gue copy

Tim Juri, Kunjungi GP3A Tirta Manunggal Karsa

Karanganyar, Jumat (24/10/2014)

Tim juri GP3A saat tinjauan lapangan di lahan persawahan Tirta Manunggal Karsa, di Desa Pulosari, Kecamatan Kebak Kramat, Kamis (23/10) pagi

Tim juri GP3A , Yanuar J Purwanto (tengah) saat tinjauan lapangan di lahan persawahan Tirta Manunggal Karsa, di Desa Pulosari, Kecamatan Kebak Kramat, Kamis (23/10) pagi

Tim Juri Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Tingkat Nasional mengadakan penilaian dan kunjungan langsung diberbagai tempat di wilayah Kecamatan Kebak Kramat, dan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Hal tersebut sebagai kelanjutan dari lomba yang berlangsung di Bandung, 26-29 Agustus 2014, karena berhasil masuk lima besar terbaik nasional.

Tim diterima langsung oleh Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo di Kantor GP3A Tirta Manunggal Karsa, di Desa Nangsri, Kecamatan Kebak Kramat. Kunjungan mereka untuk melihat langsung adminitrasi, wirausaha pupuk, Rumah Pintar Petani (RPP),peninjauan saluran irigasi, dan persawahan, Kamis (23/10).

Yanuar J Purwanto, Koordinator Tim Penilai GP3A menuturkan kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat dari dekat kegiatan program-program petanian, sistem pertanian, dan kelembagaan. “Kami ingin mengetahui kehebatan GP3A Tirta Manunggal Karsa ini. Seberapa baik kegiatan-kegiatan pertanian yang dilakukan,” ujar Yanuar. pd

Read More
DSC_0149 copy

Gubernur Jateng Resmikan RPP

Karanganyar, Senin (05/05/2014)

Gubernur Jawa Tengah saat mencoba menanam bibit padi dengan mengunakan alat pertanian transplanter

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  saat mencoba menanam bibit padi dengan mengunakan alat pertanian transplanter

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meresmikan Rumah Pintar Petani (RPP) di Balai Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Minggu (04/05) pagi.
Rumah Pintar Petani merupakan sarana adanya penjual dan pembeli agar harga dipasaran tidak jatuh. Terdapat pula segala macam kebutuhan petani, seperti modal, bibit, pupuk, tata cara pengairan, pupuk, dan alat-alat pertanian.
“Misalkan saja harga jagung di tingkat lokal jatuh, namun bisa dijual skala nasional atau internasional harga bisa jauh lebih tinggi,” ujar Ganjar.
Acara itu juga dihadiri Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan, Direktur Bulog, Sutarto Alimoeso, Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo.
Gubernur Ganjar menuturkan dengan adanya RPP ini diharapkan bisa ada meeting point antara pembeli dan pembeli.
“Kami terus mendorong agar petani bisa lebih kreatif dalam berbagai hal di sektor pertanian,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, dia juga menanam bibit padi dengan mengunakan rice transplanter di area persawahan.
Bupati Juliyatmono pada kesempatan itu menuturkan melalui program ini, tentunya dapat memberikan pelayanan prima kepada para petani dalam pemenuhan kebutuhannya.
“Dengan memanfaatkan segala bentuk potensi dan menggalang kerjasama dengan berbagai pihak, kita wajib optimis bahwa petani sejahtera,” tandasnya.pd

Read More