PILKADES KARANGANYAR: Incumbent Diminta Lunasi Utang

Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, meminta agar para incumbent yang menjadi calon kepala desa (kades) saat penyelenggaraan Pilkades segera melunasi utang atau tunggakan pembayaran. Hal ini dilakukan agar penyelenggaraan Pilkades dapat dipertanggungjawabkan dan transparan.

Tunggakan yang dimaksud adalah uang bantuan atau biaya pelaksanaan program di desa. Apabila para kades masih berutang maka semestinya segera dikembalikan sebelum Pilkades. Sehingga tidak ada kesenjangan antara incumbent dan calon kades lainnya.

“Saya minta para incumbent segera menyelesaikan utang atau tanggungan uang yang belum dibayar. Pilkades harus dilaksanakan secara clean and clear,” kata Rina Iriani seusai pembinaan para calon kades di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, awal pekan kemarin.

Menurutnya, Pilkades Karanganyar merupakan kegiatan yang diselenggarakan secara demokatis. Warga diminta memilih calon kades yang mempunyai kemampuan dan integritas tinggi tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Animo masyarakat melaksanakan Pilkades tak kalah dengan event politik lainnya seperti Pilkada atau Pilgub.

Soal money politic, Rina menjelaskan dia telah mengumpulkan seluruh camat, lurah maupun panitia Pilkades untuk membahas larangan money politic saat penyelenggaraan Pilkades. Dia juga mewanti-wanti para calon kades agar tidak melakukan politik uang atau money politic. “Calon kades yang berani maju harus berani kalah, yang penting fairplay dan tidak ada kericuhan,” katanya.

Pilkades tahap I bakal dilaksanakan di 55 desa secara serentak pada Sabtu (22/12/2012). Pilkades tersebut bakal diikuti 120 calon kades. Sementara jumlah calon kades incumbent sebanyak 35 orang yang tersebar di sejumlah desa.

Read More

Benda Pusaka Kyai Pamot Dijamasi

Pemkab Karanganyar melaksanakan jamasan keris pusaka peninggalan Mangkunegaran VIII yang bernama Kyai Pamot di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu (8/12/2012). Proses jamasan dilakukan oleh abdi dalem dari Pura Mangkunegaran dan disaksikan para pejabat teras di lingkungan Pemkab Karanganyar.

Proses jamasan benda pusaka tersebut bermula dengan pengambilan Kyai Pamot yang disimpan di dalam kotak kayu. Kotak tersebut berada di dalam lemari kayu di Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Setelah diambil, Kyai Pamot diserah terimakan kepada Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR. Selanjutnya, Rina menyerahkan Kyai Pamot kepada abdi dalem Pura Mangkunegaran untuk dijamas.

Ritual jamasan tersebut dilakukan setiap Sura menggunakan kemenyan, kembang setaman, jeruk nipis, minyak cendana dan perlengkapan lainnya. Jamasan berlangsung sekitar 20-30 menit dengan membersihkan seluruh bagian Kyai Pamot. Setelah dijamasi, abdi dalem Pura Mangkunegaran menyerahkan Kyai Pamot kepada Rina Iriani SR untuk disimpan kembali.

Rina Iriani SR menuturkan benda pusaka tersebut dirawat secara turun temurun oleh Bupati Karanganyar. Sementara jamasan dilakukan sebagai simbol membersihkan diri setiap Sura. Selain itu, jamasan Kyai Pamot juga sebagai

simbol meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar masyarakat Bumi Intanpari selalu diberi ketenteram dan kemakmuran. “Setiap Sura pasti Kyai Pamot dijamasi sebagai simbol membersihkan diri dan minta perlindungan kepada Tuhan,”.

Sementara abdi dalem Pura Mangkunegaran, Lilik Priyarso, mengungkapkan jamasan Kyai Pamot dilakukan setiap Sura

Read More
DSC_0102

Pusaka Kyai Pamot Dijamas

Karanganyar, Sabtu (08/12/2012)

Keris pusaka Kyai Pamot dijamas di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu (8/12) siang. Selain pusaka tersebut yang merupakan peninggalan Sri Paduka Mangkunegoro IV, jamasan juga dilakukan bagi puluhan keris lainnya.

Kendati pelaksanaan jamasan dilakukan di Karanganyar, namun tidak sembarang orang yang boleh menyentuh  pusaka keramat itu. Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengundang sejumlah abdi dalem Pura Mangkunegaran untuk memulai ritual tersebut.

