DSC_7369 – Copy

RSUD Karanganyar Bangun Gedung Rawat Inap Tiga Lantai

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat peletakan batu pertama pembangunan gedung rawat inap RSUD Karanganyar, Jumat (03/06)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat peletakan batu pertama pembangunan gedung rawat inap RSUD Karanganyar, Jumat (03/06) pagi.

Karanganyar, Jumat 03/06/2016)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar memulai membangun gedung baru untuk rawat inap tiga lantai, Jumat (03/06).

Proyek pembangunan rawat inap itu dimenangkan oleh PT Adhi Karya dengan nilai kontrak Rp. 70,9 miliar, untuk membangun gedung I, II, dan III, dengan target selesai akhir tahun 2016 ini. Sedangkan nilai pagu paket sebesar Rp. 78 miliar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo berkesempatan meletakan batu pertama pembangunan tersebut.

Ditempat yang sama, Direktur RSUD Karanganyar, Maryadi, mengatakan tiga gedung baru itu digunakan untuk menambah daya tampung kamar rawat inap.

“Diperkirakan bisa menampung 320 tempat tidur. Bahkan gedung ini nantinya ada kelas VVIP dan VIP, gedung A dan b,” kata Maryadi.

Dikatakan olehnya, selama ini RSUD Karanganyar mempunyai 250 tempat tidur untuk rawat inap. Sedangkan untuk Unit Gawat Darurat (UGD) masih kekurangan.

“Di UGD hari tertentu bisa mencapai 60 pasien. Karena prinsipnya tidak boleh menolak pasien. Kedepan kita ingin fungsi UGD benar-benar digunakan, tidak buat rawat inap,” katanya.

Dia lebih lanjut menjelaskan, dokter dan peralatan yang dimiliki rumah sakit yang dimiliki Pemkab Karanganyar itu sudah dirasa cukup baik.pd

Read More
DSC_0041

Penderita Katarak Jalani Operasi Secara Gratis

Pemberian obat tetes mata bagi penderita katarak sebelum menjalani operasi di Instalasi Bedah Sentral RSUD Karanganyar

Pemberian obat tetes mata bagi penderita katarak sebelum menjalani operasi di Instalasi Bedah Sentral RSUD Karanganyar

Karanganyar, Minggu (04/10/2015)
Puluhan pasien penderita katarak di Kabupaten Karanganyar menjalani operasi mata secara gratis, di RSUD Karanganyar, Minggu (04/10).

Operasi yang berkerjasama dengan Djarum Foundation dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Yogyakarta berlangsung dari pagi hari hingga sore hari.

Sebelum menjalani operasi, pasien terlebih dahulu menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan di laboratorium, kemudian tindakan pemberian obat tetes mata, kemudian menunggu giliran operasi.

Menurut Direktur RSUD Karanganyar dr. G Mariyadi  bahwa kegiatan kali ini mengoperasi 47 bola mata, tidak satu orang pasien, sebab seorang pasien bisa dua bola mata yang terkena katarak.

“Hari ini sebanyak 16 dokter mata dilibatkan untuk operasi katarak. Sedangkan lamanya tindakan bisa sampai 30 menit, tergantung anatominya,” kata Direktur RSUD.

Dia juga menjelaskan, masih banyak penderita katarak yang tersebar di Kabupaten Karanganyar.

“Penderita kebanyakan berumur 50 tahun keatas, bisa dikarenakan usia tua, paparan sinar matahari berlebih, mengalami trauma, dan sering operasi mata,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono berkesempatan menemui para penderita di ruang tunggu.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung acara ini. Dengan begitu, bisa mengurangi penderita di Kabupaten Karanganyar,” katanya.

Langkah antisipasi agar seseorang tidak terkena katarak, dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung beta carotene atau anti oksidan yang baik untuk mata. Menghindari paparan sinar matahari dengan menggunakan kaca mata anti sinar UV juga sangat disarankan untuk menghindari katarak. Perokok bisa menghentikan kebiasaanya tersebut karena merokok dapat meningkatkan resiko seseorang terkena katarak. pd

Read More
aku (3) copy

RSUD Karanganyar Mulai Manfaatkan IGD Baru

Gedung IGD RSUD Karanganyar sudah mulai dimanfaatkan Senin (29/06) kemarin dengan fasilitas lengkap

Gedung IGD RSUD Karanganyar sudah mulai dimanfaatkan Senin (29/06) kemarin dengan fasilitas lengkap

