Open Hours : Mon – Fri: 8.00 am. – 4.00 pm.
+1 800 123 456 789

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengecek ruang isolasi di RSU Jati Husada Jaten, Karanganyar

Mengecek di RSU PKU MUhammadiyah Karanganyar
KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengecek sejumlah rumah sakit di wilayah Kabupaten Karanganyar. Pengecekan itu dalam rangka mempersiapkan rumah sakit khusus untuk rujukan pasien covid 19. Daripada membuat tempat khusus pasien covid 19, akan lebih baik menanyakan kesiapan dari rumah sakit untuk dijadikan khusus rujukan pasien covid 19.
Informasi yang dihimpun Karanganyarkab.go.id sidak Selasa, (05/02) dilakukan di rumah sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar. Orang nomor satu di Kabupaten Karanganyar bersama Asisten Pemerintahaan Setda Karanganyar, Sundoro dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Purwanti mengunjungi ruang rawat jalan atau poliklinik PKU Muhammadiyah Karanganyar. Di ruang tersebut, ditemui oleh Direktur rumah sakit PKU Muhammadiyah Aditiya Nur Cahyanto. Tidak lebih dari 30 menit, rombongan melanjutkan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Jati Husada di Jaten Karanganyar. Di RSU Jati Husada, Bupati Karanganyar ditemui pemilik (owner), Sri Sudar Sigit dan Direktur RSU, Dr Sri Hartini MM. Bupati sempat melihat tempat tidur, ruang isolasi di RSU Jati Husada.
Kemudian mengujungi rumah sakit RSAU Dr Siswanto Lanud Adi Soemarmo di Colomadu, Karanganyar. Melihat beberapa tempat tidur pasien di rumah sakit tersebut. Selanjutnya, terakhir di RSU Indosehat di Kebakkramat, Karanganyar. “Pengecekaan itu akan terus kita lakukan di sejumlah rumah sakit yang lain. Guna memastikan rumah sakit siap dan ada ruang isolasi untuk pasien Covid 19. Termasuk persalinan ibu-ibu yang khususnya terkena covid 19,” ujar Juliyatmono ditemui di halaman RSU Indosehat.
Pihaknya ingin meminta satu atau dua rumah sakit untuk rujukan covid 19. Jika siap, nanti akan diusulkan ke Pemprov Jateng mengenai peralatannya dan hal lainnya yang perlu dipersiapkan guna menangani covid 19. Pada saat keadaan darurat sudah ada antipasinya. Juliyatmono mengatakan RSAU sudah mempunyai PCR secara cepat. Swab dilakukan pagi hari, sorenya sudah diketahui hasilnya. Bahkan, RSAU nanti jika ada data yang perlu dicek secara cepat, rumah sakit tersebut menjadi rujukan. “Mana yang paling siap. Itu yang dipersiapkan dan diusulkan. Jika pandemi selesai, rumah sakit itu kembali ke rumah sakit awal lagi,” tambahnya.
Sementara direktur Rumah Sakit Indosehat, Dr Mintarsih mengatakan bupati melakukan pengecekan ruangan di dalam rumah sakit. Terutama ruangan untuk ibu melahirkan yang terkena covid 19. Menurut MIntarsih, rumah sakit sudah ada ruangan untuk ibu-ibu yang terkena covid 19. sebab nanti ada ruang untuk ibunya dan ruang bayinya yang dilakukan secara terpisah. Jika memang Indosehat layak sesuatu standar aturan yang ada, pihaknya siap dijadikan rumah sakit rujukan khusus Covid 19. “JIka memanuhi syarat kita siap. Rumah sakit kita berada di line 3 pasien Covid 19. artinya setelah RSUD Karanganyar, RSU Indosehat siap,” ujar Dr Mintarsih. (hr/adt)

Direktur RSUD Karanganyar, Iwan Setiawan Aji memberikan paparan mengenai rumah sakit kebanggan masyarakat Karanganyar tersebut
KARANGANYAR – Saat Evaluasi Mutu Pelayanan dan Upaya Peningkatan Motivasi Kerja RSUD Karanganyar di Ruang Anthurium, Bupati Karanganyar berpesan banyak kepada tenaga medis dan pelayanan kesehatan. Pesan itu adalah RSUD diminta untuk membuang sekat-sekat birokrasi dan sering ngobrol bersama jika terjadi masalah. Buat sebuah ruangan, dimana tenaga medis bisa saling diskusi baik masalah penyakit, dan langkah-langkah ke depan yang baik sebagai rumah sakit unggulan milik Pemkab Karanganyar.
“Angen-angen saya (keinginana saya, Red) RSUD itu menjadi rumah atau tempat wisata kesehatan. Fasilitasnya lengkap, ada taman bunga, dan menjadi tempat Refreshing bagi siapa saja. Sehingga ketika pasien datang, bisa sembuh melihat rumah sakit yang nyaman dan menyenangkan,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan motivasi tenaga dokter dan medis RSUD Karanganyar, (16/11).

