IMG-20231229-WA0039

RESMIKAN GEDUNG BARU RSUD, PENJABAT (PJ) BUPATI MINTA RSUD TERUS TINGKATKAN PELAYANAN

KARANGANYAR – Dalam upaya mewujudkan layanan yang lebih profesional dan representatif, Penjabat (Pj) Bupati Karanganyar meresmikan Gedung A Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar, Jumat (29/12) pagi.

Pembangunan gedung baru di RSUD ini bertujuan untuk mengurangi antrian pasien rawat jalan di RSUD dengan mewujudkan gedung yang representatif dan nyaman sehingga pasien mendapat pelayanan yang lebih baik.

Dalam sambutannya Timotius Suryadi, selaku Penjabat (Pj) Bupati Karanganyar berharap dengan adanya gedung baru ini dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Karanganyar.

“Sebaik-baiknya fasilitas RSUD ini kami harapkan masyarakat Kabupaten Karanganyar tetap diberikan kesehatan dan keselamatan, semoga RSUD Kab. Karanganyar semakin maju,” tuturnya.

Jangka waktu pembangunan gedung A RSUD ini selama 210 hari dimulai pada 30 Mei – 25 Desember 2023.

Diskominfo

Read More
IMG-20210428-WA0007

Penyampaian Tausiyah dan Pembinaan Karyawan/wati RSUD Karanganyar, Bupati : Sempatkan Membaca Al Qur’an Setiap Hari

Kominfo

Bupati foto bersama Dokter, Perawat yang telah mengkhatamkan Al-Qur’an dibulan Ramadhan ini sekaligus mendapatkan hadiah langsung dari Bupati berupa voucher belanja, Rabu (28/4) pagi.

KARANGANYAR– Bupati Karanganyar, Juliyatmono dihadapan karyawan karyawati RSUD Karanganyar meminta untuk bisa menyempatkan membaca Al Qur’an setiap hari. Karena Al Qur’an inilah di akhirat nanti yang dapat menolong kita masuk ke surga.

Hal itu dikatakannya saat menyampaikan tausiyah tata krama membaca Al-Qur’an sekaligus pembinaan karyawan/wati dilingkungan RSUD Karanganyar, Rabu (28/4).

Orang nomor satu di Karanganyar tersebut menuturkan sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah bulan yang dibebaskan dari api neraka. Oleh karenanya ini adalah bulan yang luar biasa jangan sampai terlewat seperti bukan bulan puasa karena akan sangat merugi bagi kita. Segala sesuatunya mintalah selalu perlindungan hanya pada Alloh SWT.

“Sebagaimana Qs. Al A’rof ayat 17 bahwa satu satunya ciptaanNya yang tidak mau menyembah Alloh adalah iblis karena selalu ingkar menghalang halangi dan menggoda manusia dari seluruh penjuru,” terang Bupati.

Ia juga mengatakan Membaca Al Qur’an itupun gangguannya sangat besar.
Meskipun Al Qur’an itu adalah kitab suci pedoman hidup umat Islam dunia akhirat.
Rajinlah membaca Al-Qur’an karena Al Qur’an yang kelak akan menjadi syafa’at memasukkanmu ke dalam surga.

“Jangan selalu berprasangka buruk, jangan iri, dengki. Tapi sebaliknya tambahkan ilmu yg baik, cintai profesimu, pekerjaanmu. Hidup ini harus selalu disemangati dengan Al Qur’an supaya berkah hidup ini,”pesannya.
Diskominfo (dn/ind)

Read More
WhatsApp Image 2021-02-09 at 09.46.10 (2)

Konsep Wisata Kesehatan Untuk RSUD Karanganyar

Read More
WhatsApp Image 2021-02-09 at 09.46.10 (1)

RSUD Bakal Dinamai RSUD Raden Mas Said Dan Dikonsep Wisata Kesehatan

 

Salah satu tempat di RSUD Karanganyar dijadikan area taman yang indah

Bupati Karanganyar, Juliyatmono berusaha mewujudkan konsep wisata kesehatan

KARANGANYAR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar bakal punya nama baru, yakni RSUD Raden Mas Said. Sebelumnya, RSUD Karanganyar memang belum mempunyai nama khusus namun masyarakat menyebutnya dengan nama Kartini atau RSUD Jengglong. Nama itu diharapkan akan mempunyai semangat baru dengan konsep rumah sakit wisata.

“Namanya bakal saya namai RSUD Raden Mas Said. Tunggu saja peresmiannya,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai mengecek RSUD Karanganyar, Selasa (09/02).

Bupati juga sempat melakukan pengecekaan sejumlah tempat. Termasuk taman yang berada di belakang Ruang Rawat Inap Wijaya Kusuma. Tamannya didesain dengan bunga dan ditengah ada lambang cinta. Diharapkan orang yang melihat akan sejuk dan terkesan bukan berada di rumah sakit. RSUD Karanganyar memang akan dikembangkan menjadi rumah sakit wisata kesehatan. Diharapkan Konsep RS Wisata tersebut sudah bisa terwujud sebelum Bupati menyelesaikan kepemimpinan di Karanganyar.

