DSC_9009

Pembinaan Karyawan UPT Puskesmas Matesih

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan hadiri pembinaan karyawan Upt Puskesmas kec. Matesih di aula Puskesmas Matesih pada, Rabu(23/06/21).

Workshop UPT puskesmas matesih ini bertajuk penguatan penanganan pandemi covid 19 dan percepatan vaksinasi covid 19.

Kepala Upt Puskesmas Matesih drg. Endang Sulastri, sampaikan ucapan tetimakasih dan dukungan moril kepada Bupati Juliyatmono yang tidak pernah bosan menyerukan untuk selalu taat protap kesehatan selama pandemi belum berakhir. Harapannya dapat meberikan motivasi dan semnagat untuk bekerja dengan ikhlas dan bisa bekerjasama memerangi covid 19.

” Berpikir positif agar jiwa sehat, jaga imun, kerja ikhlas, selalu tersenyum saat memberikan pelayanan “, jelas Endang.

Endang juga sampaikan bahwa di Kecamatan Matesih hari ini ada 9 kasus cluster keluarga di 6 Desa.  Satu cluster berasal dari warga yang datang dari Kudus pada tanggal 14 Juni. Dan 1 datang dari Purwodadi.

Hasil vaksinasi 6510 (nakes 100%, guru 91 %, dan pelayanan publik 8%, serta lansia 88%) sudah habis, masih ada 2 desa yg blm divaksin. Target vaksin di ngadiluwih dosis 1, Girilayu dan Gantiwarno dosis 2. Keluhan puskesmas adalah lahan parkir masih sempit dan butuh lahan lebih besar karena tempat rawat inap yang kebanyakan pakai motor.

Bupati Karanganyar yang saat itu memberikan motivasi dan pembinaan pegawai sampaikan bahwa di tahun 2021 ini Kabupaten tagelinenya “maju dan berdaya saing” di 2022 “maju mandiri” dan 2023 “maju dan mantap”.

Covid dulu hanya jadi tontonan karena diluar negeri, tiba tiba nyasar sampai ke Indonesia. Perkiraan dulu hanya 3 sampai 6 bulan sudah hampir 2 tahun. Corona sudah berada 177 desa di Kabupaten Karanganyar dan keluarga, tidak ada satu desapun yang lolos dari corona. Sekarang kita sedang diberi ujian, bukan sebagai musibah. Di maknai masing masing dan di uji ketahanannya, ketangguhannya, bahkan kesiapan diri kita.

Mudah mudahanan pribadi kita yang sedang diuji ini bisa naik kelas, makin beriman dan percaya kepada tuhan, dan jangan lupa pendekatan religius yakin kepada tuhan, jelas Bupati Juliyatmono.

Vaksinasi hanya untuk menjaga kekebalan secara medis, dan selalu tetap yakin kepada tuhan dengan iman. Ada sebagian orang tidak percaya covid, di swab ternyata positif, lalu di isolasi dirumah tidak betah karena masih banyak yang belum paham mengenai covid. Harus punya pemikiran sama, menerapkan protap kesehatan dengan selalu mengajak kepada tetangganya untuk selalu memakai masker (Getok tular)

Kepada karyawan Upt Puskesmas Matesih Bupati yang akrab disapa Yuli ini b erpesan agar mencintai pekerjaannya, apapun penyakitnya yg punya Allah. kemudian menjadikan puskesmas menjadi rumah kedua, karena diharapkan semua puskesmas menjadi tipe D besar, ombo, supaya bisa rumah sakit tipe D.

Semoga awal Juli bisa menurun. Tidak usah panik mengenai covid, tidak usah di dramatis yang penting masih selalu mematui prokes. Tata kelola Puskesmas (inovatif, kreatif) dengan baik dilayani juga yang bagus. Harus ada public relation yang bagus terhadap pelayanan. Tata nilai yang diperbuat dengan keyakinan ini pekerjaan ini bagian dari ibadah. Sabar melalui ujian ini.
Mudah2an sehat, tetap jaga kebersamaanya, rukun, saling memberi semangat” tegasnya.

