bu rina3

Silaturahmi Ke Rumah Mantan Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih

Read More
DSC_0223 copy

Tanam Pohon Diberi Nama Yang Menanam

Karanganyar, Senin (25/11/2013)

Puluhan siswa SMA tampak bergerombol membentuk kelompok yang terdiri tiga sampai empat orang. Mereka bersama-sama menanam pohon di lingkungan sekolah.

Siswa sekolah diaiak menanam pohon untuk kelestarian lingkungan alam dan sebagai sarana edukasi

Siswa sekolah diaiak menanam pohon untuk kelestarian lingkungan alam dan sebagai sarana edukasi

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Karanganyar, Siti Maesyaroch mengatakan kegiatan tersebut sebagai sarana edukasi, peningkatan kepedulian, kemampuan dana kemandirian seluruh komponen bangsa akan pentingnya menanam pohon dan memelihara pohon.

“Kami juga mengajak seluruh warga masyarakat Kabupaten Karanganyar untuk melakukan penanaman dan pemeliharaan pohon secara berkelanjutan untuk mitigasi perubahan iklim dan merehabilitasi hutan dan lahan,” ujarnya, saat penanaman satu milyar pohon Tahun 2013, di SMA negeri 1 Jumapolo, Senin (25/11) pagi.

Pihaknya juga menjelaskan jumlah bibit yang ditanam selama periode Februari sampai Desember 2013 mencapai 2,5 juta batang yang berasal dari dana Pemerintah, Swasta dan swadaya masyarakat.

“Jenis bibit yang ditanam meliputi jati, sengon, jambon, mahoni, trembesi, akasia, mangga, kelengkeng, matoa, ace, dan durian,” ujar Siti Maesyaroch.

Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Rina Iriani mengatakan edukasi dan sosialisasi wajib diberikan kepada masyarakat.

“Ajak mereka, terutama generasi muda untuk lebih peduli  kepada alam. Tular dan bangkitkan semangat, motivasi, dan budaya menanam kepada seluruh masyarakat,” kata Rina Iriani.

Dengan melakukan penanaman pohon secara berkala dan berkelanjutan, Insya Allah kita mampu untuk mengurangi dampak pemanasan global, Meningkatkan absobsi gas CO2, dan polutannya, mencegah banjir, kekeringan dan tanah longsor, serta meningkatkan upaya konservasi sumberdaya genetik tanaman hutan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kita bersama, betapa sangat pentingnya fungsi pohon dan hutan bagi kehidupan manusia.

“Pohon yang ditanam itu sebaiknya diberi nama yang menanam. Misalnya pohon mangga, sedangkan yang menanam namanya Indraswarianti. Berarti pohon itu bernama Indraswarianti,” ujarnya.

Hal itu supaya yang menanam mencintai dan merawat pohon yang telah dia tanam sehingga alam terus terjaga kelestariannya. pd

Read More
DSC_0066 (FILEminimizer)

Peletakan Batu Pertama Masjid Al Maming 20 Gondangrejo

DSC_0066 (FILEminimizer)

Bupati Karanganyar didampingi SKPD Saat Peletakan Batu Pertama Masjid Al Maming Wonorejo, Gondangrejo

Peletakan Batu Pertama – Bupati Karanganyar, Rina Iriani, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Maming 20, di Desa Ceplukan RT. 03 RW. 17 Wonorejo, Gondangrejo Karanganyar, Sabtu (23/11). Adapun lokasi pembangunan Masjid Al Maming 20 tersebut merupakan tanah wakaf pak Sukino (40) yang berprofesi sebagai tukang becak. ad+dt

Read More
DSC_0028tulis

Puluhan Siswa Terjaring Razia HP

Bupati Karanganyar Rina Iriani saat sidak HP siswa ke ruang kelas, Rabu (06/11) kemarin.

Bupati Karanganyar Rina Iriani saat sidak HP siswa ke ruang kelas, Rabu (06/11) kemarin.

Karanganyar, Kamis (07/11)

Saat kedatangan Bupati Karanganyar Rina Iriani memasuki kelas, tampak terkejut para siswa yang sedang belajar. Mereka juga tak menduga kedatangan orang nomer satu di Bumi Intanpari itu meminta kejujuran dari pelajar yang membawa Handphone (HP)  di sekolah.

Inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa sekolah, Rabu (06/11) oleh Bupati Rina Iriani disertai dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Inspektorat, Satpol PP serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karanganyar dilakukan untuk mengetahui penerapan larangan bagi siswa membawa HP ke dalam kelas.

Sekolah yang pertama di sidak yakni SMA Negeri 1 Karanganyar. Di sekolah itu, ditemukan empat siswa membawa HP ke dalam ruang kelas. Selanjutnya dilakukan penyitaan dengan terlebih dulu diberi nama, kelas di secarik kertas. Kemudian Bupati memberikan HP itu kepada Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Agus Yulianto.

Setelah itu, sidak dilanjutkan ke SMP Negeri 1 Karanganyar. Di sekolah itu dari tiga kelas yang di razia tidak ditemukan sama sekali siswa membawa HP di Sekolah.

Kemudian sidak terakhir di SMA Negeri 2 Karanganyar, dari tiga ruang kelas yang dimasuki didapati puluhan siswa membawa HP dari yang biasa sampai yang canggih.

Bupati Rina Iriani mengungkapkan aturan siswa tidak boleh membawa HP sudah diterapkan sejak tahun 2008. Menurutnya, berkaitan alasan selama ini untuk berkomunikasi dengan orang tua, karena mempermudah dijemput dari sekolah. Ia mengatakan, justru larangan ini menjadikan sekolah, orang tua, guru dan siswa memiliki hubungan yang erat.

Namun bagi siswa yang membawa HP ke sekolah jangan dibawa ke ruang kelas, sebaiknya pihak sekolah membuat loker khusus HP. Jadi HP itu langsung ditaruh di loker sebelum masuk ke kelas.

“Sebaiknya sekolah memberikan informasi kegiatan sekolah setiap hari. Baik kepada orang tua, juga siswa saling menjaga. Sehingga, komunikasi akan terjalin bagus, pengawasan dari rumah dan sekolah berjalan efektif,” katanya.

Dengan tidak membawa HP ke dalam kelas juga agar anak-anak tidak terganggu di kelas saat belajar. Selain itu yang paling ditakutkan adanya seks bebas dan mengakses internet memuat konten porno.

“Bisa dibayangkan satu siswa bisa saja menghabiskan seminggu Rp 25.000 untuk memberi pulsa. Kalau dibiarkan, maka sama saja pemborosan. Ini juga kurang baik. Karena itu di akhir jabatan ini, saya sempatkan sidak untuk mengingatkan lagi guru, siswa dan orang tua,” tandasnya.pd

 

Read More

Senam Pagi Bupati Bersama Muspida

Senam Pagi

Senam Pagi

Ikuti gerak

Ikuti gerak

Karanganyar, Sabtu (02/11/2013)
Bupati Karanganyar Rina Iriani senam pagi dengan Muspida, Sekretaris Daerah dan pejabat di jajaran Pemerintah Kabupaten Karanganyar, di halaman Setda Karanganyar, Jumat (01/11). Kegiatan yang berlangsung selama satu jam itu sangat diapresiasi karena membuat tubuh menjadi sehat.

Read More
DSC_0028

Tari Varia Nusantara

Tari Varia Nusantara

Tari Varia Nusantara

Tari Varia Nusantara adalah hasil kreasi koreografi Bupati Karanganyar Dr.Hj. Rina Iriani Sri ratnaningsih, M.Hum. Tarian ini merupakan simbolisasi dari keberagaman dan kekayaan budaya Nusantara yang dikemas dalam satu bentuk tarian modern. Kekayaan budaya Nusantara yang dihadirkan ke dalam satu rangkaian tari Varia Nusantara ini ditujukan untuk menggugah kesadaran masyarakat akan keanekaragaman potensi budaya Indonesia, sekaligus sebagai upaya untuk mengkolaborasikan berbagai ragam tarian yang ada di Indonesia menjadi sebuah hasil karya seni yang atraktif.  

