WhatsApp Image 2021-03-09 at 8.52.46 AM (1)

Seminar Nasional Hari Perempuan Sedunia, Pentingnya Keterwakilan Perempuan Dalam Lembaga Pengambil Keputusan

Kominfo

Narsum : dr. Hj Farida Nurhayati selaku dokter yang aktif di Puskesmas Kebakkramat, Karanganyar sekaligus istri Wakil Bupati Karanganyar, Selasa 9/3/2021

KARANGANYAR-Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Kabupaten karanganyar mengadakan seminar perempuan nasional bertemakan “perempuan masa kini : berkarya dan berbudaya” yang dilaksanakan di rumah dinas wakil bupati pada Selasa (9/3/2021). Seminar ini dibuka oleh bapak Rober Christanto selaku wakil bupati karanganyar.

“Ini sebuah inovasi, mengingat bahwa acara acara seperti ini bisa membawa pengertian bahwa prempuan itu sudah setara dgn kaum laki-laki. Sudah terbukti kaum perempuan sebagai pondasi untuk meneruskan generasi-generasi kedepan. Bahwa perempuan dibutuhkan bagi kemajuan bangsa Indonesia. Semoga seminar nasional ini bisa menjadikan manfaat bagi kita sekalian.” Tutur pak rober dalam sambutannya.

Selain itu seminar ini juga mengundang istri dari Wakil Bupati Ibu dr. Hj Farida Nurhayati sebagai narasumber. Dalam penyampaian materi ibu Farida mengangkat pembahasan tentang Peran perempuan dalam pemegang kebijakan. Beliau menjelaskan bahwa dalam pemegang kebijakan terdapat 3 peran perempuan yaitu salah satu bentuk kesetaraan antara perempuan dan laki laki adalah keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif (30% dalam bidang politik) hal ini sangat penting karena berguna untuk mengakomodasi aspirasi. Yang kedua keterwakilan perempuan dalam mengawal produk legislasi berupa perundang-undangan yang menjamin tidak ada diskriminasi perempuan. Terakhir, mengawal kebijakan APBDN dan APBD yang di distribusikan merata untuk pembangunan serta memperhatikan kebutuhan perempuan, anak, dan kaum disabilitas.

Dalam menjalankan peran peran di atas tentunya terdapat hambatan bagi perempuan seperti kurangnya kehendak politik (kurang meminati), peran ganda dalam perempuan, serta karena kuatnya stereotype dimasyarakat bahwa perempuan lebih lemah di banding laki-laki. Lalu bagaimana cara mengatasi hambatan hambatan tersebut? Beliau menjelaskan bahwa untuk mengatasi hambatan hambatan tersebut adalah dengan melakukan interaksi dengan banyak orang.

Diskominfo (ind/fatma)

 

 

 

Read More
WhatsApp Image 2021-03-09 at 8.52.46 AM (1)

Seminar Nasional Hari Perempuan Sedunia

Read More
20190423_092859

Seminar Nasional UMKM Dalam Menghadapi Industri 4.0 Bersama ICSB

Diskominfo

Wabup Karanganyar saat meninjau bazar/stan pada acara seminar UMKM bersama ICSB di Halaman Gedung Wanita Karanganyar

Karanganyar – Menghadapi Revolusi Industri 4.0, Chairman International Council Of Small Business (ICSB), Hermawan Kartajaya berharap pegiat UMKM di Kabupaten Karanganyar tidak sekadar produktif tapi kreatif.

Itu diungkapkannya saat menjadi pemateri pada acara seminar nasional dengan tema UMKM dalam menghadapi industri 4.0 di Gedung Wanita Karanganyar, Selasa (23/4).

Acara tersebut dihadiri sekitar 500 pegiat Usaha Mickro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Karanganyar.

Adapula pameran UMKM dari 17 kecamatan yang ada di Karanganyar.

Dalam kesempatan itu, pakar marketing sekaligus pemateri, Hermawan Kartajaya menyempatkan berkeliling di beberapa stand UMKM didampingi Wakil Bupati Karangnyar, Rober Christanto dan Kepala Disdagnakerkop UMKM Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki.

Pemateri Hermawan Kartajaya mengatakan, dalam menghadapi industri 4.0, para pegiat usaha harus lebih kreatif.

