DSCF6683

DPRD Karanganyar Umumkan Rohadi Widodo Mundur Dari Wakil Bupati Karanganyar

kominfo

Suasana Sidang Paripurna DPRD Masa Sidang III dengan Agenda Pengumuman Pemberhentian Wakil Bupati Karanganyar

Karanganyar – Pengumuman tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Ketua DPRD Karanganyar Nomor 170/269.3/2018 Tertanggal 23 Juli 2018 Tentang Pemberhentian Wakil Bupati Karanganyar Masa Jabatan Tahun 2013 – 2018. Rapat paripurna DPRD Karanganyar Masa Sidang III dilangsungkan di Ruang Paripurna, Senin Siang (23/07) dan dihadiri oleh jajaran Forkompinda, Pimpinan Perangkat Daerah serta Direktur BUMD yang ada di Kabupaten Karanganyar

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam wawancaranya dengan rekan media sesaat setelah rapat paripurna usai mengatakan kekosongan Wakil Bupati yang ditinggalkan dipastikan tidak akan diisi karena sesuai dengan ketentuan yang berlaku yakni kurang dari 18 bulan sisa masa jabatan, pengunduran diri saudara Rohadi Widodo terhitung hanya menyisakan 5 bulan dari masa jabatan yakni berakhir Desember 2018.

“Informasi yang saya terima, pengunduran diri saudara Rohadi Widodo terkait dengan majunya yang bersangkutan untuk menjadi calon legislatif pada pileg 2019 nanti”, Kata Juliyatmono

Sehingga saya harapkan, SK Kemendagri terkait pengunduran diri saudara Rohadi Widodo cepat untuk diterbitkan mengingat kelengkapan administrasi untuk persyaratan maju dalam Pileg 2019 nanti adalah akhir Juli 2018.

Ditambahkan lebih lanjut, Juliyatmono mengatakan bahwa Rohadi Widodo selama menjabat sebagai Wakil Bupati Karanganyar merupakan partner yang baik. Hampir dipastikan, kedua pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2013 – 2018 tersebut tidak pernah meninggalkan satu agenda secara sendiri-sendiri, dalam giat apapun selalu datang bersama, sehingga hubungan keduanya bisa dikatakan sejoli tidak mengenal mekanisme protokoler.

“Rohadi Widodo adalah sosok yang cepat belajar, responsif, dan bertalenta”, kenang Juliyatmono

Sementara itu, Adhe Eliana Wakil Ketua DPRD Karanganyar saat membacakan pengumuman pengunduran diri Wakil Bupati Karanganyar berdasarkan surat dari Rohadi Widodo Nomor 800/3.903.1.1 Tanggal 16 Juli 2018 perihal pengunduran diri sebagai wakil bupati karanganyar telah sesuai dengan mekanisme merujuk UU 9 / 2015 tentang Perubahan Kedua Atas UU 23 / 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan PP Nomor 12 / 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Propinsi, Kabupaten dan Kota. Untuk itu Rapat Dewan Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Karanganyar memutuskan mengumumkan pengunduran diri Rohadi Widodo sebagai Wakil Bupati Karanganyar atas permintaan sendiri.

Proses selanjutnya akan kami kirimkan Surat ini kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Propinsi Jawa Tengah untuk mendapatkan Surat Keputusan Pemberhentian Rohadi Widodo sebagai Wakil Bupati Karanganyar. Demikian DIskominfo (ad/adt)

Read More
DSC_2639

Cegah Penurunan Moral, GOW Ajak Para Ibu Kenali Perubahan Perilaku Pada Anak

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono membuka Seminar Anggota GOW di Aula Gedung PMI Karanganyar, Sabtu (12/8).

Karanganyar, Senin 14 Agustus 2017

30 organisasi perempuan yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Karanganyar mengajak para Ibu untuk aktif memperhatikan sekaligus mengawasi perkembangan anaknya. Hal ini menyusul merosotnya moral pada generasi muda akibat pergaulan yang salah dan kurangnya perhatian dari orang tua.

