PENGAMANAN NATAL: Polisi Pasang Metal Detector di Gereja

Polisi bakal memasang alat metal detector di setiap gereja untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan umat Kristiani yang tengah beribadah.

Pernyataan ini disampaikan Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo  Selasa (18/12/2012).

Pengamanan Natal dan Tahun Baru difokuskan pada tempat beribadah. Petugas bakal disiagakan selama pelaksanaan misa di setiap gereja.

Metal detector dan anjing pelacak sudah disiapkan, kami tidak mau kecolongan bila terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” katanya, Selasa siang.

Selain itu, pengamanan juga bakal diprioritaskan pada pusat keramaian dan perbelanjaan di Karanganyar. Lokasi tersebut bakal dijaga super ketat agar tidak terjadi tindak kriminalitas. Sebab, dipastikan pusat keramaian maupun perbelanjaan bakal dipenuhi warga yang ingin merayakan malam Tahun Baru.

Polres Karanganyar menyiapkan 2/3 kekuatan polisi atau sebanyak 600 polisi untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru. “Ormas dan elemen masyarakat juga dilibatkan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru. Kami ingin situasi keamanan Karanganyar tetap kondusif,” jelasnya.

Sementara Kasubag Humas Polres Karanganyar, AKP Didik Noer TJ, menyatakan penjagaan di wilayah perbatasan antara Karanganyar dengan Solo bakal diperketat. Polres Karanganyar bakal di back-up Satuan Brimob Polda Jateng yang disebar di beberapa lokasi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi teror yang semakin nekat pada akhir-akhir ini.

Apalagi mobilitas kendaraan bermotor yang melewati wilayah perbatasan seperti Palur dan Sroyo cukup tinggi. “Aksi teror sudah berani menembak petugas makanya penjagaan di wilayah perbatasan dengan Solo diperketat dengan bantuan personel Brimob,” tambahnya

Read More

Polres Karanganyar Gelar Seminar Hari Ini

Polres Karanganyar bakal menggelar seminar bertemakan penanganan nilai karakter untuk mencegah degradasi moral di Gedung DPRD Karanganyar pada Selasa (27/11/2012). Hal ini untuk menyikapi berbagai tindak kekerasan yang disebabkan penurunan moral bangsa Indonesia.

Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan pihaknya prihatin atas aksi kekerasan yang terjadi terutama di wilayah Soloraya. Tak hanya itu, kasus asusila juga semakin marak terjadi di beberapa daerah. Oleh karena itu, pihaknya berinisiatif menggelar seminar untuk mencegah degradasi moral terutama generasi muda.

“Salah satu upaya untuk mencegah degradasi moral dengan melaksanakan seminar. Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat bahu-membahu menciptakan kondisi aman,” katanya, Senin (26/11/2012).

Pelaksanaan seminar tersebut untuk menindaklanjuti deklarasi anti kekerasan dan terorisme yang dilaksanakan beberapa bulan lalu. Diharapkan para generasi muda dapat membangun karakter secara kuat untuk mengantisipasi degradasi moral.

Pihaknya mengundang seluruh elemen masyarakat di Karanganyar yang terdiri dari unsur pemuda, ormas dan tokoh masyarakat. Sementara narasumber seminar tersebut berasal dari kalangan akademis, ulama dan kepolisian. “Nanti ada kesimpulan dari seminar itu yang akan disepakati seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

Read More

PENYELUNDUPAN CIU: Polisi Gagalkan Pengiriman 1.500 Liter Ciu

Jajaran Polres Karanganyar menggagalkan pengiriman 1.500 liter minuman keras jenis ciu di Jl Solo-Tawangmangu, Jumat (2/11/2012) sekitar pukul 13.00 WIB. Ribuan liter ciu tersebut bakal dikirim ke Jakarta menggunakan bus.

Informasi yang dihimpun Solopos.com menyebutkan Satuan Sabhara Polres Karanganyar mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai pengiriman ribuan liter ciu yang dibawa menggunakan mobil menuju arah Palur. Selanjutnya, polisi melakukan patroli di sekitar kawasan Jaten dan menghadang sebuah mobil Carry berpelat nomor AD 8909 OG.

