aku

45 Orang Ikuti Operasi Katarak Gratis

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi saat menyemangati peserta operasi katarak gratis, Minggu (25/09) di RSUD Kabupaten Karanganyar

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi saat menyemangati peserta operasi katarak gratis, Minggu (25/09) di RSUD Kabupaten Karanganyar

Karanganyar, Minggu (25/09/2016)

Sebanyak 45 orang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Karanganyar mengikuti operasi katarak gratis, yang di selenggarakan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Minggu (25/09) di RSUD Kabupaten Karanganyar.

Direktur RSUD Kabupaten Karanganyar, Mariyadi, mengatakan, operasi ini gratis kerjasama dengan (Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia) Perdami Cabang Yogyakarta.

“Penderita katarak bisanya diatas usia 50 tahun, jika dibawah itu bisa disebabkan berbagai macam, seperti diabetes. Lensa mata mengalami kekeruhan,” kata Mariyadi.

Dia juga menjelaskan, tahapan untuk operasi dimulai dari Puskesmas setempat, disitu dipilah apakah menderita penyakit mata katarak atau tidak. Kemudian, jika pasien menderita katarak, maka disarankan untuk operasi di RSUD Kabupaten Karanganyar.

“Disini masih di periksa ulang, apakah bisa di operasi. Bisa saja tensi darahnya naik, maka tidak bisa dilakukan penanganan lebih lanjut,” katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi, saat membuka acara mengatakan, penyelenggaraan ini sebagai salah satu kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bagi warga.

“Ini sebagai program kepedulian kepada masyarakat, hari ini di fasilitasi pengobatan gratis. Kami juga mensarankan agar tidak takut, biasa saja, agar tensi darah tidak naik, dan bisa dioperasi,” katanya.

Pada operasi katarak ini, disediakan tujuh tempat tidur operasi, dan pelaksanaannya satu orang bisa sekitar 30 menit. pd

Read More
DSC_3715

Rehabilitasi Puskesmas Jatipuro Ditarget Selesai Oktober

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (tengah) dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo (kiri) saat mengunjungi pasien rawat inap di Puskesmas Jatipuro, Rabu (11/05)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (tengah) dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo (kiri) saat mengunjungi pasien rawat inap di Puskesmas Jatipuro, Rabu (11/05), seusai peletakan batu pertama rehabilitasi Puskesmas setempat.

Karanganyar, Kamis (12/05/2016)

Rehabilitasi rawat inap Puskesmas Jatipuro ditarget selesai pada 23 Oktober sejak dimulai 27 April 2016. Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengawasi ketat proyek senilai Rp. 2,748 miliar yang dimenangkan PT. Java Modern Teknologi.

Selain itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, juga menolak jika rekanan mengajukan perpanjangan waktu dari batas yang telah ditentukan.

“Jangan sampai molor pengerjaannya. Lebih baik selesai sebelum waktunya,” katanya, Rabu (11/05) seusai peletakan batu pertama rehabilitasi Puskesmas Jatipuro.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, Puskesmas rawat inap Jatipuro diproyeksikan menjadi sentra pelayanan kesehatan sekelas rumah sakit. Usai merehab bangunan, Pemkab akan melengkapi infrastruktur penunjangnya seperti tenaga kesehatan berikut peralatannya.

“Puskesmas ini menjadi prototipe puskesmas-puskesmas di Kabupaten Karanganyar, dibangun seperti rumah sakit,”katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo mengatakan, selama proses rehabilitasi, pelayanan kesehatan dipindah sementara di aula Kantor Kecamatan Jatipuro. Namun untuk rawat inap masih memakai gedung lama.

“Kami pindah sementara, agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, dan Forkompinda mengujungi pasien puskesmas dan keliling di ruang rawat inap.pd

Read More
DSC_0012

Sosialisasi Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio Kabupaten Karanganyar 2016

kominfo

Imunisasi sebagai pencegahan penyakit yang paling efektif paling murah dan paling mudah, Kamis (11/2).

Karanganyar, Kamis 11 Februari 2016

Imunisasi merupakan program jangka panjang (mencapai kurang lebih 20 tahun), untuk rancangan imunisasi itu telah dirancang lama termasuk pembuatan vaksin. Hal ini dilakukan berdasarkan Landasan Hukum UUD 1945 Pasal 28 B Ayat 2 “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan diskriminasi”. Pasal 28 H Ayat 1 “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 dan UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009.

“Penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi itu masih terbatas. Untuk itu pemerintah wajib mendukung penuh imunisasi yang akan diberikan bagi bayi dan balita, karena tujuan imunisasi itu menurunkan kesakitan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Imunisasi ini sebagai upaya pencegahan Cost Effective (paling murah paling mudah) karena menggunakan vaksin produksi dalam negeri sesuai standar keamanan WHO. Jadi imunisasi itu bukan urusan pribadi melainkan urusan komunitas/keseluruhan karena imunisasi itu harus dilakukan secara merata dengan cakupan yang tinggi, dan perhatian khusus diberikan di wilayah rawan sosial, rawan penyakit/KLB (Kejadian Luar Biasa) dan daerah-daerah sulit secara geografis,” terang Fathkul Munir, SKM.M.Kes selaku Bidang Pengendalian Penyakit dan penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Karanganyar ketika menyampaikan paparannya pada kegiatan Kebijakan Imunisasi dan Strategi Eradikasi Polio, Kamis (11/2) di Aula Rumah Dinas Wakil Bupati Karanganyar.

“Harapan kami khususnya untuk pelayanan kesehatan agar dipahami dengan benar dan tolong untuk disebarluaskan ke masyarakat untuk pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang akan dilaksanakan mulai 8 Maret 2016 s/d 15 Maret 2016 secara serentak di Indonesia termasuk Kabupaten Karanganyar,” pesannya.

Acara dihadiri oleh Jajaran SKPD, Camat, Puskesmas,Bidang Pelayanan Kesehatan dan Penyuluh Kesehatan. Pada kesempatan tersebut disampaikan data dasar persiapan PIN Kabupaten Karanganyar tahun 2016 meliputi : jumlah Puskesmas (21), jumlah Desa/Kelurahan (177), Jumlah Pos PIN (1.266), jumlah balita usia 0-59 bulan (62.130), kebutuhan vaksin (4.292 Vial), jumlah vaksin carrier (264), jumlah vaksinator (471), jumlah kader (6.924).

Dishubkominfo Karanganyar (Ind/Uum).

Read More
DSC_0028 copy

Puskesmas Gondangrejo Maju Lomba KB Tingkat Nasional

Ketua Penilai KB MKJP Tingkat Nasional dr Sofyan Zakaria saat menerima penjelasan di Puskesmas Gondangrejo, Selasa (16/06)

Ketua Penilai KB MKJP Tingkat Nasional dr Sofyan Zakaria (kanan) saat menerima penjelasan di Puskesmas Gondangrejo, Selasa (16/06)

Karanganyar, Rabu (17/06/2015)
Puskesmas Gondangrejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar maju ke tingkat nasional dalam lomba Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KB MKJP) mewakili Provinsi Jawa Tengah.
Dalam lomba MKJP tingkat nasional itu, Puskesmas Gondangrejo untuk menjadi juara satu harus bersaing dengan salah satu puskesmas dariProvinsi Lampung dan Provinsi Banten.
Ketua Penilai MKJP Kategori Klinik KB Pemerintah Tingkat Nasional dr. Sofyan Zakaria menuturkan Kabupaten Karanganyar masuk dalam tiga besar pada lomba tersebut.
“Lomba ini didasari hasil dari survei hasil demografi dan kesehatan dari tahun 2002 sampai 2012, bahwa IUD mengalami penurunan dari 8,1 persen menjadi 3,9 persen, implan dari 6,3 persen menjadi 3 persen, sedangkan MOP 0,4 menjadi 0,2 di tingkat Nasional. Untuk itu kita konsen untuk meningkatkan KB MKJP,” jelas dr Sofyan Zakaria, Selasa (16/05) di Puskesmas Gondangrejo.
Dia juga menambahkan setelah melakukan verifikasi, ternyata memang benar Pemkab Karanganyar konsen pada pelayanan KB MKJP.
“Kita juga senang dengan adanya surat edaran dari Bupati tentang hal itu,” katanya.
Di Kecamatan Gondangrejo sendiri, sampai dengan bulan April tahun 2015, keikut sertaan warga untuk KB aktif tercatat sejumlah 11.547 peserta. Untuk non hormonal IUD sebanyak 1.593 peserta, MOW sejumlah 1.221 peserta, MOP sebanyak 28 peserta, KD sejumlah 356 peserta. Dari jumlah total semua itu sebanyak 27.70 persen.
Sedangkan untuk hormonal untu implant sebanyak 2.054 peserta, suntik sebanyak 5.416 peserta, dan pil sebanyak 879 peserta.
Sementara itu, ditempat yang sama Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan program KB MKJP untuk terus di sosialisasikan di berbagai kesempatan.
“Camat dan Kepala Desa agar mengingatkan masyarakat untuk mengatur angka kelahiran, sehingga kualitas keluarga menjadi baik dan pendidikan tercukupi dengan baik,” katanya.pd

Read More
DSC_0044 copy

18 Puskesmas Layani Deteksi Dini Kanker

Petugas kesehatan memberikan pengetahuan tentang penyakit kanker serviks saat pemeriksaan dan pengobatan, Rabu (04/12) kemarin.

