DSC_0253

Juliyatmono Pimpin PBSI Karanganyar 2016 – 2020

DSC_0262

Suasana Musyawarah Kabupaten PBSI Karanganyar Periode 2016 – 2020, Selasa (22/03)

Karanganyar, Rabu 23 Maret 2016

Pelaksanaan muskab Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kab. Karanganyar merupakan satu agenda perkumpulan bulutangkis yang siap membesarkan Karanganyar khususnya olah raga di cabang bulutangkis , Selasa (22/3) kemarin di Anthurium Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Peserta muskab meliputi Pengurus KONI Karanganyar, Pengurus PBSI, Perkumpulan Bulutangkis (PB) se Kab. Karanganyar serta hadir Ketua PBSI Provinsi Jawa Tengah, Andi Krida Susiladi.

“Muskab kali ini ditujukan untuk memilih Ketua PBSI yang baru masa periode 2016-2020 serta pergantian pengurus yang lama 2009-2013. Semoga dengan terpilihnya Ketua PBSI yang baru nantinya lebih dapat memajukan atlit-atlit bulutangkis Karanganyar yang berbakat ke kancah Nasional maupun Internasional,” kata Andi Krida Susiladi saat menyampaikan sambutannya.

Menurutnya, memperbanyak kompetisi-kompetisi usia dini merupakan salah satu cara mendapatkan bibit unggul di cabang bulutangkis. Ini bukan hanya untuk atlit saja melainkan juga untuk wasit agar memiliki sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar mumpuni sebagai wasit.

“Hanya ada 13 wasit di Jawa Tengah, jauh bila dibandingkan dengan Jawa Barat dan Jawa Timur. Sehingga penting sekali adanya pelatihan untuk menjadi seorang wasit, karena memerlukan keterampilan dan pembekalan khusus,” jelasnya.

Ia juga menambahkan terkait dengan pendaftaran turnamen secara online untuk dapat disosialisasikan di Perkumpulan Bulutangkis (PB).

“Magelang sebagai lokasi pertama, yang akan menjadi tujuan sosialisasi sistem pendaftaran online bagi atlit cabang bulutangkis,” tambahnya.

Sementara itu pelaksanaan muskab PBSI Karanganyar yang dipimpin TA. Gunawan, menghasilkan keputusan terpilihnya kembali Juliyatmono sebagai Ketua PBSI Kabupaten Karanganyar masa bhakti 2016-2020, dengan tetap melanjutkan program kerja yang tertunda.

“Pembangunan stadion RM. Said yang sempat tertunda akan saya lanjutkan dengan formatur kepengurusan yang baru, dengan harapan dapat memberikan ruang bagi calon-calon atlit berbakat untuk kemajuan perbulutangkisan di Kab. Karanganyar,” ujar Juliyatmono selaku Ketua PBSI Karanganyar terpilih. Dishubkominfo Karanganyar (Ad/ind/umi)

 

 

 

Read More
DSC_0019 – Copy

Napak Tilas Perjuangan Raden Mas Said

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengibaskan bendera start Napak Tilas Perjuangan Raden Mas Said

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengibaskan bendera start Napak Tilas Perjuangan Raden Mas Said

Karanganyar, Minggu (01/11/2015)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengadakan Napak Tilas Perjuangan Raden Mas (RM) Said yang dimulai dari Lapangan Mojoroto, Kecamatan Mojogedang hingga finis di Sapta Tirta Pablengan, Kecamatan Matesih.

Jarak yang ditempuh sekitar 18 kilometer dan dengan berjalan kaki, terbagi dalam tiga Pos, yakni Pos 1 di Kecamatan Mojogedang, Pos 2 di hutan karet Dengkeng, Pos 3 di Kantor Kepala Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan.

Bupati Karanganyar Juliyatmono tepat pukul 07.30 WIB memberangkatkan sekitar 550 orang peserta dari pelajar, ormas, maupun PNS terbagi sebanyak 78 kelompok.

“Dihayati nilai-nilai perjaungan, betapa sungguh-sungguh Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa ikut menjadikan Indonesia dan melahirkan Kabupaten Karanganyar ini,” kata Juliyatmono, Minggu (01/11).

Dengan napak tilas ini, seluruh generasi bersama-sama meneguhkan sikap untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan untuk membangun cita-cita yang diinginkan.

“Dengan adanya napak tilas ini diharapkan semakin mencintai Kabupaten Karanganyar,” katanya.