Di dalam mobil tersebut, polisi mendapati 15 kardus yang berisi ratusan liter ciu. Ciu tersebut dikemas dalam botol air mineral ukuran 1,5 liter. Setiap kardus berisi sekitar 28 botol ciu. Sementara supir dan penjual ciu segera digelandang ke Mapolres Karanganyar.

Wakapolres Karanganyar, Kompol Sigit Adiwuryanto, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan dua tersangka yang diamankan polisi masing-masing Mujanto, 37, dan Sigit, 33. Keduanya merupakan warga Dusun Sentul, Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. “Sebelum dikirim ke Jakarta, petugas mencegat mobil yang terdapat kardus berisi ratusan liter ciu,” katanya.

Selanjutnya, petugas mengembangkan penangkapan tersebut dan menyita puluhan jeriken berisi liter di dalam bus. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti (BB) sebanyak 32 jeriken dan 40 kardus berisi ciu. Satu jeriken berisi sekitar 40 liter ciu sementara satu kardus berisi sekitar 400 lier ciu. Para tersangka dijerat sanksi tindak pidana ringan (tipiring) sesuai Peraturan Daerah (Perda) No 16/2009 tentang Peredaran Minuman Beralkohol dengan ancaman hukuman maksimal selama tiga bulan penjara.

Seorang tersangka, Mujiyanto, mengaku dia sudah tiga kali memasok minuman dengan kadar alkohol tinggi tersebut ke Jakarta. Biasanya, pelanggannya menghubungi untuk memesan ciu buatan Bekonang. Selanjutnya, dia mengirim ciu ke Jakarta menggunakan bus. Setiap botol dijual seharga Rp12.000. “Biasanya yang mesan anggota klub motor di Jakarta. Mereka biasa meminum saat melakukan turing,” imbuhnya.

Read More

Ajak Tertib Berlalu Lintas, Polres Libatkan Badut

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar kembali ajak para pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas. Kali ini selain membagikan stiker bertuliskan “Aku Pelopor Tertib Berlalu Lintas”, Satlantas juga menggunakan media badut yang membawa aneka tulisan ajakan untuk tertib lalu lintas.

Kanit Bin Ops Polres Karanganyar, Iptu Saparyanto, mengatakan penggunaan badut tersebut ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat dan juga para pengguna jalan. Diharapkan para pengguna jalan memperlambat laju kendaraannya dan memperhatikan ajakan dalam poster yang dibawa badut.

“Jadinya pada mau berhenti (kendaraan). Dengan adanya badut juga menunjukkan bahwa polisi lalu lintas itu tidak untuk ditakuti oleh pengguna jalan, tapi sahabat bagi masyarakat,” jelas Saparyanto.

Sebelumnya, satu minggu yang lalu, Satlantas juga membagikan stiker serupa di depan PN Karanganyar yang dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Karanganyar, Iptu Suwarsih. Sejak pembagian stiker yang pertama, diakui Saparyanto, terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas. “Dengan pembagian stiker ini ada penurunan angka Laka (kecelakaan) yang dirasakan. Jika sebelumnya per hari bisa sampai lima angka Laka, semenjak kegiatan ini bisa menurun hingga dua Laka per harinya,” tambah Saparyanto.

Pemilihan tempat pembagian stiker tersebut, menurutnya, sesuai dengan saran dari Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adjie Wibowo. Pembagian stiker dilakukan di jalan yang lurus dan rawan terjadi kecelakaan. Yakni seperti di depan Rumah Dinas Bupati, depan PN Karanganyar, depan Makodim Karanganyar, serta di daerah perempatan Papahan.

“Ke depannya stiker tersebut tidak hanya dibagikan di kota saja, tetapi di daerah yang rawan Laka seperti di Tawangmangu, Karangpandan, Jumantono, Jatiyoso, Jatipuro, Jumapolo, dan daerah pelosok lain,” ujar Saparyanto.

Sekitar 3.000 stiker telah dibagikan kepada para pengguna jalan pada pembagian di depan Rumah Dinas Bupati kemarin. Stiker tersebut dibagikan kepada para pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas.

