DSC_3400

Pengukuhan P2TP2A Masa Bakti Tahun 2019-2022 Serta Sosialisasi Puskesmas Dan Sekolah Ramah Anak

Read More
DSC_5474

Penilaian Puskesmas Berprestasi Tingkat provinsi Jateng di Puskesmas Kebakkramat

 

KARANGANYAR-Puskesmas kebakkramat I di datangi oleh Tim penilai FKTP berpretasi tingkat provinsi jawa tengah tahun 2019 di UPT puskesmas kebakkramat I, senin(22/07).  Dalam pelayanan ini puskesmas setempat menyiapkan ojek asi untuk membantu para wanita pekerja agar tetap dapat memberikan asi pada bayinya.

Tim penilaian puskesmas berprestasi melakukan peninjauan terhadap Puskesmas Kebakkramat. Puskesmas Kebakkramat sendiri menjadi perwakilan Kabupaten Karanganyar dalam hal Puskesmas berprestasi untuk pelayanan publik. Karena inovasi dari puskemas setempat yakni ojek asi yang beberapa waktu lalu masuk dalam top 99 dalam hal inovasi pelayanan publik.

Kepala Puskesmas dr. Retno Sawartuti menyatakan pihaknya membuat inovasi ojek asi karena kepedulian mereka terhadap banyaknya wanita yang tidak dapat memberikan asinya lantaran pekerjaan. Karenanya mereka menyiapkan ojek atau pejemput asi dari ibu-ibu yang ingin menyalurkan asinya pada balitanya.

“Asi sangat penting bagi pertumbuhan bayi. Karenanya kami siap membantu para wanita yang bekerja dalam memberikan asi ekslusif,”katanya.

Selain pelayanan ojek asi, Puskesmas Kebakkramat juga memiliki pelayanan untuk kalender ibu hamil, gerakan kasih sayang ibu, faskes trauma center terbaik tahun 2016, PLKK BPJS  ketenagakerjaan tertib administrasi, klaim tahun 2016 dan 2018.

Sementara Bupati Karanganyar mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kinerja dan inovasi dari petugas Puskesmas Kebakkramat. Karena terobosan baru mereka mendapat ganjaran dari Kemenpan RB. Pihaknya berharap dengan adanya penghargaan semakin memotivasi para pegawai Puskesmas. “Ojek asi merupakan inovasi sangat baik. Karena asi merupakan susu formula yang sangat baik untuk menciptakan generasi sehat cerdas dan berkualitas,”terangnya.

Pelayanan dan fasilitas yang dimiliki Puskesmas Kebakkramat sendiri mendapat penilaian positif dari tim penilai propinsi. Seperti diungkapkan dokter Dani sebagai ketua tim penilai provinsi. Karena dari presentasi dan penilaian yang dilakukan tim provinsi, pelayanan dari Puskesmas sudah baik.

“Pelayanan kesehatan dan fasilitas sangat baik dan lebih dari yang kita bayangkan,”paparnya.

Penilaian pelayanan Puskesmas sendiri dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.Dalam penilaian ada tiga kategori yakni puskesmas perkotaan, puskesmas perdesaan dan klinik baik dr segi administasi, visitisasi lapangan.

Demikian Diskominfo (dn/ind/fjr)

Read More
IMG_0156

Puskesmas Colomadu II di Kunjungi Tim Verifikasi Kabupaten Layak Anak

Tim Verifikasi Kabupaten Layak Anak mengujungi Puskesmas Colomadu II

 

KARANGANYAR – 6 Mei 2019

Untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Karanganyar, Tim Verifikasi yang dipimpin Dr Hamid Patilima mengunjungi Puskesmas Colomadu II, Di Kecamatan Colomadu, Karanganyar. Tim ingin melihat Puskesmas tersebut apakah sudah ada tempat bermain anak. Seperti tempat bermain anak.

“Tim terjun ke lapangan untuk melihat langsung apakah di Puskemas Colomadu ini ada tempat untuk anak. Verifikasi ini untuk memastikan, apakah evaluasi mandiri yang dilakukan kabupaten melalui gugus tugasnya terhadap indikator KLA benar atau tidak,” papar Hamid Patilima, Senin (6/5).