Ditempat yang sama, diceritakan Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kabupaten Karanganyar Iskandar di Desa Mojoroto, RM Said menempa diri lahir dan batin dan para pengikutnya berlatih olah kanuragan dan pengembangan jiwa kawijayan.

“Suatu ketika, Kanjeng Sinuhun Susuhunan Pakubuwana II dan dibantu pasukan Belanda, menyerang dan menghancurkan markas tersebut hingga bangunan menyerupai Kraton di hancurkan,” kata Iskandar.

RM Said dan pengikutnya kemudian memindahkan markasnya kearah selatan, yaitu dusun Segawe, Wilayah Jatiyoso. Melalui perjuangan yang panjang, akhirnya memperoleh kemenangan dan menjadi Raja dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunagara I. pd

Read More
DSC_0339

Kejurprov Tenis Meja Ke XXXV Tahun 2015 Se Jawa Tengah

kominfo

Komjen Purn Oegroseno (Pengurus Pusat PTMSI) Saat Membuka Kejurprov Tenis Meja Kelompok Umur Ke XXXV Tahun 2015 Se Jawa Tengah, GOR RM Said Karanganyar, Kamis (29/10)

kominfo

Atlit-Atlit yang akan mengikuti Kejurprov Tenis Meja Kelompok Umur Ke XXXV Tahun 2015 Se Jawa Tengah

kominfo

Upacara Pembukaan Kejurprov Tenis Meja Kelompok Umur Ke XXXV Tahun 2015 Se Jawa Tengah

Kejuaraan Provinsi Tenis Meja Kelompok Umur Ke XXXV Tahun 2015 Se Jawa Tengah di GOR RM Said Kabupaten Karanganyar resmi dibuka oleh Komjen Purn Oegroseno, Kamis (29/10). Kejurprov berlangsung dari tanggal 29 Oktober sampai dengan 1 November 2015 dan memperebutkan Piala Gubernur Jawa Tengah. Hadir dalam acara tersebut Sekda Karanganyar, Ketua Koni Jawa Tengah, Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Prop Jawa Tengah, Ketua Koni Karanganyar, SKPD terkait dan pimpinan BUMN/BUMD di wilayah Kab Karanganyar.

Kejuaraan akan dibagi kedalam 7 jenis pertandingan yaitu Beregu Pemula dan Putri, Beregu Putra dan Putri, Beregu Yunior Putra dan Putri, Tunggal Usia Dini Putra dan Putri, Tunggal Remaja Putra dan Putri, Tunggal Kadet Putra dan Putri, Tunggal Yunior Putra dan Putri. ch/ad

 

Read More
logo hut 98

Logo Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Karanganyar Ke 98

logo hut 98

Filosofi Logo

Burung Tekukur Terbang

logo derkukuBurung tekukur (derkuku) adalah burung yang sangat erat dengan sejarah perjuangan Raden Mas Said. Burung tekukur yang dihidangkan kepada kepada RM Said diyakini sebagai wahyu keraton yang menjadi simbol sehingga akhirnya RM Said menjadi seorang Raja. Burung tekukur juga melambangkan kesahajaan, rendah hati, berani, dan mengayomi. Meskipun dia mampu terbang tinggi, tetapi burung tekukur justru memiliki kebiasaan untuk makan diatas permukaan tanah.

Posisi burung sedang terbang melambangkan tekad besar untuk mencapai “kejayaan” sehingga dibawah kepemimpinan yang rendah hati, bersahaja, berani, dan mengayomi, maka Kabupaten Karanganyar akan mencapai zaman keemasannya.

Daun Hijau

logo daunDaun berwarna hijau melambangkan kesuburan dan kemakmuran bumi INTANPARI, gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta rahardja, murah sandang, pangan, & papan, bagi seluruh warga masyarakat Karanganyar.

Keris

logo kerisKeris (pada logo menyatu dengan daun) sebagai senjata RM Said melambangkan kegigihan memperjuangkan kebenaran, simbolisasi sejarah Masa lalu yang harus di kenang oleh generasi sekarang dan yang akan datang.

Bulu Ekor (3 lembar)

logo ekorTiga lembar bulu ekor (warna merah, kuning, dan hijau): melambangkan falsafah Tri Dharma perjuangan Raden Mas Said yaitu Mulat Sarira Hangrasa wani, Rumangsa Melu Handarbeni, dan wajib Melu Hangrungkebi.

