bazis

MUI Jateng : Hindari Penggunaan Zakat Bersifat Konsumtif

Bupati Karanganyar menandatangani peresmian gedung baru Basiz Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar Rina Iriani menandatangani peresmian gedung baru Basiz Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Jumat (01/03/2013).

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rofiq meminta Bazis di masing-masing Kabupaten/ Kota untuk cermat dalam menyalurkan zakat. Kecermatan itu untuk menghindari penggunaan zakat untuk hal-hal yang bersifat konsumtif.

Hal ini dia sampaikan dalam khutbah iftitah peresmian Gedung Bazis Karanganyar di kompleks Masjid Agung dan juga pelantikan pengurus MUI Karanganyar periode 2013-2018, Kamis (28/2). Menurutnya, khusus zakat mal tidak diperbolehkan untuk konsumtif. “Kalau konsumtif, sudah diwakilkan zakat fitrah dan infaq shodaqoh.  Kalau zakat mal dan uang harusnya lebih merujuk pada efek jangka panjang,” kata dia.

Dirinya memaparkan jika zakat itu diharapkan bisa mengurangi  angka kemiskinan. Pertimbangannya, semakin banyak zakat yang disalurkan, maka cepat atau lambat bisa membantu masyarakat yang membutuhkan. “Ya sebagai contoh di Jateng ada 15 persen warga miskin. Zakat yang terkumpul disalurkan pada orang-orang yang membutuhkan, tidak menutup kemungkinan angka kemiskinan bisa turun menjadi 10 persen atau bahkan lima persen,” ujar dia.

Disinggung mengenai zakat di Jateng, baru 10 persen yang bisa diberdayakan. Sebanyak 5,5 persen disalurkan lewat Bazis dan sisanya sebesar 4,5 persen penyalurannya menggunakan lembaga zakat lainnya. “Kami berharap sisanya yakni 90 persen disalurkan langsung tanpa menggunakan lembaga penyalur zakat,” katanya.

Kepala Bidang Jaringan Baznas Pusat, Naharus Surur menyebut, dari sekian banyak orang yang menitipkan zakat, sebagian besar berasal dari pegawai negeri sipil (PNS). Sementara itu, jumlah masyarakat umum yang menyalurkan zakat lewat bazis bisa dikatakan masih rendah.

Dari deretan tamu undangan, terlihat Bupati Karanganyar Rina Iriani, Wakil Bupati Karanganyar Paryono, Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adji Wibowo, dan Dandim Letkol Edi Basuki. pd

Read More

DEWAN SAHKAN LIMA PERDA

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Karanganyar mensahkan lima raperda di Sidang Paripurna, Rabu (06/02).

Bupati Karanganyar dan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karanganyar menandatangani persetujuan bersama penetapan lima raperda di Gedung Paripurna, Rabu (06/02).

Karanganyar, Kamis (07/02/2013)

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karanganyar mengesahkan lima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam Sidang Paripurna, Rabu (06/02) kemarin. Lima Raperda yang disahkan itu antara lain Lembaga Penyiaran Publik Lokal Radio Publik Karanganyar, Retribusi Jasa Konstruksi, Penanaman Modal Daerah, Pelindungan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa  dan Sastra Jawa, serta Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Raperda tersebut sangat penting dibuat sebagai payung hukum terkait dengan kondisi yang ada. Anggota dewan juga setuju agar segera di tetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Suparmi, Sekretaris Panitia Khusus (Pansus) mengatakan, pelestarian budaya Jawa saat ini sangat di perlukan agar bisa menanamkan jati diri sebagai orang jawa selain itu juga mendayagunakan bahasa jawa.

“Dalam enam hari kerja, pada hari Rabu diterapkan penggunaan bahasa Jawa seperti pemakaian papan nama yang bertuliskan Jawa di pakaian dinas,” ucap Suparmi.

Penggunaan bahasa Jawa di Kabupaten Karanganyar wajib digunakan oleh instansi Pemerintah telah diterapkan sejak 2005. Selain itu, untuk pelestarian budaya Jawa, juga ada sanggar-sanggar di Kecamatan Matesih.

