UJIAN NASIONAL: Pembagian Soal UN Lewat Denah

Pembagian soal Ujian Nasional (UN) SMA sederajat akan menggunakan denah yang terdapat di amplop soal. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kecurangan yang dilakukan para peserta UN.

Sekretaris Disdikpora Karanganyar Nur Halimah mengatakan pengawasan pelaksanaan UN tahun 2012 diperketat untuk menjamin hasil UN murni dan transparan.

Nur mengungkapkan dahulu, pembagian soal diatur oleh panitia UN dari Disdikpora Karanganyar secara acak. Sekarang pembagiannya diatur oleh Disdik Provinsi Jateng lewat denah yang menjadi satu dengan naskah soal.

Selain itu, pihaknya akan menempatkan beberapa kamera Closed Circuit Television (CCTV) di ruangan penyimpan naskah soal. Aparat kepolisian dan pengawas satuan pendidikan akan mengawasi ruangan itu selama 24 jam.

“Kamera CCTV dipasang di dalam ruangan penyimpan naskah soal sehingga bisa dipantau dari jarak jauh. Namun tetap ada polisi yang berjaga,” tandasnya saat ditemui di kantornya, Senin (2/4).

Sementara peserta UN SMA sederajat di Karanganyar sebanyak 7.129 siswa. Rinciannya, peserta SMA /MA sebanyak 3.279 siswa sementara siswa SMK sebanyak 3.850 siswa. Mereka akan mengikuti UN pada tanggal 16-19 April 2012.

Targetnya, lanjut Nur, tingkat kelulusan UN SMA sederajat 100 persen. Pasalnya, tingkat kelulusan UN pada tahun sebelumnya sebesar 99 persen. “Target kelulusan tetap 100 persen karena setiap sekolah telah memberikan materi dan pengayakan soal secara rutin menghadapi UN,” imbuhnya.

Read More

Dikpora Karanganyar Mengadakan Lomba PBB Tingkat SMA / SMK / MA se Kab. Karanganyar

Alun - Alun Kabupaten Karanganyar

Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) dibuka langsung oleh Bupati Karanganyar Dr. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, M.Hum dalam upacara pembukaan bertempat di Alun-Alun Kab. Karanganyar Selasa pagi (13/03/2012). Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Karanganyar H. Sumanto, SH dan perwakilan dari Kodim 0727 Karanganyar, Polres Karanganyar serta SKPD terkait.

Bupati Karanganyar dalam sambutannya menyambut baik acara tersebut. “Ikutilah lomba dengan antusias. Lakukan jalani kegiatan dengan rasa senang dan kurangi beban akibat rasa ingin menang”, ujar Rina Iriani SR. Dengan mengikuti lomba PBB, peserta diharapkan agar menjadi pribadi yang bertanggung jawab, mandiri, sukses dan disiplin. Selain itu juga peserta memiliki kepedulian terhadap sesame, orang tua dan para pendahulu agar supaya tumbuh rasa cinta terhadap tanah air. Selain itu, Bupati Karanganyar juga berpesan agar sportivitas dijunjung tinggi, jaga gerakan dan kekompakan serta solidaritas. “Menang kalah tidak soal, yang penting tunjukkan perjuangan kalian terhadap sekolah yang kalian bawa dalam lomba PBB ini”, Pesan Rina Iriani SR.

Sementara itu, Nurhalimah Sekretaris Dikpora dalam laporan panitia mengatakan bahwa lomba yang berlangsung selama dua hari (13 s/d 14 Maret 2012) diikuti oleh kurang lebih 25 sekolah dari 40 sekolah SMA / SMK / MA seKab. Karanganyar.

Ditengah upacara pembukaan, secara simbolis Bupati Karanganyar menyematkan tanda peserta kepada perwakilan peserta sebagai tanda telah dimulainya Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) Kab. Karanganyar Tahun 2012

DemikianDishubkominfoKab.Karanganyar (Sy/Ad)

Read More

Karanganyar Luncurkan Sepeda Motor Buatan SMK

Tidak mau kalah dengan kota lainnya, setelah mencoba berinovasi dengan sepeda elektrik, kini Karanganyar mencoba mengeluarkan salah satu andalan mereka yakni memproduksi motor nasional yang dibuat oleh para siswa di SMK N 2 Karanganyar.

