web

Kemah 360 Hari Bagi Pramuka Penggalang Dimulai

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat berbincang dengan pramuka penggalang di Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat berbincang dengan pramuka penggalang di Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri, Delingan.

Karanganyar, Sabtu (07/01/2017)

Acara kemah selama 360 hari yang diikuti oleh pramuka penggalang telah dimulai dan yang mendapat giliran pertama dari Kwaran Jumapolo, dengan mengikutsertakan sebanyak 400 pramuka.

Pramuka penggalang untuk kelas 5 SD/MI itu berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu (06-8 Januari 2017), di Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri Delingan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar.

Sedangkan untuk giliran selanjutnya juga masih dari Kwaran yang sama, dengan diikuti sebanyak 230 pramuka putra dan putri.

Ketua Panitia Kemah 360 Hari, Hardjono mengatakan peserta perkemahan untuk tahap pertama adalah siswa kelas 5 Sekolah Dasar/MI di Kabupaten Karanganyar.

“Selama setahun ada 48 pekan, dikurangi kegiatan UTS, UKK, UN, PPDB, hari-hari besar tinggal 36 pekan dikalikan tiga hari, dengan jumlah 108 hari,” kata Hardjono.

Sisa hari tersebut untuk kemah kelas 6 rencana akan mengadakan perkemahan di halaman sekolah mengambil bulan Januari sampai Maret. Pada bulan Mei kelas 6 persiapan Ujian Nasional dan disambung lagi pada bulan Agustus sampai Desember 2017 pada saat siswa kelas 6 tersebut yang sudah menjadi kelas 1 SMP.

Kemah ini akan dilaksanakan mulai tanggal 6 Januari 2017 oleh Kwaran Jumapolo dan selesai oleh Kwaran Gondangrejo pada 17-19 Desember 2017. Setiap angkatan diharuskan berkemah selama tiga hari, dari Jumat-Minggu.

Materi kegiatan dibagi menjadi dua kegiatan inti dan penunjang. Kegiatan inti berupa pendidikan, keagamaan, K3 Perkemahan, PBB, pembuatan pionering tower mini, semaphore, permainan tradisional, estafet, halang rintang, pentas seni, kegiatan memasak, dan kegiatan malam.

Saat mengisi ceramah pembukaan, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo mengatakan kemah ini menjadi pengalaman yang baik. Peserta tekun, disiplin, jangan malas, dan mengikuti kegiatan.

“Ikut kemah ini sebagai upaya untuk belajar, karena dapat ilmu dan pengalaman yang penting bagi semuanya. Belajar memasak sendiri, mencuci pakaian, mensetrika. Ketika sudah dewasa bisa bekal mandiri,” jelasnya.

Pada kesempatan itu dia juga mengajak agar peserta kemah untuk menjauhi narkoba, jangan merokok, dan jangan minum minuman keras. Selain itu juga berhati- hati dengan penggunaan telepon pintar.

“Jangan salah menggunakan, orang tua harus mengawasi anak-anaknya,” katanya.pd

Read More
web

Wabup Rohadi Bangga Dengan Semangat LVRI

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat memberikan sambutan pada HUT ke 60 LVRI di ranting Kecamatan Jatiyoso

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat memberikan sambutan pada HUT ke 60 LVRI di ranting Kecamatan Jatiyoso

Karanganyar, Jumat (06/01/2017)

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo merasa bangga dengan veteran pejuang kemerdekaan yang tergabung di Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 60 LVRI Cabang Kabupaten Karanganyar, di Kantor LVRI Ranting Jatiyoso, Kamis (05/01) pagi.

“Kami merasa bangga dengan LVRI, kiprah dan semangatnya masih ada. Walaupun sudah tua. Ada yang 70 tahun, 80 tahun, bahkan 90 tahun, tetapi masih semangat luar biasa, masih bisa berkumpul,” katanya.

