Untitled-1

Ribuan Siswa di Karanganyar Ikuti Pekan Seni 2014

Untitled-1

Ribuan siswa mengikuti pekan seni pelajar 2014 di rumah dinas bupati Karanganyar, Selasa-Kamis (18-20/3/2014). Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya daerah di Bumi Intanpari.

Ketua penyelenggara sekaligus Kasi Pemuda Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar, Joko Sutrisno, mengatakan kegiatan ini diikuti pelajar tingkat SD, SMP/MTs dan SMA/SMK yang tersebar di Bumi Intanpari.

Penampilan para peserta bakal dinilai sejumlah juri yang berasal dari seniman ternama di Karanganyar dan perwakilan SMKN 8 Solo. Berbagai jenis perlombaan yang digelar, di antaranya karawitan, melukis, tari, mocopat, desain batik, solo vokal, desain batik dan geguritan.

“Sekolah tingkat SD, SMP/MTs mengirimkan perwakilan sejumlah 120 siswa. Sedangkan, tingkat SMP hanya 75 siswa per sekolah. Pemenang di setiap tingkatan berhak mewakili Karanganyar di tingkat Jateng, bahkan nasional. Ini semua untuk membangun karakter generasi bangsa yang berbudaya,” kata Joko Sutrisno saat ditemui disela-sela acara berlangsung.

Melalui kegiatan ini, lanjut Joko Sutrisno mengharapkan seni karawitan dapat terus berkembang di Karanganyar di masa mendatang. Selama ini, seni karawitan telah dimasukkan dalam muatan lokal atau kegiatan ekstra kurikuler di setiap sekolah.

“Tim karawitan Karanganyar pernah menembus peringkat dua besar di tingkat provinsi. Semoga, dengan kegiatan seperti ini Karanganyar lebih siap dalam menyongsong perlombaan tingkat provinsi atau nasional,” katanya.

Sumber : http://www.solopos.com/

Read More
DSC_0029 (FILEminimizer)

KAMI YANG SWASTA PERLU PAYUNG HUKUM

DSC_0029 (FILEminimizer)

Bupati Karanganyar, Juliatmono Saat Menerima Forum Komunikasi SMK Swasta (FKSS) di Ruang Transit Setda Kab. Karanganyar, Selasa Pagi(04/02)

Menindak lanjuti salah satu program Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar terpilih, yakni Pendidikan Gratis khususnya untuk Sekolah Negeri yang sudah berlaku dan terlaksana persatu Januari 2014 kemarin. Mengenai hal tersebut Forum Komunikasi SMK Swasta ( FKSS) Karanganyar, menemui Bupati Karanganyar Drs. H. Juliatmono, MM di kantor Setda Kabupaten Karanganyar, selasa (04/02).

“ Kami yang tergabung dari  FKSS ini membutuhkan payung Hukum mengenai kebijakan sekolah gratis. Mengingat kami dari Sekolahan Swasta yang dikelola oleh Yayasan dan gaji para guru diperoleh dari biaya SPP siswa, kami juga masih bingung tentang pemberian penjelasan kepada masyarakat mengenai kebijakan ini. ” hal ini disampaikan oleh Saptono selaku Ketua FKSS sekaligus Kepala Sekolah SMK Adi Sumarmo Colomadu.

Menanggapi hal tersebut Bupati Juliatmono menyatakan bahwa belum bisa memberikan penjelasan keseluruh sekolah swasta mengenai program pendidikan gratis ini.

“Saya belum bisa memberikan penjelasan ke seluruh sekolah mengingat program pendidikan gratis ini memang diperuntukkan untuk sekolah Negeri dari SD sampai SLTA yang telah terlaksana 1 Januari kemarin.” Jelasnya.

Juliatmono menambahkan, Pemerintah masih memberikan kewenangan kepada sekolah swasta untuk memungut biaya dari siswa walaupun tidak sebesar biaya sebelumnya, hal ini berbeda dengan pendidikan gratis bagi sekolah Negeri yang biayanya diperoleh dari dana BOS pusat dan dana BOS Kabupaten.

Dalam kesempatan yang sama Juliatmono juga menyampaikan keprihatinannya mengenai kurangnya minat lulusan SMP yang ingin melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Diharapkan para lulusan SMP tersebut juga dapat mengenyam pendidikan di SMK, mengingat lulusan SMK memiliki keahlian dan ketrampilan yang bisa digunakan sebagai bekal untuk bekerja.