Demikian DISKOMINFO( Ard/Tgr/Nr)

Read More
IMG-20210525-WA0027

Pembinaan dan Motivasi Kerja dalam Meningkatkan Kinerja dan Mutu Pelayanan Puskesmas Karanganyar, Bupati : Genjot Edukasi dan Waspadai Varian Baru

Kominfo

Bupati Karanganyar saat memberikan semangat pelayanan kepada 50 Nakes Puskesmas Karanganyar, Selasa (25/5) siang

KARANGANYAR– Bupati Karanganyar meminta para tenaga kesehatan (nakes) agar selalu memberikan edukasi dan sosialisasi covid 19. Sebab kasus covid 19 masih tinggi serta mulai munculnya varian baru covid 19.

Hal tersebut disampaikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan pembinaan dan motivasi kerja bagi para tenaga kesehatan di Puskesmas Karanganyar, Selasa (25/5). Para nakes harus aktif dan sabar dalam memberikan edukasi. Sebab hingga saat ini masih ada masyarakat yang tidak percaya akan adanya covid 19.

“Tetap semangat dan jangan larut dalam suasana emosional. Sosialisasi harus terus dilakukan,”katanya.

Ditambahkannya para nakes juga diharapakan ikhlas dalam tugas pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah pun siap membantu jika para tenaga kesehatan maupun bidan desa mengalami kendala di lapangan ketika muncul kasus covid 19 di wilayahnya.

“Kalau ada masalah silahkan WA atau sharelok saya. Selain itu babinsa dan babinkantibnas akan membantu tugas kalian di lapangan,”pesannya.

Dalam kegiatan Pembinaan dan Pemberian Motivasi Kerja Dalam Meningkatkan Kinerja dan Mutu Pelayanan Puskesmas Karanganyar ini juga  dihadiri Plh Kepala Dinas Kesehatan, Purwati, S.K.M., M.Kes, Kepala Puskesmas Karanganyar dr. Kusnita Ariesanti serta Bidan/karyawan Puskesmas Karanganyar.
Diskominfo (dn/ind)

Read More
DSC_3038

Forkompinda Di Suntik Vaksin Kedua di Puskesmas Karanganyar. Bupati Nyatakan Vaksin Aman dan Tidak ada Efek Sampiung

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menjalani vaksin kedua di Puskesmas Karanganyar

 

 

KARANGANYAR- Bupati Karanganyar, Juliyatmono kembali disuntik vaksin sinovac untuk kali kedua di Puskesmas Karanganyar bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) lainnya, Senin (08/02). Orang nomor satu di Kabupaten Karanganyar menyatakan vaksin sinovac aman dan tidak memiliki efek samping apapun. Buktinya, dirinya dalam fase suntik pertama dan kedua tidak ada keluhan apapun.

“Suntik vaksin kedua ini lebih berani dan tidak ada efek samping apapun. Dalam suntik vaksin  kedua ini, saya lebih percaya diri dan penuh optimis,” papar Juliyatmono usai disuntik vaksin.

Rencananya, akhir Februari mendatang juga akan dilakukan vaksin untuk tokoh masyarakat, tokoh agama, guru, TNI, Polri dan BUMD. Termasuk juga teman-teman wartawan diminta siap untuk divaksin. Apalagi, vaksin ini juga aman untuk seseorang uang usianya lebih dari 60 tahun. Keakurasinya mencapai 95 persen sehingga aman untuk masyarakat diatas 60 tahun. “Untuk tenaga kesehatan juga terus dilakukan. Untuk vaksin selanjutnya seperti tokoh masyarakat akan dilaksanakan pada akhir Februari,” tambahnya.

Upaya keras pemerintah dengan pemberian vaksin diharapkan ekonomi akan segera pulih. Perekonomian berjalan seperti biasanya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Purwanti mengatakan saat ini tengah proses untuk para tenaga kesehatan.  Tenaga kesehatan di rumah sakit, puskesmas dan klinik. Untuk droping vaksin nantinya direncanakan akhir Februari, untuk tokoh agama, masyarakat, guru, TNI dan Polri. (hr/adt)

Read More
DSC_2645

Vaksin Covid-19 Pertama Kali Kabupaten Karanganyar Di Laksanakan Di Puskesmas Karanganyar

Read More
IMG-20200617-WA0032

Puskesmas Colomadu, Gondangrejo Terima Bantuan APD

Kominfo

Simbolis penyerahan bantuan APD di Puskesmas Colomadu 2, Rabu (17/6)

KARANGANYAR- Puskesmas Colomadu I, II dan Puskesmas Gondangrejo menerima bantuan Alat Pelindung Diri (APD). Bantuan yang diberikan berupa yakni clear goggle, face shield, safety bood, hand gloves, hazmat suit, masker N95.

