DSC_0033

12 Grup Sekolah Dasar Unjuk Kebolehan Seni Islami

Kominfo

Salah satu peserta saat tampil dari SD Kemiri di lomba MAPSI Kabupaten Karanganyar tahun 2018

Karanganyar, 30 Oktober 2018

Sebanyak 453 anak dari berbagai Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Karanganyar mengikuti  lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) ke 21 tahun 2018 dengan tema “Dengan Semangat Lomba MAPSI kita Cetak Generasi Islami yang Berprestasi. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, SD Cangakan 1, SD Jungke 1.

Masing-masing peserta yakni juara satu dari permakilan Kecamatan se Kabupaten Karanganyar terdiri 12 cabang lomba putra putri lomba satu grup rebana dan putra seni adzan. Adapun cabang lomba antara lain lomba pendidikan agama Islam dan baca tulis Al Quran, teknologi informasi dan Komunikasi Islami, seni adzan untuk putra, macapat Islami, seni bercerita Islami, tahfidz Al Quran, rebana, seni kaligrafi, cerdas cermat terpadu pendidikan agama islam dan umum, tahsinul khot, tilawah, dan khitobah.

Dalam sambutannya Ahmad Nasirin selaku kemenag mengatakan bahwa penyelenggaraan MAPSI tingkat SD ini luar biasa, karna tempatnya di Rumah Dinas Bupati Karanganyar biasanya cukup dihalaman sekolah saja selain itu MAPSI ini juga menggunakan anggaran APBD dan alhamdulillah bupati Karanganyar Juliyatmono mendukung penuh kegiatan ini dan anggarannya dicukupi.

“Harapan saya mudah-mudahan dengan kegiatan MAPSI ini dapat melahirkan prestasi-prestasi yang bisa menghasilkan bibit tingkat Jawa Tengah dan semoga ini menjadi Amal Jariyah serta memberi manfaat, kebarokahan untuk kita semua”,tuturnya.

Dalam  kegiatan ini diwajibkan membawakan dua lagu yaitu rebana klasik dan rebana modern dengan waktu 15 menit per grup.

 

Demikian Diskominfo (Ind/Lp)

 

Read More
web

Bupati Karanganyar Pantau Ujian SD, Murid Berprestasi Dapat Hadiah

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, memantau pelaksanaan Ujian bagi murid Sekolah Dasar kelas 6.

Karanganyar, Rabu (17/05/2017)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, memantau pelaksanaan Ujian Nasional Sekolah Dasar/sederajat di dua sekolah, yakni SD 01 dan 02 Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Selasa (16/05) pagi, dan berjanji memberikan hadiah bagi murid berprestasi.

Di dua sekolah itu, Bupati Juliyatmono memantau satu persatu ruang ujian untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar. Hari itu, peserta ujian tengah mengerjakan soal mata ujian matematika dengan waktu dua jam.

Saat di SD 01 Papahan, terdapat enam ruang yang digunakan untuk ujian dan diikuti 108 peserta ujian. Sedangkan SD 02 Papahan ada tiga ruang ujian dengan jumlah total peserta ujian 57 anak.

“Pengecekan ini relatif bagus, tidak ada hambatan. Justru yang kita tunggu adalah hasilnya, karena tahun lalu sudah berintegritas dan hasilnya menempati rangking terbaik di Jawa Tengah lulusan SD,” kata Bupati Karanganyar.

Kemarin yang dipacu guru dan lain-lainya, karena yang paling sulit mata ujian matematika. Bupati juga mengaku sampai hari kedua, tidak ada laporan kendala pelaksanaan Ujian Nasional SD.

Bupati juga mengimbau kepada orang tua agar memimbing dan memantau perkembangan anak dalam hal belajar sehingga prestasi terbaik dapat diraihnya.

“Pergerakan prestasi-prestasi cukup dinamis, karena orang tua betul-betul mendampingi anak, karena dari hari ke harilebih mampu melihat perkembangannya,” kata Bupati.

Pada kesempatan itu, Bupati juga berharap tahun ini lebih banyak anak SD yang berprestasi melebihi dari tahun lalu, sekitar 600 lebih murid mendapatkan nilai 100 dari ujian matematika, dan mendapatkan penghargaan uang Rp. 100.000.00.