Kepedulian tersebut diwujudkan dengan menggelar Seminar yang bertajuk  Lindungi Putra Putri Kita dari Kerusakan Moral dan Karakter, dihadiri Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Ketua Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (KP2A) Kabupaten Karanganyar, dr. Hadiasri Widyasari Rohadi Widodo dan Motivator Psikologi Suwarsi Suminto di Gedung PMI Karanganyar, Sabtu (12/8/2017) kemarin.

Bupati Karanganyar menuturkan pemerintah perlu dukungan dari berbagai pihak untuk mencegah penurunan generasi muda Karanganyar termasuk dari GOW Karanganyar.

“GOW merupakan organisasi yang keseluruhan merupakan wanita terutama ibu. Karenanya GOW harus terus mensosialisasikan kepada masyarakat di sekolah dan masyarakat akan bahaya pergaulan bebas dan kekerasan seksual,”jelas Bupati.

Lebih lanjut ia mencontohkan kasus asusila di Sroyo merupakan salah satu kasus dimana peran orang tua atau ibu harus memperhatikan perubahan perilaku anaknya dan turut serta menjalin komunikasi dengan anak.

“Tugas kita mengingatkan agar generasi kita lebih baik, memiliki nilai-nilai agama yang kuat, cerdas dan berkualitas. Maka benteng terakhir ada di keluarga, jadi dalam keluarga itu perlu koordinasi dan komunikasi yang baik,”tandasnya.

Bupati berharap seminar dalam rangka HUT GOW ke-67 dapat menginspirasi dan menyelamatkan anak-anak kita dari perbuatan-perbuatan yang merusak moral.

Sementara itu, tantangan terberat bagi para ibu untuk tetap mengawasi perilaku anaknya. Kemajuan teknologi serta pergaulan jika tanpa adanya pendampingan dan pengawasan dari orangtua akan berdamnpak negatif pada anak. Hal tersebut dikatakan Ketua Perlindungan Perempuan dan Anak (KP2A) Kabupaten Karanganyar, dr. Hadiasri Widyasari Rohadi Widodo.

”KP2A butuh dukungan dari semua pihak untuk mencegah kekerasan ataupun perilaku menyimpang dari anak. Kerjasama yang baik antar organisasi serta orang tua akan menyelamatkan generasi muda kita dari degredasi moral,”terangnya.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

Read More
KOM_1237

4 Kecamatan di Karanganyar Jadi Tujuan KKN Unisri

KOMINFO

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat menyampaikan sambutan dalam acara Penerimaan Mahasiswa KKN PPM UNISRI di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (27/7).

Karanganyar, Kamis 27 Juli 2017

576 mahasiswa Universitas Slamet Ryadi (Unisri) Surakarta melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di empat Kecamatan di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Empat kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Kebakramat di sepuluh desa, Kecamatan Jumantono di sebelas desa, Kecamatan Kerjo di sepuluh desa dan Kecamatan Karangpandan di sebelas desa.

Rombongan mahasiswa Unisri yang akan melaksanakan KKN  di Kabupaten Karanganyar diterima langsung oleh Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (27/7/2017) pagi.

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati menyambut positif dan mendukung penuh kegiatan KKN yang berlangsung lebih kurang 40 hari kedepan di empat kecamatan yang tersebar di 42 desa.

“KKN ini sebagai sarana menerapkan ilmu dan memperoleh ilmu di kehidupan masyarakat. Jangan malu, jangan sungkan untuk melakukan sesuatu yang membawa manfaat di lokasi KKN,”terang Rohadi Widodo saat menyampaikan sambutannya.

Lebih lanjut Wabup menghimbau agar mahasiswa  untuk selalu bersosialisasi dengan masyarakat sekitar karena KKN merupakan salah satu cara kita terjun langsung dalam hidup bermasyarakat.