Karanganyar, Selasa (30/06/2015)
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar, Senin 29-06-2015 kemarin mulai memanfaatkan Instalasi Gawat Darurat (IGD) baru, terletak di sisi barat.
Direktur RSUD Karanganyar dr Mariyadi menuturkan gedung IGD baru ini dapat menampung sampai 40 pasien, bahkan jika terjadi bencana besar bisa ditangani.
“Disini juga ada ruang tindakan dan ruang observasi. Bahkan tindakan parah pun bisa dilakukan, juga sudah dilengkapi lampu operasi,” ujar dr Mariyadi, Senin (29/06) kemarin, di RSUD Karanganyar.
Gedung IGD itu sesuai master plan memerlukan dana sebesar Rp. 3,7 miliar, namun pada tahap pertama baru menggunakan dana sebesar Rp. 2,7 miliar, sehingga penggunaannya juga mundur.
“Ternyata kurang satu miliar rupiah, otomatis penggunaan juga mundur. Kemudian dilengkapi dari anggaran BLUD namun setelah di audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menuturkan peresmian pembangunan gedung tahap pertama direncanakan pada bulan Januari tahun 2016 terdiri gedung Mawar 1, Mawar 2, Radiologi, Ruang Operasi, IGD, Kamar Jenazah, Gudang Obat dan juga IPAL.
Di gedung IGD itu juga dilengkapi apotek, tempat pendaftaran, ruang dokter, ruang tunggu, dan kamar mandi.pd

Read More

Daftar Alamat SKPD Kabupaten Karanganyar

SETDA, BAPPEDA, BKD, BPPT, DPPKAD, DPU, RSUD, Kecamatan, Kelurahan

Read More

GEDUNG PERKANTORAN KARANGANYAR Bakal Ditata Ulang

Gedung perkantoran di Kabupaten Karanganyar bakal ditata ulang untuk memudahkan akses pelayanan publik. Perombakan tatanan gedung itu rencananya dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu lima hingga 10 tahun.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi, menjelaskan nantinya seluruh kantor pemerintahan khususnya yang berhubungan dengan pelayanan publik akan ditata berjajar di sekitar Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU).  “Nanti kantor pelayanan publik ditata menghadap selatan [Jl. Lawu], seperti kantor DPU, supaya lebih mudah diakses masyarakat ,” terang dia saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, akhir pekan kemarin.

 Menurut Samsi, penataan ulang itu penting dilakukan lantaran sebagian gedung perkantoran di Kabupaten Karanganyar belum tersentra dalam satu kawasan. Selain itu, keberadaan gedung perkantoran pun masih terkesan tak tertata dengan baik. Bahkan, terdapat sejumlah instansi memiliki lebih dari satu gedung perkantoran yang terpisah.

 Sedikitnya, terdapat sembilan badan, 12 dinas, tiga kantor pemerintahan, satu gedung sekretaris dewan, satu kantor Satpol PP, satu gedung arsip dan perpustakaan daerah (Arpusda), satu gedung inspektorat, satu gedung pertahanan , 10 bagian kantor Sekda, serta sebuah rumah sakit umum daerah (RSUD) yang ada di Kabupaten Karanganyar.

 “Sekarang letak gedung perkantoran itu masih terpencar-pencar. Misalnya Disperindagkop, gedungnya malah ada tiga, lokasinya juga jauh-jauh. Nantinya seluruh gedung perkantoran akan dijadikan satu induk,” ujarnya.

 Samsi mengatakan proyek penataan ulang gedung-gedung perkantoran bakal dimulai setelah tahap pembuatan site plan usai.  “Site plan targetnya selasai tahun ini. Kalau bisa dalam satu tahun menata dua gedung kemungkinan proyek ini selesai dalam 10 tahun, tapi kalau dalam setahun minimal bisa membangun empat gedung berarti lima tahun selesai.”

 Sementara itu, Kepala DPU Karanganyar, Priharyanto, mengatakan pihaknya tengah menggodok pembuatan site plan penataan gedung perkantoran. Dia tidak dapat memprediksi kapan proyek itu dapat dimulai karena proses pembuatan desain tata kota itu masih memerlukan kajian yang panjang. “Kajiannya masih tahap awal, kami masih membuat model, memetakan kantor mana saja yang mendesak dipindah dan lokasi mana yang cocok,”.

