DSC_0274 copy

Lawan Jentik Dengan PSN

Bupati Karanganyar Juliyatmono (memegang senter) saat menyorot jentik di tempayan, Senin (06/04)

Bupati Karanganyar Juliyatmono (memegang senter) saat menyorot jentik di tempayan, Senin (06/04)

Karanganyar, Selasa (07/04/2015)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar kini tengah gencar-genjarnya menggalakan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Program penjagaan kebersihan lingkungan di sekitar rumah tersebut dimaksudkan untuk memutus rantai penyebaran penyakit Demam Berdarah (DB).
Bupati Karanganyar Juliyatmono mengajak pola hidup sehat di sekitar rumah maupun bagi warga masyarakat, sehingga terhindar dari demam berdarah.
“Jentik nyamuk berdasarkan kasus agak potensial di Kecamatan Gondangrejo, tapi di kecamatan lain juga ada. Kita hari ini memulai, dan ada relawan pembunuh jentik. Ini potensi lokal yang memiliki kepedulian berperilaku hidup sehat, tidak hanya membunuh jentik. Kultur baru mendorong perilaku masyarakat agar lebih bersih. Kita dorong untuk membuat bank sampah,” katanya, Senin (06/04) saat gerakkan PSN di Desa Plesungan.
Pemerintah, lanjut dia, akan memfasilitasi program itu dengan membuat jamban. Salah satunya jamban yang ada di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo yang mencapai angka 215 rumah. Meski demikian, secara global di wilayah kecamatan yang bersangkutan masih ada 2000 Kepala Keluarga (KK) yang belum melengkapi sanitasi lingkungan, dalam hal ini jamban/ WC. Melihat realita tersebut, Pembangunan jamban yang dilakukan Pemkab diharapkan mampu meningatkan pola dan berperilaku hidup sehat.
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L) Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar mengatakan terdapat 20 kasus DB di Kecamatan Gondangrejo selama kurun waktu Januari hingga Maret 2015.
“Bahkan, dua warga Desa Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo dilaporkan meninggal dunia,” pd

Read More
DSC_0005 copy

Efektifkan PSN Daripada Fogging

Dengan PSN melihat jentik nyamuk di tempayan bisa mengantisipasi penyakit DB

Dengan PSN melihat jentik nyamuk di tempayan bisa mengantisipasi penyakit DB

Karanganyar, Selasa (10/02/2015)
Untuk memberantas sarang nyamuk Aedes aegypti, masyarakat diminta untuk mengefektifkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan rumah masing-masing, daripada menggunakan pengasapan (Fogging).
Jenis nyamuk itu dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah (DB), mempunyai habitat di perumahan, di tempat yang banyak genangan air bersih dalam bak mandi, bekas botol minuman, dan tempayan.
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar Fatkhul Munir menjelaskan masyarakat lebih baik dengan gerakan PSN, pasalnya kalau fogging hanya sesaat.
“Kalau fogging tidak bisa membunuh jentik yang ada di dalam air bersih. Sebab hanya membunuh nyamuk dewasa, dan jumlahnya sedikit dibandingkan jentik,” kata Fakthul Munir, Senin (09/02).
Munir juga meminta agar di lingkungan rumah masing-masing untuk mengefektifkan 3M, yakni menguras bak mandi, agar larva nyamuk yang berkembang di dalam air dan tidak ada telur yang melekat pada dinding bak mandi.
“Biasanya dalam seminggu, sebaiknya tiga kali bak mandi di kuras. Selain itu menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas sehingga tidak dapat menampung air hujan dan dijadikan tempat nyamuk bertelur, ” katanya. pd

Read More
Jpeg

Dinas Kesehatan Karanganyar Gencarkan Sosialisasi PSN

Karanganyar, Sabtu (07/02/2015)

Jpeg

ilustrasi mengamati jentik nyamuk

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar menggencarkan sosialisasi tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Hal ini dilakukan guna mengantisipasi meningkatnya kasus penyakit Demam Berdarah (DB).

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Karanganyar, Fatkhul Munir menyebutkan selama ini kasus DB terjadi pada 11 dari 17 kecamatan yang ada. Hingga akhir Januari tahun ini, ada 53 kasus DB dan dua korban jiwa.

“Kami terus melakukan sosialisasi tentang kebersihan lingkungan dan PSN. Rencananya Mingu besok (08/02) akan melakukan agenda itu di Desa Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo,” katanya, Jumat (6/2) saat di temui di ruang kerjanya.

Sebelumnya petugas juga sudah melakukan pemantauan lingkungan di desa itu. Hasilnya, memang menyebutkan jika daerah itu masih tinggi resiko menyebaran penyakit DB. Selain Desa Jeruksawit, petugas juga memantau Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo. Pasalnya, pada bulan Desember tahun 2014 terdapat satu korban meninggal karena DB.

Biasanya, jentik berkembang biak di bak penampungan air, genangan air bersih, maupun di potongan-potongan bambu yang terdapat air bersihnya. Oleh karena itu, pihaknya terus meminta masyarakat untuk melakukan PSN. “Kuncinya ada di kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya menekan kasus DB. Meski pencanangannya di Jeruksawit, namun gerakan PSN ini diharapkan bisa berjalan di seluruh Karanganyar,” imbuhnya. pd

Read More