Teks Karanganyar Maju & Sehat

logo teksTulisan “Karanganyar Maju dan Sehat” melambangkan perwujudan salah satu visi misi Pemerintah Kabupaten Karanganyar periode kepemimpinan 2013 -2018

Teks 98 th

logo teks 98Tulisan 98th melambangkan angka ulang tahun Kabupaten Karanganyar yang ke-98

Read More
1

Inilah Foto-foto Napak Tilas Penyelamatan Pemancar RRI Surakarta

Inilah foto-foto Napak Tilas Penyelamatan Pemancar RRI Surakarta. Dimulai dari RRI Surakarta sampai di Monumen RRI,  sepanjang 45 kilometer, terbagi 11 Pos, di depan Taman Satwa Taru Jurug, RRI Palur Jaten, Jumok Jaten, Masjid Agung Kaanganyar, Harjosari Popongan, Tugu Ngipik Karangpandan, RM Putri Duyung Karangpandan, Kampung Karet Ngargoyoso, Lapangan Ngargoyoso, dan Gumeng Jenawi.

Terdapat juga empat etape yakni, Masjid Agung Karanganyar, RM Putri Duyung Karangpandan, Lapangan Ngargoyoso, dan Monumen RRI di Desa Balong, Kecamatan Jenawi.

 

Persiapan pemberangkatan

Persiapan di RRI Surakarta

Melewati Pos 1

Melewati Pos 1

DSC_0128

Melewati Jembatan Jurug

6 (2)

Masuk Etape 1

Melewati Palur

Melewati Palur

7 (2)

Start dari Etape 1

8 (2)

Pemeberangkatan Etape 1

9 (2)

Ibu-ibu juga ikut Napak Tilas

10

Disambut Pramuka

11

Kelompok PASI Karanganyar saat melintasi di sekitar Gayamdompo

12

Sambutan pramuka akan masuk Etape 2

13

Pelajar masih mampu berjalan, melewati daerah Karangpandan

15

Tanjakan mendekati Kampung Karet

16

PASI Karanganyar sang juara 1, masuk finis pukul 18.29 WIB

Melintasi Jembatan Jurug

Kostum Unik

 

 

 

 

 

 

Read More
DSC_0070

MSI karanganyar Launching Buku Sejarah Raden Mas Said

DSC_0084

Bupati Karanganyar Juliyatmono Memberikan Sambutannya Saat Launching Buku RM Said, Rabu 07/01

DSC_0057

Forkompinda Karanganyar Saat Menghadiri Launching Buku RM Said, Rabu 07/01

DSC_0070

Sendratari Perjuangan RM Said Saat Launching Buku RM Said, Rabu 07/01

Pemerintah Kabupaten Karanganyar bekerjasama dengan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kab.Karanganyar meresmikan Buku Sejarah dan Nilai-nilai perjuangan Raden Mas Said yang dikenal dengan semboyan “Tiji Tibeh” (mati siji mati kabeh, mukti siji mukti kabeh), semangat kebersamaan yang diibaratkan dengan “Hanebu Sauyun” (serumpun bagai serai, seliang bagai tebu) dan ajaran Tri Dharma-nya (Rumangsa Melu Handarbeni, Wajib Melu Hangrungkebi, Mulat Sarira Hangrasa Wani). Bupati, Wakil Bupati Karanganyar, Forkompinda, SKPD, Camat dan sejumlah pejabat menghadiri acara tersebut.

Iskandar selaku ketua umum pemerhati Sejarah Karanganyar dalam laporannya menyampaikan bahwa sebagai masyarakat sejarawan karanganyar di tahun 2014 ini telah menyusun buku sejarah perjuangan Raden Mas Said. “ini merupakan salah satu ide atau gagasan Bupati tentang pentingnya sejarah Raden Mas Said atau yang lebih dikenal sebagai pangeran samber nyawa, dikenal sebagai seorang pejuang, politisi ulung, negarawan, panglima perang, seniman dan sebagai ulama, karena merupakan salah satu tokoh peletak dasar demokrasi”, Terangnya.

“Ini untuk kali kedua, kami selaku MSI Karanganyar melaunching buku sejarah, yang sebelumnya telah melaunching buku joko songo”, Tambahnya.