“Mengabdi di masyarakat, mengajarkan bagaimana mengasah skill kita kepada masyarakat sehingga apa yang kita sampaikan dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar sehingga mereka dapat berinovasi,”tuturnya.

“Baktikan semua ilmu, tenaga ke masyarakat. Jangan malas-malas karena Insha Alloh masyarakat Karanganyar sangat menerima siapapun. Karena masyarakat Karanganyar adalah masyarakat yang ramah,’’terang Rohadi Widodo.

Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat membantu mengangkat potensi yang ada di wilayah masing-masing KKN sebagai pilar marketing.

“Kami minta Pemerintahan Desa untuk di aktifkan websitenya. Agar adik-adik kita yang ber-KKN dapat mengupload foto-foto selfie maupun weselfie baik melalui twitter, facebook, instagram, karena ini merupakan merketing untuk mempromosikan tempat-tempat wisata di Karanganyar yang dikenal dengan sebutan Bumi Intanpari,”pesannya.

Sementara itu Wakil Rektor Unisri Surakarta, DR. Sutoyo mengatakan KKN yang akan dilaksanakan terhitung mulai 27 Juli sampai 4 September 2017 diharap dapat memberikan pengalaman  berharga bagi mahasiswa Unisri yang menempuh KKN di empat kecamatan.

“Kami punya konsep agar mahasiswa dalam melakukan KKN ini mampu mengamati, menganalisis hingga mampu menerapkan program yang akan dijalankan sehingga terjadi sinkronisasi antara ilmu yang didapat dengan lokasi KKN,”jelasnya.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

Read More
Capture3

WORKSHOP MARKETING ONLINE INSTAGRAM FOR BUSINESS

Peserta Workshop Instagram For Business Berfoto Bersama, Sabtu (22/07/2017)

Kalau bikin Instagram untuk bisnis, usahakan jangan dicampur dengan yang untuk pribadi. Tidak hanya melulu gambar produk, maksimalkan instagram dengan postingan aktivitas usaha, foto-foto saat packing produk, denah tempat usaha dan testimoni dari customer. Dengan postingan-postingan seperti itu, calon pembeli tentu tingkat kepercayaannya (trusted) akan bertambah.

Sekelumit info tersebut adalah sedikit dari materi yang disampaikan Angga Solixin, admin@explorekabkaranganyar dan @solopunya yang menjadi pembicara di acara workshop Instagram for Business, Sabtu (22/7). Kegiatan yang digelar di Kantor Arsip dan Perpustakaan Kab. Karanganyar tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Relawan Karanganyar Cerdas.

Wakil Bupati Karanganyar, H. Rohadi Widodo, S.P Memberikan Sambutan pada Acara Instagram For Business

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Karanganyar  Bp. H. Rohadi Widodo, S.P beserta Ibu. Wakil Bupati mendukung penuh kegiatan workshop Instagram dan berharap melalui postingan-postingan foto baik selfi maupun wefie tentang Karanganyar, bisa menaikkan tingkat kunjungan wisatawan ke Bumi Intanpari. Menurutnya, Instagram tidak hanya bermanfaat untuk mempromosi pariwisata di Kab Karanganyar, namun juga dapat dimaksimalkan untuk menambah income keluarga melalui bisnis online.

Disamping memberikan sambutan, Bp. Rohadi Widodo juga memberikan bantuan dana pembinaan sebesar dua juta lima ratus ribu rupiah kepada Ketua Komunitas Relawan Karanganyar Cerdas. Komunitas Relawan Karanganyar Cerdas sendiri boleh dibilang adalah konsorsium relawan, mulai dari relawan di bidang pendidikan dan literasi, tekhnologi dan informasi, kesenian, budaya dan pariwisata, kewirausahaan, humas dan publikasi. Mereka bersinergi menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk mendukung Kabupaten Karanganyar maju berprestasi.

