web

PMI Karanganyar Miliki Gedung Megah

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo (kedua dari kiri) saat mendonorkan darahnya disela-sela peresmian Gedung PMI Karanganyar.

Karanganyar, Jumat (31/03/2017)

Palang Merah Indonesia (PMI) Karanganyar memiliki gedung megah, dengan dilengkapi berbagai fasilitas lengkap untuk donor darah. Gedung yang bersebelahan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar itu pindah lokasi dari tempat lama, di Kelurahan Cangakan.

Pembangunan gedung dua lantai itu dengan sistem multiyears, diresmikan penggunaannya oleh Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo. Tampak hadir pula Forkopimda Kabupaten Karanganyar, Jumat (31/03) pagi.

Saat memberikan sambutan, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo mengatakan, gedung ini megah dan layak walaupun pengangaran dua tahun, dan kini diresmikan.

“Ada tantangan bagi PMI Karanganyar agar memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Punya bank data golongan darah juga sudah ada. Setiap saat jika dibutuhkan maka bisa on call,” kata Rohadi Widodo.

Dia juga mengimbau agar masyarakat rutin setiap tiga bulan untuk donor darah, karena setelah diambil darahnya, digantikan darah baru dan tubuh menjadi segar. Pada kesempatan itu, dia juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi pendonor yang rutin diambil darahnya. Ada yang sudah 100 kali, 75 kali, 50 kali dan 25 kali diambil darahnya.

“Di ulang tahun  ke 99 tahun 2016, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar juga telah mengadakan donor darah sebanyak 999 pendonor,” katanya.

Terkait dengan kebencanaan, Wakil Bupati  Karanganyar meminta  kesiap siagaan PMI,  karena daerah Karanganyar rawan bencana. “Maka dari itu senantiasa siap dibutuhkan, cepat dan terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Edi Susanto, Wakil Ketua Bidang Organisasi PMI Provinsi Jawa Tengah mengatakan pemanfaatan gedung ini sangat kami apresiasi.

“Fasilitasi dari Pemkab Karanganyar sangat luar biasa. Menunjukan perhatian dan kepedulian kepada PMI Kabupaten Karanganyar,” katanya.

Tidak salah kalau Pemkab Karanganyar memfasilitasi karena keberadaan PMI sungguh sangat kuat. “Perjuangan pembangunan gedung ini sungguh panjang. Kami berpesan agar meningkatkan kinerjanya dengan pelayanan Unit Tranfusi Darah (UTD)  dan kemarkasan lebih baik lagi,” katanya.(pd)

 

Read More
DSC_0114

Rohadi Widodo : Baik Buruknya Koperasi Ditentukan Para Pengelolanya

KOMINFO

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat membuka acara RAT KPRI ‘Beringin Mas’ di Gedung DPRD, Kamis (30/3)

Karanganyar, 30 Maret 2017

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Beringin Mas Sekretariat Daerah Karanganyar gelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan Tutup Buku Tahun 2016, Kamis (30/3/2017) siang di Gedung DPRD Karanganyar. Pelaksanaan RAT ini, diharapkan dapat terus meningkatkan kesejahteraan para anggota koperasi.

Hadir Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo didampingi Ketua KPRI Beringin Mas, Ali Ghufron dan Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM, Waluyo Dwi Basuki.

Dalam arahannya, Rohadi Widodo menyampaikan sesungguhnya koperasi yang berjalan baik atau buruk itu sangat ditentukan para pengelolanya. Ketika dilaksanakan dengan baik dan amanah maka koperasi akan berkembang dengan bagus.

“Apalagi Sisa Hasil Usaha (SHU) KPRI Beringin Mas ini setiap tahunnya terus mengalami peningkatkan. Rasio antara modal dan aset yang dimiliki hampir seratus persen, dan ini menandakan koperasi yang sangat sehat, sehingga apa yang dimiliki untuk terus dikembangkan,”terangnya dihadapan  Pengawas, Pengurus dan Para anggota KPRI Beringin Mas.