Wabup menjelaskan betapa dulu saat berjuang seperti apa, walaupun sudah tua namun masih gagah. Semangat luar biasa ini yang dimiliki, harapannya bisa menular bagi warga Kabupaten Karanganyar.

“Kami juga mohon doa dan maaf apabila masih banyak kekurangan. Masih banyak hal belum panjenengan harapkan,” katanya.

Wakil Bupati juga meminta bimbingan dan doa agar tetap mengemban amanah tugas-tugas Pemerintahan Kabupaten Karanganyar.pd

Read More
web

Sebelum Nikah, Usia Dewasa Diberi Kursus Pra Nikah

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menjadi pembicara pada Kursus Pra Nikah bagi  mereka yang telah berusia dewasa sebelum nikah, baik yang sudah mempunyai pasangan atau pun yang belum.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menjadi pembicara pada Kursus Pra Nikah bagi mereka yang telah berusia dewasa sebelum nikah, baik yang sudah mempunyai pasangan atau pun yang belum.

Karanganyar, Rabu (14/12/2016)

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menjadi pembicara pada Kursus Pra Nikah bagi  mereka yang telah berusia dewasa sebelum nikah, baik yang sudah mempunyai pasangan atau pun yang belum.

“Berbahagialah bagi kalian yang akan menikah. Namun bagaimana caranya bisa sakinah, mawadah, warohmah, dan sah menurut agama dan peraturan. Itu yang dikupas pada kursus ini,” kata Wakil Bupati, Rohadi Widodo, Selasa (13/12) di Gedung KPRI Prasojo, Jumapolo.

Tahun 2016 di Kabupaten Karanganyar terdapat 6.500 pernikahan, namun tidak sedikit yang bercerai. Wakil Bupati memberikan saran kepada peserta kursus agar setelah menikah nanti, harus saling memahami karena tidak ada kesempurnaan. Tetapi pasangan itu adalah pilihan mereka, yang terbaik menurutnya.

“Saling memahami dan mengisi kekurangan suami dan istri. Hak dan kewajiban dalam rumah tangga juga harus dijunjung tinggi,” katanya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Mustain Ahmad, menuturkan kursus itu untuk orang yang sudah berusia layak menikah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Tahun ini menyasar 900 peserta, yang terbagi menjadi enam angkatan di 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar, setiap angkatan 150 peserta,” katanya.

Dia juga menjelaskan selama dua hari atau 18 jam pelajaran, peserta kursus diberikan materi berupa peraturan menyangkut pernikahan, tentang perlindungan terhadap anak dan perempuan, fungsi-fungsi keluarga, dan KDRT.

“Harapannya setelah dapat kursus ini mempunyai kado atau hidup baru, dengan penuh tanggung jawab dan benar dalam berumah tangga,” katanya.pd

Read More
dsc_0221

Mewujudkan Keuangan Desa yang Akuntabel dan Transparan, Pemkab Adakan Bintek  

 

kominfo

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat menghadiri sekaligus membuka Bintek Pengelolaan Siskeudes Desa, Selasa (13/12).

Untuk memfasilitasi Administrasi Sistem Keuangan Desa dalam penyusunan APBDesa tahun 2017 dengan menggunakan aplikasi SISKEUDES, Pemerintahan Desa Setda Karanganyar mengadakan bimbingan teknis pengelolaan desa yang diikuti admin kecamatan dan admin siskeudes desa, Selasa (13/12/2016) di Graha Pandusita, PG. Tasikmadu, Sondokoro.

Dalam sambutannya sekaligus membuka Bintek, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo mengatakan pemberlakuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan beberapa Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri dan Pemerintah Daerah merupakan kesungguhan Pemerintah dalam memperhatikan kemajuan desa.

“Bintek dengan menggunakan Aplikasi Siskeudes  adalah upaya membantu pemerintah desa dalam pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel dan partisipatif dalam penyusunan APBDesa,”terangnya.