Guna mendorong langkah SMK, Pemkab mulai melirik sepeda motor tersebut dengan berencana memborong sejumlah sepeda motor roda dua dan roda tiga buatan SMKN 2 untuk digunakan sebagai kendaraan dinas. Sejumlah sepeda motor karya siswa SMKN 2 Karanganyar itu, kemarin langsung dicoba oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani di halaman Sekretariat Daerah (Setda) setempat, Rabu (18/1) pagi.

Motor hasil rakitan siswa SMK program jurusan ototronik tersebut adalah dua sepeda motor jenis bebek dengan kapasitas mesin 100 cc dan sebuah sepeda motor dump atau sampah yang beroda tiga. Kepala Sekolah SMKN 2 Karanganyar, Wahyu Widodo mengatakan sepeda tersebut murni rakitan siswa – siswa dengan menggandeng beberapa produsen motor Kanzen dan Juve. “Semua bahan 90 persen lokal, tapi kalau mesin memang mereka yang memasoknya,” ujarnya di sela-sela pengujian motor di Halaman Setda Karanganyar, Rabu (18/1).

Dari beberapa motor yang ditampilkan, varian terbaru yang dibuat pada siswanya yakni Motor Dump atau motor yang dilengkapi dengan bak sampah di bagian belakang untuk Armada Sampah di Karanganyar yang lebih fleksibel dan bisa masuk ke gang-gang. “Kalau mobil jelas tidak bisa masuk hingga gang, dengan motor ini diharapkan sampah dapat terangkut dengan maksimal,” tekan dia.

Jika sudah disempurnakan, sambungnya motor-motor rakitan anak didiknya tersebut akan dibanderol lebih murah daripada motor Jepang yang berada di pasaran yakni untuk Motor Dump seharga Rp 20 juta dan motor bebeknya dihargai Rp 6, 5 juta.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rina Iriani merencanakan untuk memakai motor rakitan siswa SMKN 2 Karanganyar sebagai kendaraan dinas di lingkungan Pemkab.

“Yang pasti pertama kali kita rencanakan akan membeli lima unit dulu, kemungkinannya nanti kita dorong untuk dipakai sebagai motor kepala desa,” ucapnya setelah mencoba motor tersebut. Selain membeli lima unit motor bebek, dia juga akan membeli sejumlah unit Motor Dump untuk keperluan Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

Tetapi menurut Rina motor tersebut masih terdapat beberapa kelemahan yakni selain berat, mesin yang kurang begitu halus, setirnya juga getar saat digunakan. “Tapi daripada pakai motor Jepang, saya mending pakai motor ini,”

Sumber : http://harianjoglosemar.com/berita/karanganyar-luncurkan-sepeda-motor-buatan-smk-65475.html

Read More

SMKN 2 Karanganyar Telah Produksi Sepeda Elektrik

Setelah mobil rakitan siswa SMK Solo dan Kiat Motor mencuat lewat karyanya dengan Mobil Esemka, kini siswa SMKN 2 Karanganyar unjuk gigi. Mereka berkreasi dengan merakit dan membuat sepeda elektrik yang bisa melaju hingga 25 km/jam dalam waktu tiga bulan.
Penggagas sepeda elektrik, Candra Nur Atanta (17) mengatakan mendapatkan ide tersebut karena berkeinginan untuk dapat membuat moda transportasi yang murah dan ramah lingkungan. Akhirnya terbesit dalam benaknya untuk membuat sepeda elektrik bersama sejumlah rekan lainnya. Awalnya siswa yang masih duduk di kelas 11 ini, membuat sepeda elektrik itu sebagai tugas praktik dalam sebuah mata pelajaran saja. Namun setelah dipikir-pikir rasanya sayang jika tidak diteruskan dan tidak dikembangkan. “Dengan siswa lainnya akhirnya mulai disempurnakan agar bisa digunakan sebagai sebuah sepeda elektrik yang ramah lingkungan,” ujar siswa Program Keahlian Otoelektronik SMKN 2 Karanganyar ini saat ditemui  di sekolahannya, Jumat (13/1).
Menurutnya sepeda elektriknya itu selain hemat bahan bakar karena tidak menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) juga dapat mengangkat beban berat  hingga 80 kilogram dan jarak tempuh maksimal mencapai 25 kilometer.
“Sebagai pengganti bensin kita hanya menggunakan tiga buah accu yang berdaya 36 volt. Jadi praktis bisa isi ulang,” tandas dia.
Dirinya pun tidak menampik, sepeda elektriknya itu masih mempunyai kelemahan seperti tidak bisa digunakan pada kondisi jalan yang menanjak. Namun untuk jalan datar sejauh ini dari percobaannya dibantu rekan-rekannya tidak ada masalah. “Memang masih banyak kelemahannya. Kami akan terus memperbaiki dan menyempurnakan sepeda ini, baik lebih menyempurnakan baik dari segi desain dan kualitasnya,” imbuh dia.
Guru Pembimbingnya, Harnanto Pubrinantoro menambahkan pihaknya optimis jika sudah menjalin kerja sama dengan pihak terkait, produk buatan anak didiknya itu dapat lebih disempurnakan dan akan diminati di pasaran.“Terlebih sepeda elektrik itu akan cocok digunakan saat pelaksanaan Car Free Day yang marak belakangan ini sebagai sebuah kendaraan yang ramah lingkungan,” ujar dia.