“Lulusan anak SMK ada keinginan untuk terus belajar, jadi kecil kemungkinan untuk mereka melakukan hal negatif dan hal itulah yang mendorong kami untuk mewujudkan SDM yang berkualitas.” Lengkapnya. in+ad

Read More
DSC_0018 copy

Lomba Membaca dan Menulis Aksara Jawa Bagi Pelajar

Salah satu peserta lomba menulis aksara Jawa terlihat serius mengerjakan soal, di SMP Negeri 2 Karanganyar, Rabu (13/11).

Salah satu peserta lomba menulis aksara Jawa terlihat serius mengerjakan soal, di SMP Negeri 2 Karanganyar, Rabu (13/11).

Karanganyar, Kamis (14/11/2013)

Pelestarian budaya jawa bagi generasi muda terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Salah satunya diwujudkan dengan Lomba Membaca dan Menulis Aksara Jawa Bagi Pelajar, Rabu (13/11) pagi, di SMP Negeri 2 Karanganyar.

Kegiatan itu mengundang banyak peminat, terbukti diikuti sebanyak 45 pelajar dari berbagai sekolah SMP dan SMA maupun SMK di Kabupaten Karanganyar terlihat antusias.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi, saat membuka lomba itu menuturkan dengan kegiatan tersebut tidak hanya mencari juara, namun juga diharapkan melestarikan budaya khususnya bahasa Jawa.

“Kita juga diharapkan menyelamatkan bahasa Jawa agar tidak sirna, untuk itu selalu aktif mengapresiasi menggunakan bahasa Jawa setiap harinya” jelas Samsi.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk mewujudkan pelestarian budaya Jawa telah mempunyai Perda Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Pelindungan, Pembinaan, dan Pengembangan Bahasa, Sastra, dan Aksara di Karanganyar.

Peserta lomba dibagi dalam dua kategori, yakni untuk membaca aksara Jawa untuk pelajar SMA/SMK yang diikuti sekitar 17 peserta. Setiap peserta diwajibkan membaca dengan waktu empat menit.

Sedangkan untuk kategori menulis diikuti sebanyak 28 peserta dari SMP. Mereka diberi waktu 45 menit untuk menyelesaikan delapan soal. Nantinya pemenang akan diumumkan saat Hari Ulang Tahun Kabupaten Karanganyar ke 96. pd

Read More

Paskibrata Karanganyar Dikukuhkan

Sebanyak 80 Pasukan Pengibar Bendera Tanah Air (Paskibrata) Kabupaten Karanganyar dikukuhkan oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (15/08).

Sebanyak 80 Pasukan Pengibar Bendera Tanah Air (Paskibrata) Kabupaten Karanganyar dikukuhkan oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (15/08).

Karanganyar, Jumat (16/08/2013)

Sebanyak 80 Pasukan Pengibar Bendera Tanah Air (Paskibrata) Kabupaten Karanganyar dikukuhkan oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani,di Pendopo Rumah Dinas, Kamis (15/08).

Paskibrata itu merupakan hasil seleksi dari berbagai sekolahan terutama juara lomba PBB tahun 2013. Ada sekitar 25 sekolah terdiri SMA, SMK, MA.

Mereka digembleng secara fisik maupun pengetahuan kebangsaan oleh tim pelatih dari Kodim 0727/ Karanganyar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, dan Purna Paskibraka.

“Latihan berjalan selama 25 hari, dari pagi sampai siang hari,” ujar Joko Sutrisno, koordinator siswa yang dilatih.

Pembawa Bendera Merah Putih saat Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-68 Tahun 2013 yakni Nadia Adelina, duduk di kelas dua dari SMA 1 Karanganyar. Dara kelahiran 20 November 1996 menyatakan siap menjalankan dan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Tanggal 17 Agustus nanti semoga sukses dan lancar,”harapnya.

Sedangkan untuk pembawa bendera saat penurunan bendera pada sore hari oleh Irlina Rimanda, perempuan kelahiran 23 Oktober 1996, yang duduk kelas dua di  SMK Penerbangan Bina Dirgantara juga optimis bisa menjalankan tugasnya.

“Tentunya bangga dan tidak menyangka dipercaya untuk membawa bendera merah putih,” ucap Irlina.

Dirinya juga mengaku selama seleksi sampai menjalani latihan hampir satu bulan tidak mengalami hambatan.