Penyerahan bantuan dilakukan di Puskesmas 2 Colomadu, Karanganyar, Rabu (17/6). Penyerahan simbolis oleh Ketua DPRD Karanganyar diterima langsung Wakil Bupati Karanganyar.

Penerimaan bantuan sejumlah 180 APD meliputi clear goggle (20 pc), face shield (25 pc), safety bood (10 psg), hand gloves (25 pc), hazmat suit (25pc), masker N95(75 pc).

Pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Selo mengatakan bantuan ini sebagai bentuk kepedulian pada kesehatan para tenaga medis di Puskesmas ditengah pandemi covid-19.

Pihaknya menghimbau kepada jajaran tenaga medis untuk menerapkan protokol kesehatan dalam menangani pasien.

“Perhatikan social distancing tetap sosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat,”ujarnya.

Disampaikan juga untuk bantuan APD ini telah dilakukan disejumlah Rumah Sakit dan Puskesmas di Karanganyar.

Sementara itu Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto mengapresiasi dukungan dan perhatian dari anggota legislatif terhadap tenaga medis.

Diharapkannya dengan bantuan APD ini, para jajaran tenaga medis lebih bersemangat dalam melayani masyarakat.

“Bantuan sangat berarti bagi para tenaga medis terutama saat menangani pasien,” tandasnya.
Demikian Diskominfo (dn/ind) (more…)

Read More
WhatsApp Image 2020-03-05 at 10.29.56

Inovatif, Cara Puskesmas Kebakkramat I Berdayakan Pasien Riwayat Gangguan Jiwa

Kepala Puskesmas 1 Kebakkramat, Retno Suwartuti memberikan paparan tentang program Desa Siaga Sehat Jiwa kepada wakil bupati Karanganyar, Rober Cristanto di aula puskesmas setempat (06/03)

 

 

KARANGANYAR – Apa yang dilakukan Puskesmas Kebakkramat 1 di Kecamatan Kebakkramat sangat mulia dan inovatif. Puskesmas yang berada di jalan raya Solo-Sragen tersebut membuat program Bebaskan Belenggu Gangguan Jiwa (BABE GUWA) untuk memberdayakan masyarakat yang memiliki riwayat gangguan jiwa. Program yang sudah berjalan sejak 2018 lalu, kini telah merekrut dan memberdayakan sekitar 10 orang yang memiliki riwayat gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Kebakkramat I.

“Selama ini saat ada jadwal kontrol ke rumah sakit jiwa ya kontrol. Besoknya begitu lagi.

Tapi di rumah selama ini nglangut (tidak ada kerjaan). Nah kami punya ide pemberdayaan pasien dengan riwayat gangguan jiwa,” kata Kepala Puskesmas Kebakkramat I, Retno Sawartuti Jumat (06/03) usai sosialisasi Desa Siaga Sehat Jiwa (DSDJ) di Puskesmas setempat.

Dia menambahkan sampai saat ini jumlah warga yang memiliki riwayat gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Kebakkramat I terdeteksi sekitar 45 orang. Secara bertahap pihaknya akan merekrut mereka dengan harapan kedepannya dapat produktif di lingkungan masyarakat. Saat ini sudah ada 10 orang yang bisa direkrut. “Yang sudah menjalani perawatan okupasi 10 orang. Mereka yang sudah bisa diajak komunikasi. Kalau yang masih diam (belum bisa diajak komunikasi) kita tunggu dulu,” terangnya.