Read More

Karanganyar Siap Beri Lahan untuk Produksi Esemka

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Karanganyar, menyatakan siap mendukung terwujudnya program mobil nasional (mobnas) yang sedang dirakit oleh para pelajar SMK di Solo.
“Di Karanganyar ada enam SMK yang memiliki jurusan mesin dan telah siap untuk mendukung program mobnas,” kata Bupati Karanganyar Rina Iriani didampingi oleh enam Kepala SMK Karanganyar yang diterima oleh Walikota Surakarta Joko Widodo (Jokowi), ketika meninjau perakitan mobil Kiat Esemka di Solo Techno Park (STP), Senin.
Ia mengatakan, SMK Karanganyar telah ditawari untuk menangani proses perbaikan bodi mobil. “Bagi saya tidak masalah, tetapi yang penting anak-anak bisa berpartisipasi dalam program mobnas,” katanya. Kepala SMK Negeri 2 Karanganyar Wahyu Widodo mengatakan, untuk program Mobnas ini yang mengerjakan di bagian perbaikan bodi, sampai sekarang belum ada. “Untuk itu kami siap dan tidak ada masalah,” katanya.
“Pekerjaan ini sebenarnya tidak sulit asalkan ada alatnya dan guru pembimbingnya. Sementara ini, kami masih kesulitan mengenai guru pembimbing dan peralatan, tentang pelajar yang akan mengerjakan telah siap,” kata Wahyu. Wahyu mengatakan, pihaknya akan secepatnya membuat program dan perencanaan untuk diajukan kepada Bupati Karanganyar Rina Iriani.
“Kami akan secepatnya membuat perencanaan dan program untuk diajukan kepada Bupati, karena ini menyangkut biaya agar secepatnya bisa direalisasikan,” katanya.
Rina Iriani dalam kunjungannya ke STP juga telah menawarkan lahan untuk pembuatan pabrik perakitan mobil tersebut apabila memerlukan lahan yang luas. “Kami juga siap mendukung untuk mencarikan lahan apabila di Solo sudah kesulitan lahan untuk membuat pabrik perakitan Mobnas itu,” katanya.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com/berita/karanganyar-siap-beri-lahan-untuk-produksi-esemka-64706.html