Hingga saat ini, Priharyanto juga belum dapat memastikan besar anggaran yang dibutuhkan untuk melaksanakan proyek itu. Setelah pembuatan model penataan gedung perkantoran rampung, DPU baru dapat membuat estimasi anggaran yang diperlukan. Namun, dia memastikan seluruh biaya yang akan digunakan dalam proyek itu dialokasikan dari APBD Karanganyar secara bertahap.

Read More

60 Warga Kurang Mampu Operasi Katarak Gratis

Dalam rangka Hari Jadi ke-95 Kabupaten Karanganyar yang akan jatuh pada tanggal 18 November mendatang, sedikitnya 60 warga mengikuti operasi katarak gratis yang digelar oleh RSUD Kartini bersama dengan Bagian Kesra Setda Karanganyar dan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Yogyakarta.

Kasie Sosial Bagian Kesra Setda Karanganyar, Gunarto, mengatakan kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahunnya. “Biasanya digelar bulan Juni atau Juli, tapi karena alat modern untuk operasi katarak yang kami pesan baru jadi habis lebaran, maka baru bisa diadakan sekarang. Tapi yang penting kegiatan ini berjalan baik dan sukses,” ujar Gunarto, Minggu (4/11).

Menurutnya, acara operasi yang digelar di RSUD Kartini itu dibiayai sepenuhnya oleh APBD Karanganyar. Operasi katarak tersebut ditujukan bagi warga tidak mampu.

Pimpinan tim dokter Perdami, Prof dr Azis, menambahkan pada tahun lalu ada 78 orang yang mendaftar untuk mengikuti operasi katarak. Namun hanya 53 orang yang bisa dioperasi karena lainnya mengidap penyakit gula darah tinggi dan tensi darah yang juga tinggi. “Jika kami operasi dalam keadaan tensi darah tinggi, itu bisa menyebabkan pendarahan. Untuk gula darah tinggi harus dirawat dulu hingga batas normal, baru boleh dioperasi,” jelas Azis.

Menurut Azis, para peserta operasi katarak gratis tersebut diharuskan menjalani tes laboratorium terlebih dahulu sebelum dioperasi. Setelah menjalani operasi dan beristirahat sekitar tiga jam, mereka langsung diperbolehkan pulang. “Ini karena alatnya canggih jadi tidak harus diopname. Yang utama saat di rumah yaitu harus memperhatikan saran dokter,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu peserta operasi katarak, Kromowiryo, warga Matesih merasa senang dengan adanya operasi katarak gratis tersebut. Menurutnya, hal ini sangatlah membantu para penderita katarak di kalangan warga kurang mampu. “Sangat bersyukur ada operasi katarak gratis. Ini sudah saya nanti setahun. Mata ini bisa saya pakai untuk mengaji lagi,” ujarnya.

Read More

PERLINTASAN KA TANPA PALANG Pintu Kembali Makan Korban

Perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Dusun Karangkidul, Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar kembali memakan korban.

Sekitar pukul 08.26 WIB, terjadi tabrakan antara sepeda motor dan kereta api (KA) Sancaka jurusan Jogja-Surabaya. Pengendara sepeda motor, Riyadi,33, berhasil lolos dari maut sedangkan rekan yang diboncengnya, Ani Pujianti, 32 tewas.

Kapolsek Kebakkramat AKP Dwi Erna Ristanti mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adjie Wibowo mengatakan kejadian berawal saat pengendara sepeda motor Yamaha Mio, Riyadi,  melaju dari timur ke barat melewati perlintasan kereta api tanpa palang.  Pada saat bersamaan KA Sancaka yang melaju dari selatan ke utara juga melewati pintu perlintasan tersebut. Pengendara yang kurang awas, menerjang pintu perlintasan itu dan tertabrak kereta api.

“Ada dua saksi mata kejadian, Wagiman, 40, dan Simin, 50. Keduanya warga Dusun Karangkidul. Mereka melihat dua orang tergeletak dan terkapar di dekat rel. Mereka sontak menghampiri korban untuk memberikan pertolongan,” jelas Kapolsek Kebakkramat saat dihubungi.

Korban wanita yang dibonceng, Ani Pujianti ditemukan meninggal dunia di tempat kejadian dengan kondisi separuh kepala hancur. Mayat korban kemudian dibawa ke RSUD Karanganyar untuk di visum.  Sedangkan pengendara sepeda motor, Riyadi mengalami patah pergelangan tangan kiri dan telapak kaki kanan robek. Korban mendapatkan pertolongan pertama oleh Puskesmas Kecamatan Kebakkramat. Karena luka cukup parah, korban lalu dirujuk ke RSUD Dr Moewardi.