Program yang dilakukan itu untuk memperdayakan pasien riwayat gangguan jiwa agar tidak kambuh lagi adalah mengolah pupuk organik, menanam sayuran organik, membuat tas dari bahan bekas, dan budidaya lele. “Yang sudah jalan itu mengolah sisa makanan jadi pupuk organik, di sini kan rawat inap. Sisa sayuran dipotong-potong dijadikan pupuk. Membuat tas (dari plastik bekas) dan menaman sayur organik seperti kubis dan sawi. Kalau budidaya lele masih tahap merintis. Di belakang ada tiga kolam,” imbuhnya Kepala Puskesmas yang pernah mendapatkan penghargaan karena programnya Ojek ASI.

Retno mejelaskan, konsumen yang membeli barang dan sayur hasil produksi tersebut sampai saat ini masih sebatas di lingkup puskesmas saja seperti karyawan atau saat ada kegiatan di puskesmas.

Harga tas senilai Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu  Sedangkan pupuk ada yang Rp 7.500 dan Rp 10.000.

Sementara Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto mengapresiasi program yang dilakukan Puskesmas Kebakkramat 1. Pasalnya apa yang dilakukan tidak semua orang memikirkannya. Program tersebut sangat inovatif dan bisa membantu pasien riwayat gangguan jiwa. “Saya lihat ada tanaman obat plus persiapan ternak lele bagi pasien yang riwayat gangguan jiwa. Kita akan dukung dan suport terus agar program ini bisa dicontoh puskesmas yang lain,” tandasnya. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2020-02-18 at 13.05.44-1

Puskesmas Jaten 2 Andalkan Senyum Untuk Obati Pasien

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto ditemani Camat Jaten, Heru Aji Pratama Heru SH, MM melihat ruangan dan gedung baru Puskesmas 2 Jaten

 

KARANGANYAR – Puskesmas Jaten 2 punya trik khusus dalam mengobati pasien. Trik khusus itu adalah memberikan senyuman saat memberikan pelayanan berobat bagi pasien. Cara itu diyakini mampu mengobati pasien.

“Setiap hari kami melayani pasien antara 60-70 pasien, dan dengan memberikan senyuman saat berobat maka hati pasien senang. Ketika hati senang, penyakit akan pergi,” papar Kepala Puskesmas Jaten 2, dr Agus Supadyatmo MM saat memberikan sambutan dalam peresmian puskesmas yang berada di Desa Plosokerep, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, (18/2).

Peresmian Puskemas Jaten 2 dilakukan oleh Wakil Bupati Karanganyar Rober Cristanto SE. Saat pelantikan tersebut, sambutan Agus mendapatkan perhatian khusus karena gaya bicara yang cenderung pelan namun lucu sehingga mampu menyedot perhatian tamu undangan. Dalam kesempatan itu, Agus juga mengatakan untuk program senyum, Puskesmas Jaten 2 berlatih setiap hari Kamis.

Dia amat bersyukur karena telah menempati gedung. Setahun terakhir, puskesmas Jaten 2 menempati postu yang kondisi sangat memprihatinkan. Selain sempit, pasien sempat dirawat dibawah pohon karena terbatasnya ruangan yang ada.  Dengan gedung baru ini, Agus bertekad akan melakukan pelayanan yang baik. “Kami bertekad memberikan pelayanan kesehatan yang nyaman dan menyenangkan. Pelayanan terbaik seperti kami melayani konglomerat,” imbuhnya.

Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten, Fatkul Munir mengatakan Puskesmas mempunyai dua fungsi sekaligus. Yakni fungsi kesehatan masyarakat dan kesehatan perorangan. Hadirnya Puskesmas Jaten 2 ini untuk melayani pasien di Desa Ngringo, Sroyo, Dan Dagen. “Kami berharap Puskesmas Jaten 2 bisa memberikan pelayanan yang terbaik,” tandas Munir.

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Cristanto mengatakan peresmian Puskesmas Jaten 2 adalah sesuatu yang membagakkan. Sebab yang awalnya secara kuno dan sempit, kini bisa lega hati karena kondisi sudah nyaman dan aman. Pihaknya berharap Puskesmas Jaten 2 tetap humoris sehingga pasien bisa sembuh dengan cepat. “Di Tasikmadu itu untuk pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Tasikmadu bisa  senang karena dilakukan sambil bernyanyi. Kami berharap Puskesmas Jaten juga melakukan hal yang sama,” ungkap Rober Cristanto. (hr/adt)

Read More