Dia menambahkan sarana pendukung di Karanganyar untuk dijadikan Kabupaten Layak Anak sudah cukup bagus. Sepintas, apa yang disampaikan dalam data administrasi sudah cocok dengan kondisi di lapangan. Di antaranya pemenuhan hak sipil anak, seperti pemenuhan akta kelahiran hingga keberadaan forum anak. Kemudian keberadaan ruang bermain ramah anak, serta lembaga pengasuhan anak.
Juga pelayanan kesehatan ramah anak, sekolah ramah anak, hingga perlindungan terhadap anak dari kekerasan. “Karanganyar sejauh pengamatan kami sudah bagus. Ada puskesmas ramah anak, kebijakan tentang pembuatan akta kelahiran yang cepat, sekolah ramah anak, dan sebagainya. Dukungan dari pemerintah, masyarakat, pengusaha dan media juga ada,” imbuhnya. (hr/adt)

Read More
IMG-20190507-WA0028

Kunjungan Tim Verifikasi KLA (Kabupaten Layak Anak) Ke Puskesmas Kebakkramat I Pulosari

Read More
IMG-20190507-WA0029

Tim Penilai KLA Kunjungi Puskesmas Kebakkramat

Diskominfo

Tim verifikasi KLA saat melakukan pengecekan di Puskesmas Kebakkramat I Pulosari

KARANGANYAR – Sarana pendukung di Karanganyar untuk menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) dinilai sudah cukup bagus.
Kabupaten di kaki Gunung Lawu ini memiliki sekolah ramah anak, puskesmas ramah anak, taman ramah anak, serta kebijakan administrasi untuk pemenuhan hak anak, yang merupakan beberapa indikator untuk bisa ditetapkan sebagai KLA.
Hal itu disampaikan Doktor Hamid Patilima, anggota Tim Verifikasi KLA di sela verifikasi lapangan indikator KLA di Karanganyar, Senin (6/5).

“Verifikasi ini untuk memastikan, apakah evaluasi mandiri yang dilakukan kabupaten melalui gugus tugasnya terhadap indikator KLA benar atau tidak. Ada 24 indikator KLA yang harus dipenuhi,” katanya.
Di antaranya pemenuhan hak sipil anak, seperti pemenuhan akta kelahiran hingga keberadaan forum anak. Kemudian keberadaan ruang bermain ramah anak, serta lembaga pengasuhan anak. Juga pelayanan kesehatan ramah anak, sekolah ramah anak, hingga perlindungan terhadap anak dari kekerasan. “Karanganyar sejauh pengamatan kami sudah bagus. Ada puskesmas ramah anak, kebijakan tentang pembuatan akta kelahiran yang cepat, sekolah ramah anak, dan sebagainya. Dukungan dari pemerintah, masyarakat, pengusaha dan media juga ada,” jelasnya.

Tim verifikasi tersebut dikirim Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan bekerja secara independen. “Mereka melakukan pengecekan, terhadap indikator KLA yang ada di Karanganyar. Mulai dari berkunjung ke LKSA Anugerah di Tohudan, Colomadu, puskesmas ramah anak di Colomadu dan Kebakkramat, Taman Harmoni di Pulosari, Kebakkramat, SDN 3 Karanganyar mewakili sekolah ramah anak, dan sebagainya,” katanya. Dia berharap, hasil penilaian pada tahun ini bisa mengantarkan Karanganyar menyandang predikat KLA. (ina/ana)

Read More
DSC_3425

Tim Parasamya Purnakarya Nugraha Disuguhi Tari Kepo Asik di Puskesmas Kebakkramat, Karanganyar

 

Tim Penilaian Parasamya Purnakarya NUgraha disuguhi tari Kepo Asik di Puskesmas Kebakkramat Karanganyar

 

 

KARANGANYAR – 18 Februari 2019

 

Tim penilaian Parasamya Purnakarya Nugraha di Kabupaten Karanganyar Senin Sore (18/02), mengunjungi puskesmas I KebakKramat, Kecamatan Kebakkramat. Kunjungan itu dimaksudkan untuk melihat dari dekat kondisi puskesmas yang terletak di Jalan Solo-Sragen KM 12 tersebut. Uniknya di puskesmas tersebut, ada program Unik yakni Kepo Asik (Kelompok Peduli Asi Eksklusif) dan Babe Gua (Bebaskan Belenggu Gangguan Jiwa) .