Read More

466 Calhaj Karanganyar Diberangkatkan

Seorang jamaah calon haji Kabupaten Karanganyar berpamitan dengan keluarga saat pemberangkatan, Sabtu (05/10)

Seorang jamaah calon haji Kabupaten Karanganyar berpamitan dengan keluarga saat pemberangkatan, Sabtu (05/10)

Karanganyar, Senin (07/10/2013)

Sebanyak 466 jamaah calon haji (Calhaj) Kloter 64, 65, 66 asal Karanganyar diberangkatkan dari halaman Sekretariat Daerah (Setda), Sabtu (5/10) sore. Jumlah tersebut berkurang satu lantaran seorang jamaah calhaj mengundurkan diri karena sakit.

Pemberangkatan calhaj tersebut langsung dipimpin oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani dengan didampingi sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Data panitia haji Karanganyar menyebutkan awalnya ada 465 calhaj yang akan menunaikan ibadah haji. Namun, dalam perjalanannya, ada penambahan dua calhaj dari kloter 71 dari luar Karanganyar dan ada pengurangan satu calhaj karena sakit.
Sumarno, Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD) Karanganyar mengemukakan kloter 64 berangkat berangkat Sabtu (5/10) sekitar pukul 17.00 WIB. disusul kloter 65 dan 66. “Untuk kloter 65 berangkat Minggu (5/10) pukul 12.00 siang dan kloter 66 baru berangkat sekitar pukul 15.00 sore harinya,” kata dia di sela-sela acara pemberangkatan haji 2013, kemarin.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani berpesan kepada semua jamaah calhaj untuk memfokuskan diri pada ibadah. Disampaikan bupati, para jamaah harus ikhlas berpisah dengan anggota keluarganya di Tanah Air. “Semoga bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar dan pulang dengan predikat mabrur,” katanya. pd

Read More

Bupati Rina Sampaikan LKPJ Akhir Masa Jabatan

DSC_0075

Bupati Karanganyar, Rina Iriani menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Karanganyar peroide 2009-2013, pada Sidang Paripurna, di gedung DPRD Karanganyar, Rabu (02/10)

Karanganyar, Kamis (03/10/2013)

Bupati Karanganyar, Rina Iriani menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Masa Jabatan Bupati Karanganyar Tahun 2009-2013 pada Sidang Paripurna, di gedung DPRD Karanganyar, Rabu (02/10/2013).

Bupati Rina Iriani mengatakan penyampaian LKPJ ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan  Pemerintah  Nomor 6  Tahun  2005  tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah,  Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat.

“LKPJ ini meliputi Visi Misi, kebijakan umum, serta kegiatan-kegiatan Tugas Pembantuan dan Dekonsentrasi yang dilaksanakan di Kabupaten Karanganyar, serta Pelaksanaan Tugas Umum Pemerintahan,” kata Rina Iriani.

Selama kurun waktu lima tahun, 2009-2013 pembangunan di Bumi Intanpari berjalan dengan baik, banyak peningkatan diberbagai sektor pembangunan.

Seperti, upaya dalam peningkatan pendapatan daerah khususnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui intensifikasi dan ekstensifikasi serta penyederhanaan sistem dan prosedur adminitrasi pemungutan pajak dan retribusi daerah.

“Peningkatan pendapatan daerah dari Rp.770.365.627.029 pada tahun 2009 menjadi Rp.1.274.579.906.000 pada tahun 2013 meningkat sebesar 65,45 persen, atau meningkat rata-rata sebesar 16,36 persen per tahun” ungkap Rina Iriani.

Ditambahkan pula, khusus mengenai PAD terdapat peningkatan yang cukup signifikan yaitu pada tahun 2009 sebesar Rp.66.971.682.029 meningkat  pada  tahun  2013  menjadi  sebesar  Rp.121.180.202.000 atau 80,94 persen.

Dari sisi Belanja Daerah, belanja diprioritaskan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan baik Urusan Wajib maupun Urusan Pilihan.

“Belanja dipergunakan untuk menunjang efektifitas pelaksanaan tugas dan fungsi masing masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terdiri dari Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung. Belanja Daerah tetap mengendepankan azas efisiensi dan efektivitas sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan ” papar Rina Iriani.

Selain PAD, Bupati Rina juga menjelaskan kebijakan pembangunan pada urusan perhubungan diarahkan pada terwujudnya tertib dan disiplin berlalulintas, pemenuhan pelayanan transportasi antar bagian wilayah dan antar lingkungan yang serasi antara hirarki pelayanan dan model transportasi yang representatif.