Lebih lanjut, Wabup menghimbau kepada seluruh peserta untuk mengikuti bintek dengan baik dan berharap kedepannya dalam pengelolaan keuangan di desanya masing-masing dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan peraturan dan dapat dipertanggungjawabkan.

kominfo

Admin Kecamatan dan admin Sikeudes ikuti Bintek.

Sementara itu, Laporan Asisten I Pemerintahan Setda Karanganyar, Nunung Susanto menyampaikan tujuan pelaksanaan Bintek ini memberikan bekal pengetahuan bagi sekdes terutama sekdes baru dalam pengelolaan keuangan desa.

“Bintek diikuti kurang lebih 540 peserta dari admin kecamatan dan admin siskeudes desa yang terbagi dalam dua gelombang,”ujarnya.

Pelaksanaan Bintek berlangsung selama empat (4) hari mulai tanggal 13 Desember sampai dengan 16 Desember 2016. Beberapa narasumber yang dihadirkan meliputi Asisten Pemerintahan, Inspektur, Bagian Hukum Setda, Bagian Pemerintahan Desa , Kalurahan dan Tim Admin Siskeudes Kabupaten.

Demikian Dishubkominfo (ind/adt)

 

 

 

Read More
img-20161209-wa0017

Karanganyar Raih Penghargaan Dana Rakca dan Peringkat Terbaik Kabupaten Peduli HAM

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (kanan) didampingi Kepala DPPKAD Kabupaten Karanganyar, Sumarno (kiri) menerima penghargaan Dana Rakca dari Kementerian Keuangan RI

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (kanan) didampingi Kepala DPPKAD Kabupaten Karanganyar, Sumarno (kiri) menerima penghargaan Dana Rakca dari Kementerian Keuangan RI

Karanganyar, Jumat (09/12/2016)

Kabupaten Karanganyar pada akhir tahun 2016  mendapatkan dua penghargaan dari Pemerintah Pusat, yaitu Dana Rakca dari Kementerian Keuangan RI dan Peringkat Terbaik Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menerima langsung dua penghargaan tersebut. Penghargaan Dana Rakca, diserahkan di Jakarta, Rabu (07/12) dan Kabupaten Peduli Ham, diserahkan di Surabaya, Kamis (08/12).

“Ada tiga hal utama yang dinilai yakni Kinerja Kesehatan Fiskal dan Pengelolaan Keuangan Daerah, Kinerja Pelayanan Dasar Publik, Kinerja Ekonomi dan Kesejahteraan dinilai baik oleh Kementerian Keuangan,” kata Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo.

Selain itu juga ada syarat lain yakni minimal mendapatkan Opini dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, rata-rata yang menerima sudah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dan penetapan APBD tepat waktu.

Secara ekonomi  perbandingan apa yang ada di APBD bisa menggerakkan ekonomi di Kabupaten Karanganyar, sehingga PDRB dan kesejateraan meningkat.

“Ada 11 item yang diukur oleh Kementerian Keuangan. Di Jawa Tengah ada empat yang mendapatkan penghargaan Dana Rakca, sedangkan seluruh Indonesia ada 36 penerima,” jelasnya.

Dengan mendapatkan penghargaan itu, tentunya dapat menjadi pemacu bagi Kabupaten Karanganyar untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tahun 2017 Kabupaten Karanganyar akan mengunakan slogan Karanganyar Maju dan Sejahtera, harapannya perekonomian jauh lebih sejahtera,” katanya.

Selain itu di Surabaya, bersamaan Peringatan Hari Hak Asasi Manusia Se Dunia ke 68 Tahun 2016, Kabupaten Karanganyar juga mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten Peduli HAM. Di Jawa Tengah mendapatkan nilai tertinggi, yaitu 97,50.

“Penilaian itu berdasarkan capaian implementasi Hak Asasi Manusia pada Tahun 2015,” kata Rohadi Widodo.

Ada lima kelompok penilaian, antara lain Hak hidup, Hak Mengembangkan diri,Hak Rasa aman, Hak Atas kesejahteraan, dan Hak Perempuan.