Sebelum dijelaskan mengenai program Kepo Asik dan Babe Gua oleh Kepala Puskesmas I Kebakkramat, dr Retno Suwartuti, tim Parasamya Purnakarya Nugraha disuguhi teri kepo Asik. Ketua Tim Erwan Hartono tersenyum dan berkali-kali tepuk tangan. Sebab tarian yang dibawakan kader Kepo Asik sangat baik.

Retno Suwartuti menjelaskan Program Kepo Asik adalah Kelompok Peduli Asi Eksklusif yakni program ibu yang bekerja akan tetapi bisa tetap menyusui anaknya. Di Kecamatan Kebakkramat, rata-rata ibu menyusui ini juga bekerja. Untuk tumbuh kembang bayi dengan baik, maka Puskesmas membuat program supaya bayi tetap diberikan asi esklusif selama dua tahun. “Kader yang kami bentuk mengasuh 10 rumah binaan, terutama yang menyusui untuk dilakukan pendekatan dan pembinaan agar terus menyusui meskipun bekerja. ASI diambil ditempat kerja, kemudian dikasihkan kepada duta asi yang akan mengantarkan asi itu ke rumah atau dimana bayi itu berada,” papar Retno Suwarti.

Menurut Retno, untuk duta asi memang dipilih dan dilatih untuk membawa ASIi itu dengan baik. Pihaknya juga mempunyai aplikasi untuk mengetahui duta ASI berada, Sehingga jikalau duta ASI berbelok atau tidak sesuai tujuan maka akan diketahui Dengan cepat. “Kades ASI itu juga dibekali pengetahui tentang agar tidak rusak. Dalam botol juga diberi label nama bayi dan nama ibu supaya tidak tertukar,” imbuhnya.

Saat ini, ada tiga orang ibu yang bekerja tetapi tetap memberikan ASI Eksklusif. Sedangkan untuk program Babe Gua khususnya gangguan jiwa bekerjasama dengan RSJ Solo dan Sebuah panti sosial di Kendal. Bagi yang sudah sembuh untuk tidak kambuh, pihaknya melakukan pendampingan dengan memberikan ketrampilan. Bagi yang laki-laki diminta untuk buat pupuk, sedangkan yang perempuan membuat aneka tas dari bahan limbah.

Ketua Tim Parasamya Purnakarya Nugraha, Erwan Hartono menyambut baik program tersebut. Hal ini tentu bisa menjadi contoh daerah lain. Dia sempat menanyakan berapa ongkos untuk Duta ASI. Namun secara keseluruhan Tim merasa puas dengan inovasi dan kinerja nyata dari puskesmas Kebakkramat. (hr/Adt)

Read More
IMG_5631

Peningkatan Pelayanan Kesehatan Dengan Puskesmas Baru

Camat Mojogedang, Sutrisno memberikan sambutan pada acara Halal Bihalal dan Tasyakuran Penempatan Gedung baru UPT Puskesmas Mojogedang, Selasa(10/7)

Karanganyar, 10 Juli 2018

Pemerintah selalu memperhatikan masyarakat, hal ini diwujudkan dengan di bangunnya gedung baru Puskesmas di Mojogedang. Hal ini sebagai wujud perhatian Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam bidang kesehatan.

Meskipun bangunan belum seratus persen selesai namun di harapkan dengan adanya bangunan baru puskesmas ini, tingkat kesehatan masyarakat Mojogedang dapat meningkat.

Menurut Kepala UPT Puskesmas Mojogedang saat ini pelayanan puskesmas mojogedang masih sangat terbatas karena belum selesainya pembangunan. “Jadi saat ini masih terbatas pelayananya hanya seperti di bangunan lama,belum bisa untuk rawat inap,” tuturnya.