Sementara itu, pembentukan Lembaga Publik Penyiaran Lokal (LPPL) untuk radio milik Pemerintah Kabupaten Karanganyar yakni Swiba FM perlu segera dibentuk. Media tersebut merupakan sarana komunikasi dan informasi kepada masyarakat. “Hal itu merupakan implementasi amanat UU No 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran,” kata dia.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani merasa senang telah disahkan ke lima raperda tersebut karena melengkapi produk hukum untuk melaksanakan kewenangan Pemerintah Kabupaten serta selalu mengutamakan pelayanan masyarakat.

“Kawula tansah mbudidaya ngudi sampurnaning sedaya peraturan daerah jumbuh kaliyan terbit ipun peraturan perundang-undangan saking Pamarentah lan ngupaya kangge sae lan murakabi anggenipun ngadani Pamarentahan tuwin pelayanan dhumateng masyarakat,” ucap Rina Iriani dalam bahasa jawa.

 

.pd

Read More

Balon Kades Tanda Tangani Pakta Integritas

Karanganyar, Senin (04/02/2013).

Penandatanganan Pakta Integritas secara simbolis oleh Bakal calon kepala desa di saksikan oleh Bupati Rina Iriani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (04/02)

Penandatanganan Pakta Integritas secara simbolis oleh Bakal calon kepala desa di saksikan oleh Bupati Rina Iriani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (04/02)

209 bakal calon kepala desa (Balon Kades) yang akan maju dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) pada 21 Februari 2013 di 91 desa menandatangani Pakta Integritas di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (04/02) pagi.

Balon kades harus bertanggungjawab menjaga dan mewujudkan kondisi wilayah yang kondusif, mengarahkan masa pendukung dan kader untuk tidak melakukan tindakan atau kegiatan yang menimbulkan kerawanan sosial di masyarakat. ” Penandatanganan ini bertujuan untuk membangun komitmen bersama mewujudkan kondisi wilayah yang tentram, aman, dan nyaman,” ujar Any Indri Hastuti, Asisten Pemerintahan.

Adapun isi Pakta Integritas ini yaitu bertanggung jawab menjaga dan mewujudkan kondisi wilayah yang kondusif baik sebelum, pada saat pemilihan maupun sesudah pelaksanaan pilkades. Bersikap tulus dan ikhlas (legowo) untuk menerima hasil pilkades.

Berdasarkan catatan yang dimiliki, balon Kepala Desa terdiri dari incumbent sebanyak 60, balon kades tunggal 27, kemudian untuk laki-laki sebanyak 185. Sedangkan perempuan yakni 24 orang.

Setelah penandatanganan kesepakatan bersama, Bupati Karanganyar, Rina Iriani, mengatakan jika menjadi pelayan masyarakat harus bersikap satria, perwira, tidak boleh marah jika kalah dalam pilkades. “Sebenarnya tujuan saudara-saudara sangat mulia, karena ingin melayani masyarakat. Saya juga bangga kepada perempuan yang berani maju mencalonkan pilkades,” ucap Rina Iriani.

 

.pd

Read More

165 PEJABAT ESELON DI LANTIK

Bupati Karanganyar Rina Iriani melantik 165 pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (01/02/2013) sore.

Bupati Karanganyar Rina Iriani melantik 165 pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (01/02/2013) sore.

Karanganyar, Sabtu (02/02/2013).

Sebanyak 165 pejabat eselon II, III, IV dan V  di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar dilantik dan diambil sumpah oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (01/02) sore. Ke 165 pejabat itu terdiri dari Eselon II sebanyak 10 orang, III sejumlah 36 orang, dan 119 eselon IV dan V.

Pelantikan itu juga sekaligus mengisi jabatan Eselon II yang kosong karena pejabat telah pensiun. Tercatat ada empat Kepala SKPD yang telah purna tugas. Yakni Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).

Adapun 165 orang pejabat yang dilantik antara lain, Larmanto yang sebelumnya menjabat Kepala BPPT (Badan Pelayanan Perijinan Terpadu) kini menjadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Nur Halimah menjadi Kepala BPPT, Didik Joko Bakdono menjadi Kepala DKP, Tarsa menjadi Kepala Bakesbangpol, dan Sundoro menjabat Kepala Disparbud.

Selanjutnya, Nugroho menjabat Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut), Titis Tri Jarwoto menjadi Sekretaris Inspektorat.

Bupati Karanganyar Rina Iriani seusai melantik mengingatkan kepada jajarannya agar selalu profesional, menjaga amanah yang diberikan karena kepercayaan tidak hanya di pertanggungjawabkan kepada Bupati, masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.”Saya mengingatkan agar jadilah pelayan masyarakat yang baik, mempererat persatuan dan kesatuan, selain itu menjaga iklim kondusif di lingkungan sekitar,” ucap Rina Iriani.

