Penggunaan Simulator SIM Tunggu Instruksi Polda

Alat simulator SIM di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar hingga kini belum digunakan. Meski lima alat itu sudah datang sejak akhir tahun lalu, namun untuk penggunaannya menunggu instruksi dari Polda Jawa Tengah.
Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Aidil Fitrisyah, mengatakan lima alat simulator SIM itu terdiri dari dua alat untuk roda empat dan tiga alat untuk roda dua. Kelimanya saat ini dalam kondisi masih baik. “Kami terus melakukan perawatan walaupun belum secara resmi digunakan. Karena untuk anggarannya perawatan sudah ada,” ujarnya, Jumat (3/8).
Aidil menjelaskan, walaupun kelak menggunakan alat simulator, tapi praktik mengemudi di lapangan juga tetap dilakukan. Simulator tersebut bertujuan untuk mengetes responsibilitas dan smart riding pengemudi. Di antara tes untuk simulator tersebut yaitu tes reaksi untuk melihat kepekaan pengemudi dalam menginjak pedal rem, gas, dan kopling. Kemudian dilanjutkan dengan tes antisipasi, seperti di mana dan kapan kita harus menggunakan dimmer (lampu suram).
Tes selanjutnya adalah tes konsentrasi, yaitu penggunaan setir mobil. Dan terakhir, tes yang dilakukan adalah keterampilan mengemudi. “Nilai minimal untuk kelulusan dalam uji simulator tersebut adalah 60,” kata Aidil.
Pihaknya mempersilakan bagi warga yang ingin mencoba alat itu sebelum ujian untuk memperoleh SIM. “Kami sediakan satu simulator mengemudi mobil untuk dicoba pemohon SIM sebelum praktik di lapangan,” tambah Aidil.

Read More

SOPIR MINIBUS MOGOK, Ratusan Pelajar Telantar

Puluhan sopir minibus jurusan Tawangmangu-Matesih-Karanganyar, Rabu (18/7/2012), menggelar aksi mogok atau tak beroperasi. Akibatnya ratusan penumpang, sebagian di antaranya pelajar, telantar di Terminal Matesih.

Informasi yang dihimpun dari sopir minibus memilih mengandangkan armada sejak pukul 09.00 WIB. Aksi ini sebagai bentuk protes lantaran minibus mereka tidak dicarter untuk kegiatan salah satu sekolah di Karanganyar.

Sekolah tersebut memilih menggunakan minibus jurusan Karangpandan-Ngargoyoso untuk kegiatan penutupan Masa Orientasi Siswa (MOS) di Tawangmangu. Sedangkan minibus yang biasa ngetem di sekitar Terminal Matesih tidak dicarter.

Ratusan penumpang terutama pelajar terpaksa menunggu di sekitar terminal sampai ada angkutan. Sementara sebagian dari mereka dijemput sanak saudaranya.

“Sudah dari tadi menunggu bus tidak ada. Padahal mau pulang ke rumah,” keluh siswa SMP 1 Karangpandan, Ayu Atyawati.

Sementara itu, Kapolsek Matesih, AKP Heri Ekananto, mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adji Wibowo menuturkan telah melakukan pendekatan kepada kru minibus untuk kembali mengoperasionalkan kendaraan mereka. Namun untuk mengatasi penumpang telantar, jajaran Polsek dibantu Polres Karanganyar mengerahkan seluruh kendaraan patroli untuk mengangkut para penumpang. Para penumpang ini diangkut sampai ke tujuan masing-masing.

“Sopir mogok tidak mau jalan karena tidak dicarter. Tapi penumpang terutama pelajar kami angkut menggunakan mobil patroli agar tidak telantar. Kasihan mereka kalau menunggu lama,” katanya

Read More

KERETA KENCANA WORLD MUSIC FESTIVAL Dipastikan di PG Colomadu

Lokasi penyelenggaraan event Kereta Kencana World Music Festival dipastikan dilaksanakan Pabrik Gula (PG) Colomadu, Karanganyar pada 4-8 Juli 2012. Panitia Kereta Kencana World Music Festival telah melakukan pertemuan dengan Pemkab Karanganyar pada Senin (25/6/2012) kemarin.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar, Sugiyarto, mengatakan pihak panitia Kereta Kencana World Music Festival telah memaparkan konsep dan materi pertunjukkan. Konsep awalnya tetap menggunakan tempat-tempat yang bernilai sejarah. “Konsep dan materi yang akan disajikan sudah dipaparkan oleh pihak panitia Kereta Kencana World Music Festival. Tidak ada masalah yang penting izinnya dahulu,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Selasa (26/6/2012).

