Jpeg

Wah….Ada Pameran Foto Di Bumi Intanpari Expo

Karanganyar, Senin (24/11/2014)

Saat pengunjung melihat-lihat foto-foto yang dipamerkan, Minggu (23/11)

Saat pengunjung melihat-lihat foto-foto yang dipamerkan, Minggu (23/11)

Pameran pembangunan Bumi Intanpari Expo Tahun 2014 yang bertempat di pelataran depan Alun-alun Kabupaten Karanganyar mempromosikan berbagai hasil produk keberhasilan yang dicapai.

Salah satu stan di pameran yang berlangsung selama empat hari, dari Sabtu-Rabu (22-26/11), memamerkan berbagai foto hasil karya para jurnalis yang bertugas di Kabupaten Karanganyar, tepatnya di belakang Sekretariat Panitia Pameran. Pengunjung dapat melihat-lihat berbagai foto peristiwa yang dibingkai frame dan diberi kesempatan untuk menilai dari foto-foto yang dipajang tersebut.

“Kejadian peristiwa yang di foto ini sangat menarik. Tentunya “mahal harga” nya, karena suatu peristiwa itu tidak bisa diulang dan hanya sekali untuk menggambarkan,” ujar Bayu Jatmiko Adi, salah satu pengunjung stan, warga Gondangrejo, Minggu (23/11).

Foto-foto yang dipajang pun beraneka ragam. Ada Bupati Juliyatmono saat menaiki reog ponorogo, peristiwa hujan abu saat gunung Kelud meletus, saat ekspresi Bupati Karanganyar menendang bola, maupun ekspresi gembira Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo berpakaian jawa.

Bagi pengunjung tidak dipungut biaya, dan buka dari jam 08.00-21.00 selama pameran berlangsung.pd

Read More
2 copy

Pejabat Ikuti Trail Adventure

Karanganyar, Senin (24/11/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono, saat melintas di jalur trail adventure, Minggu (23/11)

Bupati Karanganyar Juliyatmono, saat melintas di jalur trail adventure, Minggu (23/11)

Puluhan pejabat di lingkungan Pemkab Karanganyar mengikuti Bumi Intanpari Trail Adventure 2014 yang diadakan untuk menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 97. Even trail adventure itu diikuti sekitar 970 peserta dari berbagai daerah. Bahkan tak ketinggalan bupati Ngawi Budi Sulistyono turut serta menjajal berbagai rintangan menantang disepanjang jalur 100 km.

Terdapat Sekda Karanganyar Samsi, Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesra Agus Cipto Waluyo, Asisten Administrasi Sundoro. Kepala dinas yang ambil bagian, seperti kepala Bapermasdes Utomo Sidi Hidayat, Kasatpol PP Mei Subroto.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo yang juga sebagai ketua panitia itu menuturkan, jalur adventure ini tidak terlalu ekstrim. Bila yang belum berpengalaman bisa melewati jalur lain yang lebih aman.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo melambaikan tangan saat melintas, Minggu (23/11)

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo melambaikan tangan saat melintas, Minggu (23/11)

“Kondisi alam di kabupaten karanganyar sangat menyenangkan. Banyak bukti-bukit dataran tinggi yang menarik dan menantang untuk di lewati,” ujar Rohadi Widodo, sebelum acara pemberangkatan dimulai, minggu (23/11) pagi.

Bendera start pun dikibaskan tepat pukul 09.00 di Alun alun Kabupaten Karanganyar. Rombongan peserta terbagi dalam enam kelompok. Untuk kelompok pertama adalah trabas profesional, kelompok kedua untuk dandim 0727/Karanganyar Letkol Inf Marthen Pasunda, dan Kapolres Karanganyar AKBP Martirenni Narmadiana.

Sedangkan kelompok ketiga Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, keempat kepala SKPD, kelima Bupati Karanganyar Juliyatmono, dankeenam kelompok profesional.Rintangan pertama berada di jalur tanah di tengah sawah, di belakang GOR Raden Mas Sahid. Mereka mampu melibas jalur tersebut.