“Itu kelompok yang dinilai oleh Kemenkum HAM. Ada 16 item penilaian yang rata-rata mendapatkan nilai 10,”katanya.pd

Read More
dsc_0029

30 Desa di Karanganyar Jadi Lokasi KKN

kominfo

KKN sebagai pengalaman mengabdi di masyarakat : Wabup, Rohadi Widodo saat menyampaikan sambutannya, Senin (5/12).

Sejumlah 433 Mahasiswa Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Karanganyar tepatnya di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Matesih, Kecamatan Jumapolo dan Kecamatan Jatiyoso yang tersebar di tiga puluh (30) Desa.

Penyerahan Mahasiswa KKN UMS oleh Prof. DR. Ir. Ongko Cahyono, M.Sc selaku Rektor UTP Surakarta dan diterima Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UTP ini selama 45 hari, terhitung tanggal 5 Desember 2016 sampai dengan 16 Januari 2017.

Wabup dalam sambutannya  menghimbau agar mahasiswa  untuk selalu bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

“KKN ini merupakan salah satu cara kita terjun langsung dalam hidup bermasyarakat. Mengabdi di masyarakat, mengajarkan bagaimana mengasah skill kita kepada masyarakat sehingga apa yang kita sampaikan dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar,”pesan Rohadi Widodo pada Pembukaan Pelaksanaan KKN, Senin (5/12/2016) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Kominfo

Mahasiswa KKN UTP Surakarta saat menyimak sambutan Wakil Bupati.

Lebih lanjut, Wabup juga menyampaikan Visi “Bersama Memajukan Karanganyar” dengan Lima misinya, meliputi : Pembangunan Infrastruktur Menyeluruh, Pencapaian 10.000 Wirausahawan Mandiri, Pendidikan Gratis SD/SMP/SMA dan Kesehatan Gratis, Pembangunan Desa sebagai Pusat Pertumbuhan, Peningkatan Kualitas Keagamaan dan Sosial Budaya.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pemakaian Jaket secara simbolis oleh Wakil Bupati kepada dua mahasiswa UTP yang diikuti seluruh mahasiswa KKN.

Demikian Dishubkominfo (ind/ira)

Read More
web

Pelaksanaan Pilkades Berjalan Lancar

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat menyalami masyarakat saat antri menunggu giliran mencoblos di Pilkades.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat menyalami masyarakat saat antri menunggu giliran mencoblos di Pilkades.

Karanganyar, Rabu (30/11/2016)

Pelakasanaan Pemilihan Kepala Desa di 11 Desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Karanganyar, pada hari pencoblosan berjalan aman dan terib. Bahkan antusias warga untuk memilih Kepala Desanya tampak tinggi.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo melakukan peninjauan keliling di Tempat Pemungutan Suara (TPS), Desa Harjosari dan Tohkuning, Kecamatan Karangpandan, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, dan Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Rabu (30/11).

“Dari hasil pantauan sampai saat ini pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Karanganyar berjalan aman dan tertib, antusias masyarakat untuk memilih pemimpin cukup tinggi,” kata Wakil Bupati Karanganyar.

Dari pengamatan, masyarakat di Desa Tohkuning terlihat banyak yang antri menunggu giliran untuk menggunakan hak demokrasinya. Petugas keamanan dari Polres, Satpol PP dan Linmas setempat terlihat menjaga pelaksanaan Pilkades itu.

Di Kabupaten Karanganyar terdapat 11 Desa yang menyelengarakan Pemilihan Kepada Desa, seperti Desa Petung dan Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso. Desa Kaliboto dan Desa Buntar, Kecamatan Mojogedang. Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih. Desa Dukuh, Kecamatan Ngargoyoso. Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu. Desa Tohkuning dan Harjosari, Kecamatan Karangpandan. Desa Klodran dan Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu.