Workshop Marketing Online Instagram for Business diikuti oleh tujuhpuluhan peserta dari berbagai daerah, seperti Jogja, Solo, Sukoharjo, Sragen dan Karanganyar. Salah seorang peserta, Setyorini ,mengatakan sangat senang dengan acara ini, karena ia jadi lebih paham dalam menggunakan Instagram untuk berbisnis. (sf)

Read More
web (2)

Pemkab Karanganyar Kelola Tiga Kawasan Wisata

Penandatanganan antara Eka M Ruskanda (KKPH Perum Perhutani KPH Surakarta) (tengah) dan Titis Sri Jawoto (Kepala Disparpora Kabupaten Karanganyar) (kanan), di saksikan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo (kiri)

Karanganyar, Sabtu (22/07/2017)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mulai awal bulan Agustus tahun 2017 mengelola dan melestarikan hutan tiga kawasan wisata alam di lereng Gunung Lawu, yakni Sekipan, Pringondani, dan Puncak Lawu (Cemoro Kandang, Cetho dan Sukuh).

Pengelolaan dan pelestarian hutan itu diserahkan dari Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perum Perhutani Surakarta kepada Pemkab Karanganyar, dalam hal ini Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora).

Serahterima pengelolaan itu dilakukan di Bumi Perkemahan Sekipan, Kalisoro, Tawangmangu, Jumat (21/07), ditandai dengan penandatanganan antara Eka M Ruskanda (KKPH Perum Perhutani KPH Surakarta) dan Titis Sri Jawoto (Kepala Disparpora Kabupaten Karanganyar), di saksikan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo.

Di salah satu butir Berita Acara Serah Terima, menyebutkan disamping luas tanah yang tertuang dalam Perjanjian Kerjasama (PKS) di tahun 2016, juga aset yang ada diatasnya, dan jenis jumlahnya.

Titis Sri Jawoto, mengatakan mulai 1 Agustus 2017 pengelolaan sepenuhnya oleh Pemkab Karanganyar tentu bersinergi dengan Perum Perhutani, karena batas secara fisik belum ada, namun batas dan luas telah disepakati.

“Yang paling kami tekankan, kami tetap pegang etika. Siapapun yang telah bekerja di pengelola lama tetap di sinergikan dengan kami, jadi jangan kuatir,” katanya.

Ditempat yang sama, Eka M Ruskanda, mengatakan nanti di perinci lagi termasuk aset-aset, batas-batas fisik, dan petak berapa saja yang masuk dalam pengelolaan.

“Tradisinya di kelola oleh kami, akan diserahkan. Tim bersama akan merinci lagi batas-batasnya, awal Agustus tahun ini sudah selesai,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar, dengan pengelolaan oleh Pemkab Karanganyar dibuat lebih baik, seperti perbaikan jalan dan gapura masuk  menuju Sekipan juga akan dibuat lebih baik.

“Nantinya tempat disini akan dibuat semakin menarik. Kami juga optimis tingkat kunjungan semakin banyak, apalagi disekitarnya sudah ada tempat rekreasi,”kata Rohadi Widodo.

“Saya contohkan, bisa dibuat rumah pohon, lokasi yang menarik bisa untuk foto selfi , dengan begitu pengunjung semakin banyak,” katanya. (pd)

Read More
KOM_0583

Karanganyar Jadi Lokasi Orientasi Lapangan Peserta Diklatpim IV Provinsi NTT

KOMINFO

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo sampaikan visi misi Kabupaten Karanganyar di hadapan peserta DiklatPim

Karanganyar, 17 Juli 2017

Kabupaten Karanganyar menjadi lokasi orientasi lapangan peserta Benchmarking Diklat Pim IV Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kegiatan ini diikuti sebanyak 49 peserta dari beberapa instansi yakni Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo, BKPSDM dan BPN.

Kunjungan tersebut diterima langsung Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo didampingi Kepala BKPSDM Kabupaten Karanganyar,  Rabu (17/07) di aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karanganyar.

