8fb747ea-7a92-44ef-a27d-5af52e71c4f4

Antisipasi Bahaya Kekeringan, KKN UNS Kelompok 71 Melakukan Pemetaan SDA Air Tanah di Plesungan Gondangrejo Karanganyar

(Pengambilan Data Geolistrik. Foto dari KKN 71 UNS)

KARANGANYAR – Permasalahan kekeringan di Desa Plesungan telah mengarah pada penurunan kualitas dan kuantitas sumber air yang tersedia, khususnya air tanah. Untuk memahami dan mengatasi masalah ini, penting dilakukan pengambilan data yang komprehensif mengenai kondisi air tanah di wilayah tersebut. KKN UNS Kelompok 71 yang berjumlah 10 anggota telah melaksanakan kegiatan pengambilan data geolistrik di Desa Plesungan. Lokasi titik pengambilan data sudah dikomunikasikan kepada perangkat Desa setempat. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk memetakan struktur bawah tanah dan mengidentifikasi potensi sumber daya air tanah yang ada di wilayah tersebut.

Ardhiansyah selaku ketua KKN 71 menyatakan “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami sebagai bentuk penerapan ilmu pengetahuan yang kami pelajari di kampus ke dalam konteks nyata di lapangan. Pengambilan data geolistrik ini tidak hanya memberikan kami pengalaman praktis, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Plesungan”. Banyak  tantangan yang dihadapi selama pemetaan, namun dengan kerja sama tim yang solid dan bimbingan dari Bapak Budi Legowo S.Si., M.Si selaku dosen pembimbing lapangan, seluruh tantangan tersebut berhasil diatasi.

Selain pemetaan sumber daya air, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Plesungan. Pemerintah desa dapat menggunakan data ini untuk merencanakan pembangunan infrastruktur air bersih, mengeksplorasi sumber daya air tanah lebih lanjut, serta mengembangkan strategi pengelolaan air yang lebih baik. Dengan demikian, masyarakat desa dapat menikmati akses air bersih yang lebih mudah dan berkelanjutan.

Kegiatan KKN ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya dalam konteks pemberdayaan desa dan pengelolaan sumber daya alam. “Kami berharap hasil dari pengambilan data geolistrik ini dapat menjadi referensi yang berguna tidak hanya bagi Desa Plesungan, tetapi juga bagi penelitian dan pengembangan di bidang geologi dan hidrologi di masa mendatang,” tambah mahasiswa lainnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan terjadi sinergi yang lebih kuat antara dunia akademis dan masyarakat, sehingga dapat tercipta pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat lokal. (Kelompok 71 KKN UNS)

 

 

 

Read More
DSC_1007 copy

Kuota Elpiji Ditambah 22.451 Tabung

Karanganyar, Kamis (12/06/2014)

Bulan Juni dan menjelang Lebaran pasokan elpiji tiga kilogram  ditambah

Bulan Juni dan saat Ramadhan pasokan elpiji tiga kilogram ditambah

Kuota elpiji ukuran tiga kilogram akan ditambah pada bulan Juni sebanyak 22.451 tabung atau seratus persen jatah harian. Menjelang bulan Ramadhan nanti, Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga akan mengusulkan penambahan tabung elpiji.

Kepala Bagian Perekonomian, Setda Karanganyar, Timotius Suryadi menuturkan penambahan kuota pada bulan ini untuk mengantisipasi permintaan tambahan menjelang bulan Ramadhan.
“Penambahan kuota berlaku selama 25 hari, mulai 1 Juni 2014 sebanyak 22.451 tabung gas elpiji ditambah kuota tambahan,” jelas Timotius, di Kantornya, Selasa (10/06).

Tambahan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan konsumen yang fluktuatif. Apabila dirata-rata, Kabupaten Karanganyar mendapat tambahan elpiji sebanyak 898 tabung per hari selama 25 hari.

“Penambahan ini telah mendapat persetujuan dari PT Pertamina melalui Hiswana Migas dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) di pangkalan Rp. 14.500, dan untuk harga eceran di konsumen rumah tangga sebesar Rp. 16 ribu per tabung,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kasubag Sumber Daya Alam (SDA) Bagian Perekonomian, Farida mengatakan untuk mengamankan pasokan menjelang lebaran nanti kuotanya ditambah lagi lebih besar. “Kemungkinan penambahan mencapai 500 persen dari jatah harian atau sekitar 112.255 tabung,” ujar Ida.

Biasanya, lanjut Ida, permintaan elpiji mendekati Lebaran cederung naik. Diperkirakan penggunaan tabung itu naik 15 persen dibandingkan permintaan tahun lalu. “Penambahan 500 persen jatah harian ini untuk menyiapkan konsumsi elpiji yang cenderung meningkat sebelum, saat dan pascalebaran,” imbuhnya.

Dijelaskan pula, Pemkab Karanganyar juga mengawasi distribusi untuk mengantisipasi penimbunan dan permainan harga. Terdapat 11 agen elpiji yang mendistribusikan tabung ke 1331 pangkalan resmi.pd

Read More

Suruh Jadi Pilot Project Pengelolaan Sampah

Desa Suruh, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, dipilih menjadi desa untuk pilot projectpengembangan infrastruktur hijau khususnya pengelolaan sampah.

Tidak main-main, pengembangan infrastruktur hijau merupakan program Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa (PPEJ) Kementerian Lingkungan Hidup yang dikembangkan di 41 kabupaten/kota.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Karanganyar, Dwi Basuki, melalui Kabid Pemulihan Lingkungan dan Pelestarian Sumber Daya Alam (SDA) BLH, Sri Sukapti, di ruang kerjanya, Selasa (4/12/2012).

Sebagai langkah awal program pengembangan infrastruktur hijau, telah dilakukan sosialisasi kepada 120 peserta terdiri warga Suruh, serta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait di Pemkab Karanganyar, akhir November 2012.  Kegiatan tersebut segera ditindaklanjuti dengan pemberian bantuan berupa sarana dan prasarana pengembangan bank sampah. Seperti 600 kantong sampah khusus dengan klasifikasi jenis sampah, komputer, laptop, printer, papan tulis, buku, slip, meja, kursi, alat biopori, lemari dan rak.

Pengembangan bank sampah diarahkan supaya terintegrasi dengan prinsip 3R yakni reduce, reuse, recycle. Program tersebut ditargetkan mampu mengurangi lahan kritis, menciptakan energi alternatif dan mereduksi gas methan. Disamping juga memberikan pemahaman lingkungan yang sehat. Sukapti mengklaim pengembangan bank sampah di Suruh sudah dilakukan sebelum PPEJ Kementerian LH masuk.

“Makanya Suruh kami pilih untuk pengembangan program infrastruktur hijau,” katanya.

Read More