Sementara itu, Bupati Rina Iriani mengatakan penanaman rasa cinta tanah air harus tetap terpatri pada setiap anggota Paskibrata, terutama yang berkaitan dengan pelestarian nilai-nilai perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yaitu semangat gotong royong, untuk tetap terjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.pd

Read More
DSC_0009

Lulusan SMK N 1 Karanganyar, Siap Kerja

Kepala SMK N 1 Karangayar, Tenang Pranata, melepas siswa di Gedung Wanita Karanganyar, Selasa (21/05)

Kepala Sekolah  SMK N 1 Karangayar, Tenang Pranata, melepas siswa kelas XII,  di Gedung Wanita Karanganyar, Selasa (21/05)

Karanganyar, Selasa (21/05/2013)

Sebanyak 486 siswa, kelas XII, SMK N 1 Karanganyar, dilepas setelah menyelesaikan belajar dan menyelesaikan tahapan untuk mencapai kelulusan sekolah, di Gedung Wanita Karanganyar, Selasa (21/05).

Sebelum pengumuman kelulusan pada 24 Mei 2013 mendatang, mereka telah menempuh ujian praktek non produktif, ujian sekolah, ujian nasional utama, dan ujian susulan. Kepala Sekolah SMK N 1 Karanganyar, Tenang Pranata, mengatakan pihaknya optimis kelulusan bisa mencapai 100 persen, seperti tahun kemarin.

“Dengan pembelajaran yang kami berikan, optimis siswa dapat lulus 100 persen,” jelas Tenang Pranata. Dia juga menambahkan, sebanyak 15 siswa telah lulus seleksi untuk bekerja di Batam, dan 30 siswa ke Malaysia, tetapi masih dalam proses. “Lainnya, sebanyak 40 persen akan melanjutkan ke bangku kuliah,” kata nya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rina Iriani, saat menghadiri acara tersebut mengatakan, SMK sebagai lembaga pendidikan formal yang berorientasi pada keahlian yang spesifik untuk memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan sikap sebagai lulusan siap kerja, diorientasikan untuk mencetak tenaga-tenaga muda profesional yang siap mengisi dunia kerja.

“Kembangkan jiwa wirausaha, banggalah ketika kalian kelak mampu meraih sukses, sehingga dapat berperan menggerakkan ekonomi masyarakat dan mensejahterakan masyarakat,” jelas Rina Iriani. pd    

Read More
DSC_0220

Karanganyar Jadi Kabupaten Vokasi

Wakil Bupati Karanganyar, Paryono, sedang menerima penjelasan dari salah satu peserta stand pameran pendidikan, di Alun-alun Karanganyar, Kamis (02/05)

Wakil Bupati Karanganyar, Paryono, sedang menerima penjelasan dari salah satu peserta stand pameran pendidikan, di Alun-alun Karanganyar, Kamis (02/05)

Karanganyar, Kamis (02/05/2013)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar mendeklarasikan sebagai Kabupaten Vokasi. Hal itu merupakan perwujudan dukungan kebijakan Jawa Tengah sebagai Provinsi Vokasi.

Untuk itu, diharapkan dapat meningkatkan fungsi dan peran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai pusat pendidikan dan pelatihan, pusat produksi dan pemasaran, pusat sains teknologi, serta untuk meningkatkan daya saing daerah. Selain itu juga mengurangi pengangguran dan mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.

Wakil Bupati Karanganyar, Paryono, saat membuka Pameran Pendidikan dalam rangkaian Hari Pendidikan Nasional di Alun-alun Karanganyar, Kamis (02/05) mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan sarana dan prasarana dalam menciptakan sumber daya manusia yakni anak didik yang setelah lulus sekolah telah siap kerja.

“Dengan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) melalui sarana dan prasarana yang ada di sekolah-sekolah, maka kami nilai setelah lulus dapat siap kerja,” ujar Paryono.

Dia juga mengharapkan agar pelaku industri besar yang ada di Kabupaten Karanganyar dapat memanfaatkan mereka karena kualitas SDM yang dimiliki juga tidak kalah dengan yang lainnya.

“Daripada mengambil tenaga kerja dari luar daerah, lebih baik memanfaatkan yang ada di Karanganyar,” ujar Wakil Bupati.

Sejak tahun 2008 telah dikembangkan lima tempat uji kompetensi, empat SMK sebagai Career Center, 33 bursa kerja khusus di SMK, dua Business Center di SMK, dan 30 unit produksi smk.pd

Read More

Ratusan Pelajar SMP-SMA Ikuti Pentas Seni

 

 

 

Karanganyar, Kamis (28/03/2013).

Ratusan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) mengikuti berbagai perlombaan seni, Rabu (27/03). Mereka mewakili 17 kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

Pekan Seni Pelajar kali ini diadakan untuk menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Salah seorang peserta, Aditia Saputro, 17, mengaku senang dalam mengikuti gelaran Pentas Seni Pelajar kali ini. Pada lomba itu, pelajar dari SMK 1 Karanganyar itu menggambar sebuah desain batik di atas kertas gambar. “Idenya spontan saja, melukis itu yang penting sabar dan tekun nanti pasti hasilnya bagus,” katanya.