Dalam sambutannya Wabup menyampaikan Visi  Bersama Memajukan Karanganyar dan lima (5) misi Kabupaten Karanganyar meliputi Pembangunan infrastruktur menyeluruh, Pencapaian 10.000 wirausahawan mandiri, Pendidikan gratis SD/SMP/SMA dan kesehatan gratis, Pembangunan desa sebagai pusat pertumbuhan serta Peningkatan kualitas keagamaan dan sosial budaya.

“Karanganyar dikenal dengan sebutan Bumi Intanpari yang berarti industri, pertanian dan pariwisata. Banyak destinasi wisata yang dapat dikunjungi di Kabupaten Karanganyar dan merupakan salah satu penghasil PAD tertinggi untuk Karanganyar,”tutur Rohadi Widodo.

KOMINFO

Peserta Diklatpim Dinas Kominfo NTT mengunjungi Pusat Komado Alap – alap Sambernyawa Diskominfo Karanganyar yang mengaplikasikan data berbasis smart system

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTT sekaligus Ketua rombongan, Klemens Meba mengatakan maksud dan tujuan kunjungan ini dalam rangka pembekalan pembelajaran dari Benchmarking ke praktis sebagai agen perubahan untuk menjalankan program-program stake holder secara efektif sekaligus sebagai pengukuran kinerja.

“ Dengan mengadopsi dan mengadaptasi kemampuan keunggulan tempat yang dikunjungi diharapkan mampu memberikan banyak manfaat khususnya dibidang kesehatan,”harapnya.

Demikian Diskominfo (yg/ind)

Read More
web

59 Jip Jelajah Pesona Karanganyar

Bupati Karanganyar, Juliyatmono beserta isteri (urutan pertama) dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan isteri (urutan kedua) saat melintasi kawasan kebun teh Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso. di acara Jelajah Pesona Karanganyar.

Karanganyar, Jumat (14/07/2017)

Deru suara mesin dari puluhan mobil penggerak roda empat (4 WD) memecah keheningan di pagi buta, di Edupark, Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu. Mereka berkumpul dan menjelajah berbagai tempat-tempat wisata di Kabupaten Karanganyar, Jumat (14/07) pagi.

Berbagai jenis 59 mobil itu mulai bergerak pelan menuju tujuan pertama, yakni Kebon Jambu, masih di desa yang sama dengan jarak sekitar 400 meter dari titik pemberangkatan, untuk melihat matahari terbit.

Tampak juga Bupati Karanganyar Juliyatmono dan isteri, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo beserta isteri, berada di urutan depan. Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar bahkan menyetir sendiri mobil yang dikendarai, uniknya yang dikemudikan adalah jenis American Jeep, setir di sebelah kiri.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Bendungan Gondang, Kecamatan Kerjo. Disana, peserta melewati medan yang menarik. Melewati aliran sungai, jalan berdebu, naik turun dan berbatu. Selanjutnya menuju Kawasan Kebun Teh Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso. Ditempat yang sejuk itu disuguhkan teh hangat khas Kemuning.

Menariknya lagi, rombongan juga menyaksikan paralayang. Di kawasan Kemuning memang ada tempat latihan paralayang bagi atlet-atlet, bahkan pernah menjadi tempat lomba kejuaraan nasional.

Setelah istirahat beberapa saat, perjalanan mulai dilanjutkan melalui Kawasan Air Terjung Jumog, lantas menuju Terminal Wisata Bangunmakhutoromo Karangpandan, dan selesai di Edupark lagi.

Ketua Jelajah Pesona Karanganyar, Titis Sri Jawoto, mengatakan rute yang ditempuh menghindari jalur ekstrem dan memilih medan aman. Sepanjang perjalanan pun kecepatan maksimal 30 kilometer/jam, dengan jarak tempuh 71 kilometer.

“Pesertanya sendiri dari PNS Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Karanganyar, dan komunitas. Jelajah pesona ini peserta bisa lebih banyak menikmati alam,” kata Titis yang juga menjabat Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar.

