DSC_3177

Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Dampingi Penyusunan RPJM Kab. Karanganyar

Kominfo

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberikan sambutan dan pengarahan dalam pendampingan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam rangka Penyusunan Indikator Kinerja RPJMD Kab. Karanganyar di Hotel Tamansari, Rabu(12/06/19)

Karanganyar – 12 Juni 2019

Pendampingan / fasilitasi oleh Kementrian Pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi dalam rangka penyusunan indikator kinerja RPJMD Kabupaten Karanganyar Tahun 2018 – 2023 secara langsung dihadiri Bupati Karanganyar H. Juliyatmono di aula Hotel Tamanasari Karanganyar, Rabu (12/06/19).

Normalnya paling lama 6 bulan RPJMD harus sudah ditetapkan sekalipun secara politis sudah mendapat persetujuan bersma oleh DPRD, sekarang sudah difasilitasi oleh Gubernur. Yang malam ini nanti kita akan didampingi oleh Kementrian, agar nantinya segera disahkan oleh Gubernur.

“ Kemarin alhamdulillah dari WTP nilainya sudah A, ini berarti bagus sekali untuk pemerintahan “, jelas Juliyatmono

Walaupun ada beberapa urusan-urusan yang masih kecer belum tercover, ini akan segera diselesaikan dengan segera. Karena ini memang diminta segera.

Agar Kabupaten Karanganyar kembali mendapat Sakep dengan nilai A, semua organisasi perangkat daerah harus bekerja dengan maksimal.

Memang karena kewenangannya dari Kementrian untuk evaluasi selama 5 tahun,  sengaja Pemerintah menginginkan ini didampingi oleh Kementrian, agar nanti saat indikatornya dimasukkan Sakep bisa bagus.(Ard/Adt)

Read More
IMG_20190130_093259

Rapat Koordinasi Reformasi Birokrasi “Birokrasi Bersih Melayani di Era Digital”

Read More
IMG_20190130_093259

Seminar Reformasi Birokrasi , Mewujudkan Birokrasi Akuntable dan Efisien di Era Digital

Diskominfo

Bupati menyampaikan sambutan di Seminar Reformasi Birokrasi

Karanganyar, Kamis 31 Januari 2019

Pemerintah Kabupaten Karanganyar menggelar seminar reformasi birokrasi di Hotel Alana, Rabu (30/1) kemarin. Dari kegiatan ini diharapkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) terus menghadirkan peningkatan efisiensi ke masyarakat dan mewujudkan good government di era digital saat ini.

Kegiatan seminar reformasi yang mengusung reformasi birokrasi bersih di era digital menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri yakni Kapus Litbang Otda Politik dan PUM, Syanikmat Nizam serta Martuti dari Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah.

Dalam seminar ini diikuti seluruh perwakilan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karanganyar. Turut hadir Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto.

Kepala Bagian Organisasi Setda KaranganyarDwi Amperawati mengatakan tujuan diselenggarakannya seminar yakni mengembangkan budaya kerja ASN menuju perubahan pemerintahan yang bersih. Apalagi ditengah kemajuan teknologi informasi para ASN di Kabupaten Karanganyar harus mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk peningkatan efisiensi pelayanan kepada masyarakat.

“Teknologi informasi kini menjadi sarana untuk mendorong kinerja organisasi dalam membangun pemerintahan yang baik atau good government berbasis digital,”katanya.

Ditambahkannya dengan adanya seminar ini dapat membangkitkan kesadaran masing-masing OPD dan jajarannya mengenai pentingnya penguasaan teknologi informasi dalam penunjang kinerja di pemerintahan. Karena perubahan kondisi global menuntut pula penyesuaian tata kelola pemerintahan untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Teknologi informasi menawarkan cara-cara baru yang jauh efisien, cepat dan mudah bagi pemakainya,”ujarnya.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya menyatakan reformasi birokrasi dengan mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih merupakan salah satu visi dan misi kepemimpinannya di periode 2018-2023. Pihaknya berharap jajaran ASN Kabupaten Karanganyar harus mampu  menyesuaikan tiap perubahan tata kelola pemerintahan di era digital saat ini.