Upacara jamasan diawali dengan keluarnya keris pusaka itu dari lemari penyimpanan, lalu diserahkan kepada Bupati Karanganyar, Rina Iriani. Pusaka yang sudah berumur lebih dari 100 tahun itu kemudian diberikan kepada abdi dalem Pura Mangkunegaran untuk dijamasi.

Acara jamasan juga dilengkapi dengan ubo rampe seperti jeruk pecel, kembang setaman, ratus, air, dan minyak pusaka. Usai dibersihkan melalui ritual itu, keris dimasukkan kembali dalam kotak kayu untuk kembali disimpan di dalam lemari.

Sekadar informasi, Kyai Pamot diserahkan oleh Sri Paduka Mangkunegora VIII dan dititipkan kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Tujuannya, pusaka ini konon bisa menjaga wilayah dan memberikan rasa aman.

Di tiap tahun, tepatnya di bulan Sura, pusaka itu selalu dijamasi. Hal ini dilakukan sejak bupati-bupati Karanganyar terdahulu dan diteruskan oleh Bupati Rina Iriani.

“Kita tentunya mengikuti apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu. Selain itu, dengan upacara jamasan ini kami juga ikut melestarikan budaya yang sudah turun-termurun,” kata Rina.

.pd

 

 

Read More

FESTIVAL REOG KARANGANYAR 2012

Karanganyar, Sabtu (08/12/2012)

Ribuan orang menyaksikan Festival Reog Karanganyar 2012 di Alun-Alun  Karanganyar, Sabtu (08/12). Festival ini diikuti oleh sejumlah kelompok reog yang ada di Bumi Intanpari.

Kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani itu memberikan kesempatan pada masing-masing kelompok diberikan waktu hingga 25 menit untuk menampilkan atraksi tari warok.  Seniman juga bisa menampilkan kebolehannya melalui penari Jathilan, Bujangganong, klonosewandono. Selain itu, kelompok seni juga bisa unjuk kebolehan mempertunjukkan tari merak tarung dengan iringan dan kreativitas masing-masing.

Pagelaran festival ini dimaksudkan untuk memberikan rangsangan dan dorongan dalam upaya pembinaan, pengembangan serta peningkatan kesenian yang ada di masyarakat.

“Kita turut berupaya memelihara, melestarikan dan memajukan kesenian reog yang ada di wilayah Kabupaten Karanganyar. Tentunya itu sebagai khasanah budaya daerah dalam menunjang kebudayaan nasional,” kata Ngadimin, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar di sela-sela acara, kemarin.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Rina Iriani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi bagi panitia dan peserta. Dikarenakan kesenian reog bisa hilang jika tidak dilestarikan. Rina menjelaskan jika pihaknya juga menghormati budaya lokal tradisional yang ada di wilayahnya.

“Keanekaragaman budaya merupakan perwujudan kebhinekaan yang merupakan alat pemersatu bangsa. Kami pun akan terus mendukung upaya pelestarian budaya daerah di Karanganyar,” kata kepala daerah yang biasa mengenakan jilbab itu.

 

.pd

Read More

Bupati Gianyar Belajar Merawat Situs Purbakala

Adanya banyak persamaan terkait keberadaan situs-situs purbakala dan cagar budaya membuat Pemkab Gianyar, Bali berkunjung ke Kabupaten Karanganyar. Dengan ramah rombongan Pemkab Gianyar yang dipimpin langsung oleh Bupati Gianyar, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, diterima oleh Bupati Karangayar, Rina Iriani di ruang Anturium Rumah Dinas Bupati, Kamis (11/10).

Bupati Gianyar, Tjokorda Oka, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan Pemkab Karanganyar dalam pengelolaan dan pemanfaatan situs-situs purbakala yang ada. “Kami ingin melihat upaya Pemkab Karanganyar dalam upaya mengajak masyarakat turut serta merawat situs,” ungkap Oka.

Pemeliharaan situs-situs purbakala di Kabupaten Gianyar, menurut Oka, sangatlah terbantu dengan peran aktif masyarakat. Sebab situs-situs purbakala di Gianyar masih banyak digunakan sebagai tempat sembahyang oleh masyarakat.

Meskipun pemeliharaan situs purbakala sangat terbantu oleh peran serta masyarakat, Oka mengaku Pemkab Gianyar tetap tidak bisa mengeksploitasi secara besar-besaran situs purbakala itu untuk tujuan pariwisata.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, mengatakan Pemkab Karanganyar telah melakukan kerja sama di bidang pariwisata dengan Pemkab Gianyar sejak tahun 2004. Menurutnya, Pemkab Gianyar memberikan motivasi tersendiri bagi Pemkab Karanganyar untuk menjaga situs-situs purbakala yang ada.