Read More

Ajak Tertib Berlalu Lintas, Polres Libatkan Badut

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar kembali ajak para pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas. Kali ini selain membagikan stiker bertuliskan “Aku Pelopor Tertib Berlalu Lintas”, Satlantas juga menggunakan media badut yang membawa aneka tulisan ajakan untuk tertib lalu lintas.

Kanit Bin Ops Polres Karanganyar, Iptu Saparyanto, mengatakan penggunaan badut tersebut ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat dan juga para pengguna jalan. Diharapkan para pengguna jalan memperlambat laju kendaraannya dan memperhatikan ajakan dalam poster yang dibawa badut.

“Jadinya pada mau berhenti (kendaraan). Dengan adanya badut juga menunjukkan bahwa polisi lalu lintas itu tidak untuk ditakuti oleh pengguna jalan, tapi sahabat bagi masyarakat,” jelas Saparyanto. Sebelumnya, satu minggu yang lalu, Satlantas juga membagikan stiker serupa di depan PN Karanganyar yang dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Karanganyar, Iptu Suwarsih. Sejak pembagian stiker yang pertama, diakui Saparyanto, terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas. “Dengan pembagian stiker ini ada penurunan angka Laka (kecelakaan) yang dirasakan. Jika sebelumnya per hari bisa sampai lima angka Laka, semenjak kegiatan ini bisa menurun hingga dua Laka per harinya,” tambah Saparyanto.

Pemilihan tempat pembagian stiker tersebut, menurutnya, sesuai dengan saran dari Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adjie Wibowo. Pembagian stiker dilakukan di jalan yang lurus dan rawan terjadi kecelakaan. Yakni seperti di depan Rumah Dinas Bupati, depan PN Karanganyar, depan Makodim Karanganyar, serta di daerah perempatan Papahan.
“Ke depannya stiker tersebut tidak hanya dibagikan di kota saja, tetapi di daerah yang rawan Laka seperti di Tawangmangu, Karangpandan, Jumantono, Jatiyoso, Jatipuro, Jumapolo, dan daerah pelosok lain,” ujar Saparyanto.
Sekitar 3.000 stiker telah dibagikan kepada para pengguna jalan pada pembagian di depan Rumah Dinas Bupati kemarin. Stiker tersebut dibagikan kepada para pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas.

sumber : http://joglosemar.co/2012/10/ajak-tertib-berlalu-lintas-polres-libatkan-badut/

Read More

DKP Usulkan Tambah Lampu Tenaga Surya di 20 Titik

Pemasangan lampu tenaga surya untuk penerangan jalan di 20 titik di sejumlah kecamatan digagas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Karanganyar. Rencana tersebut telah disampaikan secara resmi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Kami sebenarnya mengusulkan program penambahan penerangan jalan kepada Pemprov sejak tahun 2009 lalu,” ujar Kepala DKP Karanganyar, Maulan, Jumat (5/10).
Penambahan penerangan lampu jalan dengan tenaga surya tersebut, menurutnya, menjadi prioritas karena banyaknya aspirasi dari masyarakat. Wilayah yang nantinya akan mendapatkan penambahan penerangan jalan di antaranya ruas jalan di wilayah Kecamatan Jumantono, Jumapolo, Jatiyoso, Jatipuro (4J), Karangpandan, dan Tawangmangu.
Maulan menjelaskan lampu tersebut rencananya juga akan dipasang di jembatan-jembatan yang ada di beberapa ruas jalan. Untuk wilayah 4J rencananya ada lima titik yang akan dipasangi lampu tersebut. Sedangkan untuk Tawangmangu, pemasangan lampu akan dilakukan di daerah Kali Samin dan daerah Gumeng menuju Candi Cetho.
Maulan berharap usulan penambahan penerangan jalan tersebut bisa masuk dalam APBD 2013 mendatang. Sehingga jika disetujui bisa dipastikan angka kecelakaan lalu lintas di daerah tersebut di malam hari akan berkurang. “Harapannya angka kecelakaan bisa berkurang,” kata Maulan.
Sementara itu, Kanit Laka Sat Lantas Polres Karanganyar, Iptu Andi Kadesma, menyambut baik program DKP tersebut. Menurutnya, penambahan penerangan jalan di daerah-daerah tersebut sangat membantu para pengguna jalan khususnya di malam hari. “Di daerah tersebut seperti wilayah 4J, Karangpandan, dan Tawangmangu diketahui sangat minim penerangan jalan sehingga rawan kecelakaan,” ujar Andi.
Andi menambahkan selain minimnya penerangan, jalan yang berkelok-kelok dan curam juga berbahaya bagi pengguna jalan. “Walaupun penerangan jalan nanti telah ditambah, kami harap masyarakat juga tetap disiplin dalam berlalu lintas,” imbaunya.