Dia menambahkan secara periodik ngobrol supaya lebih nyaman. Anggaplah Rumah sakit seperti rumahmu sehingga memberikan pengabdian terbaik. Secara struktural RSUD harus komunikasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), karena rumah sakit ini adalah UPTnya DKK. Sehingga harus lebih sering berkoordinasi agar luwes. Namun secara manejemen adalah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sehingga jika butuh apa-apa bisa dipenuhi hari itu juga. “Jika butuh bed, misalnya langsung saja membeli tidak perlu menunggu anggaran besok. Cukup izin bupati, saya menggunakan dana ini untuk beli bed, misalnya. Fleksibilitas, saya minta suwun lebih cepat,” tambahnya.
Sementara Direktur RSUD Karanganyar, Iwan Setiawan Aji, mengatakan bangga dengan akreditasi yang sudah dilalui oleh rumah sakit. Dalam proses akreditasi lalu tidak ada tujuan materi atau jabatan. Akredirtasi semata mata murni keinginan teman-teman karyawan RSUD. “Rumah sakit instansi yang komplek. Saya sering pusing, apalagi ini covid 19 juga meningkat,” ujar Iwan. (hr/adt)

Berlangsungnya vidconference terkait perkembangan covid-19 di wilayah Jawa Tengah dengan Gubernur Jateng di ruang SIC Diskominfo Karanganyar, Senin (23/3).
Karanganyar,
Pemprov Jateng akan kirim bantuan APD ke rumah sakit yang menangani kasus corona. Pengiriman bantuan ini, menyusul sejumlah Rumah Sakit di Jawa Tengah mengalami kesulitan dan kekurangan untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam video conference dengan sejumlah Dinas Kesehatan di Pemerintah Kota/Kabupatendi Jawa Tengah.
Menurutnya kesulitan rumah sakit untuk pengadaan APD tenaga medis akan segera direspon pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bantuan APD akan segera direalisasikan dalam minggu ini. Sementara bagi Rumah Sakit yang ingin mencari sendiri APD dapat merujuk yang digunakan di Rumah Sakit Moewardi Solo.
“Tetap semangat dalam memberi pelayanan kesehatan. Kita akan segera mengirimkan bantuan APD,”katanya.
Ditambahkannya semua Rumah Sakit yag menangani pasien corona harus dengan baik mempersiapkan semua sarana dan prasana mulai dari ruangan isolasi, vitamin dan pengadaan APD. Pihak Rumah Sakit pun harus menyediakan ruangan tambahan sebagai antisipasi bertambahnya pasien terpapar corona. Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan juga harus aktif melapor perkembangan kasus virus corona mulai dari ODP, PDP hingga yang diisolasi.
“Rumah Sakit maupun Pemkab harus aktif mempersiapkan termasuk gedung untuk merawat pasien. Ini sebagai preventif dan kita tidak berharap seperti di Italia”,tambahnya.
Dalam video conference di ruang SIC Diskominfo Karanganyar, Plt. Dinas Kesehatan Karanganyar, Purwati melaporkan sampai hari ini orang dalam pantauan (ODP) di Karanganyar ada 23 orang yang sudah lulus 1 orang.
Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) ada 4 orang yang dinyatakan sudah sembuh 1 orang jadi sampai saat ini yang masih dirawat ada 3 orang.
Selanjutnya dilaporkan juga untuk kesiapan fasilitas penanganan covid-19 di Karanganyar
menambah ruang isolasi 10 kamar. Di RSUD Karanganyar ada 15 kamar untuk ruang isolasi dan Rumah Sakit TNI Angkatan Udara yang berlokasi di Colomadu sudah menyiapkan tambahan ruang isolasi sehingga total ruang isolasi di Karanganyar ada 23 kamar.
“Kami juga sudah membentuk gugus dan kita sudah sosialisasi disemua tempat sampai tingkat RT. Untuk tempat-tempat umum sudah disediakan tempat cuci tangan,”ujarnya.
Adapun kendalanya sama dengan kota maupun kabupaten lain yang lain, yakni APD dan VTM
Pada video conference selain Dinkes juga diikuti Rumah Sakit Swasta dan Daerah Instansi terkait seperti Pemkab Karanganyar, Diskominfo dan Kodim 0727 Karanganyar, Senin (23/3/2020) pagi.
Demikian Diskominfo (dn/ind/ard)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi saat menjenguk korban kecelakaan, yang masih dirawat di RSUD Karanganyar, Senin (27/02) pagi.
Karanganyar, Senin (27/02/2017)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengratiskan biaya pengobatan di RSUD Karanganyar, korban kecelakaan bis PO Solaris Jaya, yang terjadi pada Minggu (26/02), di tikungan Kali Banaran, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
Hal itu dikatakan Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi saat menjenguk korban kecelakaan, yang masih dirawat di RSUD Karanganyar, Senin (27/02) pagi.
“Kita bisa bebaskan semua kebutuhan mereka, tidak ada masalah, karena memang butuh dibantu. Berapa yang dibutuhkan, dikoordinasikan dengan RSUD agar mereka tidak dikenakan biaya, termasuk biaya operasi, disamping juga dari Jasa Raharja,” kata Bupati Karanganyar.
Selain itu, penanganan yang cepat terhadap korban kecelakaan rombongan bis dari Sidoarjo, Jawa Timur yang berencana rekreasi di objek wisata Tawangmangu.
Bupati juga menyampaikan turut berduka cita, atas nama Pemkab Karanganyar. Bagi yang meninggal dunia sejumlah 6 orang, jenazah sudah diantarkan sampai rumah masing masing, dan dikirim juga karangan bunga sebagai bentuk keprihatinan Pemkab Karanganyar.
Juliyatmono juga mengatakan sebelum memasuki jalan itu, akan diberi rambu baru agar kendaraan tidak melewati jalan itu, karena memang lokasi kecelakaan itu berada di jalan lama, dan berbahaya.
“Lokasi itu segera di evaluasi agar kendaraan luar kota tidak melalui jalur tersebut, karena sudah ada jalan alternatif (jalan tembus),” kata Bupati.
Dia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi rambu-rambu, mengikuti petunjuk karena itu mengarahkan pengguna jalan.
“Jangan mengabaikan rambu, termasuk jika ada rambu agar tidak melewati jalan tersebut, supaya tidak terjadi kecelakaan,” katanya.
Bagi yang berpergian menuju Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar dari arah Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, atau sebaliknya, lebih baik melewati jalan alternatif, karena jalan tidak begitu menanjak, halus, lebar dan tidak banyak tikungan tajam, walaupun demikian pengendara tetap menjaga kecepatan, jangan ngebut dan tetap berhati-hati.
Sementara itu, ditempat yang sama, Direktur RSUD Karanganyar, dr Mariyadi mengatakan, sampai saat ini, Senin (27/02) yang masih dirawat sejumlah delapan orang.
“Ada tiga pasien yang akan di operasi karena patah tulang, namun menunggu kondisi tubuh untuk siap dilakukan tindakan operasi,”kata dr. Mariyadi.
Pada kesempatan itu, Direktur RSUD Karanganyar menegaskan bahwa yang meninggal dunia enam orang, tidak tujuh orang.
“Di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Karanganyar tidak ada yang meninggal dunia. Semua jenazah sudah diantar ke rumah masing-masing,” katanya. (pd)