Selain itu juga orang nomor satu di Karanganyar mengingatkan Pegawai Negeri Sipil untuk netral terhadap dinamika politik saat ini. Mengingat pada tanggal 21 Februari akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Desa Tahap (Pilkades) II, kemudian juga akan ada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah pada bulan Mei, selain itu juga Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar pada bulan Oktober.

“Pegawai Negeri Sipil harus netral, jangan coba-coba masuk ke ranah politik,” tegas Rina Iriani.

.pd    

Read More
DSC_0029

MENKES RESMIKAN RUMAH JAMU

Menteri Kesehatan,  Nafisah Mboi, , (tengah) bersama Bupati Karanganyar, Rina Iriani, (kedua dari kanan), sedang mengamati tanaman herbal setelah meresmikan Rumah Jamu di B2P2TOOT, Tawangmangu, Kamis (31/01).

Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi (tengah) bersama Bupati Karanganyar, Rina Iriani , sedang mengamati tanaman obat setelah meresmikan Rumah Jamu di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu, Kamis (31/01).

Karanganyar, Jumat (01/02/2013)

Kementerian Kesehatan memberikan terobosan dengan memberikan bukti ilmiah sehingga jamu dapat dimanfaatkan dalam pelayanan kesehatan formal. Kemudian untuk mengembangkan dan memanfaatkan jamu di Indonesia, maka Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, meresmikan klinik saintifikasi jamu “Hortus Medicus” menjadi  Rumah Riset Jamu (Griya Paniti Pirsa Jamu), dan Gedung Pelatihan IPTEK Tanaman Obat dan Jamu di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT), Tawangmangu, Kamis (31/01).

“Saat ini Kemenkes memiliki satu Rumah Riset Jamu sebagai tempat uji klinik yang berbasis pelayanan rawat jalan dana rawat inap,” kata Nafsiah Mboi.

Menteri Kesehatan (Menkes) juga mengharapkan model-model seperti ini hendaknya dapat ditumbuhkan di seluruh Indonesia, sebagai bentuk kepedulian terhadap jamu sebagai brand dan sukma Indonesia.

“Sasaran program jangka menengah Kementerian Kesehatan menetapkan 20% Kabupaten/Kota memiliki 2 Puskesmas yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan tradisional, komplementer, dan alternatif.”jelas Menkes.

Selanjutnya ditempat yang sama, Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengatakan, Jamu, kini juga menjadi salah satu produk herbal yang merupakan komoditas unggul yang sangat prospektif untuk dikembangkan. Riset-riset ilmiah pun kini semakin banyak diarahkan pada eksplorasi bahan-bahan alami. “Fakta ini mengindikasikan bahwa kedepan pengobatan alami semakin mendapatkan tempat dalam dunia kesehatan,” ujar Rina Iriani.

Pemkab Karanganyar sangat peduli terhadap kemajuan pengobatan herbal melalui jamu, selanjutnya juga mengembangkan upaya penyediaan  sumber daya hayati secara berkelanjutan. Hal ini diusahakan dengan pengembangan Klaster Biofarmaka Karanganyar.

Pemkab Karanganyar beserta 10 kepala daerah tingkat kabupaten/ kota Jawa Tengah telah menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) Penguatan Klaster Biofarmaka di Kabupaten Karanganyar dengan Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

“Nota kesepahaman tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi sumber daya dan memanfaatkan hasil-hasil riset, ilmu pengetahuan dan teknologi secara berkelanjutan, terutama dalam bidang biofarmaka (tanaman obat),” jelas Bupati Karanganyar.

 

(pd)

Read More

Pemberian Paket Bantuan Dari Warga Karanganyar

Bupati Rina Iriani memberikan paket bantuan ke korban banjir di Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (23/01).

Bupati Rina Iriani memberikan paket bantuan ke korban banjir di Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (23/01).

Karanganyar, Jumat (25/01/2013)

Sebanyak 2.000 paket bantuan yang berisi keperluan sehari-hari dan lima ton beras disalurkan pada ribuan pengungsi korban banjir di Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (23/01). Bantuan yang berasal dari warga Karanganyar itu langsung diberikan oleh Bupati Rina Iriani.