Wabup berharap koperasi Beringin Mas terus berkembang lebih baik, sehat dan maju terus sehingga makin meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Sementara itu Ketua RAT KPRI Beringin Mas Setda, Ali Ghufron menyampaikan sejumlah dua ratus tiga puluh lima anggota forum sudah terpenuhi sehingga Rapat anggota Tahunan sah untuk dimulai.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

Read More
DSC_0003

Rohadi Widodo : Sejarah Lahirkan Sikap Patriotisme Generasi Muda

DISKOMINFO

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo Membuka Seminar Perjanjian Giyanti Di Hotel Taman Sari Karanganyar, Selasa (14/3)

Karanganyar, Selasa 14 Maret 2017

Sejarah sangat menarik untuk dipelajari, dengan sejarah dapat membangun dan menumbuhkan sikap  patriotisme yang luar biasa pada generasi muda. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat  membuka Seminar Situs Perjanjian Giyanti, Selasa (14/3/2017).

Disela-sela kegiatan seminar, dilangsungkan Pengukuhan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Komisariat Karanganyar Tahun 2017 di Hotel Taman Sari Karanganyar.

Pengukuhan dipimpin langsung Ketua MSI cabang Provinsi Jawa Tengah, Prof. DR. Waseno, M. Hum yang disaksikan Wakil Bupati Karanganyar, Forkopimda, Jajaran Kepala OPD serta Guru MGMP Sejarah  Karanganyar.

“Selamat atas dikukuhkannya MSI Komisariat Karanganyar, semoga mampu melahirkan dan menyingkap tabir sejarah di Karanganyar untuk disampaikan kepada anak-anak kita,”ujar  Rohadi Widodo saat menyampaikan sambutannya.

Lebih lanjut Wabup mengatakan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Komisariat Karanganyar telah menerbitkan tiga buku sejarah yakni Joko Songgo, Pangeran Samber Nyowo, Ndayu.

“Kita jadikan Karanganyar sebagai tempat bersejarah dan heritage (warisan budaya) pada anak cucu kita agar Karanganyar semakin maju dan sejahtera,”pesannya.

Sementara itu, Ketua MSI Prov. Jawa Tengah, Prof. DR Waseno, M. Hum dalam kesempatan tersebut menyampaikan seminar Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) ini merupakan kegiatan area sosial dan dukungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar terhadap sejarah luar biasa. Hal ini tidak lepas dari peran pemerintah dan partisipasi sejarawan lokal dan masyarakatnya.

“MSI terbuka kepada siapa saja yang tertarik pada sejarah, MSI tidak harus berlatar belakang ilmu sejarah karena pekerjaan kita mengungkap memori dalam bentuk artefak dan tertulis,”terangnya.

Ditambahkannya sejarah Karanganyar harus diungkap secara gamblang dari berbagai sumber yang selanjutnya dikomunikasikan dalam bentuk jurnal, bahan ajar dan menjadi sumber pendidikan jati diri kebanggaan terhadap Karanganyar.

Demikian Diskominfo (ft/ind).

 

 

 

 

Read More
DSC_0541

Sebanyak 194 mahasiswa KKN UNS Ditarik

 

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo memberi sambutan dan pesan kepada 194 mahasiswa KKN UNS dalam rangka penarikan KKN Mahasiswa UNS di Pendopo, Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo memberi sambutan dan pesan kepada 194 mahasiswa KKN UNS dalam rangka Penarikan KKN Mahasiswa UNS di Pendopo, Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (23/02/2017).

Karanganyar, 23 Februari 2017

Setelah berakhirnya masa KKN, mahasiswa UNS ditarik. Penarikan dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (23/02/2017.

Sebanyak 194 Mahasiswa UNS telah menyelesaikan masa KKN selama 1,5 bulan di Kabupaten Karanganyar. Peserta KKN tersebar di 22 desa yang masuk dalam 2 Kecamatan, yaitu Jenawi dan Mojogedang.

Penarikan mahasiswa ini  dihadiri oleh wakil bupati Karanganyar, OPD terkait seperti Baperlitbang, Disdikbud, Badan Kesbangpol, Camat Jenawi dan Camat Mojogedang.

Acara ini di mulai dengan penyampaian laporan hasil kegiatan KKN yang berada di masing- masing desa oleh Mutiara Zipora Abigail selaku perwakilan mahasiswa KKN UNS.