Read More

Pantau Kemacetan, CCTV Palur Terhubung Polri

Di sekitaran Palur telah dipasang secara resmi CCTV yang terhubung dengan National Traffic Management Center (NTMC) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri. CCTV itu berfungsi untuk memantau arus kendaraan saat mudik lebaran.
Kasat Lantas Polres Karanganyar, AKP Aidil Fitrisyah, menyatakan Palur merupakan salah satu daerah terpadat selama arus mudik sehingga perlu dipasang CCTV. “Arus lalu lintas bisa langsung dipantau dari Mabes Polri dan Polda Jateng. Kapolres Karanganyar juga langsung bisa memantau dari iPad,” ujar Aidil usai melakukan pengecekan Pos Pengamanan (Pospam), Senin (13/8) malam.
Aidil menjelaskan, selain di Palur CCTV juga akan dipasang di sejumlah titik Pospam seperti di Colomadu, perempatan Papahan, simpang lima Bejen, dan Tawangmangu. “CCTV itu bakal terpasang sampai usai lebaran nanti,” ujarnya.
Menurut Aidil, jajarannya menambah satu Pospam lagi yaitu di daerah Cemoro Kandang, Tawangmangu yang merupakan perbatasan dengan Jawa Timur. Selain itu daerah Sroyo juga menjadi perhatian serius pihaknya karena rawan terjadi kecelakaan dan macet. “Jadi total Pospamnya ada enam titik,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adji Wibowo, saat melakukan pemantauan di Sroyo pada Senin (13/8) malam, mengatakan saat ini kepadatan lalu lintas belum terlihat. Diprediksi kepadatan lalu lintas bakal terjadi pada H-3 lebaran. “Arus lalu lintas masih normal, mungkin nanti mulai padat H-3,” katanya.

Read More

90 Dokter Disiagakan di Pos-pos Kesehatan

Sebanyak 90 dokter dan 180 perawat disiagakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar selama arus mudik dan balik lebaran. Mereka bakal bertugas di posko-posko kesehatan yang didirikan terpadu dengan pos pengamanan (Pospam) milik Polres Karanganyar.
“Pos kesehatan kami tambahkan di dua tempat yakni Gondangrejo dan Karangpandan karena padatnya kendaraan saat ini,” ujar Kepala Dinkes Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, Jumat (10/8).
Meskipun arus mudik belum begitu padat, namun pos kesehatan tersebut akan beroperasi mulai hari ini, Sabtu (11/8). Namun pengoperasiannya bakal dimaksimalkan mulai Minggu (12/8) dan berakhir pada H+7 lebaran.
Selain itu, sebanyak 21 puskesmas yang ada di Karanganyar juga akan tetap beroperasi 24 jam selama arus mudik dan lebaran. Koordinasi terkait sarana kesehatan dengan bidan desa dan balai kesehatan juga sudah dilakukan. “Selama arus mudik ini kami akan intensifkan tim gerak cepat,” tambah Cucuk.
Sementara itu, Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Karanganyar, Yaqub Iskandar, mengatakan stok darah yang ada hingga saat ini masih cukup untuk musim lebaran. Tercatat masih ada stok sedikitnya 300 kantong darah. “Bagi yang membutuhkan darah nanti bisa melalui RSUD Karanganyar atau PMI Karanganyar,” jelasnya.