“Harapannya lebih bagus dari tahun kemarin banyak yang dapat nilai 100. Guru juga akan mendapatkan penghargaan, misal guru kelas 6, ada 5 anak yang mendapatkan nilai 100, sehingga mendapatkan penghargaan, juga berlaku untuk kelipatannya,” kata Bupati.(pd)

Read More
DSC_0081 copy

Sekolah dan Kantor Di Liburkan

DSC_0084 copy

Rumah Dinas Bupati Karanganyar

DSC_0081 copy

Murid-murid SD Negeri 01 Karanganyar memakai masker

 

Karanganyar, Jumat (14/02/2014)

Bupati  Kabupaten Karanganyar Juliyatmono mengintruksikan agar sekolah-sekolah dan kantor di liburkan, akibat hujan abu letusan gunung Kelud, di Kediri,  Jawa Timur sampai di Kabupaten Karanganyar.

“Sekolah-sekolah dan kantor-kantor saya intruksikan agar diliburkan sehari. Kecuali rumah sakit, puskesmas atau yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Selain itu BPBD juga harus sigap ,” kata Bupati Juliyatmono saat mengadakan Rapat mendadak dengan para Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Kabupaten Karanganyar, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (14/02) pagi.

Juliyatmono juga menegaskan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah agar kesehatan tidak terganggu. Namun apabila terpaksa keluar rumah dianjurkan untuk menggunakan masker atau penutup hidung.

“Saya juga mengintruksikan kepada para camat agar sigap apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata dia.

Di Sekolah Dasar Negeri 01 Karanganyar, sejak pukul 07.00 murid-murid di anjurkan pulang ke rumah masing-masing.

Selain itu pihaknya juga meberikan masker gratis bagi siswa agar tidak terkena penyakit pernafasan.

Dari hasil pengamatan humas Karanganyar, ketebalan abu sekitar 5 centimeter dan jarak pandang hanya 5 meter saja. Jalur dari arah Palur sampai Karanganyar Kota atau sebaliknya sangat gelap dan membahayakan pengendara.pd

Read More

Bupati Karanganyar Buka Pentas Seni Sekolah

Karanganyar, Rabu (07/11/2012)

Ratusan anak yang berasal dari 17 Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Karanganyar mengikuti lomba karawitan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (6/11). Acara itu merupakan serangkaian acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-95.

17 SD itu mewakili 17 kecamatan yang ada di Bumi Intanpari. Belasan SD tersebut menampilkan keterampilannya dalam memainkan gamelan di depan ratusan pasang mata.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih saat membuka lomba itu menyatakan kebanggaannya atas kemampuan siswa-siswa SD itu. Dalam sambutannya, dirinya berpesan agar warisan budaya Jawa salah satunya karawitan harus tetap dilestarikan dan diturunkan ke generasi berikutnya.

“Kita tentunya ikut bangga dan menjaga seni budaya kita. Di luar negeri, seperti seni karawitan sangat digemari. Banyak sekali dibuat kelompok-kelompok pecinta karawitan,” katanya.

Lewat pentas seni ini pihaknya berharap agar jiwa kebangsaan terhadap budaya bangsa bisa semakin kuat. Melalui anak didik di semua jenjang pendidikan, pewarisan budaya ini bisa terjaga dan lestari.

Sementara itu, selain lomba karawitan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga menggelar sejumlah lomba dalam merayakan Hadi Jadinya. Sejumlah perlombaan yang juga diikuti oleh siswa SD, SMP, SMA/ SMK antara lain seni tari, seni  lukis, dan desain.  Agenda itu digelar mulai Selasa (6/11) hingga Rabu (7/11). Adapun tempat yang digunakan untuk kegiatan  tersebut juga dipecah, di antaranya Pendopo Rumah Dinas Bupati, PKPRI, Balai Desa Cangakan, dan Aula Dinas Kesehatan.

“Dengan adanya kegiatan ini tentunya sebagai kreativitas prestasi juga melestarikan budaya lokal khusus nya untuk para siswa dan guru bidang seni,” ujar Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karanganyar, Nurhasan Wahyu Riyanto.