“Dengan kemajuan teknologi informasi, kita harus dapat beradaptasi untuk mendukung kinerja yang transparan dan efisien,”katanya.

Bupati juga menambahkan reformasi birokrasi dalam era digital bukan haya mengubah sistem terkait pemerintahan tetapi juga bertujuan meningkatkan kualitas pelyanan dari lembaga pemerintah pada masyarakat. Karena untuk mewujudkan pemerintahan yang terbuka hanya butuh perubahan mental dan pola pikir melainkan reformasi sistem dan pola kerja.

“Kita harus reformasi semangat dari kita. Mari beramal ilmiah dengan ilmu amaliah,”pungkasnya.

Demikian Diskominfo (dn/ind)

 

Read More
web (2)

Bupati Karanganyar Buka Sosialisasi Road Map Reformasi Birokrasi

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat membuka Sosialisasi Road Map Reformasi Birokrasi yang dihadiri para Kepala OPD Pemkab Karanganyar.

Karanganyar, Senin (17/07/2017)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melakukan Sosialisasi Road Map Reformasi Birokrasi, yang dihadiri para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungkan Pemkab Karanganyar, Senin (17/07), di Ruang Podang 1, di Kantor Bupati Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat membuka acara mengatakan, birokrasi terus melakukan reformasi sesuai dengan implementasi revolusi mental, karena rakyat punya hak untuk diberikan pelayanan yang terbaik, tidak hanya cukup itu, namun mampu mendorong masyarakat lebih sejahtera.

“Maka kami minta pegawai di OPD bekerja dari hati dan nyaman, jangan menjadi beban, sebab tidak produktif. Untuk itu harus memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat,” kata Bupati.

Acara itu dengan narasumber, Erna Irawati, Kepala Pusat Pembinaan Analisis Kebijakan, Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Bupati berharap OPD dapat menindalanjuti regulasi-regulasi yang ada dengan menggunakan filosofi bekerja nyaman.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menjelaskan, ukuran kepuasan masyarakat adalah respon masyarakat baik secara pribadi maupun melalui media sosial, publikasi, surat aduan, adalah prosentase aduan sangat kecil.

“Artinya yang sudah dilakukan sudah sesuai dengan kemauan masyarakat. Kemungkinan apa yang muncul, sebelum ada kita hadir ditengah-tengah masyarakat supaya persoalan diselesaikan dengan baik,” katanya.

Ditempat yang sama, Erna Irawati mengatakan, sasaran reformasi birokrasi tahun 2015-2019 adalah birokrasi yang bersih dan akuntabel, efektif dan efisien, dan memiliki pelayanan publik yang berkualitas.

“Terdapat pula efisiensi birokrasi yakni alokasi anggaran harus digunakan untuk program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat, misalnya infrastruktur, pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Setda Kabupaten Karanganyar, Sutarno, menjelaskan, dengan road map ini dapat memantau sejauh mana perkembangan pelaksanaan reformasi birokrasi di tingkat daerah.

“Acara ini merupakan tindak lanjut dari hasil mengikuti rakor implementasi reformasi birokrasi Kabupaten/Kota se Jawa Tengah,” katanya.(pd)

Read More

447 Honorer K2 Jalani Tes CPNS

Sebanyak 447 orang Honorer Kategori 2 Kabupaten Karanganyar mengikuti ujian CPNS di SMA Negeri 1 Karanganyar, Minggu (03/11)

Sebanyak 447 orang Honorer Kategori 2 Kabupaten Karanganyar mengikuti ujian CPNS di SMA Negeri 1 Karanganyar, Minggu (03/11)

Karanganyar, Senin (04/11/2013).

Sebanyak 447 honorer dari tenaga teknis, kesehatan, dan guru secara serentak mengikuti tes seleksi CPNS di SMA 1 Karanganyar, Minggu (03/11). Ratusan orang yang terdiri dari 181 tenaga guru, kesehatan 43 orang, dan administrasi 213 orang itu menjalani dua tes yakni kemampuan dasar dan kemampuan bidang.

