DSC_0733e

Festival Telaga Madirdo 2015

DSC_0733e

WAKTU

Sabtu-Minggu, 1-2 Agustus 2015

Jam 08.00 WIB – sampai selesai

Obyek Wisata Telaga Madirdo, Desa Berjo, Ngargoyoso

PESERTA STAND UMKM

Diikuti oleh 10 kelompok kluster wisata, 5 kelompok PNPM, dan masyarakat umum. Stand UMKM dibuka mulai jam 08.00 WIB – 22.00 WIB tanggal 1-2 Agustus 2015

RANGKAIAN ACARA FESTIVAL

HARI SABTU, 1 AGUSTUS 2015

Waktu Acara
07.00-08.00 Persiapan Peserta Stand UMKM
08.00-08.30 Peserta Jalan Santai Kluster Wisata Finish di Telaga Madirda
08.30-09.00 Pra Pembukaan
1. Karawtitan Santisworo / Karawitan Putri Puton
2. Tek-tek Puntukrejo (Rombongan Wabup mulai datang)
3. Kesenian Sabdo Palon Noyo Genggong
09.00-selesai Seremonial Pembukaan Festival Telaga Madirdo
1. Pembukaan
2. Laporan Ketua Panitia
3. Ucapan Selamat Datang oleh Camat Ngargoyoso
4. Sambutan dan Pembukaan oleh Wakil Bupati Karanganyar
5. Tampilan Kesenian Sabuk Janur
6. Tampilan Kesenian Jimbe Munggur
7. Tampilan Kesenian Tari-tarian Kluster Wisata
19.00-selesai 1. Karawitan Anak Nglegok
2. Jimbe Mungkur
3. Cerita Rakyat dalam bentuk Teater Desa Ngargoyoso
4. Pembukaan
5. Ucapan Selamat Datang
6. Sambutan Bupati dan Pembacaan Narasi Tari Kolosal
7. Pementasan Tari Kolosal

HARI MINGGU, 2 AGUSTUS 2015

Waktu Acara
09.00 Lomba Mewarnai dan Menggambar
10.00 Hiburan Koes Plus
19.00 Penutupan Festival Telaga Madirdo dilanjutkan Wayang Kulit

 

Read More
DSC_0182 copy

Pentas Srawung Seni Candi Berlangsung Meriah

Karanganyar, Jumat (02/01/2015)

Pentas kesenian Srawung Seni Candi ke 11 menarik animo masyarakat untuk menonton, Kamis (01/01) di Kawasan Komplek Candi Sukuh.

Salah satu kelompok kesenian Sabuk Janur ikut pentas di Srawung Seni Candi ke 11, Kamis (01/01) di Kawasan Komplek Candi Sukuh.

Gelaran kegiatan pementasan Srawung Seni Candi berlangsung meriah, dengan banyaknya para pengunjung yang mendatangi dan melihatnya. Hal tersebut ditandai animo penonton yang berasal dari daerah, membuat kawasan wisata Candi Sukuh menjadi ramai.

Pentas yang berlangsung di Komplek Candi Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar itu diikuti sekitar 18 kelompok seniman yang berasal dari lokal maupun luar negeri. Menampilkan kesenian kontemporer maupun tradisional. Misalnya saja Sabdopalon Nayagenggong dari Ngargoyoso, Burkard Korner dari Jerman, maupun Wirastuti dan Luluk Ari dari Solo.

Menurut Soeprapto Suryodarmo, sebagai pengagas acara tersebut mengatakan, Srawung Seni Candi kali ini sudah berlangsung yang ke 11. Biasanya diadakan di akhir tahun dan awal tahun, tepatnya pada tanggal 31 Desember dan 1 Januari.

“Kita menampilkan berbagai seni dari kebudayaan Indonesia. Selain itu juga sebagai wujud refleksi untuk kebudayaan Indoneisa dan alam. Sehingga kita dituntut untuk tetap waspada,” ujar pria yang akrab mbah Prapto, pemilik Padepokan Lemah Putih, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Kamis (01/01) di lokasi.

Selain pementasan karya seni, juga diadakan sarasehan, malam tirakatan dan pemberian bibit pohon kepada masyarakat. pd

Read More
DSC_0049 copy

Festival Ngargoyoso Angkat Seni Budaya Lokal

Tumpeng Jumbu terdapat sayuran dan buah-buhan mengiringi arak-arakan Festival Ngargoyoso 2013, Kamis (05/12)

Tumpeng Jumbu terdapat sayuran dan buah-buhan mengiringi arak-arakan Festival Ngargoyoso 2013, Kamis (05/12)

Karanganyar, Jumat (06/12/2013)

Seni budaya mempunyai peran yang besar bagi dunia pariwisata dan kebudayaan itu sendiri harus kuat dan kokoh, sehingga dapat memberi warna dan sentuhan yang berbeda dan positif bagi dunia pariwisata.

Festival Ngargoyoso 2013 mempunyai peran untuk mengangkat potensi wilayah maupun seni tradisional, budaya lokal, dan potensi sejarah yang ada di Kecamatan Ngargoyoso. Prosesi dimulai dengan iring-iringan kirab berkuda oleh jajaran Muspida dan diikuti kelompok kesenian lokal yang berjalan kaki dari Lapangan Desa Ngargoyoso menuju Terminal Kemuning.

Di Terminal Kemuning disediakan panggung untuk unjuk seni dari beberapa kelompok kesenian. Dari mulai tari Sabuk Janur, tari Jaran Gedruk, tari Gatotkaca Gandrung, tari Topeng Hitam dari Selo Boyolali, tari Gambyong, tari Bambangan Cakil. Selain itu juga ada kesenian reog, kesenian tek-tek, sendratari Naya Genggong  Sabdo Palon, hadroh, terbangan, rebana, dan wayang orang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar Istar Yunianto menjelaskan, Festival Ngargoyoso 2013 kali ini merupakan rangkaian dari Festival Lawu. Bila sebelumnya kegiatan serupa digelar di Tawangmangu, kini giliran digelar di Ngargoyoso. “Tujuan dari kegiatan ini untuk mempromosikan potensi wisata yang ada, menampilkan kreatifitas, kegiatan budaya dan inovatifitas terutama di wilayah Ngargoyoso ini,” katanya, Kamis (05/12) siang kemarin.

Ia menambahkan sangat mengapresiasi dalam Festival Ngargoyoso 2013 kali ini. Kegiatan seperti ini dapat mengangkat potensi kesenian lokal dan sumber daya alam yang ada di Ngargoyoso. “Minat masyarakat yang mengikuti festival maupun yang melihat sangat besar, terlihat,” ungkapnya. pd

 

Read More