“UKM itu harus lebih kreatif, jangan cuma produktif. Kalau sekedar produktif tapi tidak kreatif, ya habis,” katanya.

Selanjutnya terkait industri 4.0, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan usaha, yakni why, what dan how.

“Jadi harus tahu alasan melakukan sesuatu, harus tahu apa yang dilakukan dan bagaimana melakukan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, ada lima sektor yang diperhatikan pemerintah yakni chemical (kimia), electronic (elektronik), automotive (automotif), textile and apparel (tekstil dan pakaian) dan food and beverage (makanan/minuman). Dari sekian sekor, saya anjurkan konsentrasi pada sektor food and beverage.

Pengelola obyek wisata Bukit Sekipan sekaligus CEO Red Chilies Hotel Solo dan Istibank, Joko Sutrisno mengatakan, sudah saatnya wirausaha mengubah pola pikirnya untuk mendapatkan penghasilan instan. Sebab, mendulang informasi dan kemampuan merupakan investasi penting yang dapat diraih di masa depan dengan keuntungan lebih besar.

“Mindset pedagang itu kalau diundang mengikuti pelatihan atau seminar, pasti uang sakunya berapa dan dijamu apa? Padahal banyak strategi bisa dipelajari di sana,” katanya.

Ia mengapresiasi para pengusaha mandiri yang mengikuti seminar nasional bertajuk bisnis kalangan UMKM di Gedung Wanita Karanganyar.

“Materinya khusus untuk menghadapi era 4.0. Fokus ke digitalisasi. Bahkan UMKM di Karanganyar memiliki grub pesan intan. Setiap pekan, kita update ilmu. Pada Rabu digelar seminar digital dengan nara sumber dari kita sendiri yang sudah sukses. Sebulan sekali kopi darat sharing dan transfer ilmu,” katanya. ( ina/ana)

Read More

Seminar Nasional ” Semua Anak Istimewa “

Read More
DSC_1686

Seminar Nasional, Pendidik harus Mampu Mengenal Karakter dan Tanamkan Budi Pekerti pada Anak  

Kominfo

Bupati Karanganyar saat memberikan sambutan dan pengarahan dalam acara Seminar Nasional ” Semua Anak Istimewa ” yang diselenggarakan IGTKI dan PGRI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar di pendopo rumah dinas Bupati, Selasa(02/10).

Karanganyar, Selasa 2 Oktober 2018

Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Karanganyar menggelar Seminar Nasional mengenai pendidikan anak. Kegiatan ini bertujuan agar para pendidik mampu mengenal karakter anak dan mengenalkan budi pekerti pada siswa.

Guna meningkatkan pengetahuan dan profesionalisme para pendidik, IGTI Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan Seminar Nasional dengan mengusung tema Semua Anak Istimewa di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (2/10). Dalam seminar tersebut menghadirkan narasumber pakar autis pada anak yakni Kak Krisna dan Kak Hasto serta diikuti lebih kurang 460 peserta meliputi Guru, Kepala TK, Pengawas dan Penilik Sekolah.

Ketua IGTKI Karanganyar, Siti Amanah dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidik dan insan cerdas serta kompetitif.

“Guru harus mampu mengenal anak didiknya. Dengan kegiatan seminar ini guru dapat meningkatkan wawasannya mengenai metode pengajaran pada anak didik,”jelasnya.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyampaikan sambutannya sekaligus membuka Seminar, meminta para pendidik dan orang tua memperhatikan pendidikan bagi anak. Karena anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang baik.

“Jangan galak ketika saat mendampingi atau mengajari pada anak. Karena anak merupakan generasi penerus bangsa,”pesannya.

Bupati juga menambahkan bentuk kepedulian Pemerintah terhadap pendidikan anak-anak di Karanganyar. Pemkab Karanganyar setiap Jum’at memberikan tablet vitamin sebagai upaya mencegah stunting pada anak.

Demikian Diskominfo (ard/ind)

Kominfo

Kresna Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Kresna saat memaparkan materi

 

 

Read More
IMG_1027

Tingkatkan Profesionalisme Guru, PGRI Kabupaten Karanganyar Gelar Seminar Nasional

Kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberi Sambutan dan Pengarahan dalam Seminar Nasioanl PGRI Kabupaten Karanganyar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu (29/09).