.pd

Read More

Dewan Berharap Pemkab Prioritaskan Perpustakaan Sekolah

Masih banyaknya sekolah di Karanganyar yang tidak mempunyai Ruang Perpustakaan mendapatkan tanggapan dari Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) setempat. Dewan juga menyayangkan sikap Pemkab yang tidak memprioritaskan pengadaan untuk Perpustakaan sekolah ini.
“ Kalau kurang atau tidak ada dana sebenarnya bisa dicoba dengan mengajukan perubahan alokasi di APBD Perubahan 2012,” ujar Karwadi, anggota Komisi IV DPRD Karanganyar, Rabu (9/2) kemarin. Ia mengakui minimnya jumlah perpustakaan di Karanganyar dikarenakan minimnya kekuatan anggaran daerah. Namun meski minim, seharusnya Pemkab bisa mencarikan dana untuk kepentingan tersebut.
“Tahun ini masih banyak Dana Alokasi Khusus (DAK) dua periode (2011-2012) yang masih belum cair. Dana tersebut dapat disisihkan untuk membangun perpustakaan,” tegasnya.  Minimnya perpustakaan di Sekolah ini, menurutnya bukan sepenuhnya kesalahan Pemkab, pasalnya sejauh ini, Pemerintah pusat juga tidak memberikan dukungan penuh.
Ia mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Pusat belum mendistribusikan buku bacaan, dan hanya menumpuk di tingkat pusat. “Harusnya konsepnya itu jelas, mosok mengirimkan buku harus dengan pengajuan dan biaya dari daerah. Ini kan lucu,” terang dia.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Karanganyar, Romdloni mengungkapkan hal yang sama. Ia mengatakan minimnya perpustakaan di sekolah-sekolah di Karanganyar disebabkan salahnya prioritas penggunaan dana APBD oleh Pemkab. “Hampir 52 persen dana pendidikan hanya untuk membayar gaji pegawai saja, bukan untuk pengadaan fasilitas pendidikan,” urai dia.
Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar, Sri Suranto mengatakan dari sekitar 500 Sekolah Dasar (SD) di Bumi Intanpari, 64 persen di antaranya atau sekitar 320 Sekolah Dasar belum memiliki gedung perpustakaan.

Read More

Ratusan SD Tidak Miliki Perpustakaan

Dari sekitar 500 Sekolah Dasar (SD) di Karanganyar, 64 persen di antaranya atau sekitar 320 Sekolah Dasar belum memiliki Gedung Perpustakaan.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar, Sri Suranto saat membuka acara Seminar Regional Urgensi Tenaga Perpustakaan di Gedung PGRI, Tegalgede Karanganyar, Kamis (2/2).
Sedangkan untuk tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) baru 87 persen yang sudah mempunyai gedung perpustakaan dan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) mencapai 93 persen. “Kalau SMK saya rasa data yang saya terima sudah hampir menyentuh angka 100 persen,” ucapnya  seusai seminar.
Suranto berharap minimnya jumlah perpustakaan di sekolah-sekolah ini dapat ditangani dengan adanya Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun pos anggaran lainnya. Seperti DAK 2011 sebesar Rp 30 miliar dan DAK 2012 sebesar Rp 18 miliar diharapkan dapat tersalurkan dengan maksimal, salah satunya bisa digunakan membangun ruang perpustakaan.
“Tahun ini kita mendapatkan Dana Intensif Darah (DID) dari Pusat sebesar Rp 20 miliar. Konsentrasi DID yang sebagian besarnya nanti untuk menunjang pendidikan tentu juga akan diarahkan untuk kepentingan perpustakaan,” paparnya.
Menurutnya selain masih banyaknya SD yang belum memiliki perpustakaan, kendala yang dihadapi di lapangan yakni masih minimnya tenaga kepustakaan yang dimiliki. Selama ini pihak sekolahan menyiasati minimnya tenaga perpustakaan ini dengan merangkapkan jabatan seorang guru sembari menjadi tenaga perpustakaan.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi X, DPR RI Rinto Subekti mengatakan salah satu kendala pembangunan perpustakaan di daerah yakni masalah lahan atau tempat guna membangun perpustakaan. “Saya sudah bertanya di beberapa daerah masalahnya sama yakni lahan yang tidak memadai,” katanya.

Read More