Rina bersama 60 relawan terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui secara jelas masalah yang dihadapi warga Jakarta. Lantaran melihat bantuan yang sebegitu banyaknya, mereka langsung berbondong-bondong mendapatkan bahan makanan itu.

Di bawah guyuran hujan, para pengungsi antre dan rela berjubel. Bahkan, dari kerumunan warga terlihat anak-anak, pelajar, orang tua. Di sela-sela acara Rina mengungkapkan keprihatinan melihat kondisi pengungsi di sana. “Kami sebenarnya ingin tertib sesuai data RT dan RW, tetapi melihat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, maka Kami upayakan agar warga tertib antri terlebih dahulu dan tidak ada yang dobel. Kasihan jika ada warga lain yang mendapat dobel,” jelas Bupati Rina Iriani.

 

.pd

Read More

PELANTIKAN 55 KEPALA DESA

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, melantik 55 Kepala Desa  Terpilih hasil Pilkades Tahap I, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (22/01)

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, melantik 55 Kepala Desa Terpilih hasil Pilkades Tahap I, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (22/01)

Karanganyar, Rabu (23/01/2013)

55 Kepala Desa (Kades) Terpilih hasil Pemilihan Tahap I, Sabtu (22/12/2012) lalu, diambil sumpah dan dilantik oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (22/01).

Pelantikan itu merupakan tahap akhir dari beberapa tahapan dalam proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).”Pelantikan ini menjadi titik awal dimulainya pemerintahan desa dan kiprah pertama Kepala Desa ini dalam masa jabatan 2013-2019,” jelas Sunarno, Kepala Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pemerintahan Kabupaten Karanganyar, kemarin.

Menjadi Kades, imbuhnya, merupakan wujud kepercayaan masyarakat terhadap figur pemimpin yang diinginkan demi memajukan desa. “Kades harus mampu berkomunikasi dan bekerjasama dengan mitranya, yakni BPD, LPMD, perangkat desa, serta seluruh lapisan masyarakat desa,” kata Sunarno.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, menghimbau kepada seluruh Kades untuk bersifat netral dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dalam tahun ini. “Tentunya ada sanksi tegas bagi oknum Kades yang menjadi tim sukses bagi salah satu calon,”  kata Bupati Rina Iriani.

Menurut Rina,  sanksi yang diberikan terhadap oknum Kades yang melanggar disesuaikan dengan tingkat kesalahan yang dilakukan. Mulai dari pembinaan, administratif, ataupun sanksi yang lebih berat dari itu.

Sekedar mengingatkan, Pilkades Tahap II akan di selenggarakan pada tanggal 21 Februari 2013 yang diikuti oleh 91 Desa di16 Kecamatan.

 

.pd

Read More

PEMKAB KARANGANYAR BERIKAN BANTUAN KORBAN BANJIR JAKARTA

Karanganyar, Rabu (23/01/2013)

Bantuan korban banjir Jakarta di masukan ke dalam truk, Selasa (22/01)

Bantuan untuk korban banjir Jakarta di masukan ke dalam truk, Selasa (22/01)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar memberikan bantuan ke korban banjir Jakarta, yang berupa lima ton beras, sayuran, dan 2.000 paket keperluan sehari-hari. Selain itu juga ada perahu karet, tenaga medis, dan relawan  sejumlah 60 orang.

“Pengiriman bantuan itu dimaksudkan untuk meringankan beban korban bencana bajir di Jakarta,” jelas Sumarno, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar.

Bantuan itu dikirimkan melalui jalan darat dengan menggunaakan lima truk, bis, dan menyertakan ambulance PMI. Rombongan berangkat dari Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (22/01) siang. Tampak Bupati Karanganyar, Rina Iriani melepas langsung pengiriman bantuan.

Bupati Rina Iriani menjelaskan, bantuan tersebut murni dikumpulkan dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan masyarakat umum. “Bantuan yang besarnya mencapai Rp. 350 juta ini bersifat swadaya, bukan dari APBD atau pos anggaran tanggap darurat bencana untuk Karanganyar,” kata Rina Iriani.

Sekedar informasi, bantuan ini akan di berikan kepada warga yang terkena bencana banjir di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara.

.pd

Read More

BUPATI RINA : PENGUNAAN PAKAIAN JAWA JALAN TERUS

Karanganyar, Sabtu (19/01/2013).