Kemudian, melewati jalur hutan bromo, Kecamatan Mojogedang. Tembus ke Batu Jamus, sekitar waduk Gondang, Kecamatan Kerjo. Tak hanya sampai disitu saja, peserta juga ditantang melewati alam kebun teh Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, dan mengambil jalur trabas tembus ke sekitar waduk Delingan, Kecamatan Karanganyar dan kembali ke alun alun untuk finish. pd

Read More
gue copy

Pameran Intanpari Expo 2014 Tunjukan Produk Unggulan

Karanganyar, Minggu (23/11/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat berbincang dengan pengrajin, dan Wakil Bupati Rohadi Widodo melihat kerajinan wayang kulit di salah satu stan pameran Intanpari Expo 2014. Sabtu (22/11).

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat berbincang dengan pengrajin, dan Wakil Bupati Rohadi Widodo melihat kerajinan wayang kulit di salah satu stan pameran Intanpari Expo 2014. Sabtu (22/11).

Pameran pembangunan yang diadakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar 2014 ke-97, berlangsung meriah dan dipadati ribuan warga masyarakat berjubel untuk melihat. Lokasi pameran yang strategi di pelataran depan alun-alun, diikuti 36 stan dari instansi pemerintah, enam BUMN dan BUMD, 46 perusahaan, dan lima koperasi.

“Semuanya berjumlah 135 stan dengan menampilkan berbagai produk-produk unggulan yang dipamerkan peserta pameran,” ujar Nur Halimah, Ketua Panitia Penyelenggara Pameran Pembangunan, Sabtu (22/11) malam, saat dilokasi.

Bupati Karanganyar Juliyatmono, menuturkan dengan pameran ini diharapkan produk-produk dari Kabupaten Karanganyar bisa dikenal, tidak saja warga lokal namun dari luar kota bisa membelinya. “Apresiasi warga luar biasa banyak. Dengan pameran ini, hasil transaksi jual beli bisa meningkatkan pendapatan UMKM,” ujar Bupati Juliyatmono.

Setelah acara pembukaan, Bupati, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, dan Muspida melihat produk-produk unggulan dari 17 kecamatan,BUMN, BUMD atau pun hasil pembangunan dari instansi pemerintah.

Di pameran yang berlangsung selama empat hari, dari Sabtu-Rabu (22-26/11) ada yang membuat seperti kerajinan wayang kulit, batik, makanan olahan,alat-alat pertanian, jamu, ukiran kayu,dan fotografi.pd

Read More
DSC_0188 copy

Ribuan Warga Tumplek Blek Ikut Tirakatan

Karanganyar, Selasa (18/11/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, saat memotong tumpeng di malam tirakatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 97, Senin (17/11) malam di pelataran alun-alun Karanganyar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, saat memotong tumpeng di malam tirakatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 97, Senin (17/11) malam di pelataran alun-alun Karanganyar.

Malam tirakatan menjelang hari jadi Kabupaten Karanganyar ke-97 tahun dipadati ribuan warga yang datang dari berbagai tempat. Antusias terasa mulai pukul 18.30 WIB, arus lalu lintas mulai terasa padat.

Di jalan Lawu depan Makodim 0727/Karanganyar terjadi kemacetan. Kendaraan mobil maupun motor berjalan tersendat. Di jalur lambat di sisi kiri, dipenuhi parkir mobil. Tak hanya itu, di seputar kawasan alun-alun, di sisi timur, selatan, dan barat gedung Sekretariat Daerah Kabupaten juga terjadi kemacetan parah.

Menjelang pukul 21.30 WIB, sebelum pelaksanaan acara tirakatan di pelataran sebelah barat Monumen Gerakan Sayang Ibu (GSI), tumpeng-tumpeng dari berbagai Satuan Kerja peangkat Daerah (SKPD), Instansi vertikal, BUMD,maupun Ormas, Senin (17/11).