Pada kesempatan tersebut Sugiharso Hadi Saputro selaku ketua tim penyusun buku sejarah Raden Mas Said ini mengatakan bahwa penyusunan buku sejarah ini melalui tiga pendekatan yakni pendekatan fakta historis, pendekatan rekonstruksi, dan pendekatan intepretasi nilai-nilai perjuangan.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras dan kerjasamanya kepada MSI kabupaten karanganyar yang telah rampung menyusun buku sejarah dan nilai-nilai perjuangan Raden Mas Said ini.

“Saya berharap buku sejarah Raden Mas Said ini dapat disosialisasikan kepada masyarakat khususnya generasi muda kita agar spiritnya dapat menjadi pendorong dalam melanjutkan perjuangan beliau untuk kemajuan kabupaten karanganyar, maka dari itu saya minta kepada MSI Karanganyar untuk segera mentransfer buku sejarah Raden Mas Said ini melalui teknologi, sehingga mudah diakses para pelajar kita”, pesan Juliyatmono saat melaunching buku sejarah Raden Mas Said. Rabu (07/01) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar. ad

Read More

Asal Mula Gunung Ganoman

Gunung Ganoman berda di desa koripan kecamatan matesih. Gunung Ganoman berasal dari bahasa jawa yang artinya Gunung Malang/Gunung Ganoman : Peziarah tidak boleh makan dan tidur. Menurut survai gunung ganoman bernama gunung ganoman tetapi menurut pengucapan gunung malang Gunung ganoman berada di titik koordinat 111˚04’16” T  07˚39’28” S.

Gunung ganoman menurut cerita yang beredar dimasyarkat pada zaman dahulu tempat bersemedi RM Malang Sumirang.

Read More
DSC_0121

Ratusan Pelayat Iringi Pemakaman Sri Sadoyo

Jenazah mantan Wakil Bupati Karanganyar, Sri Sadoyo, diberangkatkan dari rumah duka menuju Astana Laya Sekoang, Dengkeng, Tohkuning, Karangpandan, Minggu (10/03) pagi.

Jenazah mantan Wakil Bupati Karanganyar, Sri Sadoyo, diberangkatkan dari rumah duka menuju Astana Laya Sekoang, Dengkeng, Tohkuning, Karangpandan, Minggu (10/03) pagi.

Karanganyar, Minggu (10/03/2013).

Ratusan pelayat datang ke rumah duka KPA Sri Sadoyo Hardjomigoeno sejak pagi. Tampak hadir dari pejabat Pemerintah Kabupaten Karanganyar yakni Wakil Bupati Karanganyar Paryono, Sekretaris Daerah (Sekda) Samsi, dan beberapa pejabat di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), camat, dan lurah.

Tepat pukul 10.00 WIB, peti jenazah diberangkatkan untuk disemayamkan di makam di Astana Laya Sekoang Dengkeng Tohkuning Karangpandan,  Minggu (10/03). Sebelumnya diadakan doa bersama mengantar pemakaman mantan Wakil Bupati Karanganyar itu. Begitu banyak tetesan air mata yang mengiringi orang yang pernah menjadi orang nomor dua di Bumi Intanpari.

“Kami sangat merasa kehilangan seorang panutan, sesepuh, guru, bagi warga Karanganyar. Banyak ilmu yang diajarakan oleh beliau kepada kami,” kata Paryono.

Semasa hidup, beliau pernah ikut Organisasi Kadin Surakarta dan Karanganyar, Secretary Coorporation Sritek, Apindo Jawa Tengah, Gaspindo Jawa Tengah, Anggota DPRD Karanganyar, dan Wakil Bupati Karanganyar.

Salah seorang keponakan almarhum, Tri Hariadi mengutarakan jika selama beberapa tahun belakangan ini kondisi kesehatan pamannya itu terus mengalami penurunan. Dituturkan dia, hemoglobin (HB) Sri Sadoyo menurun drastis dan menderita jantung. Sejak itulah, sang pemimpin itu keluar masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. “Biasanya opname 2-3 hari kemudian pulang ke rumah. Setelah itu kambuh lagi dan opname lagi. Dan itu terjadi sampai beliau meninggal di RS Dr Oen Solo, Jumat (08/03) sekitar jam 23.40 WIB,” kata dia.