“Kami tentunya juga ingin bisa merawat situs dan cagar budaya dengan baik seperti di Gianyar. Bagaimana caranya masyarakat bisa mau tetap merawat situs yang ada dan tidak merusak,” jelas Rina.

Read More

200 Hektare Sawah di Desa Bangsri Terancam Gagal Panen

Hama tikus kembali menyerang lahan pertanian di Desa Bangsri, Kecamatan Karangpandan. Akibatnya, sekitar 200 hektare lahan sawah di desa tersebut terancam gagal panen di musim tanam kedua tahun ini.
Ketua Gabungan Petani Pengguna Air (GP2A) Desa Bangsri, Priyono, mengatakan diprediksi hanya tinggal 40 persen lahan pertanian yang bisa dipanen pada musim tanam kedua ini. “Selain tikus, kendala lainnya yaitu sulitnya pengairan. Air yang diandalkan hanya dari Jumog, dan itu pun minim sekali,” ujarnya usai mengikuti acara gropyokan tikus dengan Bupati Karanganyar Rina Iriani, Kodim 0727 Karanganyar, dan Polsek Karangpandan, Kamis (4/10).
Ketua Paguyuban Kelompok Tani Desa Bangsri, Sularno, menambahkan bahwa Pemkab harus segera memperbaiki Dam Bulan, yang merupakan sumber pengairan sawah di Desa Bangsri, karena sudah rusak.
“Sudah sekitar satu tahun ini, Dam Bulan untuk pengairan sawah telah rusak dan tidak bisa digunakan. Petani hanya mengandalkan jatah air yang berasal dari saluran irigasi utama seminggu sekali, sehingga tidak cukup,” keluh Sularno.
Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (BP4K) Karanganyar, Supramnaryo, mengungkapkan hama tikus merusak tanaman padi dengan menggigit batangnya. Batang padi tersebut tidaklah dimakan oleh hama tikus, melainkan untuk mencegah tumbuhnya taring pada tikus. “Biji padi yang dimakan tikus sebenarnya jumlahnya sedikit,” ujarnya.
Meskipun demikian, Supramnaryo, mengungkapkan pemberantasan hama tikus harus secepatnya dilakukan. Sebab perkembangbiakan hama tikus sangat cepat. “Satu ekor tikus betina bisa berkembang biak hingga 540 ekor. Jadi harus segera diberantas,” jelasnya.
Bupati Karanganyar, Rina Iriani, meminta kepada para petani untuk juga pro aktif untuk membasmi hama tikus. Menurutnya, petani harus bisa berinovasi dalam menanam saat musim kemarau tiba. “Kalau saat musim kemarau ada hama tikus yang suka makan padi, lebih baik tanam yang lain seperti kacang dan kedelai,” imbaunya.
Rina juga berjanji segera melakukan perbaikan pada Dam Bulan yang mengalami kerusakan. “Nanti akan segera dicek oleh DPU dan diperbaiki. Ini agar pengairan untuk sawah bisa kembali lancar,” janjinya.

Read More

Musik Lesung Tampil di Kereta Kencana

Karanganyar akan ikut ambil bagian dalam pergelaran Kereta Kencana World Music Festival (KKWMF) yang akan berlangsung pada 4-8 Juli mendatang di Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar. Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam kesempatan tersebut akan menampilkan kesenian Lesung dan Kotekan.
Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengatakan penyelenggaraan KKWMF di Karanganyar seperti gayung bersambut akan usahanya melestarikan salah satu kesenian musik lesung di Karanganyar.
Ia juga menyatakan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Karanganyar, Sumanto, terkait penyelenggaraan KKWMF di Karanganyar. “Saya sudah komunikasi dengan Pak Manto terkait acara tersebut. Ini benar-benar menjadi kesempatan baik bagi Karanganyar. Selain itu kami juga sedang memperbincangkan agar musik lesung nantinya dapat dijadikan ajang perbisnisan di Karanganyar,” jelas Rina, Selasa (3/7).
Menurutnya, pemilihan Karanganyar sebagai tempat penyelenggaraan KKWMF tersebut bukanlah sebagai tempat pelarian karena permasalahan tempat yang sebelumnya membelit penyelenggaraan acara tersebut. “Karanganyar dipilih menjadi tempat penyelenggaraan karena memang benar-benar dipilih. Acara tersebut rencananya memang akan dilaksanakan di Colomadu,” tambah Rina.
Ia juga menerangkan bahwa Kereta Kencana World Music Festival tersebut nantinya bukanlah milik Kabupaten Karanganyar. “Acara ini kebetulan saja diadakan di Karanganyar. Hanya saja nantinya acara tersebut merupakan milik warga se-Surakarta. Bisa saja ke depannya diadakan di kabupaten lain di Surakarta ini,” jelas Rina.