Bupati Karanganyar, Rina Iriani menegaskan penggunaan pakaian dinas adat Jawa setiap Rabu pada Minggu pertama dan kedua, tetap jalan terus.

Penegasan ini disampaiakn Rina menindaklanjuti kritikan dari DPRD Karanganyar. Di mana, wakil rakyat menilai penggunaan busana daerah bisa menghambat pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, DPRD meminta Pemkab mengkaji ulang kebijakan pakaian dinas  itu.

Ditemui usai acara Jumatan Keliling (Jumling), Rina mengungkapkan, meski mendapat masukan dari DPRD, kebijakan itu tidak akan diubah. “Penggunaan pakaian jawa itu hanya sebulan dua kali saja. Jadi, menurut kami tidak menjadi masalah. Apalagi, laporan yang masuk ke saya menyebutkan pelayanan juga masih tetap lancar,” kata Rina, Jumat (18/01) siang.

Dia memaparkan, pengeluaran kebijakan itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, dengan menggunakan busana tersebut, maka secara langsung ikut melestarikan budaya daerah. “Ini kan bagian dari budaya yang adi luhung. Wajar bila kita melestarikannya. Oleh karena itu, kami menginstruksikan kepada semua PNS di wilayah Karanganyar untuk menggunakannya setiap hari Rabu pada Minggu pertama dan kedua di tiap bulannya,” ujarnya.

Terkait dengan kritikan dari kalangan legislatif, orang nomor satu di jajaran Pemkab Karangayar itu mengaku sah-sah saja. Hal ini terkait dengan fungsi pengawasan yang melekat pada 45 wakil rakyat di Bumi Intanpari itu.

.pd

Read More

PRODUKSI BUAH DURIAN HASILKAN PULUHAN RIBU TON

DSC_0121

Bupati Rina Iriani mencicipi durian produk lokal Karanganyar saat panen durian, di desa Ploso, Jumapolo, Rabu (16/01).

Karanganyar, Kamis (17/01/2013)

Tujuh Kecamatan di Karanganyar yakni Kerjo, Mojogedang, Karangpandan, Matesih, Jumantono, Jumapolo dan Jatipuro menghasilkan durian sebanyak 22.000 ton/ tahun. Meski demikian, hanya sebagian pohon yang menghasilkan durian yang siap jual.

“Tahun ini produksi durian turun cukup banyak. Ini di sebabkan karena faktor cuaca. Saat ini intensitas hujan sangat tinggi, di bandingkan tahun lalu musim kemarau panjang,” jelas Siti Maesyaroch, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar.

Sementara itu, dari 190.000 pohon durian di Kabupaten Karanganyar, 65.000 saja yang menghasilkan buah dan siap di panen. Dari ribuan pohon itu, bisa dihasilkan 20.000-22.000 ton/ tahun.

“Kita  mengembangkan jenis Varietas Unggul Nasional asal Karanganyar seperti Sukun, Teji, dan Lawkra,” jelas dia, di sela-sela Panen Durian di desa Ploso, Jumapolo, Rabu (16/01).

Varietas itu mempunyai keunggulan komparatif, berdaya saing, sehingga mampu menciptakan ciri khas suatu daerah. Selain itu juga, mengembangkan unggul lokal di masing-masing wilayah seperti durian Bodong (Jatipuro), Gundul dan Jingga (Jumapolo), Gendon (Jumantono), Ledek (Matesih) dan Arum Kuning (Mojogedang).

“Selain itu juga mengembangkan jenis introduksi baru seperti Montong dan Kani,”  imbuh Siti Maesyaroch.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam hal ini Dispertanbunhut akan mengembangkan sentra durian dengan menyediakan bibit unggul, melakukan pembinaan pengetahuan dan ketrampilan penangkar benih, dan pembentukan kebun entrys.

“Pelatihan petani dan kerjasama dengan semua pelaku yang terkait dengan pengembangan durian juga akan kita lakukan,” jelas wanita berjilbab itu.

Pada acara yang sama setelah panen durian, Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih mengatakan Dispertanbunhut telah mengijinkan Sub Terminal Agrobisnis (STA) Karangpandan dipakai untuk pemasaran durian milik petani.

“Petani durian bisa memasok ke STA. Tetapi jika ingin memasarkan sendiri di BPP, saya persilakan, nanti koordinasi dengan Dispertanbunhut,” jelas Bupati Rina Iriani.

.pd

Read More