Petugas kesehatan memberikan pemahaman  tentang penyakit kanker serviks saat pemeriksaan dan pengobatan, Rabu (04/12) kemarin.

Karanganyar, Kamis (05/12/2013)

Sebanyak 18 dari 21 Puskemas yang ada di Karanganyar saat ini sudah membuka layanan screening atau deteksi dini kanker. Targetnya, 2015 seluruh warga di Bumi Intanpari sudah melakukan deteksi dini guna mengantisipasi penyakit tersebut.

Salah seorang anggota tim pelatih kegiatan deteksi dini kanker payudara dan leher rahim metode IVA dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar dr Wahyu Tri Widayati menuturkan dari 21 Puskesmas yang ada di Karanganyar, baru ada 18 yang bisa melayani screening kanker. Jika hal itu diketahui sejak dini, maka pasien memiliki resiko sembuh lebih besar. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada warga terutama yang beresiko tinggi terkena kanker untuk melakukan screening sejak dini. “Kalau terdeteksi sejak awal, maka pasien masih bisa disembuhkan. Tapi kalau sudah stadium akhir agak sulit penanganannya,” ujarnya.

Deteksi dini tersebut dilakukan mulai tingkat Puskesmas dan dilanjutkan hingga Dinkes. “Bagi pasien yang mengalami kelainan lesipra kanker langsung dirujuk ke klinik ini,” kata dia, Rabu (4/12).

Disampaikan dr Wahyu, kanker leher rahim disebabkan oleh virus HPV dan baru bisa diketahui ketika memasuki stadium dua. “”Bagi pasien yang masih tergolong IVA negatif, kami harap waspada dan melakukan pemeriksaan ulang setahun kemudian,” ujarnya.

Selama kurun waktu tiga tahun terakhir tercatat 43 warga Karanganyar positif kanker. Data itu diambil dari 12.408 warga yang dinyatakan iva positif.

Sementara itu, Dinkes Kabupaten Karanganyar memasang target semua warga di-screening pada 2015. “Sebenarnya harus dibedakan, kanker mulut rahim yakni ketika wanita sudah aktif seksual, kanker payudara lebih karena faktor genetis selain pengaruh lingkungan dan virus, kanker serviks sebabkan oleh virus dari luar yang ditularkan melalui hubungan seksual,” ungkap Ketua Tim Pelatih, dr Heru Priyanto SpOG (K) Onk.

Untuk gejala awal yang umum dalam kanker organ kewanitaan ini bermula dari keputihan. Perempuan bisa dibilang aman bila cairan keputihannya jernih, tidak gatal, tidak bau atau datangnya mengiringi masa menstruasi. “Tetapi kalau keputihannya berulang dan mengeluarkan darah ketika berhubungan seksual perlu diperiksakan,” jelasnya.

Ketua IDI Karanganyar, dr Sutiyono menambahkan, kanker serviks selama ini memang menjadi momok bagi perempuan. Bisa dikatakan, kanker tersebut menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia yang kemudian disusul oleh kanker payudara. Sebab setiap dua menit ada satu orang wanita di dunia meninggal karena kanker serviks, sedang di Indonesia tiap satu jam kanker serviks menelan satu korban jiwa. pd

 

Read More
IMG_0372 (FILEminimizer)

Upacara Hari Kesehatan Nasional Ke-49 di Kabupaten Karanganyar

IMG_0372 (FILEminimizer)

Assisten Pemerintahan Sundoro, SH., M.Si Saat Menyerahkan Piagam Penghargaan Kepada Salah Satu Penerima Penghargaan

Bertempat di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-49 di Kabupaten Karanganyar. Upacara ini merupakan puncak acara dari serangkaian kegiatan dalam rangka peringatan HKN, dimana telah dilaksanakan berbagai macam kegiatan seperti Healthy Expo ( Bazaar sehat dan promosi kesehatan ), Lomba Olahraga, Jalan Santai, Seminar yang melibatkan seluruh elemen kesehatan se-kabupaten.

