah mengajukan anggaran 23 Miliar untuk memenuhi pengadaan peralatan Ujian di sekolah-sekolah yang belum memiliki ruang Lab.Komputer agar pada tahun-tahun berikutnya masing-masing sekolah sudah bisa melaksanakan ujian dengan mandiri tanpa harus nebeng di sekolah lain.

Kepala Disdikbud, Tarsa juga  menerangkan bahwa UNBK itu ujian nasional berbasis komputer, untuk sekolah pelaksana UNBK sebanyak 78 sekolah untuk SMP/MTS yang terdiri dari 53 SMP dan 25 MTS dengan peserta sebanyak 7.873 siswa SMP dan 2063 untuk MTS total 9.936 siswa, sekolah yang mandiri ada 24 sekolah, kemudian sekolah yang melaksanakan ujiannya menumpang di SMA/SMK sebanyak 54 sekolah, setiap ruang yang akan di gunakan ujian (laborat komputer) diawasi oleh pengawas ruang, proktor, dan teknisi.

Sedangkan sekolah yang belum bisa menggelar UNBK masih menggelar UNKP Ujian nasional berbasis kertas dan pensil, jumlah sekolah yang ujiannya UNKP ada 25 SMP, jumlah peserta UNKP ada 2.830 siswa, ruang ujianya diawasi dengan pengawas silang seperti biasanya.

Sekda Kabupaten Karanganyar, Samsi menyampaikan bahwa beliau meliat semua komponen untuki persiapan pelaksanaan Ujian Nasional (USBN) untuk tingkat SMP/MTS ini semuanya sudah siap, adapun tadi terjadi sedikit gangguan teknis karena blank server dari pusat itupun sudah bisa teratasi, dan beliau juga berharap semoga pengajuan dana dari Disdikbud sebesar 23 Miliar bisa segera terealisasi untuk pemenuhan ruang Lab.Komputer di sejumlah sekolah yang belum bisa menyelenggarakan ujian secara mandiri. Agar nantinya semua sekolah di Kabupaten Karanganyar bisa menyelenggarakan ujian secara mandiri di masing-masing sekolah.

Sekian Diskominfo (Ardi)

Read More
DSC_8710

Do’a Bersama Menjelang Ujian Nasional SMP dan SD Tahun 2018

Read More
DSC_8692

DINAS PENDIDIKAN GELAR DO’A BERSAMA MENJELANG UJIAN NASIONAL DAN USBN TINGKAT SMP DAN SD

Diskominfo

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Raharjo. SH.Msi di dampingi Oleh Sekda Karanganyar, Asisten dan beberapa Kepala OPD hadiri Do’a Bersama menjelang Ujian Nasional SMP dan SD Tahun 2018 di Aula Ki Hajar Dewantoro Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Rabu (19/04)

Karanganyar, 19 April 2018

Bertempat di Aula Ki Hajar Dewantoro Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar, Kepala Disdikbud Karanganyar mengadakan Do’a Bersama menjelang Ujian Nasional SMP/MTS dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk SD/MI Kabupaten Karanganyar Tahun 2018. Diawali dengan melangsungkan sholat isya’ berjama’ah dan dilanjutkan dengan melaksanakan Sholat Hajat berjama’ah, acara berlangsung dengan sangat khitmat yang di pimpin oleh Kepala kemenag.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Tarsa menyampaikan pada pidato sambutanya bahwa Ujian Nasional untuk jenjang SMP/MTS akan di laksanakan pada tqanggal 23-26 April 2018 dan Ujian Nasional untuk jenjang SD/MI akan mulai di laksanakan pada tanggal 03 Mei 2018.  Dalam pidato sambutanya Kepala Disdikbud Karanganyar, Tarsa melaporkan tujuan diselenggarakanya do’a bersama ini merupakan agenda rutin tiap tahun yang di selenggarakan oleh Disdikbud, dengan harapan untuk pelaksanaan ujian bisa berjalan dengan tertib dan menghasilkan hasil ujian yang memuaskan.

Kepala Disdikbud, Tarsa juga  menerangkan bahwa UNBK itu ujian nasional berbasis komputer, untuk sekolah pelaksana UNBK sebanyak 78 sekolah untuk SMP/MTS yang terdiri dari 53 SMP dan 25 MTS dengan peserta sebanyak 7.873 siswa SMP dan 2063 untuk MTS total 9.936 siswa, sekolah yang mandiri ada 24 sekolah, kemudian sekolah yang melaksanakan ujiannya menumpang di SMA/SMK sebanyak 54 sekolah, setiap ruang yang akan di gunakan ujian (laborat komputer) diawasi oleh pengawas ruang, proktor, dan teknisi.

