WhatsApp Image 2021-02-09 at 09.46.10 (1)

RSUD Bakal Dinamai RSUD Raden Mas Said Dan Dikonsep Wisata Kesehatan

 

Salah satu tempat di RSUD Karanganyar dijadikan area taman yang indah

Bupati Karanganyar, Juliyatmono berusaha mewujudkan konsep wisata kesehatan

KARANGANYAR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar bakal punya nama baru, yakni RSUD Raden Mas Said. Sebelumnya, RSUD Karanganyar memang belum mempunyai nama khusus namun masyarakat menyebutnya dengan nama Kartini atau RSUD Jengglong. Nama itu diharapkan akan mempunyai semangat baru dengan konsep rumah sakit wisata.

“Namanya bakal saya namai RSUD Raden Mas Said. Tunggu saja peresmiannya,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai mengecek RSUD Karanganyar, Selasa (09/02).

Bupati juga sempat melakukan pengecekaan sejumlah tempat. Termasuk taman yang berada di belakang Ruang Rawat Inap Wijaya Kusuma. Tamannya didesain dengan bunga dan ditengah ada lambang cinta. Diharapkan orang yang melihat akan sejuk dan terkesan bukan berada di rumah sakit. RSUD Karanganyar memang akan dikembangkan menjadi rumah sakit wisata kesehatan. Diharapkan Konsep RS Wisata tersebut sudah bisa terwujud sebelum Bupati menyelesaikan kepemimpinan di Karanganyar.

Konsep wisata kesehatan adalah semua fasilitas tambahan yang ada di rumah sakit bisa digunakan oleh semua pasien maupun membesuk tanpa membedakan kelas. “Jadi rumah sakit dikonsep dari semula tempat merawat orang sakit, menjadi tempat rekreasi kesehatan.  Fasilitas seperti tempat santai bagi pembesuk, ruang edukatif hingga ruang bermain anak, bisa digunakan tanpa pembedaan kelas. Saya berharap bisa selesai sebelum akhir jabatan saya,” pungkasnya. (hr/adt)

Read More
Tari Kolosal Raden Mas Said 3

Tari Kolosal Raden Mas Said

Read More
WhatsApp Image 2019-11-04 at 08.48.21

Napak Tilas Sejarah Kepahlawanan Raden Mas Said Tahun 2019

Read More
WhatsApp Image 2019-11-04 at 08.48.21 (1)

Ratusan Orang Ikuti Napak Tilas Raden Mas Said

Bendera start dikibarkan oleh Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto sebagai tanda dimulainya napak tilas perjuangan Raden Mas Said di Desa Tlobo, Kecamatan Jatipuro

Salah satu peserta, Kepala DInas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto

 

 

KARANGANYAR –  4 Nopember 2019

Ratusan orang mengikuti napak tilas sejarah kepahlawanan Raden Mas Said tahun 2019 dimulai dari Lapangan Desa Jatisobo, Jatipuro menuju Lapangan Tlobo, Desa Karangsari, Jatiyoso. Jalan kaki sejauh 30 KM itu untuk mengingatkan kembali perjungan Raden Mas Said atau Mangkunegara Pertama dalam merebut kemerdekaan. Salah satu peserta yang mengikuti kegiatan jalan kaki sejauh 30 Km adalah Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawato.

“Napak tilas ini adalah memontem bagi kita untuk melanjutkan semangat perjuangan para pendahulu kita. Terutama perjuangan Raden Mas Said yang dalam merebut kemerdekaan bangsa,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan napak tilas sejarah kepahlawanan Raden Mas Said.