Konsep wisata kesehatan adalah semua fasilitas tambahan yang ada di rumah sakit bisa digunakan oleh semua pasien maupun membesuk tanpa membedakan kelas. “Jadi rumah sakit dikonsep dari semula tempat merawat orang sakit, menjadi tempat rekreasi kesehatan.  Fasilitas seperti tempat santai bagi pembesuk, ruang edukatif hingga ruang bermain anak, bisa digunakan tanpa pembedaan kelas. Saya berharap bisa selesai sebelum akhir jabatan saya,” pungkasnya. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2021-02-09 at 09.46.10 (3)

Bupati Sidak RSUD Karanganyar, CekTempat Tidur (TT) Pasien

Bupati Karanganyar, Juliyatmono sidak di RSUD Karanganyar

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono kembali melakukan pengecekan tempat tidur (TT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jengglong, Karanganyar. Pengecekan itu dilakukan agar standar yang ditetapkan kementerian kesehatan untuk TT cukup untuk pasien covid 19. Orang nomor satu di Karanganyar, ditemani PLT Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Sundoro, Direktur RSUD Karanganyar, dr Iwan Setiawan Adji SP, THT, Kepala Bidang Pelayanan Medik Perawatan dr Kristanto Setyawan.

“Jumlah seluruh TT di RSUD Karanganyar 383 TT. Saat pandemi Covid 19 ini menjadi 298 TT. Setidaknya 50 persen TT dari 298 untuk pasien Covid 19,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai pengecek sejumlah titik di rumah sakit, Selasa (09/02).

Selain itu, Bupati Karanganyar juga meninjau ruang ICU yang harusnya ada 14 dan baru tersedia 6. Pemkab akan mencukupi tahun ini kekurangnya. Kekurangan ini merupakan standar yang diwajibkan Kemenkes sehingga pihak rumah sakit harus mencukupinya. Semua pasien covid terlayani dengan baik. “Semua tenaga kesehatan sudah siap dan tidak ada penolakan,” tambahnya.

Bupati juga menyidak sejumlah nakes yang tengah di pasien sinovac. Hampir semua tenaga kesehatan dilakukan vaksin yang kedua.  Bupati juga mengecek lokasi vaksin untuk tenaga kesehatan.

Sementara Direktur RSUD, Dr Iwan Setiawan Adji mengatakan untuk ruang ICU akan ditambah tempat tidurnya. Memang sesaui aturan harusnya 14 dan baru ada 6 dan tahun ini akan ditambah 8. Dari 298 TT pihaknya harus menyiapkan 50 persen untuk covid 19. Direktur RSUD Karanganyar mengakui pasien covid 19 menurun drastis di akhir Januari. “Penurunan jumlah penderita covid 19 menurun drastis. Awal Januari diangka 100 namun sudah berkurang jauh,” imbuh Iwan. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2021-02-09 at 09.46.10 (3)

Peninjauan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RSUD Karanganyar

Read More
_DSC1857

Dapat CSR, 1 Unit Avanza, Pemkab Berikan Untuk Rumah Sakit

 

Pemkab Karanganyar mendapatkan SCR dari Bank Jateng 1 unit avanza

 

 

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mendapatkan bantuan Corporate Social Responsibillity (CSR) berupa satu unit mobil Avanza dari Bank Jateng. Pemkab kemudian memberikan untuk operasional rumah sakit.

CSR tersebut diserahkan secara simbolis oleh Sigit Nurbiyanto kepada Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat acara evaluasi mutu pelayanan dan upaya peningkatan motivasi kerja RSUD Karanganyar di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (16/11).

Yuli sapaan akrabnya menyampaikan, CSR berupa mobil itu nantinya digunakan untuk menunjang operasional di RSUD Karanganyar. Dia menjelaskan, selama ini Pemkab dengan Bank Jateng kerap melakukan kerja sama sebagai mitra seperti dalam penyaluran bantuan dari pemerintah pusat.

“Kita sering kerja sama dengan Bank Jateng. Sama-sama menguntungkan. Ini bentuk penghargaan. Mobil itu digunakan untuk operasional rumah sakit,” katanya.

Dia berharap bantuan itu dapat menunjang kinerja rumah sakit dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat. Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Karanganyar itu sering menggunakan tingkat kepuasan pasien untuk mengukur kinerja dari rumah sakit. “Alat ukur saya itu pasien. Pasien itu mengeluh atau tidak,” ucapnya.

Yuli mengungkapkan, fungsi dari rumah sakit itu sebenarnya lebih ke pelayanan. Mengingat rumah sakit daerah merupakan milik pemerintah. Sehingga tidak boleh berorientasi profit.