Almarhum meninggalkan istri Ray Dewi Aisyah Sri Sadoyo Hardjomigoeno dan dua putera, RM Sasotyo Hartawan dan RM Donny Sasotyo Adhie serta enam orang cucu. Mereka adalah Alif, Bunga Auliya, Chrisna, Adelia, Evelin dan M Rafa Raditya Tama. pd 

 

Read More
DSC_1860

Mantan Wabup Sri Sadoyo Tutup Usia

Para pelayat berdoa di depan peti jenazah Almarmuh Sri Sadoyo, Mantan Wakil Bupati Karanganyar, Sabtu (09/03).

Para pelayat berdoa di depan peti jenazah Almarhum  Sri Sadoyo, Mantan Wakil Bupati Karanganyar, Sabtu (09/03).

Karanganyar, Minggu (10/03/2013).

Sabtu (09/03) pagi, suasana sendu begitu kentara di Pendapi Ageng Putri Duyung Ngunut RT 1 RW 1 Tohkuning Karangpandan. Di sana terlihat sebuah jazad yang dimasukkan dalam sebuah peti jenazah itu dikelilingi oleh sejumlah kerabat.

Beberapa teman semasa hidup juga terlihat sedang menyampaikan doa melalui salat jenazah. Begitu banyak tetesan air mata yang mengiringi orang yang pernah menjadi orang nomor dua di Bumi Intanpari. Dialah KPA Sri Sadoyo Hardjomigoeno, (70), Wakil Bupati Karanganyar periode 2003-2008. Sosok nan bersahaja itu berpulang ke haribaan Ilahi Jumat (08/03) pukul 23.40 malam.

Sejumlah kerabat serta teman sejawat juga nampak memberikan penghormatan terakhir sebelum dirinya disemayamkan di Astana Laya Sekoang Dengkeng Tohkuning Karangpandan,  Minggu (10/03).

Salah seorang keponakan almarhum, Tri Hariadi mengutarakan jika selama beberapa tahun belakangan ini kondisi kesehatan pamannya itu terus mengalami penurunan. Dituturkan dia, hemoglobin (HB) Sri Sadoyo menurun drastis dan menderita jantung. Sejak itulah, sang pemimpin itu keluar masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. “Biasanya opname 2-3 hari kemudian pulang ke rumah. Setelah itu kambuh lagi dan opname lagi. Dan itu trejadi sampai beliaung meninggal di RS Dr Oen Solo, Jumat (08/03) sekitar jam 23.40 WIB,” kata dia.

Dia menambahkan, pihak keluarga memutuskan untuk tidak langsung memakamkan Sri Sadoyo karena masih menunggu salah seorang anaknya yang masih berada di Papua, RM Sasotyo Hartawan.

Mantan Wabub Karanganyar itu dikenal sebagai pribadi yang cukup ulet dan teguh dalam menjaga tali sillaturahmi. Ia selalu bersemangat untuk bertemu dan berkumpul bersama keluarga besarnya. Sri Sadoyo sendiri merupakan anak terakhir dari silsilah keluarga besar Harjo Miguno.

Almarhum meninggalkan istri Ray Dewi Aisyah Sri Sadoyo Hardjomigoeno dan dua putera, RM Sasotyo Hartawan dan RM Donny Sasotyo Adhie serta enam orang cucu. Mereka adalah Alif, Bunga Auliya, Chrisna, Adelia, Evelin dan M Rafa Raditya Tama. pd

 

Read More

Monumen Tri Dharma

Tugu

Perjuangan Raden Mas Said bersama rakyat Mataram diabadikan dalam bentuk Monumen TRI DHARMA yang dibangun diperbukitan kawasan Astana Mangadeg Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar. Diresmikan pada tanggal 8 Juni 1971 oleh Bapak Soeharto selaku pelindung Yayasan Mangadeg Surakarta . Dilokasi inilah dipercayai sebagai tempat diterimanya wahyu Praja Mangkunegaran kepada RM Said.
Monumen Tri Dharma merupakan tugu yang mengandung arti : Bagian kaki berbentuk jenjang (trap) bersusun sembilan yang diapit oleh tiga gelung sebagai perlambang hukum abadi umat manusia yaitu : lahir – berkarya – mati sebelum hidup kekal dialam baka Lukisan tangan-tangan yang bergetar menggambarkan dukungan rakyat terhadap RM Said.
Tugu bersegi delapan dengan pahatan yang melukiskan kobaran api perjuangan yang tampak terputus-putus diartikan belum menyatunya tekad karena masih disertai watak duniawi sebagai pembawaa usia muda.

Read More