“Tumpeng-tumpeng itu berisi nasi uduk, ingkung, dan ubo rampe. Selain itu ada tambir dengan isi kacang rebus, pisang godog, dan ketela. Totalnya 97 tumpeng” ujar Sujarno, Ketua Panitia Tirakatan. Dia menambahkan tumpeng nasi kuning yang paling besar dari Muspida, dibuat dengan bahan beras sebanyak 40 kilogram, dengan tinggi 97 senti meter, ada juga dua ingkung besar ayam kampung dan ubo rampe.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan,bertekad untuk mewujudkan Visi Misi, yang telah jabarkan dalam bentuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah tahun 2013-2018. “Melalui program-program yang kami wujudkan, di harapkan agar kualitas SDM di Kabupaten Karanganyar semakin baik, sehingga mampu mengolah Sumber Daya Alam menjadi Komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dengan cara yang berbudaya,” kata Bupati Juliyatmono, saat memberikan sambutan.

Selain pelaksanaan yang berpusat di pelataran Alun-alun yang dihadiripara Pimpinan DPRD Kabupaten Karanganyar, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Muspida, Kepala SKPD, Camat, tokoh pendidikan, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Tirakatan juga di lakukan di seluruh RT di Kabupaten Karanganyar.pd

Read More
DSC_0026 copy

Pameran BCB, Tonjolkan Kearifan Lokal

Karanganyar, Jumat (14/11/2014)

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat meninjau pameran Benda Cagar Budaya, Jumat (14/11) pagi, di Gedung Wanita Karanganyar

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat meninjau pameran Benda Cagar Budaya, Jumat (14/11) pagi, di Gedung Wanita Karanganyar.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah mengadakan pameran, dengan mengangkat potensi kearifan lokal yang di miliki daerah. Dengan memamerkan benda cagar budaya yang ada, pengunjung dapat melihat dan mengetahui peninggalan sejarah.

Di wilayah Kabupaten Karanganyar banyak sekali terdapat peninggalan cagar budaya seperti benda-benda purbakala di Desa Ndayu, Kecamatan Gondangrejo. Peninggalan Candi Cetho, Candi Sukuh di kawasan Kecamatan Jenawi dan Kecamatan Ngargoyoso. Tak hanya itu, peninggalan situs Watu Kandang di Kecamatan Matesih, maupun tempat perjanjian Giyanti, di Dukuh Kerten, Desa Jantiharjo, Kecamatan Karanganyar.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo mengatakan terdapat 37 warisan cagar budaya yang terdaftar di Kabupaten Karanganyar. “Banyak sekali peninggalan sejarah, sungguh luar biasa. Dengan adanya pameran ini kita bisa menjadi tahu dan pengingat adanya warisan budaya. Sehingga berwajiban untuk menjaga dan melestarikannya. Jangan sampai rusak maupun dirusak,” kata Rohadi Widodo, Jumat (14/11) pagi, disela-sela meninjau pameran.

Kepala BPCB Jawa Tengah, Sri Ediningsih mengatakan pada pameran di Gedung Wanita, dari tanggal 14-19 November 2014, masuk gratis, buka jam 08.00-17.00 WIB, meniru situs asli di Kabupaten Karanganyar.

“Pameran ini menonjolkan kearifan lokal dan rutin diadakan setiap tahun, tetapi keliling di Jawa Tengah. Sasarannya anak sekolah, maka juga dikemas menarik. Terdapat pula perpustakaan mini memajang buku-buku sejarah,” ujar Sri Ediningsih.