Karanganyar 29 September 2018

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karanganyar menggelar Seminar Nasional yang mengusung Tema “Penguatan Kompetensi Guru Dalam Desiminasi Gerakan Literasi Sekolah PGRI Kabupaten Karanganyar” berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Kabupaten Karanganyar, Sabtu (29/09).

Ketua PGRI Kabupaten Karanganyar Aris Munandar mengatakan bahwa perlu memfasilitasi menjembatani kebutuhan Peningkatan kemampuan profesi, kegiatan yang didorong dalam rangka untuk peningkatan kemampuan dan peningkatan kondisi guru.

Sedangkan tujuan dari seminar ini adalah untuk meningkatkan kemampuan profesi guru dalam mengimplementasikan gerakan literasi dan meningkatkan kompetensi guru serta mengimplementasikan dalam memfasilitasi guru dalam pemenuhan sasaran kerja guru tahun 2018.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan guru merupakan profesi yang sangat hebat maka untuk itu Kewajiban untuk bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar bermanfaat bagi siapapun.

“ karena sebaik-sebaik orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain “, tuturnya.

 

Oleh karena itu pemerintah memberikan support apresiasi karena bagian penting dari zakat profesi bersedekah terhadap profesinya. oleh Sebab itu kompetensi yang tidak selalu disebarkan makin lama makin melemah  “ibarat Hp yang baterainya habis yang harus di charger” untuk itu bagian dari mencharger HP sama halnya bagian dari ilmu karena semua bisa semakin kompeten.

 

Demikian Diskominfo (Lp/Vnd)

 

Read More
seminar1

Seminar Nasional : Menangkal Paham Radikalisme dan Ekstrimisme

Read More
kom_0740

KKG PAI Karanganyar Adakan Seminar Nasional Salat Khusyu’ (3T) dan Terapi Qur’ani

Bupati Karanganyar saat menyampaikan sambutan dalam acara Seminar Nasional dan Pelatihan (Riyadhoh) di Pendopo RD Bupati Karanganyar. Sabtu pagi (22/10).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

kom_0740

Bupati Karanganyar menerima Cindera Mata dari Ketua Himapa Propinsi Jateng di Pendopo RD Bupati Karanganyar. Sabtu pagi (22/10)

 

Bupati Karanganyar Juliyatmono membuka langsung acara Seminar Nasional yang diadakan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Karanganyar yang bertemakan Salat Khusyuk (3T) dan Terapi Qur’ani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu (22/10). Kegiatan ini dihadiri Bupati Karanganyar, Kepala Kementerian Agama Karanganyar, Kodim 0727 Karanganyar, Dikpora Karanganyar dan Guru PAI se-Kab. Karanganyar.

Dalam Sambutannya Juliyatmono menekankan sholat adalah kebutuhan kita, bukan kebutuhaan Allah semata, karena kita yang merasa membutuhkan bantuan Allah, bukan sebaliknya. Sholat itu juga bisa jadi motivasi untuk membangkitkan kita menjadi yang lebih baik, dari sebelumnya.

“Hakikatnya identitas seorang muslim adalah sholat, puasa, zakat dan haji”, ujarnya disela-sela acara dalam Seminar Nasional Salat Khusyuk (3T-Tuma’ninah; Tafakkur; Tadabbur) dan Terapi Qur’ani.

Juliyatmono menambahkan semua kegiatan ibadah tersebut sudah sewajarnya harus kita tegakkan dan laksanakan, bukan hanya pada saat susah saja kita mendekatkan kepada Allah, tapi kesadaran itu semua harus muncul sejak dini, karena dengan sholat-lah kita bisa langsung berkomunikasi dengan Allah, apabila kita tidak sholat, maka apakah Allah akan tahu apa yang kita butuhkan jika kita tak menyampaikan ke Allah.

Sementara itu ketua panpel Suyatno mengatakan kegiatan ini bertujuan sebagai tolak ukur penerapan kurikulum pendidikan agama Islam, meningkatkan pengalaman ibadah sholat, meningkatkan akhlakul karimah atau budi pekerti luhur bagi para Guru Pendidikan Agama Islam dan berharap bisa langsung dipraktekkan ke anak didiknya.

Demikian Dishubkomnfo (ad/ft/vvi/amal/ira)

Read More