Dalam kesempatan ini wakil bupati Karanganyar, Rohadi Widodo memberi sambutan sekaligus berpesan “Agar mahasiswa UNS yang telah menyelesaikan masa KKN nya, kedepannya dapat memperoleh nilai IPK yang tinggi, mampu mengembangkan desa yang menjadi tempat KKN dan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar”. Ujar Rohadi Widodo

Sementara itu koordinator KKN Kabupaten Karanganyar Hendro Saputro mengaku senang dengan hasil kegiatan KKN Mahasiswa UNS yang ada di Kabupaten Karanganyar, karena tempat yang menarik dan mempunyai potensi yang dapat dikembangkan untuk memberdayakan masyarakat sekitar tempat KKN. Sehingga banyak manfaat dan pengalaman yang didapat oleh para mahasiswa dapat di bawa pulang ke kampus dan menjadi bekal  dalam menyusun skripsi maupun laporan lainnya.

Selain itu, Hendro Saputro mengucapkan terimakasih kepada pemerintah kabupaten Karanganyar yang telah banyak membantu dan sekaligus mendukung kegiatan KKN ini. Semoga kedepan banyak mahasiswa UNS yang telah menyelesaikan KKN di Karanganyar dapat kembali dan membantu daerah-daerah di Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan penarikan mahasiswa KKN Kabupaten Karanganyar ditutup dengan pameran hasil kerajinan tangan dan makanan buatan mahasiswa KKN yang berada di masing-masing daerah seperti nugget pisang, dodol, keripik, tepung dan puding. (krs/tt)

 

Read More
KOM_6514

130 Mahasiswa UNIVET Sukoharjo KKN di Karanganyar

kominfo

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat memberikan sambutan di hadapan peserta KKN Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, Rabu Pagi (8/2)

Mahasiswa tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu Pagi (8/2). Hadir dalam kegiatan tersebut OPD terkait seperti Baperlitbang, DP3APPKB, Dispertan Dispermades, Disparpora, Badan Kesbangpol dan Camat Gondangrejo. Kegiatan KKN nantinya akan berlangsung mulai 8 Februari hingga 6 April dan tersebar di 13 Desa yang ada di Kecamatan Gondangrejo.

Pada kesempatan itu Rohadi Widodo mengharapkan agar berjalannya KKN kali ini para mahasiswa Univet Batara dapat menjalin kerjasama dengan baik dengan masyarakat serta dapat mengembangkan segala potensi yang ada di masyarakat dan menjaga sopan santun terhadap masyarakat di lokasi KKN, diibaratkan datang tampak muka pergi tampak punggung.

Rohadi menambahkan dengan adanya kegiatan KKN selama 2 bulan yang dilakukan di Kabupaten Karanganyar akan meningkatkan IPM (indek pembangunan manusia) dan diharapkan mampu menurunkan tingkat kemiskinan di daerah tersebut di samping nilai religiusnya yang masih kuat dipegang oleh masyarakat.

“Desa Kragan merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Gondangrejo di mana Kakek Presiden Joko Widodo berasal dari situ, semoga bisa menjadi motivasi tambahan dalam menjalani KKN kali ini”, ujar Rohadi Widodo

Sementara itu, Rektor Univet Batara Sukoharjo Prof. Dr. Ali Mursid Wahyu Mulyono, M.P dalam sambutan perkenalan sekaligus penyerahan mahasiswa berpesan kepada peserta KKN untuk memberikan yang terbaik bagi Karanganyar. Di mana KKN-KKN sebelumnya selalu memuaskan hasilnya. Selain itu, dengan adanya jalinan kerjasama yang baik antara Univet Batara Sukoharjo dengan Pemkab Karanganyar selama ini, ke depan diharapkan ada re MOU dengan Pemerintah Daerah Karanganyar sehingga sinergitas keduanya akan terus berjalan dalam rangka memajukan masyarakat Karanganyar ke depan lebih baik dan juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat. (demikian Diskominfo, ad/bayu)

Read More
weben copy

Boyongan Pedagang, Bupati Ajak Rawat Pasar Matesih

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat memanggul gunungan berisi sayuran dan buah, saat boyongan pedagang Pasar Matesih

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat memanggul gunungan berisi sayuran dan buah, saat boyongan pedagang Pasar Matesih

Karanganyar, Senin (06/02/2017)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengajak pedagang maupun warga untuk merawat juga menjaga Pasar Matesih yang telah selesai dibangun.