Pantauan di SMA 1 Karanganyar memperlihatkan kondisinya sunyi. Ada beberapa panitia yang berjaga-jaga di sekitaran ruang tes dan kepanitia. Hadir pula Bupati Karanganyar Rina Iriani bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak).

Secara umum, Rina menilai pelaksanaan tes seleksi CPNS dari honorer K2 berjalan dengan lancar. Semua peserta hadir dan mengikuti tes yang dimulai pukul 08.00 pagi hingga 14.00 siang. Meski demikian, ada satu peserta yang baru datang sekitar pukul 08.05 pagi. Berhubung masih dalam masa toleransi 15 menit, maka panitia memperbolehkan yang bersangkutan mengikuti ujian.

“Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Semua peserta semangat mengerjakan soal tes dengan harapan bisa lolos seleksi yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN),” kata dia, Minggu (03/11).

Melihat antusias peserta, dirinya berharap semuanya bisa lolos dan menjadi CPNS. Hal ini dilihat dari lamanya mengabdi di instansi yang saat ini mereka tempati. Rina mengatakan ada yang mengabdi selama puluhan tahun dan hanya berharap bisa diangkat menjadi PNS. “Kami tidak mau berandai-andai berapa yang akan diterima. Kami harap semuanya bisa diterima karena ini sudah mereka tunggu lama,” ujarnya.

Ditegaskan Rina, Pemkab Karanganyar dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan tidak akan melakukan rekrutmen CPNS. Pertimbangannya, belanja pegawai Karanganyar masih melebihi ambang batas yang ditetapkan 50 persen, tepatnya 60 persen. “Masih tinggi yakni 60 persen. Tapi ini jauh lebih menurun sebelum saya memimpin Karanganyar. Dulu angka belanja pegawai mencapai 70 persen,” katanya.

Meski demikian, pihaknya masih akan lebih memprioritaskan pengangkatan tenaga honorer yang sudah ada di Karanganyar. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan PNS di Bumi Intanpari.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar, Larmanto menambahkan, pihaknya tidak mengetahui berapa kuota yang ditetapkan pemerintah untuk Karanganyar. Pasalnya, penilaian dilakukan oleh Kemenpan dan BKN dengan menentukan passing grate (nilai ambang batas). “Kami tidak tahu. Semuanya diseleksi secara nasional karena pelaksanaannya juga serentak di seluruh Indonesia,” katanya. pd

Read More

Belum Sikapi Rekrutmen PNS

Kendati sejumlah Kabupaten siap membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2012 setelah dicabutnya memoratorium, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengaku belum bisa menentukan sikap. Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengatakan akan kembali mempertimbangkan penerimaan CPNS tersebut, kendati memoratorium sudah dicabut.
Menurutnya saat ini pihaknya sedang mempertimbangkan memang diperlukan tambahan sejumlah formasi di beberapa instansi. “Kalau sekiranya jumlah PNS yang ada sudah memadai, buat apa rekrutmen. Ini sedang kita data dan dianalisa kembali kebutuhan CPNS di Karanganyar,” ucapnya.
Rina juga mengaku belum mengecek secara langsung apakah dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi memang sudah benar mencabut memoratorium mengenai perekrutan CPNS tersebut. Apalagi belum ada laporan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tentang hal itu. “Nanti coba saya cek ke BKD bukti otentik memoratorium tersebut apakah benar sudah dicabut. Jika benar adanya baru kita melangkah,” paparnya.
Rina mengungkapkan tidak muluk-muluk akan melakukan rekrutmen CPNS 2012, mengingat beban anggaran belanja saat ini sudah banyak terserap untuk menggaji para PNS. Hal ini jelas berdampak pada sektor pembangunan yang kurang maksimal. “Nantilah, gampang soal CPNS itu, akan kita pikirkan nanti jika sudah ada kejelasan.

Read More