Adapun peserta upacara kali ini seluruh elemen kesehatan yang terdiri atas Dinas Kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit baik milik Pemerintah (RSUD dan RSAU) maupun swasta, organisasi profesi kesehatan, Perguruan Tinggi Akper – Akbid Mitra Husada, Akper 17, Dharma Wanita Persatuan Kab. Karanganyar, Komisi Penanggulangan AIDS Kab. Karanganyar serta dihadiri oleh unsur Muspida dan SKPD se Kab. Karanganyar. Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Assisten Pemerintahan Setda Kab. Karanganyar Sundoro, SH., M.Si mewakili Bupati Karanganyar.

 Di awal sambutan Menkes RI dr. Nafsiah Mboi, Sp.A., MPH yang dibacakan oleh Sundoro, mengucapkan selamat Hari Kesehatan Nasional ke – 49 kepada segenap jajaran kesehatan di seluruh penjuru Tanah Air sekaligus apresiasi atas pengabdian dan semangat serta inovasi petugas kesehatan dalam peningkatan kesehatan rakyat Indonesia. Indonesia Cinta Sehat merupakan tema utama HKN periode 2010 – 2014 dengan sub tema Menuju Indonesia Sehat dan Jaminan Kesehatan Nasional Yang Bermutu.

Hal ini dimaksudkan untuk menggerakkan segenap komponen bangsa guna mencapai hidup sehat serta dengan mulai berlakunya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tanggal 1 Januari 2014 yang merupakan tonggak sejarah menuju masyarakat Indonesia yang sehat, mandiri dan berkeadilan. “Marilah kita tingkatkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada paradigma sehat yang dilaksanakan secara berjenjang dan terstruktur”, himbaunya. Menkes juga mengingatkan HKN 2013 ini dijadikan momentum refleksi atas yang telah kita berikan bagi kesehatan dan kesejahteraan bangsa tercinta.

 Pada akhir Upacara dilakukan pengguntingan balon oleh inspektur upacara dilanjutkan penyematan Tanda Kehormatan Satya Lencana Kebaktian Sosial kepada Wiryanto, SKM dan Tri Agus Gunawan, S.Sos., M.Si atas aksi donor darah secara sukarela ke 100. Selain penyematan tanda kehormatan, diberikan juga penghargaan seperti Tenaga Teladan, Balita Sehat, Desa PHBS, Pengelola PKD, Desa Berprestasi Dalam Penanggulangan Penyakit DBD, Puskesmas Peduli Penanganan HIV-AIDS, Kecamatan Sayang Ibu dan hadiah lomba kepada masing-masing pemenang lomba menyambut HKN ke-49.  Ad+Dt

Read More

Bupati Rina Sidak di Hari Pertama Kerja

Bupati Karanganyar, Rina Iriani melihat langsung absensi PNS dalam sidak di beberapa tempat kantor Pemerintahan, Senin (12/08)

Bupati Karanganyar, Rina Iriani melihat langsung absensi PNS dalam sidak di beberapa tempat kantor Pemerintahan, Senin (12/08)

Karanganyar, Senin (12/08/2013)

Setelah libur panjang  hari raya Idul Fitri 1434 Hijriah/2013 Masehi, Bupati Karanganyar Rina Iriani, Senin (12/08), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa kantor pemerintahan.

Sidak dilakukan oleh Bupati Rina Iriani untuk mengetahui kehadiran Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah libur lebaran selama satu minggu. Sidak dilakukan pukul 07.00 WIB  diawali mendatangi PNS di Kecamatan Kebakkramat.

Kedatangan Rina Iriani secara tidak terjadwal dan masih pagi hari membuat sebagian pelayan masyarakat  kaget.  Ada beberapa PNS yang tidak masuk kerja pada hari pertama ini, dan tidak mengetahui jika terdapat sidak yang dilakukan oleh Pimpinan Kabupaten Karanganyar tersebut.

Rina Iriani menemukan ada tiga PNS di Kecamatan Kebakkramat yang tidak masuk kerja pada hari pertama setelah libur Idul Fitri tahun ini.

“Dari hasil sidak ini rupanya masih ada yang melakukan indisipliner, ada yang telat apel. Kalau alasannya mengantar anak istri tentunya berangkat lebih pagi, supaya tidak telat,” kata Rina.

Selain itu, sidak juga di dilakukan Balai Desa Nangsri, Kecamatan Tasikmadu dan Puskesmas Tasikmadu.Dirinya mengatakan di desa jangan hanya sekdes saja yang datang tepat waktu.

“Melayani masyarakat di desa jangan sampai lelet, harusnya aparat desa datang lebih pagi, kasihan apabila ada masyarakat yang datang tapi belum ada yang datang” ujar dia.