Pemkab Karanganyar sebelumnya juga berencana membuat lembaga yang bertugas mengkoordinir CSR dari beberapa perusahaan swasta di Karanganyar untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sehingga bantuan tersebut dapat tepat sasaran, semisal RTLH. Namun karena adanya pandemi virus Covid-19, lanjutnya, rencana tersebut urung terlaksana. Di samping melihat kondisi dari masing-masing perusahaan. “Biasanya CSR itu sering diserahkan langsung kepada masyarakat terdekat. Kita hanya mendapat laporan,” ucapnya. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2020-10-01 at 16.31.00

Ruang Isolasi Bangsal Sakura RSUD Karanganyar Diresmikan

Read More
WhatsApp Image 2020-10-01 at 16.28.30

Peresmian Ruang Isolasi Bangsal Sakura RSUD Karanganyar

Direktur RSUD Karanganyar bersama Sekretaris Dinas Kesehatan Karanganyar saat Meninjau salah Satu Ruangan di Bangsal Sakura RSUD Karanganyar, Kamis (01/10)

KARANGANYAR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupten Karanganyar meresmikan Ruang Isolasi Bangsal Sakura, yang akan digunakan untuk peningkatan layanan masyarakat khususnya yang terdampak Covid 19, peresmian dilakukan dengan cara pemotongan pita oleh Kepala Dinas Kesehatan yang kali ini di wakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Purwanti, S.Km., M.Kes., Kamis (01/10)
Jumlah pasien Covid 19 di bulan September bahkan melebihi jumlah kumulatif dari bulan Maret hingga Agustus, dibuatnya penambahan ruang isolasi ini dalam rangka melengkapi fungsi dari pemerintah yang menangani virus ini, pada awalnya hanya terdapat 6 tempat tidur dan hingga akhir September sudah memiliki 21 tempat untuk penanganan kasus Covid 19 ini,
Pada awalnya Bangsal Sakura ini digunakan dan dimanfaatkan oleh warga sekitar bahkan digunakan untuk TPA anak-anak, hingga karena melonjaknya jumlah kasus Covid 19 maka tempat itu di renovasi untuk dilayakkan menjadi tempat isolasi bagi pasien Covid 19.
“Pasien kita cukup meningkat dan yang paling banyak di bulan September, dan ini adalah pembukaan bangsal yang ke dua, kemarin kita juga membuka di Bangsal Anggrek, dan diharapkan dengan dibukanya ruang isolasi yang baru ini masyarakat yang terpapar covid dapat dirawat di RSUD ini” ungkap Purwanti, , S.Km., M.Kes. selaku sekretaris dinas kesehatan.
Bangsal Sakura ini terdiri dari 7 ruangan dengan 2 tipe, yakni 4 kamar untuk perseorangan, dan 3 kamar untuk isi 2 pasien, setiap kamar memiliki tombol bel darurat untuk memanggil perawat apabila dibutuhkan.
“ini bukan rumah sakit khusus covid, ini adalah rumah sakit umum sehingga semua keluhan kesehatan lain kami masih melayani” ungkap direktur RSUD Karanganyar dr. Cucuk heru Kusuma, M.Kes. dalam pembukaannya.(Tgr,Ang)

Read More
WhatsApp Image 2019-04-15 at 9.26.34 AM

RSUD Karanganyar Sosialisasikan Green Hospital

Plt Sekda Karanganyar SUtarno memberikan sambutan pada sosialisasi green hospital di rumah sakit umum daerah Karanganyar

 

KARANGANYAR – 15 April 2019

Rumah Sakit Umum Daerah Karanganyar mensosialisasikan green house kepada sejumlah rumah sakit dan pelayanan kesehatan di bumi intanpari. Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan kesehatan berwawasan lingkungan dengan berbasis kenyamaan dan keamanan lingkungan di rumah sakit.

“Apa yang dilaksanakan hari ini dapat ditularkan ke semua pelayanan kesehatan di Kabupaten Karanganyar sehingga green hospital akan terpenuhi. Di Karanganyar 8 rumah sakit, 6 klinik utama, 40 klini pratama dan 21 puskesmas,” papar Sekda Karanganyar, Sutarno yang mewakili bupati Karanganyar di aula RSUD Karanganyar, Senin (15/04).

Dia mengucapkan terima kasih atas prakarsai green hospital di RSUD Karanganyar. Sebab Karanganyar menjadi juara 3 Green Hospital tingkat nasional. Apa yang sudah didapatkan tersebut, menurut Sutarno hendaknya ditularkan ke semua rumah sakit dan pelayanan kesehatan lainnya. “Seiring dengan kemajuan zaman dan sarana kebutuhan kesehatan masyarakat, perlu kiranya menyiapkan sarana kesehatan yang baik dan handal. Akuntabilitas dan pelayanan kesehatan memang tidak bisa ditawar lagi semua harus prima dan baik,” imbuhnya. (Hr/adt)

Read More