Sedangkan Camat Mojogedang Sutrisno dalam sambutannya mengharapkan pembangunan gedung agar bisa diselesaikan untuk optimalisasi fasilitas kesehatan yang ada saat ini. “Bangunan ini saya harap bisa segera selesai agar pelayanan optimal” tandasnya.

Saat ini dengan adanya bangunan baru Puskesmas animo masyarakat untuk berobat di Puskesmas semakin bertambah di bandingkan di bangunan lama dulu. Ini terlihat dari indek kedatangan periksa yang meningkat.

Dengan adanya bangunan baru ini di harapkan tidak hanya bangunannya yang baru tapi juga pelayanan dari karyawan juga harus ditingkatkan. Demikian DISKOMINFO(yg/f3a)

Read More
DSC_9881

Karanganyar Akan Manfaatkan DBHCHT Untuk Bangun Puskesmas  

Asisten II Setda Karanganyar, Siti Maesyaroch menyampaikan sambutan dalam sosialisasi DBHCHT, Kamis(03/05).

Karanganyar, 03 Mei 2018

            Bagian Perekonomian Setda Karanganyar adakan Sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2018 di Aula Panti Asuhan Aisyiah, Kamis Pagi (03/05). Hadir dalam kesempatan itu, Asisten Pembangunan dan Kesra Setda Karanganyar Siti Maesyaroch mewakili Pjs Bupati Karanganyar sekaligus menjadi narasumber.

         Kabupaten Karanganyar pada Tahun 2018, sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 7 Tahun 2018 mendapatkan alokasi DBHCHT sebesar  Rp. 13.930.058.000,-  dan tambahan dana sebesar Rp. 604.012.490,- yang merupakan Silpa DBHCHT sampai dengan Tahun 2017.

Siti Maesyaroch dalam menyampaikan paparan nya mengatakan dari DBHCHT Tahun 2018 sebesar Rp. 14.534.070.490,- akan diprioritaskan untuk mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar 50 % dari total anggaran DBHCHT lebih spesifik dana tersebut akan dialokasikan untuk peningkatan pelayanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas) milik Pemerintah.

Ditambahkan lebih lanjut, Siti mengatakan DBHCHT juga akan diperuntukkan untuk mendukung program lainnya seperti pengadaan sapras pendukung budidaya tembakau, penguatan ekonomi masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah, pelatihan peningkatan tenaga kerja dan usaha mandiri serta sosialisasi penggunaan cukai rokok sekaligus penertiban akan cukai rokok.

Sementara itu, Nurohmah Plt Kabag Perekonomian Setda Karanganyar melaporkan sasaran kegiatan sosialisasi adalah pada OPD yang terkait dengan pemanfaatan DBHCHT seperti puskesmas, Dinsos, Dinkes, Dinas Perdagangan, Satpol PP, dan OPD lainnya.

Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan adanya peningkatan pemahaman OPD terkait ketentuan-ketentuan yang berlaku mengenai DBHCHT

Dalam sosialisasi ini dihadirkan empat narasumber yakni Asisten Pembangunan Kesra dilanjutkan materi oleh Sekretariat DBHCHT (Biro Perekonomian) Provinsi Jawa Tengah, Kantor perwakilan Bea Cukai Surakarta, Bagian Hukum Setda Karanganyar.

Demikian Diskominfo (ad/ft/imas/karina)

Read More
KOMINFO

Puskesmas Matesih Akan Diakreditasi

KOMINFO

Wakil Bupati Karanganyar Ketika Menyambut Tim Akreditasi di Ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Minggu Malam(1/10)

Karanganyar, 3 Oktober 2017

Puskesmas Matesih akan dinilai Tim Surveyor Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dari Kementerian Kesehatan. Penilinai sendiri diagendakan berlangsung semala tiga hari dari Senin –  Rabu (02-04/10). Puskesmas Matesih merupakan Puskesmas ke-9 dari 21 Puskesmas yang akan diakreditasi

Kedatangan Tim Surveyor disambut langsung oleh Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo dan didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Cucuk Heru Kusumo, M.Kes di Ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Minggu Malam (1/9).