Read More

Pemkab Karanganyar bagikan 1.500 paket Sembako

Mendekati Lebaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bagikan 1.500 paket Sembako ke sejumlah warga miskin, Rabu (24/8/2011) siang.

Sembako tersebut antara lain dibagikan ke sejumlah warga miskin di Kecamatan Jaten, Tasikmadu, Karanganyar dan Ngargoyoso. Selain itu, para tukang becak dan ojek yang biasa mangkal di dekat Rumah Dinas Bupati, juga mendapatkan paket Sembako itu.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Karanganyar, Ambang Wibowo, mengatakan, masing-masing Sembako itu antara lain terdiri atas beras tiga kilogram, gula satu kilogram, minyak goreng satu bungkus, mi instan, teh dan uang tunai senilai Rp 20.000.
“Bantuan ini untuk memenuhi sebagian kebutuhan Sembako bagi keluarga tidak mampu,” ujar Ambang saat ditemui  di sela-sela pembagian Sembako.

Selain itu, pembagian Sembako juga digelar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar. Paket tersebut antara lain dibagikan ke 72 pasien RSUD, terutama dari pasien yang tidak mampu.

Paket Sembako di RSUD diberikan langsung oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR.. “Mudah-mudahandengan kita datangi, memberikan doa, saat Lebaran mereka sudah berada di rumah. Harapan kami saat Lebaran tidak ada lagi pasien yang tinggal di rumah sakit,” kata Bupati.

Read More

Bahagianya bisa melahirkan saat Lebaran

Ina Widyasari, 38, salah satu warga RT 3 RW XI, Desa Dagen, Kecamatan Jaten, mengaku sangat bahagia di hari Lebaran ini.

Bukan lantaran ia mendapatkan hadiah atau ‘ketiban durian runtuh’. Tapi Selasa (30/8/2011) siang ini, ia telah melahirkan anak keenamnya. Apalagi, kelahirannya bertepatan dengan Idul Fitri.

Selasa pagi sekitar pukul 10.00 WIB, ia merasa bayi yang dikandungnya berkontraksi. Perempuan berkacamata itu akhirnya dilarikan ke Puskesmas terdekat.

Lantaran Puskesmasnya tutup dan tidak ada petugas jaga, akhirnya Ina langsung dibawa ke RSUD Karanganyar di Jengglong, Karanganyar Kota. Ia pun langsung dibawa ke ruang persalinan.

Tak berselang lama, sekitar 30 menit, Ina berhasil mengeluarkan janin dalam perutnya. Bayi yang dilahirkannya berkelamin perempuan dengan bobot 2,8 kilogram. Ia melahirkan sekitar pukul 11.30 WIB.

“Kebetulan dalam proses kelahirannya lancar, tidak pakai operasi cesar,” ujar Ina sembari memangku buah hatinya, saat ditemui di Bangsal Kenanga, RSUD Karanganyar, Selasa (30/8/2011) siang.

Ia mengaku terkejut dengan kelahiran anaknya itu lantaran dokter kandungan yang rutin memeriksanya pernah bilang kalau bayi tersebut akan lahir satu pekan lagi, yakni Senin (5/9/2011) mendatang. Namun karena siang itu ia merasa kontraksi, maka ia pun berhasil melahirkan.

Saat ditemui di Bangsal Kenanga, kondisi fisik Ina masih sangat lemah. Ia sesekali membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Sesekali ia terbangun, untuk sekadar melihat buah hatinya yang masih memerah. Sebuah nama pun sudah ia siapkan untuk anaknya itu.

Cantik Irina Putri, begitu ia memberikan nama pada si buah hatinya yang baru saja menghirup udara dunia. Ia berharap jika kelak dewasa nanti, anaknya itu bisa menjadi perempuan yang tangguh.

Saat ditemui di RSUD, ia hanya ditemani oleh kakaknya, Dwi, 45. Sedangkan suaminya, Sodikin, tidak bisa menemaninya melahirkan karena harus bekerja. Ina sendiri sehari-hari bekerja sebagai pedagang air minuman isi ulang di Dagen. “Yang terpenting dalam kelahiran, anak saya sehat dan selamat,” katanya.

Read More

Peraturan Daerah Tahun 2007

Daftar Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Tahun 2007. Antara lain tentang BPR, Desa, DPRD, izin gangguan, Kekayaan Daerah, Olah Raga, PDAM, Pembangunan, Penyidik PNS, Rekreasi, Retribusi, dan RSUD.

Read More