Sedangkan sekolah yang belumbisa menggelar UNBK masih menggelar UNKP Ujian nasional berbasis kertas dan pensil, jumlah sekolah yang ujiannya UNKP ada 25 SMP, jumlah peserta UNKP ada 2.830 siswa, ruang ujianya diawasi dengan pengawas silang seperti biasanya.

Hadir dalam acara Do’a bersama ini hadir pula Pjs Bupati Karanganyar Prijo Anggoro Budi Raharjo.SH.Msi yang di dampingi oleh Sekda Karanganyar, Asisten dan beberapa Kepala OPD di Pemerintahan Kabupaten Karanganyar. Dalam pidato sambutanya beliau Pjs Bupati Karanganyar menyampaikan banyak ucapan terima kasih dengan adanya acara Do’a bersama seperti ini, karena walau kadang orang memandang acara Do’a bersama menjelang pelaksanaan USBN ini adalah acara formalitas atau acara sederhana, tapi beliau menjelaskan bahwa dampak yang akan terjadi dari acara Do’a bersama ini nantinya akan sangat luar biasa. Salah satunya yaitu dapat terciptanya suasana ujian yang kondusif, nyaman, tenang, sehingga para siswa yang melaksakan ujian bisa berkonsentrasi penuh untuk hasil yang memuaskan, dan para guru yang menjadi pengawas pun juga akan lebih bergairah untuk bertugas, jelas beliau di sambut dengan tawa ringan dari para peserta Do’a bersama.

Beliau Pjs Bupati Karanganyar berharap semoga pelaksanaan ujian untuk SMP/MTS dan SD/MI untuk tahun ini, hasilnya bisa jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Agar bisa mendongkrak prestasi Kabupaten Karanganyar dari sektor Pendidikan, jelas beliau di akhir pidato sambutanya.

Demikian Diskominfo (Ardi/Kris)

Read More
DSC_6490

Ratusan Pendidik Diseleksi Jadi Guru Prestasi

Sejumlah guru mengikuti tes tulis seleksi untuk guru berprestasi

KARANGANYAR, 19 April 2018

            Ratusan pendidik mulai dari Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas (TK/SD/SMP) mengikuti seleksi kependidikan berprestasi. Ajang bergensi bagi insan pendidik tersebut memang memilih guru terbaik diantara guru yang tersebar di 17 Kecamatan yang paling berprestasi.

“Peserta seleksi kali ini sebanyak 115  peserta berasal dari jenjang guru, kepala sekolah, dan pengawas TK, SD, SMP. Mereka akan diteliti secara administrasi dan hasil ujian untuk menjadi guru  berprestasi,” papar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Tarsa usai memberikan pengarahan kepada guru, pengawas dan kepala sekolah di SMA SMA N 1 Karanganyar, Kamis (19/04).

Tarsa menambahkan bagi guru dengan mendapatkan berprestasi akan mendapatkan penghargaan atau reward. Selanjutnya, mewakili Kabupaten Karanganyar mengikuti seleksi ke tingkat provinsi. Dalam seleksi tersebut diukur empat kompetensi. Yakni professional dalam bekerja, pendadogik, kepribadian dan sosial serta ditambah 8 standar nasional pendidikan. “Sedangkan test meliputi test tertulis, wawancara dokumen portofolio, wawancara paparan best practice penghargaan yang pernah didapat di sekolah,’ imbuhnya

Sementara itu, Kabid Ketenagaan dan Kesiswaan Disdikbud Karanganyar, Nurini Retno Hartanti mengatakan jika guru tersebut memiliki segudang prestasi maka dipasrtikan menjadi juara. Misalnya guru mengikuti penelitian, mengikuti diklat, memiliki kompetensi. Pendek kata,  semakin banyak practice itu menjadi bahan pertimbangan dam menambah poin nilai. Apalagi, jika guru tersebut berkecimpung di sosial masyarakat juga menambah nilai. Seseorang dinilai  secara makro tidak hanya akademis akan tetapi non akademis juga yang bisa menjadi tauladan,” tambahnya. (Yg/Karin/Imas/Hr)