Sedangkan untuk tahapan Pilkades  meliputi persiapan peralatan Pilkades (2-21/11), Penyampaian undangan kepada pemilih (21-25/11), kampanye (28/11), hari tenang (29/11), pemungutan suara (30/11), dan pelantikan Kepala Desa (28/12).pd

Read More
img-20161129-wa0045

Longsor Karangpandan, Wakil Bupati Karanganyar Datangi Lokasi

Longsor yang terjadi di Dusun Tegalsari, Desa Bulurejo, Kecamatan Karangpandan yang terjadi pukul 14.15 WIB, Selasa (29/11) langsung didatangi Waki Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, dengan memantau perkembangan situasi di lokasi kejadian.

Longsor yang terjadi di Dusun Tegalsari, Desa Bulurejo, Kecamatan Karangpandan yang terjadi pukul 14.15 WIB, Selasa (29/11) langsung didatangi Waki Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo (bertopi warna hijau tua), dengan memantau perkembangan situasi di lokasi kejadian.

 

Karanganyar, Selasa (29/11/2016)

Longsor yang terjadi di Dusun Tegalsari, DesaBulurejo, Kecamatan Karangpandan yang terjadi pukul 14.15 WIB, Selasa (29/11) langsung didatangi Waki Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, dengan memantau perkembangan situasi di lokasi kejadian.

“Saat kejadian ada aktivitas memanen padi. Ini diluar perkiraan, wilayah juga tebing tidak tinggi. Ini mungkin karena hujan deras sejak kemarin sore,” kata Wakil Bupati Rohadi Widodo.

Data sementara yang didapat, terdapat korban jiwa meninggal satu orang, Sutoyo (75), warga Dusun Nigasan, RT 01/RW 06, Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan.

Selain itu, terdapat pula korban yang sampaisore tadi belum diketemukan, Darmo/Dinem (70) Tegalsari, Bulurejo, Karangpandan, Gito Gimin (50), Sintru Kembang, Doplang. Saat ini pencarian korban untuk sementara dihentikan karena terkendala cuaca dan kondisi tanah masih belum stabil.1c

Sedangkan korban selamat antara lain Paiman (66), Basuki (35), Warga Gondang Gentong, Sodi (55) warga Karangpandan, Dikem (55) dan Parno (65), warga Tegalsari, Bulurejo.pd

Read More
img_2449

Siswa Siswi Karanganyar Deklarasikan Anti Narkoba

Kominfo

Foto bersama : Ketua P4GN Karanganyar, Rohadi Widodo bersama guru dan siswa-siswi SMAN 1 Karanganyar.

Dalam rangka memberantas narkoba dikalangan pelajar, P4GN Karanganyar bekerjasama dengan Jawa Pos mengadakan Sosialisasi Pemberantasan, Pencegahan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap  Narkoba (P4GN) di sebelas sekolah SMA/SMK di Kab. Karanganyar.

Roadshow deklarasi anti narkoba kali ini dilaksanakan di Aula SMA Negeri 1 Karanganyar, Senin (28/11). Wakil Bupati sekaligus Ketua P4GN Karanganyar, Rohadi Widodo dalam sambutannya menegaskan bahaya narkoba yang tidak hanya menyerang remaja tetapi sudah merambah ke dunia anak-anak, memang harus menjadi perhatian luar biasa dari semua pihak.

Kominfo

Ketua P4GN, Rohadi Widodo, saat memaparkan Narkoba yang menyerang dari berbagai kalangan, utamanya generasi muda, Senin (28/11) di Aula SMAN 1 Karanganyar.

“Merokok salah satu pintu masuk narkoba, karena dari merokok kemudian akan berlanjut ke minum-minuman keras sampai akhirnya narkoba, sex bebas dan Aids,” terang Wabup dihadapan siswa siswi pelajar SMA N 1 Karanganyar.