Sejumlah komunitas mobil ikut meramaikan, seperti American Jeep, 15 (inch) Land Cruiser Wheels, Taft Diesel Indonesia (TDI), Katana Owners Club (KOC), dan sebagainya.

“Tadi kami jalan santai, jalur juga aman. Jadi tidak banyak kendala di perjalanan. Hanya mengandalkan kekuatan mesin,” kata Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat istirahat di Terminal Bangunmakhutoromo.

Read More
KOM_0174

Mahasiswa Harus Mampu Menjadi Problem Solver

kominfo

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat menerima rombongan peserta KKN dari UNS, Rabu Siang (12/7)

Karanganyar, Rabu (12/07/2017)

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali mengirimkan mahasiswanya untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah bumi Intanpari. Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo beserta jajaran OPD terkait menerima rombongan peserta KKN beserta pendamping di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu Siang (12/7). Selama hampir sebulan lebih yakni tanggal 12 Juli sampai berakhir tanggal 24 Agustus, 152 mahasiswa peserta KKN akan homestay di rumah warga sasaran kegiatan yakni di 10 desa yang berada di Kecamatan Mojogedang  dan  6 desa di Kecamatan Jenawi.

Dalam acara tersebut Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menyambut baik atas kegiatan ini. Kegiatan rutin ini diharapkan mempunyai efek yang baik untuk Pemkab Karanganyar, Universitas dan mahasiswa sendiri.

Rohadi menyampaikan bahwa kunci sukses mengikuti KKN adalah mau belajar dan mengajar, yang berarti bahwa mahasiswa melalui praktek terjun langsung ke masyarakat harus belajar dari masyarakat, dari alam sekitar, selain belajar mahasiswa juga diharapkan mampu memberikan dorongan maupun sumbangsih pemikiran (ide) kepada masyarakat sekitar guna menumbuhkan semangat untuk maju dan berkembang.

“Adik-adik peserta KKN, selama mengikuti kegiatan ini janganlah sungkan, kalau memang diperlukan dan memang kami tidak ada agenda, Pak Bupati dan Saya siap diundang untuk dijadikan pembicara atau eksibisi olahraga”, ujar Rohadi Widodo

Sementara itu, Hendra Saputra Koordinator KKN UNS melaporkan bahwa selain 152 mahasiswa UNS peserta KKN, juga terdapat 5 mahasiswa Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara yang merupakan program pertukaran mahasiswa antar kedua universitas tersebut yang akan mengikuti KKN kali ini. Adapun tema yang ditetapkan oleh UNS untuk KKN Periode Juli – Agustus adalah Pendidikan dan Kesehatan dengan sub tema Pemberdayaan UMKM, Pengembangan Wisata dan Peningkatan Produksi Pertanian, Peternakan dan Perikanan. Demikian Diskominfo (ad/ft)

 

Read More
IMG_0026

Stop Buang Air Besar Sembarangan, Menuju Universal Akses 2019

KOMINFO

Wakil Bupati Rohadi Widodo dan Sekretaris Daerah Samsi sebagai narasumber dalam acara Workshop Stakeholder Pencapaian Stop BABS di Hotel Taman Sari Karanganyar, Senin (10/7).

Karanganyar, 10 Juli 2017

Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah menggalakkan program Karanganyar Bebas Buang Air Besar Sembarangan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan sanitasi di lingkungan masyarakat. Program ini direncanakan rampung total termasuk program universal akses pada Tahun 2019. Sedangkan untuk Karanganyar bebas BABS sendiri November 2017 ini harus sudah rampung. Adapun dana untuk program ini dialokasikan dari APBD dan bantuan Provinsi.