“Mari kita jaga bersama, Pasar Matesih ini, digunakan dengan baik, semoga tambah makmur, laris dan sejahtera,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Minggu (05/02) pagi, di sela-sela boyongan pedagang Pasar Matesih

Bupati juga menegaskan pedagang lama tidak dipungut biaya untuk menempati kios maupun los. “Dijaga dengan baik, semua warga termasuk pedagang pasar yang dulu menempati di sini, tidak dipungut biaya, alias gratis,” kata Bupati.

Selain itu, Bupati juga mengajak warga untuk senang berbelanja di pasar tradisional seperti di Pasar Matesih yang dibuat modern dan berlantai satu.

“Secara umum cukup memadai dan ada beberapa penambahan sarana publik dan ketinggian los agak diperpendek sedikit, namun secara umum sudah representatif. Terlebih tidak lagi kumuh,” kata Bupati.

Juliyatmono mengatakan pasar tradisional yang dianggap kumuh dan tak rapi sedikit demi sedikit dikikis dengan revitalisasi pasar. Konsepnya tetap pasar tradisional. Tapi dibangun lebih modern.

“Revitalisasi pasar tradisional akan terus dilakukan. Mengingat keterbatasan anggaran, revitalisasi akan dilakukan bertahap dan merujuk skala prioritas supaya ke depannya pasar-pasar di wilayah Kabupaten Karanganyar dapat menjadi pasar modern namun tidak menghilangkan nilai-nilai estetika dan tradisionalnya,” katanya.

Pagi itu, ratusan pedagang Pasar Matesih boyongan dari pasar darurat di lapangan desa Matesih menuju ke pasar yang baru, dengan berjalan kaki sepanjang dua kilometer.

Tampak juga Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo ikut memanggul gunungan berisi buah dan sayur setinggi 2 meter, bergabung dengan ratusan pedagang itu. Rombongan paling depan ada Putra Putri Lawu 2016 dan kesenian reog. Sepanjang jalan warga berjejal melihat arak-arakan boyongan.

Sesampainya di dalam pasar, rombongan itu syukuran tumpengan, dan sajian aneka macam makanan tradisional. Setelah doa bersama, makanan itu dibagi-bagikan kepada pedagang dan warga, dalam hitungan detik mereka berebutan untuk mendapatkannya.

Pembangunan pasar itu menghabiskan dana Rp. 14,9 miliar pada tahun 2016.  Pembangunan  itu meliputi sebanyak 161 kios, 17 kios buah, los untuk 512 lapak, sarana lain, MCK, parkir dan lainnya. (pd/by)

Read More
web copy

Boyongan Pedagang Pasar Nglano

Ratusan pedagang pasar Nglano boyongan dari pasar darurat, setelah pasar terbesar di Kecamatan Tasikmadu itu selesai dibangun, Senin (30/01) pagi.

Ratusan pedagang pasar Nglano boyongan dari pasar darurat, setelah pasar terbesar di Kecamatan Tasikmadu itu selesai dibangun, Senin (30/01) pagi.

Karanganyar, Senin (30/01/2017)

Ratusan pedagang pasar Nglano boyongan dari pasar darurat, setelah pasar terbesar di Kecamatan Tasikmadu selesai dibangun, Senin (30/01) pagi.

Ratusan pedagang memakai baju adat jawa berjalan kaki dari lokasi pasar darurat, lapangan Ngijo, menuju pasar Nglano yang berjarak sekitar 1,5 kilometer. Mereka juga membawa beberapa jajan pasar dan sayuran.

Di ratusan pedagang itu, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (PD) Kabupaten Karanganyar juga ikut berjalan kaki. Rombongan paling depan terdapat gunungan apem sewu, ada pula kesenian reog.

Setelah sampai di dalam pasar, dilakukan syukuran tumpengan. Doa dipanjatkan sebagai tanda syukur menempati lokasi baru. Setelah selesai, ratusan pedagang dan pembeli berebutan tumpeng dan aneka macam makanan jajan pasar.