Baginya, melukis desain batik di atas kertas gambar seperti itu tak membutuhkan waktu persiapan lama. Dalam waktu sepekan, dirinya berlatih dan mempelajari komposisi warna dasar untuk melukis. “Jadi sekarang tinggal dituangkan saja ke atas kertas, melukis sembari berlatih,” ucapnya.

Panitia Pekan Seni, Joko Sutrisno mengutarakan dalam Pekan Seni Pelajar kali ini terdapat sejumlah jenis perlombaan. Mulai dari seni karawitan, mocopat, lukis, solo dan grup vocal hingga gerak dan lagu bagi siswa TK. “Seluruh rangkaian kegiatan lomba seni digelar di tiga tempat. Yakni SDN Jungke 1, Gedung PKPRI dan Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar,” tukasnya.

Untuk siswa tingkat dasar dan taman kanak-kanak total peserta sebanyak 240 siswa. Sedangkan untuk siswa tingkat sekolah menengah, mulai dari SMP, SMA maupun SMK sebanyak 200 siswa.

Dia menambahkan, kegiatan ini untuk lebih memperkenalkan seni tradisional bagi siswa. Juga memberikan wadah yang tepat bagi para siswa untuk mengekspresikan kemampuan seni lokalnya kepada publik. “Sebab antusias siswa dan orang tuanya sejauh ini cukup besar. Mereka sudah sering meminta agar kegiatan seperti ini digelar secara rutin,” tukasnya.

Selain itu, kegiatan itu juga dilakukan sebagai wadah untuk evaluasi hasil pembinaan dan pengajaran dari guru seni di sekolah. Di mana, melalui Pekan Seni Pelajar ini, akan lebih mudah diketahui sejauh mana capaian dan prestasi guru terkait dalam mengawal seni tradisional sebagai muatan lokal (mulok) di sekolah selama ini. pd

 

Read More
DSC_0062

Karanganyar Peringati Baden Powell Day

Dua orang siswa sedang membuat miniatur perkemahan dengan galon bekas dalam perlombaan memperingati Baden Powell Day di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Minggu (17/02).

Dua orang siswa sedang membuat miniatur perkemahan dengan galon bekas dalam perlombaan memperingati Baden Powell Day di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Minggu (17/02).

Karanganyar, Senin (18/02/2013).

Sebanyak sembilan Gugus Depan (Gudep) Pramuka Ranting Kecamatan Karanganyar mengadakan Lomba Kreativitas untuk memperingati Baden Powell Day, Minggu (17/02) pagi. Lomba tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas dan menambah pengetahuan bagi anggota pramuka.

Lomba yang diadakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar mencakup hasta karya, pionering, LCTV, dan mading. Ketua Panitia Lomba, Wahyu Setiyono mengatakan, kegiatan itu diikuti oleh 63 orang yang berasal dari sembilan Gudep SMA / sederajat Ranting Kecamatan Karanganyar. Lomba itu, lanjut Wahyu, bisa meningkatkan kreativitas dari pada peserta yang notabene anggota pramuka. “Lomba hasta karya kami beri alokasi waktu selama 120 mnit, pionering 120 menit, LCTV 90 menit, mading 120 menit. Ini juga dapat meningkatkan keterampilan para anggota pramuka,” kata dia, kemarin.

Sementara itu, salah seorang peserta lomba, Elvi Qori Hidayati, siswa kelas X SMK 1 Karanganyar mengaku senang dengan adanya lomba ini. Dirinya yang semula tidak begitu suka dengan barang-barang bekas, kini justru memanfaatkannya untuk membuat keterampilan miniatur. Dirinya bersama Devi Novitasari, siswi kelas XI SMK 1 Karanganyar membuat miniatur suasana perkemahan dari galon bekas. “Saya dan Devi juga menggunakan sterofoam dan barang-barang bekas. Saya suka karena ini merupakan tantangan baru bagi saya,” tutur dia sambil membuat miniatur itu.

Dia bersama teman satu sekolahnya membutuhkan waktu sekitar satu Minggu. Di mana, kedua siswa itu membuat konsep kerajinan dan mengumpulkan alat dan bahan. Untungnya, usaha mereka didukung oleh guru dan teman-temannya. “Saya dibantu teman-teman untuk mengumpulkan barang-barang bekas untuk membuat miniatur itu,” katanya lagi.

.pd

Read More

Dokumen Verifikasi Diserahkan ke BKD

Dokumen verifikasi program pemerataan dan penataan guru telah diserahkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar. Saat ini, dokumen tersebut sedang dikaji secara mendalam oleh tim gabungan dari Disdikpora dan BKD Karanganyar.