Program ini diawali dengan pembangunan jamban – jamban umum untuk masyarakat. Selain itu pemerintah juga akan melakukan pendampingan perubahan perilaku buang air sembarangan. Karena saat ini pemahaman masyarakat tentang hidup sehat masih rendah, hal ini diungkapkan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo ketika memimpin Workshop Pencapaian Stop Buang Air Besar Sembarangan di Hotel Tamansari, Senin siang (10/7). Selain itu Rohadi juga mengungkapkan bahwa masih banyak jamban warga yang tidak mempunyai septictank, namun kotoran langsung dibuang kesungai. Menurutnya hal itu harus segera di beri sosialisasi, karena disamping tidak sehat juga sangat mengganggu.

Saat ini prosentase masyarakat yang sudah menggunakan jamban sehat memang sudah meninggkat. Sampai dengan Juli 2017 ini sudah 97,85% masyarakat menggunakan jamban sehat, namun hal ini perlu dipercepat karena sanitasi merupakan kebutuhan utama dalam kesehatan. Data terakhir pemerintah masih ada 11.351 KK yang masih belum memiliki jamban dengan rincian 8.753 KK masih menupang dan 2.599 KK memiliki jamban tapi tidak sehat (tanpa septictank/langsung dibuang di sungai).

Demikian DISKOMINFO (yoga/ft)

 

 

 

 

Read More
IMG_2952

Kesbangpol dan Forum Kemasyarakatan Siap Sinergi Jaga Kesatuan NKRI

KOMINFO

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara Rakor Badan Kesbangpol di Ngargoyoso, Kamis 6/7

Karanganyar, Kamis 06 Juli 2017

Menghadapi isu Nasional, Pemkab Karanganyar melalui  Badan KESBANGPOL (Kesatuan Bangsa dan Politik) Karanganyar bekerjasama dengan berbagai Forum Kemasyarakatan bertekad menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Gabungan Forum Kemasyarakatan yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam rangka menghadapi sekaligus mengatasi berbagai problem yang ada di daerah Karanganyar khususnya.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat menghadiri sekaligus menyampaikan arahannya pada Rapat Koordinasi (Rakor) Badan Kesbangpol, Kamis (06/07/2017) di Ngargoyoso, Karanganyar.

Menurut Rohadi, ada lima isu Nasional yang menjadi kewaspadaan semua pihak, baik Pemerintah maupun masyarakat, yakni isu intoleransi, narkoba, radikalisme, disintegrasi dan korupsi.

“Kita harus berfikir secara global, karena di Dunia ini tidak ada bagian yang terpisah, ada titik-titik yang saling menghubungkan menjadi satu kesatuan,” tuturnya.

“Kita bersama hadir ditengah-tengah masyarakat dan bergabung dalam berbagai forum kemasyarakatan untuk melaksanakan dan mengatisipasi  berbagai upaya agar radikalisme tidak merambah luas di daerah kita, selain itu waspadai juga bahaya narkoba karena Indonesia sudah menjadi Negara darurat narkoba” terang Wabup.

Pada Rakor tersebut, Rohadi juga menghimbau kepada semua pihak untuk mampu menciptakan kerukunan dalam keberagaman untuk Karanganyar yang maju, damai dan sejahtera.

“Berharap bersama-sama Pemerintah dan Gabungan Forum Kemasyarakatan dapat terakomodir dengan baik secara sarana prasarana dan anggaran,”jelasnya.

Rakor dihadiri Ketua KPUD Karanganyar, Polres, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan diikuti Gabungan Forum Kemasyarakatan diantaranya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Persatuan Bangsa Indonesia (FPBI) dari berbagai suku dan etnis  di Indonesia, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Kominda.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Karanganyar, Agus Cipto Waluyo mengatakan melalui Forum Kemasyarakatan telah melaksanakan tugas sedemikian rupa dalam menjaga kondisi daerah Karanganyar tetap kondusif baik politik, sosial dan budaya.

“Pasca lebaran kondisi cukup aman, lancar dan tertib,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agus Cipto Waluyo berharap dilaksanankannya Rakor ini dapat menghasilkan satu rumusan dan program kerja yang harus dilakukan untuk tetap menjaga kondusifitas wilayah.

Demikian Diskominfo Karanganyar (yoga/ind)

Read More