DSC_5993

Bupati Juliyatmono : Seni Dan Budaya Menjadi Salah Satu Alat Pemersatu Bangsa

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberikan sambutan dan sekligus secara simbolis menutup Gelar Budaya dalam rangka Grebeg Lawu 2019 di Terminal Tawangmangu, (28/09)

Karanganyar – 28 September 2019

Malam puncak gelaran budaya dan kearifan lokal dalam rangkaian Grebeg Lawu tahun 2019 secara resmi ditutup oleh Bupati Karanganyar pada Sabtu(28/09) setelah hampir selama seminggu menghibur masyarakat Karanganyar umumnya warga Tawangmangu.

Joko Dwi Rustanto ketua penyelenggara kegiatan Grebeg Lawu yang juga sekaligus anggota Seniman Karanganyar(SeKar) sampaikan bahwa selama kegiatan Grebeg Lawu ini, ada 12 kabupaten dari 5 Provinsi yang juga ikut andil memeriahkan Grebeg Lawu kali ini, semuanya untuk menghibur masyarakat di Karanganyar.

Mempunyai maksud dan tujuan untuk mengajarkan semua anggota SeKar agar adapat berdialog secara resmi. 17 Korwil SeKar yang ada di Kabupaten Karanganyar juga ikut andil dalam semua pegelaran yang di suguhkan. Bersar harapan Sekar kedepannya kegiatan pagelaran seni budaya seperti ini bisa menjadi kegiatan dengan sekala Nasional.

Melihat antusias warga masyarakat Tawangmangu yang sangat luar biasa selama gelaran Grebeg Lawu yang hampir satu minggu, ada wacana kegiatan semacam Grebeg Lawu ini diadakan di lain Kecamatan secara bergantian, namun dari SeKar masih ingin memohon arahan Bupati terlebihdahulu, jelas Joko dalam sambutannya.

“ Jiwa seni itu ada dalam setiap diri manusia, karena seni dan budaya menjadi salah satu alat pemersatu bangsa “, tegas Bupati dalam pidato sambutannya.

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono mengucapkan banyak termakasih kepada seniman Karanganyar yang tergabung dalam SeKar, telah memprakarsai dan menggarap event GrebegLawu ini dengan luar biasa menarik. Hiburan Kethoprak seminggu suntuk ini sangat luar biasa.

“ Grebeg Lawu identik dengan Twangmangu, maka yang paling pantas ya selalu di gelar setiap tahunnya di Tawangmangu, jangan dipindah-pindah ke Kecamatan yang lain “ tegas beliau.

Tahun depan Bupati berharap kegiatan Grbeg Lawu ini diadakan di bulan suro, ini mempunyai maksud dan tujuan agar para seniman ini rejekinya lancar. Bangga sekali menjadi warga Indonesia karena memiliki kekayaan berupa seni dan budaya yang luar biasa.(Ard/Tgr)

Read More
DSC_2082

Bupati Karanganyar: Desa Waru Akan Dicanangkan Menjadi Desa Seni

Bupati Karanganyar saat memberikan sambutan dialam acara Malem Pentas Seni BUdaya Desa Waru Kebakkramat, Minggu(01/09/19)

Karanganyar – 01 September 2019

Gelaran Ketoprak Pasewa menjadi hiburan bagi masyarakat Desa Waru Kecamatan Kebakkramat dalam malam pentas seni memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 74 di tahun 2019, Minggu(-1/09/19). Desa Waru sendiri memang terkenal dengan banyaknya kesenian asli dari warganya. Ini menjadikannya Desa yang akan dicanangkan oleh Bupati Karanganyar sebagai Desa berkesenian.

“ Orang kalau suka seni hidupnya tidak akan kremungsung (tergesa-gesa). Hidup rukun dengan saling menghargai dan menghormati menjadi modal utama terjalinya hubungan masyarakat yang baik. Karena kehidupan dalam masyarakat butuh gotong royong.

Bupati ikut bangga karena acara ini terselenggara dengan baik atas semua kinerja gotong royong masyarakat Desa Waru, guyub rukun menjadikan Waru menjadi desa berkesenian yang akan di resmikan Bupati Karanganyar bertepatan dengan HUT Kabupaten Karanganyar.(Ard/Tgr)

Read More
DSC_9687

Peringati Hari Tari Sedunia, 5000 Siswa Sekolah di Karanganyar Tarikan Tari Angsa Secara Massal

Para siswa sekolah menarikan tarian Angsa secara massal dalam merayakan Hari Tari Sedunia 2019

Karanganyar, 28 April 2019

Pagi hari sekira pukul 06.00 WIB kawasan CFD Karanganyar sudah dipadati siswa siswi yang akan menarikan Tarian Angsa. Tak lain karena pada hari Minggu, 28 April 2019 bertepatan dengan perayaan Hari Tari Sedunia.

Mulai dari siswa SD hingga SMA berjajar memadati sepanjang Jalan Lawu sejauh 1km. Dengan start dari depan Hotel Tamansari Karanganyar dan berakhir di depan Taman Pancasila, para penari dengan apik menyuguhkan tarian tersebut.

Salah seorang siswa bernama Anditya dari SMAN 1 Karanganyar mengatakan bahwa tidak dibutuhkan waktu yang lama untuk berlatih tarian tersebut. Ia bersama 100 orang temannya berlatih sejak awal bulan April. Dan tidak ada kendala berarti saat berlatih.

Plt Sekda Karanganyar memberikan sambutan dan membuka pergelaran Tari Angsa Massal di CFD Area Kabupaten Karanganyar

Tari Angsa Massal ini dibuka langsung oleh Plt Sekda Kabupaten Karanganyar, Sutarno, M.Si. Dalam sambutannya, dia berharap bahwa dengan adanya tari ini bisa memupuk rasa cinta kita terhadap budaya yang ada di Kabupaten Karanganyar. Dan dengan seni, hidup akan lebih indah. Salah satu tujuan diselenggarakannya Tari Massal ini adalah untu memupuk rasa sopan santun yang tinggi dan berkarakter.

Demikian Diskominfo. (tgr/adt)

Read More