Pingsan Massal saat Upacara Hardiknas

Sedikitnya 50-an pelajar dari berbagai tingkatan sekolah di Karanganyar pingsan saat mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Alun-alun Karanganyar, Rabu (2/5). Bahkan salah satu siswa terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar karena sesak napas dan tak kunjung sadar setelah pingsan beberapa lama.
Upacara bendera yang diikuti pelajar, guru, TNI, Polri serta sejumlah pejabat di Lingkungan Pemkab Karanganyar tersebut seharusnya dimulai pada pukul 08.00 WIB, namun para peserta upacara telah dibariskan sejak pukul 06.30 WIB.
Diduga karena cuaca yang cukup terik dan terlalu lama berdiri, membuat para siswa tak kuat menahan dan akhirnya jatuh pingsan. Bahkan karena banyak yang pingsan, petugas medis dan dua buah tenda Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Karanganyar yang disediakan tidak cukup menampung siswa yang pingsan. Sehingga petugas menggelar terpal tambahan untuk menampung siswa yang pingsan. “Sudah biasa mas, rata-rata mereka pingsan karena belum sarapan dari rumah. Apalagi dengan cuaca yang panas dan terlalu lama berdiri, akhirnya capek dan jatuh pingsan,” ucap Edo, salah satu petugas PMI ini , Rabu (2/5).
Sementara itu, salah satu siswa SMA yang sempat pingsan, Ningrum (18) mengaku tidak kuat mengikuti upacara hingga selesai karena belum sarapan dan berbaris lumayan lama menunggu upacara dimulai. “Tadi takut telat, akhirnya buru-buru dan belum sarapan, saat upacara baru berjalan 10 menit, kepalanya pusing dan setelah itu saya lupa,” ucap siswa SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar ini.
Sesuai program Pemerintah Kabupaten Karanganyar  terkait Rabu Berbahasa Jawa maka upacara Hardiknas kemarin pun menggunakan bahasa jawa tak terkecuali sambutan hingga aba-aba oleh Komandan Upacara. “Upacara sampun purna, barisan saget kabibaraken, Sendika dhawuh,” ucap Rina Iriani Bupati Karanganyar kepada Kapten Inf Wuryanto, Danramil Colomadu selaku Komandan Upacara.
Kendati diwarnai insiden pingsan massal, namun secara keseluruhan upacara peringatan Hardiknas di Kabupaten Karanganyar dapat berjalan dengan lancar.

Read More

SMA N 1 KARANGANYAR Gelar Doa Bersama

Sebanyak 280 siswa SMAN 1 Karanganyar mengikuti doa bersama menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA sederajat.

Kepala Sekolah SMAN 1 Karanganyar, Sobirin mengemukakan kegiatan doa bersama dilakukan setiap tahun menjelang pelaksanaan UN. Peserta UN diberikan pengarahan dan bimbingan batiniah agar mentalnya kuat selama mengikuti UN.

“Kami selalu melaksanakan doa bersama menjelang pelaksanaan UN. Bahkan, sebelum ujian semester juga digelar kegiatan serupa,”  Jumat pagi.

Sebelum doa bersama, pihak sekolah memberikan pengarahan secara teknis mengenai pelaksanaan UN. Seperti naskah soal hingga penggunaan pensil 2 B yang dikhususkan untuk mengerjakan Lembar Jawab Ujian Nasional (LJUN)

Sementara itu, seorang siswa Kelas XII SMAN 1 Karanganyar, Adi Pratomo mengaku siap mengikuti UN. “Kami juga telah minta doa restu kepada orangtua agar bisa mengikuti UN dengan lancar,” imbuhnya.

Read More

Pramuka Tanam Seribu Pohon

Sekitar seribu pohon jenis glodog pecut ditanam oleh anggota Pramuka dari tingkat SD, SMP dan SMA di Karanganyar di seputaran Kecamatan Jumapolo, Rabu (21/12). Penanaman pohon dilakukan guna mengajak generasi muda khususnya pramuka di Karanganyar untuk mencintai lingkungan hijau yang bersih, indah dan asri.

Wakil Bupati Karanganyar, Paryono mengatakan dengan semakin banyak menanam pohon, maka dapat meningkatkan jumlah air hujan yang terserap dalam tanah. Sehingga sumber daya air dapat terjaga. “Selain itu tentu akan menambah keindahan lingkungan di sekitar, karena banyak pepohonan yang rindang,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam pembukaan acara tersebut di Kecamatan Jumapolo, Rabu (21/12).

Dirinya juga menambahkan sangat bangga, karena ternyata Pramuka dapat menjadi bagian gerakan menanam pohon di Karanganyar. Menurutnya semakin dini mengajarkan menanam pohon tentunya akan lebih baik. “Kita berharap ini akan terus berkesinambungan, tidak berhenti disini,” imbuh dia.

Read More

Persinas ASAD gelar Kejurkab

Perguruan Pencak Silat Nasional Ampuh, Sehat dan Damai (Persinas ASAD) menggelar kejuaraan pencak silat tingkat SD, SMP dan SMA se-Kabupaten Karanganyar (Kejurkab) di Gedung Olharaga KPRI Cangakan, Minggu (29/5/2011). Kejuaraan tersebut diikuti oleh 170 peserta antarranting di Karanganyar.

Ketua KONI Kabupaten Karanganyar, Jatmiko mengatakan dengan diadakannya kejuaraan pencak silat itu, diharapkan bisa menggalang kerukunan, keharmonisan dan sportivitas atlet dalam pertandingan, sehingga selain bisa menciptakan kesehatan, juga memunculkan rasa keamanan dan kedamaian.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjaring atlet-atlet berbakat di bela diri pencak silat dan untuk meningkatkan prestasi atlet

Read More