Read More

Operasi Ketupat Candi Amankan 366 Pelanggar Hukum

Operasi Ketupat Candi 2012 yang digelar Polres Karanganyar sejak 20 Juli lalu mengamankan sedikitnya 366 orang karena melanggar hukum. Ratusan orang tersebut terjerat sejumlah kasus seperti perjudian, minuman keras, prostitusi, dan penjualan petasan.
Data di Polres, 28 kasus sudah diproses secara hukum. Sedangkan sisanya diberi pembinaan kemudian dilepaskan. Sejumlah barang bukti juga diamankan seperti 2.368 botol miras berbagai jenis, uang perjudian Rp 5.249.000, sembilan rekapan cap jie kie, 18 telepon genggam, 15 set kartu remi, dan dua set domino. Untuk petasan diamankan sebanyak 33.054 biji, untuk pencurian yakni dua buah helm, dua buah pakaian, satu kamera digital, dan dua telepon genggam.
Menurut Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, jumlah orang yang ditangkap tersebut lebih banyak jika dibanding dengan tahun lalu. Meski begitu hal tersebut bukanlah suatu kebanggaan. “Penyakit masyarakat selalu saja ada, bukannya berkurang tapi malah bertambah,” ujarnya di Mapolres Karanganyar, Rabu (8/8).
Diungkapkan Adji, meski Operasi Ketupat Candi 2012 dianggap sudah selesai, operasi penyakit masyarakat (Pekat) tetap akan digalakkan. Apalagi menjelang lebaran, di mana tindak kejahatan diduga bakal makin meningkat. “Kami tetap akan berkomitmen untuk menciptakan suasana kondusif. Dukungan dari masyarakat untuk memberantas Pekat juga sangat kami butuhkan,” jelas Adji.
Dalam operasi Pekat kemarin, kasus perjudian terutama cap jie kie berada di peringkat atas. Pihak kepolisian juga masih memburu sejumlah orang yang diduga sebagai bandar judi. “Penyelidikan kami tentunya tidak sebatas pada tambang dan penjual saja, tetapi juga bandarnya,” jelasnya.
Adji menjelaskan, sudah ada empat nama bandar yang telah terdeteksi, namun berasal dari luar Karanganyar. Ia juga bakal menindak tegas jika ada petugas ketahuan bermain mata dengan bandar judi.

Read More

Cegah Kemacetan Jelang Lebaran Median Jalan Palur Dibongkar

Satlantas Polres Karanganyar terpaksa membongkar sebagian median jalan tepatnya di utara Tugu Intanpari, Palur untuk menghindari kemacetan. Hal itu menyusul telah dimulainya proyek pembangunan jalan layang Palur beberapa waktu lalu.
Sebelum dibongkar, beberapa hari lalu para pengguna jalan dari arah Solo menuju Karanganyar diharuskan memutar ke utara, tepatnya di depan Palur Plaza. Sedangkan jalan di utara Tugu Intanpari ke arah timur ditutup sementara.
“Untuk menghindari penutupan jalan, makanya median kita bongkar sebagian. Agar kemacetan bisa sedikit dikurangi,” kata Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Aidil Fitrisyah, kemarin.
Selain membongkar median jalan, ia juga mengimbau kepada masyarakat dan pemilik toko di sisi utara dan selatan Tugu Intanpari untuk tidak memarkir mobilnya sembarangan. “Kami minta parkirnya yang tertib, jika dirasa sudah penuh jangan dipaksakan, karena kemacetan bakal semakin parah,” ujar Aidil.
Selama musim mudik lebaran tepatnya H-7 sampai H+7, pihaknya bakal menghentikan sementara proyek tersebut, agar bisa dilalui pemudik dengan lancar. “Ini untuk kenyamanan para pengendara, sebab saat mudik intensitas kendaraan bakal semakin padat,” ungkapnya.
Seperti diketahui, proyek pembangunan jalan layang Palur sudah dimulai beberapa waktu lalu, yaitu dengan pemasangan tiang pancang. Proyek milik pemerintah pusat tersebut jika berjalan lancar sedianya bakal tuntas selama tiga tahun.

Read More