Dari sektor kebijakan pembangunan kesehatan diarahkan dalam mewujudkan kualitas pelayanan dan jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat serta pencapaian target Millenium Development Goal’s (MDG’s).

“Hal itu diantaranya diwujudkan melalui program upaya kesehatan masyarakat, perbaikan gizi masyarakat, penyediaan obat dan perbekalan kesehatan, pengawasan obat dan makanan,” ujarnya.

Kemudian selama periode tahun 2009-2013 Kabupaten Karanganyar meraih 18 penghargaan dari prestasi yang menonjol. Pd

 

Read More
DSC_0018

Industri Pariwisata Dapat Meningkatkan PAD

Bupati Karanganyar Rina Iriani melantik Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Karanganyar (GIPI) Karanganyar, di Sondokoro, Selasa (24/09)

Bupati Karanganyar Rina Iriani melantik pengurus Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Karanganyar (GIPI) Karanganyar, di Sondokoro, Selasa (24/09)

Karanganyar, Rabu (25/09/2013)

Industri pariwisata menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karanganyar. Di sisi lain, aktifitas kepariwisataan yang semakin kompetitif dalam harga, fasilitas, dan pelayanan kepada wisatawan khususnya di bidang sarana pengembangan produk pariwisata memerlukan kerjasama yang harmonis di antara pelaku pariwisata.

“Dengan adanya kerjasama ini dapat meningkatkan kebersamaan di antara para stakeholder pariwisata daerah, pengusaha, masyarakat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan dunia kepariwisataan di Karanganyar,” kata Istar Yunianto, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, saat acara sarasehan pengembangan organisasi kepariwisataan bagi pengusaha jasa wisata, di Sondokoro, Selasa (24/09) pagi.

Di tempat yang sama, Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengatakan potensi pariwisata yang melimpah di Kabupaten Karanganyar akan memberikan hasil yang maksimal bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan secara langsung juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi wisata.

“Terciptanya suasana kondusif, terjalinnya sinergi antara kebijakan pemerintah dengan para praktisi, serta mengutamakan pelayanan prima bagi wisatawan dapat meningkatkan PAD,” ujar Rina Iriani

Karanganyar sebagai destinasi wisata menjadi prioritas di wilayah Jawa Tengah perlu adanya daya tarik pariwisata melalui peningkatan layanan, perbaikan kualitas, dan penguatan kelembagaan insan pariwisata.

“Dukungan dari penyelanggara jasa pariwisata sangat diharapkan karena tanpa upaya penyediaan fasilitas, akomodasi, dan pelayanan yang memadahi maka potensi dan daya tarik pariwisata yang dimiliki menjadi berkurang,” kata Bupati Rina.

Standarisasi kualitas pelayanan harus disepakati para penyelenggara jasa agar mampu menjamin kepuasaan pengguna jasa pariwisata, selain itu dengan adanya kode etik keberlangsungan penyelenggaraan pariwisata, persaingan usaha yang sehat, serta melaksanakan perbaikan dan peningkatan kualitas sesuai dengan peraturan pemerintah yang telah ditetapkan. pd

 

Read More
Tari Kencar-Kencar

Tari Kencar-Kencar

Tari Kencar-Kencar

Tari Kencar-Kencar

Tari Kencar-kencar mengisahkan pembangunan di Karanganyar yang tiga kali berturut-turut ini memperoleh penghargaan Adipura. “Karena keguyuban masyarakat dan pemerintah, maka kebersihan kota bisa terjaga. Pada akhirnya, kota menjadi semakin terang benderang dan indah, menandakan warganya yang sejahtera serta berada dalam kebahagiaan.” Tarian ini diciptakan oleh Bupati Karanganyar (Dr.Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, S.P.d. M.Hum).

Para penari sebanyak 138 orang terdiri dari para siswa SMP dan SMA di Karanganyar, dibantu mahasiswa ISI Surakarta yang juga warga Karanganyar. Tarian berdurasi 15 menit tersebut diiringi musik lesung dari Padepokan Lesung Nusantara, yang juga binaan Bupati Rina Iriani. Ciri khasnya rancak, bersemangat, dihiasi dengan atraksi tari yang dinamis, para gadis cantik yang memeragakan gerakan bersih-bersih dengan sapu dan tong sampah dari bambu

Read More