“Setelah boyongan pasar ini, maka tidak ada lagi pedagang di pasar darurat, segera menempati kios ataupun los di pasar Nglano,” kata Wakil Bupati Rohadi Widodo,seusai boyongan pasar.

Wakil Bupati juga menambahkan, barang-barang mereka yang di pasar darurat segera diambil, kecuali aset milik Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono secara resmi meresmikan pasar Nglano, di Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Minggu (22/01) malam.

Pembangunan pasar Nglano telah selesai pembangunan pada 17 Desember 2016, dengan fasilitas yang dibangun terdiri 183 kios, 8 los terisi 416 lapak kios, mushola dan sarana lainnya.

Salah seorang pembeli, Warni (56), warga Suruh Grogol, Kecamatan Tasikmadu merasa senang, pasar menjadi bersih dan tidak becek.

“Saya mudah mencari tempat penjual langanan, karena tempatnya sudah dibedakan jenis dagangannya,” katanya.pd

Read More
web-2

Cegah Kenakalan Pelajar, P4GN Kumpulkan Kepala Sekolah

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat menjadi narasumber Sosialisasi Narkoba bagi Kepala Sekolah mengatakan dengan mengumpulkan Kepala Sekolah, diharapkan dapat mencegah peredaran Narkoba, pergaulan bebas, minuman keras dan berbagai kenakalan pelajar yang bersekolah di Negeri dan Swasta.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat menjadi narasumber Sosialisasi Narkoba bagi Kepala Sekolah

Karanganyar, Rabu (11/01/2017)

Tim Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kabupaten Karanganyar mengumpulkan Kepala Sekolah Negeri dan Swasta,  untuk selalu mencegah kenakalan remaja di Kabupaten Karanganyar.

Peran Kepala Sekolah di Kabupaten Karanganyar diharapkan dapat mencegah peredaran Narkoba, pergaulan bebas, minuman keras dan berbagai kenakalan pelajar yang bersekolah di Negeri dan Swasta.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat menjadi narasumber Sosialisasi Narkoba bagi Kepala Sekolah mengatakan dengan mengumpulkan Kepala Sekolah, ada pembinaan dari sekolah dan nantinya dibentuk pelajar pelopor anti narkoba, kemudian jika ada pertemuan dengan orang tua, juga disampaikan untuk memberikan perhatian untuk anak.

Rohadi Widodo juga sebagai Ketua Tim P4GN Kabupaten Karanganyar mengatakan di beberapa sekolah dijumpai kasus terhadap pelajar, secara umum prosentase ada perbedaan-perbedaan tertentu. Di sekolah swasta agak tinggi namun tidak semuanya, kemudian di wilayah pinggiran ada juga yang besar, (Rabu, 11/01) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

“Kesimpulan yang didapatkan, terjadinya pelajar melakukan miras, seks bebas, ngempil karena perhatian orang tua kurang. Ketahanan keluarga itu kurang kepada pelajar,” kata Rohadi Widodo.

Tidak hanya diberikan uang jajan, namun bentuk perhatian, sering bercanda, bertemu, berkumpul dengan keluarga dapat menanggulangi dampak pergaulan bebas.

Biasanya, lanjutnya, lingkungan menjadi berpengaruh besar, berkumpul dengan teman yang memakai, dibujuk dan menjadi ketagihan.  Wakil Bupati juga meminta peran Kepala Sekolah membentuk pelajar pelopor anti narkoba, masyarakat jangan membiarkan jika ditemukan ada yang tidak beres dilingkungannya.pd

Read More
alim

Bantuan Mesin Jahit Tas dari BAZNAS

kominfo

Wabup Rohadi Widodo saat melihat tas hasil kerajinan KUBE Dahlia

KUBE Dahlia Ngrayung Desa Sambirejo Kecamatan Jumantono menerima bantuan berupa 12 (dua belas) unit mesin jahit tas dari BAZNAS Kabupaten Karanganyar pada hari Rabu, 10 Januari 2017.

KUBE Dahlia yang diketuai Ibu Ninuk ini mempunyai anggota sejumlah 20 orang dan pernah mendapat banntuan dari BAZNAS berupa  mesin jahit juga. Selain menjahit tas kelompok ini membuat pakaian serta souvenir. Kenapa kali ini mereka mengajukan bantuan mesin jahit tas adalah karena mereka seringkali mendapat orderan tas dari pihak sekolah, kantor dan instansi lain dalam jumlah besar.