Read More

DIREKSI BARU PDAM Dilantik

Direksi baru PDAM Karanganyar dilantik Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (3/7/2012). Direksi baru PDAM Karanganyar terdiri dari Suroso (Dirut), Suparno (Dirum) dan Suparno ST (Dirtek).

Sebelum dilantik, ketiga direksi baru PDAM Karanganyar melaksanakan pengambilan sumpah jabatan. Mereka disumpah sesuai agama masing-masing. Pelantikan tersebut dihadiri seluruh karyawan PDAM Karanganyar dan unsur Muspida Karanganyar.

Rina Iriani SR meminta agar direksi baru PDAM Karanganyar dapat meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan. PDAM Karanganyar juga harus menambah jumlah pelanggan baru setiap tahun. Sehingga masyarakat yang berdomisili di pedesaan juga dapat menikmati pasokan air bersih. “Pelayanan harus ditingkatkan karena air bersih adalah kebutuhan pokok sehari-hari. Tidak hanya masyarakat di perkotaan yang dapat menikmati pasokan air bersih namun juga masyarakat pedesaan,” ujarnya.

Sementara Direktur Utama (Dirut) PDAM Karanganyar, Suroso, mengungkapkan pihaknya akan menambah sekitar 1.200 pelanggan baru yang berdomisili di Jumantono dan Jumapolo pada tahun 2012. Pihaknya juga berjanji akan menambah pelanggan baru secara bertahap.

Read More

Giatkan Penyemprotan Hama

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan, Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar, Siti Maisyaroch, melakukan penyemprotan terhadap hawa wereng di Desa Papahan, Karanganyar, Selasa (12/6). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pencanangan gerakan pengendalian organisme pengganggu tanaman padi oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, Kamis (7/6).

“Setelah dicanangkan gerakan tersebut. Kita harus terus melanjutkannya dengan melakukan penyemprotan ke daerah-daerah yang berpotensi terkena hama wereng,” jelas Maisyaroch, Selasa (12/6). Ia mengatakan penyemprotan hama yang dilakukan melingkupi 60 hektare sawah dengan melibatkan 75 petani pemilik sawah tersebut. Pihak Dispertanhunbut juga memberikan pestisida sebanyak 20 liter secara gratis kepada petani.

“Penyemprotan ini juga dilakukan karena musim hujan yang mulai datang. Wereng senang berada di daerah basah, sehingga telur-telurnya juga mulai banyak jika musim hujan,” ungkap Maisyaroch. Maisyaroch menyatakan bahwa yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk pencegahan. Menurutnya, ada tiga daerah yang berpotensi terserang hama wereng yakni Jaten, Kebakkramat, dan Tasikmadu. Hal tersebut disebabkan daerah tersebut berbatasan dengan daerah lain yang terserang hama wereng.

Read More

Suarakan Hemat BBM, Rina Bersepeda

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, kembali menyuarakan penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) . Minggu lalu Rina menggunakan angkutan umum saat hendak menuju kantornya untuk melakukan penghematan. Jumat (8/6), Rina menuju kantor Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dengan menggunakan sepeda.
Didampingi oleh ajudan dan Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan (Dispertanbunhut) Karanganyar, Siti Maesaroh, mereka melaju ke arah selatan Taman Pancasila menuju alun-alun hingga memasuki kantor Setda Karanganyar. Aktivitas Rina menggunakan sepeda tersebut mendapat perhatian dari para warga yang melihat Rina.
Dalam kesempatan tersebut Rina kembali mengimbau kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk berhemat. “Berangkat ke kantor dengan angkutan umum saja atau naik sepeda onthel. Ini saya tidak hanya menghimbau, tapi juga memberikan contoh langsung. Bupati saja mau naik sepeda, dan angkot, masa yang lain tidak mau?,” jelas Rina.
Rina Iriani menyatakan penghematan tersebut dapat diwujudkan dengan mengubah kebiasaan sehari-hari dengan cara yang lebih hemat. “Jika dulu naik kendaraan pribadi atau kantor, sekarang naik angkutan umum saja. Kondisinya memang demikian. Anggaran Daerah memang masih bisa dipaksakan untuk menambah biaya operasional kendaraan,  tapi lebih baik jika dana tersebut dialokasikan untuk keperluan lainnya,” tambah Rina.  n Muhammad Ikhsan

Read More