Ada beberapa aspek yang akan dinilai diataranya nanti akan ada wawancara dengan penduduk sekitar mengenai tingkat kesehatan dan pelayanan puskesmas matesih, jelas ketua rombongan tim akreditasi.

Sedangkan dalam sambutannya Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo mengucapkan selamat datang dan mengapresiasi penilaian akreditasi Puskesmas Matesih ini.

Wakil Bupati juga menjelaskan bahwa pusat – pusat kesehatan merupakan prioritas utama pembangunan Kabupaten Karanganyar.

“Kami sudah berupaya dan melakukan perbaikan untuk menjadikan puskesmas – puskesmas di Kabupaten Karanganyar ini menjadi puskesmas yang layak dari baik dari segi fisik dan managemen,” kata Wakil Bupati Karanganyar.

Rohadi juga menyampaikan pentingnya penilaian seperti ini karena dengan adanya penilaian dapat meningkatkan kinerja dari petugas. Demikian DISKOMINFO(yoga/kriss)

Read More
web

Empat Puskesmas Dinilai Tim Surveyor Akreditasi FKTP

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan pada penerimaan Tim Surveyor Akreditasi FKTP

Karanganyar, Kamis (04/05/2017)

Empat Puskesmas di Kabupaten Karanganyar dinilai Tim Surveyor Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dari Kementerian Kesehatan, selama tiga hari, Kamis-Sabtu (04-06/05).

“Kedatangan kami kesini untuk melihat dari dekat, bagaimana pelayanan puskesmas. Kemudian dinilai untuk mendapatkan tingkat akreditasi,” kata Ketua Tim Surveyor Akreditasi FKTP, dr. Imam Triyanto, MPH, Rabu (03/05) malam, di Ruang Anthorium, Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

“Periode sebelumnya juga empat puskesmas, dan kali ini juga empat. Semoga juga lulus semua dan peringkat juga lebih tinggi,” katanya.

Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan baru saja Pemkab Karanganyar mendapatkan LPPD 2015, dengan peringkat dua besar tingkat Nasional.

“Tim untuk menyusun itu PNS masih muda-muda. Saya salut dan akan diberi penghargaan supaya tetap semangat. Harapan kami, puskesmas-puskesmas itu juga seperti mereka (berprestasi), bisa terakreditasi semua, dan juga diberi penghargaan” kata Bupati Karanganyar.

Terkait dengan kesehatan masyarakat, kebutuhannya juga semakin tinggi, tambahnya. Di tahun ini akan dibangun Puskesmas rawat inap di Kecamatan Mojogedang, juga Kecamatan Colomadu.

“Setiap tahun satu sampai tiga puskesmas dibangun yang representatif supaya memeriksa kesehatan juga nyaman,” kata Bupati.

Tim Surveyor selama tiga hari menilai Puskesmas Jaten 1, Tasikmadu, Kerjo, dan Kebakkramat 2. Setiap puskesmas dinilai tim yang terdiri dari tiga orang, berasal dari berbagai Provinsi di Indonesia dan Kementerian Kesehatan RI.

“Ada dua rawat jalan (Kebakkramat2 dan Tasikmadu), satu rawat inap (Kerjo), satu agak mengambang, diajukan rawat inap namun ketetapan dari Kemenkes masih rawat jalan (Jaten 1),” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo.

Di Kabupaten Karanganyar, yang sudah lulus mendapatkan akreditasi untuk tingkat Dasar yakni Puskesmas Jenawi, Puskesmas Mojogedang I, sedangkan tingkat Madya yakni Puskesmas Colomadu I, dan Puskesmas Gondangrejo.

“Ada 21 Puskesmas di Kabupaten Karanganyar, sudah lulus Dasar dan Madya ada empat, lalu ada 17 yang belum terakreditasi. Pada semester ini mengajukan empat puskesmas, sisanya 13 puskesmas akan diajukan pada semester dua, target tahun 2017 ini selesai semua di akreditasi,” kata Cucuk Heru Kusumo. (pd)

 

Read More