Replika yang dipamerkan mewakili masa pra sejarah, sejarah klasik, dan masa kolonial. Seperti replika manusia purba, kerbau purba, situs Watu Kandang, foto jaman dulu, alat telekomunikasi kuno, dan prajurit Pura Mangkunegaran.pd

Read More
DSC_0161

Kirab Budaya Hari Jadi Dusun Gadungan

Karanganyar, Senin (27/10/2014)

Salah satu kesenian tradisional saat pentas pada Kirab Budaya Peringatan Hari Jadi Dusun Gadungan, Kecamatan Ngargoyoso, Sabtu (25/10)

Salah satu kesenian tradisional yakni Sabuk Janur saat pentas pada Kirab Budaya Peringatan Hari Jadi Dusun Gadungan, Kecamatan Ngargoyoso, Sabtu (25/10)

Peringatan Hari Jadi Dusun Gadungan, Desa Giri Mulyo, Kecamatan Ngargoyoso diperingati dengan meriah. Acara yang dikemas dengan Kirab Budaya menampilkan berbagai kreasi seni maupun hasil bumi diarak dari Balai Desa sampai Dusun Gadungan dengan jarak sekitar 1,5 kilo meter.

Suparno, Kepala Desa Giri Mulyo menuturkan kegiatan ini sudah berlangsung sejak tahun 2006 dan setiap tahun diadakan pada bulan Suro, namun jika ada Jumat Legi diadakan pada pasaran itu, tetapi jika tidak maka dilangsungkan di tanggal 1 Suro.

“Untuk memeriahkan hari jadi ini, ditampilkan pentas seni seperti Sabdo Palon Noyo Genggong, Sabuk Janur, Jaran gedrug, reog, seni tek-tek, dan drama tari Macan Gadungan,” ujar Suparno, Sabtu (25/10) di lokasi acara pentas seni.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo mengapresiasi acara tersebut karena menampilkan potensi-potensi lokal masyarakat. “Kebudayaan disini luar biasa. Jaga dan lestarikan. Sering-sering mengadakan pentas sehingga mudah dikenal masyarakat luar. Di daerah sini banyak seni yang menarik dan bisa dipromosikan agar wisatawan datang kesini,” ujar Rohadi Widodo.

Terlihat antusias warga setempat menyaksikan sepanjang jalan dan di lokasi pentas seni, baik tua, muda dan anak-anak. Salah satu warga setempat, Noraniza Erlina Terra mengatakan merasa senang karena acara ini sebagai sarana mengenalkan budaya lokal dan hiburan. “Seru dan menarik. Walaupun cuaca panas seperti ini, namun banyak sekali warga yang menonton,” ujar Terra. pd

Read More
gue copy

Tim Juri, Kunjungi GP3A Tirta Manunggal Karsa

Karanganyar, Jumat (24/10/2014)

Tim juri GP3A saat tinjauan lapangan di lahan persawahan Tirta Manunggal Karsa, di Desa Pulosari, Kecamatan Kebak Kramat, Kamis (23/10) pagi

Tim juri GP3A , Yanuar J Purwanto (tengah) saat tinjauan lapangan di lahan persawahan Tirta Manunggal Karsa, di Desa Pulosari, Kecamatan Kebak Kramat, Kamis (23/10) pagi

Tim Juri Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Tingkat Nasional mengadakan penilaian dan kunjungan langsung diberbagai tempat di wilayah Kecamatan Kebak Kramat, dan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Hal tersebut sebagai kelanjutan dari lomba yang berlangsung di Bandung, 26-29 Agustus 2014, karena berhasil masuk lima besar terbaik nasional.

Tim diterima langsung oleh Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo di Kantor GP3A Tirta Manunggal Karsa, di Desa Nangsri, Kecamatan Kebak Kramat. Kunjungan mereka untuk melihat langsung adminitrasi, wirausaha pupuk, Rumah Pintar Petani (RPP),peninjauan saluran irigasi, dan persawahan, Kamis (23/10).