Sekelompok peserta pada latihan gabungan SAR berusaha membalikkan posisi kapal. Dengan menarik tali dan mendorong kapal karet dari bawah.
Karanganyar, Minggu (12/02/2017)
Latihan gabungan (Latgab) “Water Rescue” (Pertolongan di air) oleh 1000 Search and Rescue (SAR) se eks Karesidenan Surakarta diadakan di Waduk Delingan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Minggu (12/02) pagi.
“Latihan gabungan ini diadakan setiap tiga bulan sekali, dengan melibatkan berbagai unsur. Potensi yang terkait antara lain, TNI, Polri, Rumah Sakit, PMI, dan relawan SAR,” kata Kepala Pos SAR Surakarta, Amin Yahya.
Dikatakan lebih lanjut olehnya, kegiatan ini diikuti dari berbagai komunitas SAR se Eks Karesidenan Surakarta dengan mengundang 100 an komunitas. Kegiatan sehari itu meliputi trial game water rescue, tali temali, manajemen penanggulangan bencana dan MFR (Medical First Responder).
“Tujuan kami menjalin silaturahmi, jangan kalau ketemu saat ada bencana saja,” katanya.
Dari pengamatan, setiap kelompok terdiri 11 orang diharuskan berlari 100 meter terlebih dahulu, kemudian berenang menuju lokasi kapal karet dengan posisi terbalik di air.
Setelah sampai lokasi, mereka diharuskan membalikkan kapal itu dengan cara yang digunakan masing-masing kelompok. Setelah berhasil membalikan kapal ke posisi yang benar, selanjutnya membawa ke lokasi yang telah ditentukan untuk mengambil korban.
Dengan cepat pertolongan diberikan, setelah itu korban dibawa dengan menggunakan kapal menuju tepian waduk, diangkat ke darat dan selanjutnya diberikan pertolongan medis. Dengan begitu, jika terjadi bencana yang sebenarnya di air, relawan bisa cepat, sigap dan tanggap memberikan pertolongan penyelamatan korban.(pd)