Ia juga mengutip pernyataan Panglima Tinggi TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo bahwa negara-negara yang berada di garis ekuator menjadi sasaran utama asing karena memiliki sumber daya alam yang melimpah, seperti negara Indonesia. Sehingga banyak cara yang dilakukan pihak-pihak luar untuk melakukan penjajahan jenis baru terhadap kekayaan alam Indonesia. 27 tahun lagi sudah dipastikan dunia akan krisis energi. Sedangkan dua persen penduduk Indonesia merupakan pencandu narkoba. Sekitar 15 ribu jiwa meninggal setiap tahun karena narkoba. Ini tujuannya untuk menciptakan Indonesia sebagai negara yang bodoh. Untuk itu Panglima TNI mengajak  kepada seluruh pemuda untuk mewujudkan bahwa Indonesia sebagai bangsa pemenang.

Lebih lanjut Wabup menceritakan kisah anak tukang sapu pasar Jungke Karanganyar yang kedapatan membawa sabu-sabu seberat 602 gram dan dikenai hukuman berat.

“Ini merupakan pembelajaran berharga untuk kita semua bahwa narkoba sudah menyerang dari berbagai arah. Tidak kenal usia, latar belakang ekonomi, status sosial,” tandasnya.

Diharapkannya dengan adanya Roadshow ini dapat membantu memberikan penjelasan tentang bahaya narkoba dikalangan pelajar sehingga terwujud anak-anak yang cerdas, berkualitas dan jauh dari narkoba.

Selanjutnya pada kesempatan tersebut di Deklarasikan Bahaya Narkoba yang dipimpin langsung Ketua P4GN, Rohadi Widodo dan diikuti seluruh siswa siwi SMA N 1 Karanganyar.

Demikian Dishubkominfo (ind/ira)

Read More
web

Hingga Pameran Ditutup, Pengunjung Capai 25 Ribu Orang

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat menutup Pameran Intanpari 2016, Senin (14/11) malam, di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat menutup Pameran Intanpari 2016, Senin (14/11) malam, di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Karanganyar, Selasa (15/2016)

Pameran Intanpari 2016 Kabupaten Karanganyar yang diselanggarakan dari Jumat-Senin (11-14/11) di Plasa Alun-alun hingga hari terakhir kemarin, pengunjung yang dapat mencapai 25 ribu orang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan,Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Karanganyar, Larmanto, Senin (14/11) saat acara penutupan pameran Intanpari 2016.

“Komoidatas yang paling diminati berupa batik dan pakaian jadi, kerajinan, mebel kayu, makanan olahan, dan tanaman hias jemani,” kata Larmanto.

Selain itu, selama empat hari pameran berlangsung transaksi mendekati Rp. 1 miliar, namun tahun ini transaksi menurun dibandingkan pada Solo Raya Creative Expo 2015, dan juga pengunjung hingga mencapai 40 ribu orang.

Pada hari penutupan, pihak panitia bekerjasama dengan Bulog mengadakan pasar murah, dengan komoditas yang dijual beras, gula pasir, tepung terigu,  minyak goreng dan bawng putih.

Sementara itu ditempat yang sama, saat menutup pameran,  Wakil Bupati Rohadi Widodo mengatakan pameran ini cukup ramai, dan diikuti pebisnis yang mempunyai semangat besar untuk memasarkan produk-produknya.

“Sebuah usaha diperlukan upaya yang masksimal dan tantangan besar. Ada yang bersemangat jualan. Ini sebagai bukti nanti akan mendapatkan hasil yang maksimal,” kata Rohadi Widodo.

Dengan adanya pameran ini sebagai bagian soliditas dan semangat bisnis marketing, ini bisa terlahir pengusaha besar dan membuka lapangan usaha yang luas.

Pada pameran tahun ini, stan yang difasilitasi Pemkab Karanganyar sejumlah 86 stan, swadaya mandiri sejumlah 40 stan. Selain itu juga didukung 80 UKM kuliner di seputaran Alun-alun.

Sedangkan produk-produk lokal yang dipamerkan dan dijual meliputi kerajinan, kuliner, pertanian agro, fashion, produk kreatif, pelayanan informasi masyarakat, dan terdapat panggung hiburan, seni budaya daerah.pd

Read More