Read More

Karanganyar masih kekurangan pegawai

Kendati jumlah pegawai di Karanganyar mencapai 12.000 orang, namun Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar mengklaim masih kekurangan sekitar 300 hingga 400 pegawai setiap tahunnya.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar, Suwarno mengatakan, dari sekitar 12. 000 orang tersebut, terbanyak diserap oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), yakni  sekitar 8. 000 orang.
“Kemarin baru kita hitung, jumlah pegawai mencapai 12.000 pegawai, sedangkan analisis jabatannya mungkin baru rampung Juni 2012,” ujarnya,  Sabtu (7/1).
Kekurangan jumlah pegawai di Karanganyar, menurutnya, didominasi oleh tenaga pengajar, terutama untuk guru SD, guru BP (Bimbingan dan Penyuluhan) untuk SMP dan SMK, serta guru Teknologi Informasi (TI) di SMK. Selain itu juga masih dibutuhkan tenaga kesehatan dan tenaga teknis.
Meski ada kebijakan moratorium CPNS hingga tahun 2012, Suwarno menegaskan, pihaknya tetap mengajukan kekurangan jumlah pegawai ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan kementerian terkait, seperti Depdagri.
“Boleh atau tidak, yang penting kita tetap ajukan ke pemerintah pusat. Itu semua urusan di atas,” ujarnya.
Ditanya jumlah riil formasi pegawai yang telah disodorkan ke pemerintah pusat, dia enggan merinci. Tetapi digambarkan, pada  akhir tahun 2011 lalu, dirinya sempat mengajukan tambahan jumlah pegawai baru sebanyak 425 formasi, meski tidak ada rekrutmen CPNS.
“Setiap tahun di Karanganyar ada 300 sampai 400 PNS yang pensiun. Sehingga mau tidak mau kita harus mengajukan pengganti,” jelas dia.
Suwarno menegaskan, usulan penambahan jumlah CPNS tersebut lebih terkait dengan kepentingan untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi BKD sebagai instansi yang berwenang mengelola pegawai di lingkup Karanganyar.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com/berita/surakarta/karanganyar.html

Read More

Libur Lebaran sekolah dimulai besok

Siswa SD, SMP, SMA/SMK di Kabupaten Karanganyar akan mulai libur pada Rabu (24/8/2011).Libur Lebaran 2011 itu berakhir pada Senin (5/9/2011) mendatang. Para siswa dan guru mulai aktif dalam kegiatan belajar mengajar pada Selasa (6/9/2011).

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar, Nur Halimah, mengatakan, libur selama 13 hari khusus Lebaran itu mengacu pada kalender pendidikan yang dibuat oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jateng.

“Kami tinggal menyesuaikan, karena aturan libur Lebaran itu yang bikin provinsi,” ungkap Nur Halimah, Senin (22/8/2011).

Sementara itu terkait dengan berbagai tugas para siswa saat liburan, lanjut Halimah, diserahkan ke sekolah masing-masing. Beberapa sekolah di Karanganyar, kata dia, saat Ramadan menggelar program tahunan seperti pesantren kilat. Sebisa mungkin, kegiatan tersebut sudah selesai sebelum masuk liburan.

Beberapa siswa di Karanganyar, lanjut Halimah, saat liburan ada juga yang tidak libur. Tapi beberapa siswa tersebut terlibat aktif dalam pengamanan Lebaran. “Mereka itu biasanya yang aktif dalam kegiatan Pramuka. Di saat yang lain libur, mereka membantu pengamanan di jalan. Tapi tidak semua siswa sekolah ikut kegiatan itu. Hanya para siswa yang kebetulan aktif di Pramuka maupun Palang Merah Remaja (PMR),” jelas Halimah.

Kebijakan pelibatan anak sekolah untuk aktif di kegiatan tersebut, sepenuhnya dari sekolah dan induk organisasi yang menaunginya. Sedangkan Disdikpora tidak terlibat secara langsung di dalam pengamanan mudik Lebaran.

Read More

SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar

SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar pada tahun 198

STM Muhammadiyah 2 Karanganyar didirikan pada tahun 1988 setelah STM Muhammadiyah 1 Karanganyar di Gondangrejo. Sekolah ini mulai menerima siswa baru Tahun Pelajaran 1988/1989 dengan surat ijin operasional dari Kanwil Depdikbud Propinsi Jawa Tengah Nomor : 852/I.03/I/1988 Tanggal 30 Mei 1988. Awal berdirinya menempati gedung milik YKPI ( Yayasan Kemasjidan dan Pendidikan Islam) Kabupaten Karanganyar yang berlokasi di Jalan Kapten Mulyadi 1 Karanganyar.

Majelis pendidikan dan kebudayaan kabupaten karanganyar memberi tugas kepada panitia untuk memikirkan keberadaan STM Muhammadiyah 2 Karanganyar, personalianya yakni Drs. Mulyono sebagai ketua, Drs. Sugiarso Hadi Saputro sebagai sekretaris dan MPK pada saat itu Drs. H. Mudzakir.