Read More
DSC_9233

TURNAMEN BOLA VOLLEY ANTAR SMP/MTS SE-KAB.KARANGANYAR

Read More
DSC_9191

TURNAMEN BOLA VOLLEY ANTAR SMP/MTS Se-Kab.KARANGANYAR

KOMINFO

Bupati Karanganyar, juliyatmono secara simbolis memberikan Bantuan Dana dan Piala Bupati dalam acara pembukaan Turnamen Bola Volley antar SMP/MTS di Halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Karanganyar Selasa, (13/02)

 

 

 

 

 

Karanganyar, 13 Februari 2018

Bertempat di halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Karanganyar Selasa, (13/02). Diselenggarakan Turnamen Bola Volley Antar SMP/MTS se Kabupaten Karanganyar yang di ikuti oleh beberapa SMP dan MTS se Kabupaten Karanganyar baik untuk kategori putri maupun putra.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang juga sebagai alumnus dari MAN. Beliau menyampaikan terimakasih karena acara turnamen Bola Volley ini setiap tahunya berlangsung dengan baik. Beliau juga mengharapkan turnamen Bola Volley ini dapat terus diagendakan dan konsisten.

Harapanya dengan adanya turnamen Bola Volley ini bisa menjadikan generai pemuda sekerang bisa jauh lebih baik pribadinya dan bisa memberikan pesan “bagi siapapun yang ingin menang harus mau berlatih dengan giat, sehingga rasapercaya dirinya bisa tumbuh dengan baik”. Bupati Karanganyar, Juliyatmono juga menghimbau para pelajar untuk menghiasi hari-harinya dengan selalu berfikir secara positif. Karena di dalam akal yang sehat juga terdapat jiwa yang sehat, berikut pesan Bupati Karanganyar, juliyatmono di akhir pidato sambutanya.

Demikian Diskominfo (Hr/Ard)

Read More
web copy

Hari Pertama MPLS, Sekolah Isi Pendidikan Karakter

Hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di isi dengan pendidikan karakter.

Karanganyar, Senin (17/07/2017)

Hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di isi dengan pendidikan karakter.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar, Tarsa, mengatakan MPLS merupakan kegiatan untuk siswa baru supaya dapat beradaptasi dengan sekolah baru.

“Kami meminta agar sekolah memfasilitasi dengan baik, tidak ada kekerasan, tidak ada penekanan batin, dan anak dapat dibimbing sebaik-baiknya,” kata Tarsa, Senin (17/08) saat dijumpai di Kantor Bupati Karanganyar.

Selama tiga hari, Senin-Rabu (17-19/07), lanjut Tarsa, siswa baru diberikan materi tentang penguatan pendidikan karakter, nasionalisme, peningkatan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tata tertib sekolah, dan budaya sekolah.

“Instruktur guru sekolah, kakak kelas hanya mambawa alat, hanya sekedar membantu, semua kegiatan tanggung jawab guru,” kata Tarsa.

Untuk pengawasan selama MPLS tahun 2017 ini di Kabupaten Karanganyar, pihaknya membentuk tim yang terdiri dari Disdikbud, pengawas, pejabat struktural, Komite Sekolah,  dan UPT.

“Jika terjadi permasalahan bisa segera di selesaikan di tingkat sekolah, jika tidak bisa, di selesaikan secara hierarki. Harapannya tidak ada persoalan selama MPLS ini,” katanya.

Ditempat lain, saat dijumpai di sekolahnya, PLT Kepala SMP Negeri 2 Karanganyar, Sri Murni mengatakan, di sekolahnya diikuti sebanyak 251 siswa baru. Hari pertama ini penekanannya bagaimana penguatan pendidikan karakter di sekolah.

“Kami berikan pendidikan karakter dengan menanamkan lima nilai yakni, religius, nasionalis, mandiri, intergritas dan gotong royong. Termasuk juga penangulangan bahaya narkoba, kami berikan materi,” katanya.

Siswa baru juga di didik siapa nama gurunya, teman barunya, dan tata tertib sekolah. Dari pengamatan, setiap peserta MPLS dikalungkan nama panggilan berukuran besar, dengan maksud teman baru mudah memanggil dan mengenalnya.

Sedangkan untuk siswi, juga mengikat rambut dengan pita merah putih. Saat dikumpulkan di aula sekolah tersebut, semua peserta diberikan materi oleh guru dan terlihat senang mengikutinya. (pd)

 

Read More