Selain Bupati Karanganyar, sidak juga dilakukan oleh Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi, ada beberapa tempat yang didatangi oleh Sekda yakni Kelurahan Cangakan, Jungke, Lalung, Puskesmas Karanganyar, dan Kecamatan Karanganyar, hasil dari peninjauan ini tidak ada pegawai membolos di hari pertama masuk kerja setelah libur hari raya.

Namun dirinya menyayangkan masih ada PNS yang dalam berpakaian tidak mematuhi aturan.

“Tadi masih terdapat yang atributnya tidak lengkap, atau salah. Misalnya sabuk tidak Korpri, sepatu tidak yang bertali,”ujar Samsi.

Inspeksi ini dilakukan guna menekan ketidakdisiplinan PNS di Kabupaten Karanganyar ini dan  sidak ini akan menumbuhkan tanggung jawab kerja dikalangan PNS,  serta, para pegawai negeri sipil akan menjadi jera untuk tidak melakukan bolos kerja.pd

Read More

21 Ambulans Disiagakan di Pospam Lebaran Karanganyar

Sebanyak 21 mobil ambulans disiagakan di enam pos pengamanan (pospam) selama perayaan Lebaran.

Mobil tersebut digunakan untuk mengangkut pemudik yang menderita sakit atau mengalami kecelakaan lalu lintas.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, melakukan pengecekan kesiapan mobil ambulans yang disiagakan selama arus mudik dan balik Lebaran di halaman Setda Karanganyar, Kamis (1/8/2013).

Setiap kelengkapan mobil ambulans diperiksa satu persatu termasuk peralatan medis di dalamnya. Saat pengecekan, didapati kelengkapan mobil ambulans rusak seperti air conditioner (AC) dan kondisi ban mobil yang sudah gundul.
Rina meminta agar instansi terkait segera memperbaiki mobil ambulans yang rusak.

“Memang ada beberapa kelengkapan mobil yang rusak makanya harus diperbaiki sebelum digunakan melayani para pemudik,” ujarnya.

Selain disiagakan di pos pengamanan Lebaran, mobil ambulans keliling juga akan disiagakan di setiap Puskesmas yang berada di jalur mudik dan balik Lebaran. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi bila terdapat masyarakat yang menderita sakit cukup parah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, menyatakan pihaknya telah menyiapkan petugas kesehatan yang disiagakan di pos pengamanan selama 24 jam. Petugas kesehatan juga disiagakan di Puskesmas yang berada di jalur mudik dan balik Lebaran.

Read More

Waspadai Dua Tanjakan di Jalur Tawangmangu

Para pengguna kendaraan bermotor harus mewaspadai dua tanjakan di jalur Tawangmangu yakni di sekitar Somokado dan Gondosuli. Pasalnya, dipastikan terjadi kemacetan arus lalu lintas saat malam perayaan Tahun Baru.

Kasatlantas Polres Karanganyar, Iptu Suwarsi, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan dipastikan terjadi penumpukan kendaraan bermotor menuju kawasan Tawangmangu. Kondisi ini menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di kedua tanjakan tersebut.

“Petugas akan disiagakan di kedua tanjakan jalan tersebut untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas,” katanya saat ditemui Kamis (27/12/2012).

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek Tawangmangu untuk menyiagakan mobil derek di sekitar tanjakan jalan. Tak hanya itu, petugas juga menyiapakan balok kayu untuk mengganjal mobil apabila terjadi kemacetan arus lalu lintas berkepanjangan.

Saat malam pergantian tahun arus lalu lintas dari arah Tawangmangu menuju Karanganyar akan dialihkan. Para pengguna kendaraan bermotor dialihkan melewati Pasar Tawangmangu berbelok kanan melewati Puskesmas Tawangmangu menuju Tempat Pemungutan Retribusi (TPR).

Artinya, arus lalu lintas menuju kawasan Tawangmangu hanya searah dari Karanganyar. Begitu juga arus lalu lintas dari Matesih-Tawangmangu hanya searah. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan bermotor di satu titik yang menyebabkan kemacetan arus lalu lintas. “Arus lalu lintas dari Tawangmangu dialihkan ke utara melalui Puskesmas hingga TPR,” ujarnya.

Sementara Camat Tawangmangu, Yopi Eko Jati Wibowo, menyatakan elemen masyarakat juga dilibatkan dalam pengamanan malam Tahun Baru. Anggota Banser dan kelompok kepemudaan bakal turut berpatisipasi mengatur arus lalu lintas di sepanjang jalan menuju Tawangmangu.

Tiga kantong parkir disiapkan untuk menampung kendaraan bermotor yakni Terminal Tawangmangu, kawasan Balekambang dan jalan tembus Solo-Magetan.

Read More