Setelah berjalan satu tahun pelajaran, sekolah ini mendapat piagam dari derektorat sekolah swasta, direkotorat pendidikan dasar dan menengah departemen pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia sebagai tanda sekolah berstatus “tercatat” dengan nomor data sekolah (D5) : C.28014305 tanggal 23 januari 1989 yang ditandatangani oleh a.n. Direktorat Jendral pendidikan dan menengah, Direktorat Sekolah Swasta, Drs. Sarjono Sigit.

Pada tahun Pelajaran 1992/1993 sekolah ini telah mampu memiliki ruang belajar sendiri walaupun belum mencukupi secara sempurna dan awal tahun pelajaran ini pula sekolah ini pindah ke gedung baru yang beralamat di jalan Imam Bonjol (yang sekarang : tentara pelajar) 20 Karanganyar kode pos 57716. gedung baru ini diresmikan oleh Bapak Kepala Kantor Depdikbud Kabupaten Karanyar Ir. Sartono dan Ketua PDM Kabupaten Karanganyar Drs. H. Abdul Basir, M.Ba. tanggal 19 Juli 1992.

Sekolah ini terus menampakkan eksistensinya di wilayah kabupaten karanganyar, pada tanggal 17 januari 1994 mendapat SK sebagai tanda sekolah berstatus “diakui” didirektorat sekolah swasta, direktorat pendidikan dasar dan menengah departemen pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia yang ditandatangani oleh a.n. direktorat jendral pendidikan dan menengah sekolah swasta Drs. Umaedi, M.Ed.

Seiring berjalannya waktu berdasarkan surat dari Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar tentang perubahan nama untuk STM (Sekolah Teknologi Menengah) menjadi SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) pada tahun 1997 akirnya STM Muhammadiyah 2 Karanganyar berubah nama menjadi SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar hingga saat ini. Saat ini SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar telah memiliki 4 gedung; 3 gedung tingkat, 1 gedung tak bertingkat, 18 ruang teori, 9 ruang praktek, dan memiliki luas tanah 3000 m2, sarana dan prasarana belajar mengajar dan praktek yang memadai.

Visi

Menciptakan Tenaga Terampil Tingkat Menengah yang Islami, Unggul dalam prestasi, Sukses dan Berakhlaq mulia yang Berlatar Belakang pada Nilai – Nilai Budaya Bangsa Indonesia

Misi

  1. Menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dalam bidang Teknik Mekanik  Otomotif.
  2. Mengubah peserta didik dari status beban menjadi aset pembangunan yang produktif dalam bidang pemeliharaan otomotif.
  3. Menghasilkan tenaga profesional untuk memenuhi kebutuhan tenaga mekanik otomotif khususnya dan pembangunan pada umumnya.
  4. Membekali peserta didik dengan beberapa kemampuan untuk dapat mengembangkan dirinya secara bertahap dan berkelanjutan.
  5. Meningkatkan sikap atau perilaku Islami, berakhlaq mulia, cerdas yang berguna bagi umat dan bangsa  untuk  menuju  masyarakat  Islami.

Website : http://smkmuh3kra.sch.id

Read More

SMK-industri sinkronisasi dunia kerja

SMKN 6 Solo mengadakan sinkronisasi kurikulum sekolah dengan dunia kerja dengan kalangan industri, Sabtu (26/3/2011) di sebuah Rumah makan di Colomadu, Karanganyar.

Sinkronisasi tersebut dikemas dalam acara Worksop Of Partnership With Industry Of Competence Examination And Certification OJT And Teaching Industry: A Review On KTSP SMK 6 Surakarta.

Kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan sejak 2005 ini bertujuan memaksimalkan lulusan yang terserap di dunia kerja, khususnya industri.

Kepala Sekolah SMKN 6, Sri Supartini, mengatakan dalam sinkronisasi tersebut pada intinya sekolah akan menyesuaikan mata pelajaran atau keterampilan yang benar-benar dibutuhkan atau siap pakai pada industri.

“Kami ingin selalu memperbaharui informasi dunia kerja, lalu kami terapkan di sekolah. Diharapkan lulusan kami benar-benar siap kerja atau siap diserap oleh mereka (industri),” katanya kepada wartawan di sela-sela acara didampingi Wakasek, Arif Suhardi.

Read More