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdikpora Karanganyar, Agus Hariyanto, mengatakan seluruh sekolah mulai dari jenjang SMP hingga SMA/SMK telah menyerahkan dokumen verifikasi guru ke Disdikpora Karanganyar. Selanjutnya, pihaknya menyerahkan dokumen tersebut ke BKD Karanganyar untuk ditindaklanjuti. “Sudah kami serahkan ke BKD Karanganyar, nanti ada tim yang akan memverikasi ulang untuk menentukan guru yang bakal dipindah ke sekolah atau jenjang lainnya,” katanya saat ditemui wartawan, Jumat (7/9/2012).

Menurutnya, guru yang bakal dipindah ke sekolah atau jenjang lain berdasarkan peringkat atau rangking. Saat ini, kelebihan guru di Karanganyar terbanyak dibanding wilayah lain se-Soloraya. Kelebihan guru jenjang SMP dan SMA/SMK sekitar 200 orang.

Agus mengungkapkan apabila  pemerintah daerah tidak melaksanakan program pemerataan dan penataan guru maka terancam sanksi. Sanksi tersebut berupa penghentian bantuan pendidikan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan dibatalkannya rekrutmen guru. “Memang ada sanksinya makanya harus dilaksanakan paling lambat Desember 2012. Kami minta agar para guru memahami aturan terutama sanksi tersebut,” ujarnya.

Sementara Kepala BKD Karanganyar, Suwarno, mengaku telah menerima dokumen verifikasi guru dari Disdikpora Karanganyar. Saat ini, pihaknya masih memverifikasi dokumen tersebut untuk menentukan guru yang bakal dipindah ke sekolah atau jenjang lain.

Mekanismenya, lanjut Suwarno, setelah verifikasi selesai dilakukan maka pihaknya bakal menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang guru yang dipindah ke sekolah atau jenjang lain. Surat tersebut harus ditanda tangani Bupati Karanganyar. “Semua sekolah memang sudah menyerahkan, namun keputusan tetap berada di Bupati. Kami hanya menerbitkan SK untuk para guru,” tambahnya.

Read More

75 Sekolah Buka Pendaftaran Online

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) reguler tahun 2012, akan dibuka pada bulan Juli mendatang. Pendaftaran PPDB reguler tersebut akan dimulai pada Senin – Kamis (2-5/7) mendatang dan diumumkan pada, Sabtu (7/7).

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karanganyar, Nur Halimah, PPDB tersebut akan menggunakan dua sistem. Sistem yang digunakan untuk PPDB 2012 tersebut adalah sistem offline dan online.

Halimah mengatakan bahwa nantinya sistem online hanya akan digunakan untuk sekolah-sekolah yang telah memiliki fasilitas pendukung. Sedangkan sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas untuk menggelar PPDB online tetap akan melakukan PPDB secara offline “Sistem offline tersebut juga digunakan karena di sekolah tersebut ada yang belum terjangkau dengan layanan internet. Selain itu, jumlah murid juga sedikit,” tambah Halimah.

PPDB online nantinya akan diikuti oleh seluruh SMA, SMK, dan MA negeri yang bukan merupakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). “Kalau PPDB untuk SMA RSBI yakni SMAN 1 Karanganyar, itu sudah sendiri, sudah pengumuman juga,” jelas Halimah.

Dalimah menambahkan bahwa untuk PPDB online akan diikuti sekitar 75 SMA/SMK/MA negeri dan swasta. Ia menjelaskan bahwa sistem penilaian di PPDB online juga menggunakan nilai hasil Ujian Nasional (UN) murni. “Untuk PPDB online akan menggunakan nilai UN murni. Sedangkan untuk SMK akan ada tes khusus sesuai dengan keahlian yang diinginkan,” terang Halimah.

Pada PPDB nanti siswa akan diberi tiga alternatif pilihan sekolah yang mereka tuju. “Baik SMA/SMK/MA, akan diberi tiga pilihan sekolah. Mereka bisa memilih dua sekolah negeri dan satu sekolah swasta. Untuk SMK akan diberi batas maksimal pemilihan keahlian sebanyak empat keahlian,” terang Halimah.
Terkait siswa yang nantinya tidak mendapatkan sekolah melalui PPDB online, Dalimah menyatakan bisa mendaftar ke sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota siswa yang belum terpenuhi. “Silahkan langsung mencari sekolah yang masih memiliki kuota siswa. Syaratnya juga hanya nilai UN murni saja,” tambah Halimah.

Read More