Yanuar J Purwanto, Koordinator Tim Penilai GP3A menuturkan kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat dari dekat kegiatan program-program petanian, sistem pertanian, dan kelembagaan. “Kami ingin mengetahui kehebatan GP3A Tirta Manunggal Karsa ini. Seberapa baik kegiatan-kegiatan pertanian yang dilakukan,” ujar Yanuar. pd

Read More
DSC_0032 copy

Pemkab Beri Bantuan Dana Untuk UKM

Karanganyar, Kamis (09/10/2014)

Wakil Bupati Karanganyar, saat memberikan bantuan permodalan secara simbolis untuk UKM, Rabu (08/10) di Balai Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat memberikan bantuan permodalan secara simbolis untuk UKM, Rabu (08/10) di Balai Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu

Pemerintah Kabupaten Karanganyar memberikan bantuan untuk 3.420 Usaha Kecil Mikro (UKM) yang tersebar di 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Dana bantuan yang diberikan itu setiap Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang mewadahi UKM.

Nur Halimah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM mengatakan bantuan dana permodalan berupa uang sebesar Rp. 10 juta diberikan untuk setiap KUB yang ada di Kabupaten Karanganyar yang bersumber dari APBD Tahun 2014 dengan total sebesar Rp. 3,42 miliar.

“KUB tersebut sebanyak 342 kelompok diberi bantuan agar dapat menumbuhkembangkan UKM dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat, selain itu juga menjadikan peran aktif kelompok usaha yang mandiri,” ujar Nur Halimah di hadapan Wakil Bupati Kabupaten Karanganyar, Rohadi Widodo, saat membuka Pelatihan Bagi UKM, Rabu (08/10), di Balai Desa Ngijo Tasikmadu.

Nur Halimah menjelaskan, pelaksanaan pelatihan tersebut dilakukan di berbagai tempat sesuai jadwal masing-masing antara lain, Senin-Selasa (29-30/09),yang diikuti 240 peserta dari Kecamatan Jumantono, Jumapolo, Jatipuro, dan Jatiyoso di Jumapolo.

“Sedangkan untuk Kecamatan Karangpandan, Tawangmangu, Matesih, dan Ngargoyoso diikuti 290 peserta dilaksanakan, Rabu-Kamis (01-02/10) di Kecamatan Karangpandan. Selain itu untuk Kecamatan Jenawi, Kerjo, Mojogedang diikuti 215 peserta, pada Senin-Selasa (06-07/10) di Kerjo,” jelasnya.

Dia menambahkan, selanjutnya juga diadakan pada Rabu-Kamis (08-09/10) untuk Kecamatan Karanganyar, Tasikmadu, dan Jaten, yang diikuti sebanyak 565 peserta. Dan terakhir untuk Kecamatan Kebak Kramat, Gondangrejo, dan Colomadu, Senin-Selasa (13-14/10) di Colomadu. “Kami memberikan materi pelatihan konveksi, pengolahan makanan dan minuman, pengemasan, pertukangan, maupun cinderamata selama dua hari,” katanya saat dilokasi.

Tahapan ini dimulai dari masing-masing kelompok mengajukan proposal dasar, kemudian pemberian pelatihan selama dua hari, pemberian bantuan dana modal melalui transfer untuk setiap kelompok mendapatkan Rp. 10 juta, kemudian pendapmpingan usaha dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) setempat, dan monitoring evaluasi.

Wakil Bupati Kabupaten Karanganyar, Rohadi Widodo menuturkan kegiatan ini merupakan Misi Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Karanganyar 2013-2018, Penciptaan Wirausahawan Mandiri. “Melalui pemberian bantuan modal dan pelatihan ini, diharapkan masyarakat yang bergerak di bidang UKM dapat meningkatkan usaha dan  pendapatan sehingga roda perekonomian bisa cepat dan maju,” kata Rohadi Widodo. pd

Read More
gue

Tim BPBD Karanganyar Raih Waktu Tercepat

Karanganyar, Rabu (08/10/2014)

Kecepatan, kekompakkan ketrampilan dan ketepatan sangat diperlukan dalam memasang dan bongkar tenda pengungsi, Selasa (07/10) saat lomba yang diikuti 16 BPBD Kabupaten /Kota, di Stadion 45 Kabupaten Karanganyar

Kecepatan, kekompakkan ketrampilan dan ketepatan sangat diperlukan dalam memasang dan bongkar tenda pengungsi, Selasa (07/10) saat lomba yang diikuti 16 BPBD Kabupaten /Kota, di Stadion 45 Kabupaten Karanganyar

Dalam ajang lomba Bongkar Pasang Tenda Pengungsi, Tim Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar mencatat waktu tercepat 17 menit 30 detik, menyisihkan tim-tim dari Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah, yang berlangsung di Stadion 45 Kabupaten Karanganyar, Selasa, (07/10).