Bupati menambahkan perjuangan Raden Mas Said tidak lepas dari Karanganyar. Sebab, Pangeran Samber Nyawa tersebut salah satu pendiri dan cikal bakal Kabupaten Karanganyar. Ajaran tridarma masih aktual sampai kapanpun, yakni  Rumongso Melu Handarbeni, Wajib Melu Hanggrungkebi, Mulat Sariro Hangroso Wani. Tri darma itu semangat dan sejalan dengan Slogan Karanganyar Maju dan Berintegritas. “Integritas adalah berani, jujur, tanggungjawab, setia untuk mewujudkan Karanganyar yang lebih maju lagi.                 Pertumbuhan ekonomi di Karanganyar tertinggi di Jawa Tengah dan nasional. Sekaligus angka kemiskinan mengalami penurunan. Selamat berjuang,” tambahnya. (hr/adt)

Read More
_DSC7441

Penutupan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di GOR Raden Mas Said Karanganyar

Read More
DSC_6052

Napak Tilas Perjuangan Raden Mas Said

Kominfo

Asisten III Sutarno yang dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar saat mengibarkan bendera Start tanda dimulainya Napak Tilas Perjuangan Raden Mas Said, Minggu(04/11).

Karanganyar – 05 November 2018-11-06

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengadakan Napak Tilas Perjuangan Raden Mas (RM) Said yang dimulai dari Halaman SD Negeri Kebak 2 Jumantono hingga finis di plataran Parkir B Komplek Asrama Giribangun Matesih, Minggu(03/11).

Asisten III Sutarno yang dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar memberangkatkan sekitar 550 orang peserta dari pelajar saka se Jawa Tengah, ormas, maupun PNS.

“Dihayati nilai-nilai perjaungan, betapa sungguh-sungguh Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa ikut menjadikan Indonesia dan melahirkan Kabupaten Karanganyar ini,” kata Sutarno.

Dengan napak tilas ini, seluruh generasi bersama-sama meneguhkan sikap untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan untuk membangun cita-cita yang diinginkan.

“Dengan adanya napak tilas ini diharapkan semakin mencintai Kabupaten Karanganyar,” katanya.

Ditempat yang sama, diceritakan Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kabupaten Karanganyar Iskandar di Desa Mojoroto, RM Said menempa diri lahir dan batin dan para pengikutnya berlatih olah kanuragan dan pengembangan jiwa kawijayan.

“Suatu ketika, Kanjeng Sinuhun Susuhunan Pakubuwana II dan dibantu pasukan Belanda, menyerang dan menghancurkan markas tersebut hingga bangunan menyerupai Kraton di hancurkan,” kata Iskandar.

RM Said dan pengikutnya kemudian memindahkan markasnya kearah selatan, yaitu dusun Segawe, Wilayah Jatiyoso. Melalui perjuangan yang panjang, akhirnya memperoleh kemenangan dan menjadi Raja dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunagara ke-I.

Demikian Diskominfo (Adt/Ard)

Read More
DSC_6030

Rasulan Kirab Petilasan Raden Mas Said di Sedang Bejen, Desa Mojoroto

Read More
LOGO HARI JADI KE-100 FIX

Logo Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Karanganyar ke-100

Filosofi Logo

Burung Derkuku


Siluet burung derkuku yang terbang kearah depan didalam angka 100 menggambarkan semangat perjuangan Raden Mas Sa’id untuk “ keMAJUan “ Kota Karanganyar.

Monumen Tri Dharma

Monumen Tri Dharma merupakan monumen perjuangan Raden Mas Said yang mengandung arti :

Bagian kaki berbentuk jenjang (trap) bersusun sembilan yang diapit oleh tiga gelung sebagai perlambang hukum abadi umat manusia yaitu : lahir – berkarya – mati sebelum hidup kekal dialam baka Lukisan tangan-tangan yang bergetar menggambarkan dukungan rakyat terhadap RM Said. Tugu bersegi delapan dengan pahatan yang melukiskan kobaran api perjuangan yang tampak terputus-putus diartikan belum menyatunya tekad karena masih disertai watak duniawi sebagai pembawaa usia muda.