Mereka sudah mendapatkan pinjaman 4 (empat) unit mesin jahit tas dari pengusaha yang memberi mereka order pembuatan tas. Dengan tambahan bantuan dari BAZNAS sejumlah 12 (Dua belas) mesin itu totalnya mereka memiliki 16 (enam belas) mesin jahit tas.

Dalam laporannya, Iskandar, Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan menyampaikan bahwa pemberian bantuan ini dimaksudkan supaya KUBE DAHLIA bisa semakin maju dan meningkatkan kerja sehingga semakin banyak dikenal banyak orang. Bantuan ini diberikan secara gratis atau pinjam pakai dengan  syarat tetap dimanfaatkan untuk kegiatan usaha mereka.

Setelah memberikan bantuan mesin jahit tas secara simbolis Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menyampaikan bahwa beliau  sangat mengapresiasi keberhasilan KUBE DAHLIA dan terus mendorong supaya terus meningkatkan kualitas kerja mereka sehingga semakin maju bahkan meningkatkan pendapatan mereka.

Rohadi Widodo juga mengingatkan supaya para anggota tekun dan disiplin dalam melaksanakan pekerjaannya karena kebanyakan keluhan para pelanggan adalah masalah ketepatan waktu penyelesaian order.  Bantuan dari BAZNAS ini dimaksudkan untuk ikut memicu semangat kelompok ini dalam meningkatkan usahanya.

“Mesin jahit tas ini harus dimanfaatkan dan dirawat semaksimal mungkin. Apabila ada pemuda yang ingin mengikuti kursus servis mesin jahit, BAZNAS siap memfasilitasi,” demikian pesan beliau. Demikian Diskominfo (kris/adit)

Read More
dsc_0050

22 Desa Menjadi Lokasi KKN

Kominfo

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan KKN UNS di Pendopo RD Bupati, Selasa(10/01)

Karanganyar, Selasa 10 januari 2017

Sejumlah 194 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di dua Kecamatan di wilayah Karanganyar yang tersebar di dua puluh dua desa.

Penyerahan mahasiswa KKN UNS dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar oleh Ketua Koordinator Lapangan, Hendro Saputra yang diterima langsung Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Selasa (10/01/2017).

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati menyambut positif dan mendukung penuh kegiatan KKN yang berlangsung selama 45 hari kedepan di dua kecamatan yakni Kecamatan Jenawi tersebar di sembilan desa dan Kecamatan Mojogedang tersebar di tiga belas desa.

“KKN ini sebagai sarana menerapkan ilmu dan memperoleh ilmu dikehidupan masyarakat. Jangan malu, jangan sungkan untuk melakukan sesuatu yang membawa manfaat di lokasi KKN,”terang Rohadi Widodo saat menyampaikan sambutannya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Pemkab melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Karanganyar  telah bekerjasama dengan Fakultas Pertanian UNS Surakarta mengembangkan kawasan organik yakni di Matesih dan Karangpandan yang terkenal dengan produksi beras merah, beras hitam, beras mentik susu dan beras mentik wangi dengan kemasan yang cukup bagus dan menjual secara pemasaran.

“Di Jenawi sendiri menjadi pusat budidaya pisang dengan empat varietas. Yang terkenal dengan pisang Semar, karena bibit dari Fakultas Pertanian Sebelas Maret sampai sekarang terus kita kembangkan,”kata Wabup.

Sementara itu, untuk wilayah Mojogedang merupakan kawasan kering sehingga jumlah warga miskinnya relatif banyak.

“Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi di daerah Jenawi dengan udaranya yang dingin, sejuk dan jumlah penduduk relatif sedikit,”tuturnya.

Rohadi Widodo berharap kehadiran mahasiswa KKN ini dapat membantu mengangkat potensi yang ada di wilayah masing-masing KKN sebagai pilar marketing.

“Bentuk kerjasama yang baik sebagai upaya perbaikan disegala bidang untuk lebih meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,”harap Rohadi dihadapan mahasiswa UNS.

Demikian Diskominfo (ind/ft)

Read More