Lomba yang diikuti 16 BPBD dan setiap tim diikuti 10 orang itu merupakan kegiatan menyambut bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) diadakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Di tempat lain, tingkat Provinsi Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau juga mengadakan kegiatan tersebut pada hari yang sama.

Siti Nurhayati, Direktur Peralatan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, mengatakan dalam lomba ini setiap BPBD di Kabupaten/ Kota dapat meningkatkan kapasitas SDM (Sumber Daya Manusia) sejauh mana mendirikan tenda pengungsi. “Harapannya jika ada becana, SDM dapat mendirikan tenda pengungsi dengan terampil, cepat, dan tepat,” ujar Siti Nurhayati.

Dia menjelaskan, terbentuknya BPBD dan dengan mempunyai peralatan dasar diharapkan dimanfaatkan secara optimal terutama jika terjadi becana. “Kriteria penilaian termasuk yel-yel,kekompakkan, kecepatan, dan kecermatan bongkar pasang tenda,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Kabupaten Karanganyar, Rohadi Widodo menuturkan Kabupaten Karanganyar termasuk wilayah yang mempunyai mitigasi bencana longsor seperti di Kecamatan Tawangmangu, Ngargoyoso, dan Karangpandan. Sedangkan wilayah banjir di Kecamatan Kebak Kramat, dan Jaten. “Dibutuhkan kesiapsiagaan dari kita semua, khususnya BPBD dan relawan jika terjadi becana,” ujar Rohadi Widodo. pd

Read More
DSC_0013

Sholat Idul Adha 1435 H Kabupaten Karanganyar

DSC_0013

Bupati Karanganyar Saat Menjadi Imam Sholat Idul Adha di Alun-Alun Karanganyar,Minggu Pagi

DSC_0056

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo Saat Menjadi Khotib Sholat Idul Adha di Alun-Alun Karanganyar, Minggu Pagi

DSC_0078

Bupati Karanganyar Juliyatmono Menyerahkan Hewan Kurban 1 Ekor Sapi di Halaman Masjid Agung Karanganyar, Minggu Pagi

DSC_0086

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo Menyerahkan Kurban 1 Ekor Sapi di Halaman Masjid Agung Karanganyar, Minggu Pagi

DSC_0097

Bupati Karanganyar Juliyatmono Ikut Menyembelih Hewan Kurban Di Masjid Agung Karanganyar, Minggu Pagi

DSC_0154

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo Ikut Menyembelih Hewan Kurban Di Masjid Agung Karanganyar, Minggu Pagi

Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan Sholat Idul Adha 1435 H di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar pada Minggu Pagi 05/10/2014 pukul 06.00 WIB. Sekitar 1000 warga Karanganyar berkumpul ditempat itu untuk melaksanakan ibadah Sholat. Bertindak sebagai Imam Sholat Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Khotib Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo. Usai Sholat Bupati dan rombongan Muspida serta Pejabat di lingkup Kab. Karanganyar menuju Masjid Agung Karanganyar untuk penyerahan hewan kurban.

Di Masjid Agung Karanganyar sendiri pada Minggu Pagi 05/10 tersebut menyembelih 6 ekor sapi dan 12 ekor kambing yang berasal dari Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Muspida Kab. Karanganyar serta Bank Jateng Cab. Karanganyar. Kabupaten Karanganyar sendiri untuk Idul Adha 1435 H kali ini telah terkumpul hewan kurban sebanyak 8419 ekor Kambing dan 4300 ekor sapi yang tersebar di seluruh Masjid yang ada di Kabupaten Karanganyar. ad

Read More