Siluet Hasil Bumi

Burung derkuku yang membawa hasil bumi ( yang
membentuk huruf “th” )
 memiliki arti pertanian dan perkebunan yang melimpah dikota ini. Kota yang terletak dilereng gunung Lawu ini memiliki tanah yang subur sehingga hasil pertanian dan perkebunan dikabupaten Karanganyar sangat melimpah. Dengan demikian kabupaten karanganyar dapat memasok hasil pertanian dan perkebunan keberbagai daerah diIndonesia. sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang “ SEJAHTERA “ .

Siluet Gunung Lawu dan Candi

selain sebagai simbol keanekaragaman budaya Karanganyar, di Kabupaten Karanganyar ini juga mempunyai banyak pesona wisata yang sangat elok dan menawan yang mampu menarik minat para wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga dapat menambah pendapatan daerah dikota ini.

Angka 100

 

Menunjukkan HUT ke-100 Kab. Karanganyar.

Teks Karangnyar Maju dan Sejahtera

Tulisan “Karanganyar Maju dan Sejahtera” melambangkan perwujudan salah satu visi misi Pemerintah Kabupaten Karanganyar periode kepemimpinan 2013 -2018.

Warna Hitam

 

Elegan, misterius, namun Atraktif.

Warna Hijau

 

Tumbuh, berkembang, dan subur.

Warna Kuning

logo-hut-kra-99-kuning

 

Kemakmuran, kejayaan dan semangat.

 

Read More
dsc_0474

999 Penari dan 999 Pasangan Kembar Meriahkan Hari Jadi Ke-99 Karanganyar

Kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam Upacara Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-99, di Alun-alun Karanganyar, Jum’at pagi (18/11).

Sebanyak 999 penari yang sebagian besar diikuti peserta dari pelajar dan 999 pasangan kembar (dari balita hingga dewasa) turut memeriahkan Upacara HUT Kab. Karanganyar ke-99 yang berlangsung Jum’at pagi (18/11) di Alun-Alun Karanganyar. Tarian Kolosal yang dibawakan sebanyak 999 penari tersebut menceritakan perjuangan Raden Mas Said atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Samber Nyawa saat menyerang penjajah Belanda sekaligus perjuangan Nyi Ageng Karang sebagai pendiri Kab. Karanganyar.

Upacara digelar dengan menggunakan pakaian adat beskap jangkep untuk yang pria yakni beskap lengkap dengan keris, sedangkan wanita menggenakan kebaya jarik wiru. Bupati Karanganyar Drs. Juliyatmono, MM selaku Inspektur Upacara saat menyampaikan amanatnya dalam bahasa Jawa yang menitik beratkan pada semboyan Tri Dharma Raden Mas Said yakni Melu Handarbeni, Wajib melu hangrubeni, Mulat sariro angrasa wani.  Upacara sebagai puncak acara HUT Kab. Karanganyar ini diikuti oleh Wakil Bupati Karanganyar, Jajaran Muspida Kab. Karanganyar, pimpinan Dewan Kab. Karanganyar, Sekda Kab. Karanganyar, SKPD di lingkungan Pemkab. Karanganyar, Para Asisten, Staf ahli, BUMD Kab. Karanganyar serta Sekolah dari tingkat SMP/MTS/SMA dan SMK se Kab. Karanganyar.

Kominfo

Bupati Karanganyar (tengah kanan), Wakil Bupati Karanganyar (tengah kiri), bersama Forkompinda meresmikan meresmikan Pusat Komando Sambernyowo yang dibangun di kompleks perkantoran gedung Setda.

Usai pelaksanaan upacara HUT Karanganyar, Bupati Karanganyar dan Wakil Bupati Karanganyar beserta jajaran Forkompinda meresmikan Pusat Komando  Sambernyowo yang didalamnya terdapat Sistem Informasi terintegrasi “Alap – Alap Smart System” yang dibangun di kompleks perkantoran gedung Setda. Dibangunnya sistem ini agar akses untuk mendapatkan informasi mempunyai kecepatan yang cukup kuat, dan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban Pemerintah Karanganyar terhadap masyarakat.

Demikian Dishubkominfo (ad/ind/ft/ir/vvi/amel)

Read More