Menurutnya, pihak panitia Kereta Kencana World Music Festival harus meminta izin kepada Bupati Karanganyar untuk menyelenggaran pertunjukan di wilayah Karanganyar. Selain itu, panitia juga wajib mengurus perizinan keamanan di Polres Karanganyar.

Pihaknya tidak mempermasalahkan konsep dan materi sajian yang diusung dalam Kereta Kencana World Music Festival. Intinya, Pemkab Karanganyar mempersilakan penyelenggaraan pertunjukan musik tersebut namun harus mengantongi izin terlebih dahulu. “Izinnya langsung kepada Bupati Karanganyar dan Polres Karanganyar. Tidak ada masalah jika panitia sudah mengurus perizinan,” jelasnya.

Sementara itu, administratur PG Tasikmadu, Bambang Sucahyo, menjelaskan pihaknya telah mengetahui terkait pemindahan lokasi penyelenggaraan event Solo International Ethnic Music (SIEM)  yang berubah menjadi Kereta Kencana World Music Festival di sekitar area PG Colomadu.

Bambang menambahkan pihaknya belum mengetahui apakah panitia Kereta Kencana World Music Festival telah mengurus izin kepada direksi PG Colomadu. Menurutnya, pascapenutupan PG Colomadu tahun 1998, manajemen pabrik itu diambil alih oleh PG Tasikmadu. Sebagian karyawan PG Colomadu juga dipindah ke PG Tasikmadu. “Mereka harus izin dahulu ke direksi PG Colomadu, namun informasi yang saya peroleh tidak ada masalah terkait lokasi penyelanggaraan. Semua sudah clear,” terangnya saat dihubungi Solopos.com.

Sebelumnya, perubahan konsep dan nama acara Solo International Ethnic Music (SIEM) menjadi Kereta Kencana World Music Festival agar lebih fleksibel, baik dari sisi pemilihan tempat penyelenggaraan maupun jenis musik yang ditampilkan.

 Sumber : http://www.solopos.com

Read More

Polres Bagi-bagi 300 Helm SNI

Dalam rangka menekan angka kecelakaan lalu lintas. Satuan Lantas Polres Karanganyar mengeluarkan kebijakan agar perangkat desa, kecamatan, dan Polsek untuk tidak melayani warganya yang datang melapor tanpa menggunakan helm.
Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Aidil Fitri Syah, menegaskan bahwa kebijakan tersebut untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas dan meningkatkan kesadaran masyarakat. “Kalau warga yang datang ke kantor desa, camat, dan polsek yang tidak menggunakan helm diabaikan saja. Kalau mereka pakai helm baru dilayani,” jelas AKP Aidil, Senin (25/6). Sat Lantas Karanganyar juga membagikan sekitar 300 helm SNI kepada 177 kepala desa/lurah, 17 camat, 17 Kapolsek, dan 17 Danramil, serta Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) Karangayar. “ Kegiatan ini juga didukung oleh pemilik showroom yang tergabung di Forum Komunikasi Lalu Lintas di Karanganyar. Mereka memberi bantuan berupa helm secara sukarela,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Aidil juga menyebutkan telah terjadi 462 kecelakaan di Karanganyar hingga pertengahan 2012 ini. Dengan 10 orang korban meninggal dunia. Dirinya juga sangat menyayangkan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan di daerah yang sulit terpantau oleh Sat Lantas. “Seperti di daerah pegunungan dan pedesaan, banyak anak di bawah umur yang menggunakan sepeda motor. Memang di sana jarang ada kendaraan umum, tapi itu bukan alasan,” tegas AKP Aidil.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com

Read More

Dinhubkominfo Jateng Gelar Razia

Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dinhubkominfo) Provinsi Jawa Tengah kembali mengadakan gerakan penegakan hukum (Gakum) perizinan angkutan di Kebakkramat, Karanganyar, Rabu (13/6). Kegiatan ini dilakukan bersama-sama dengan Pengadilan Negeri Karanganyar, Kejaksaan Negeri Karanganyar, Polres Karanganyar, dan Dishubkominfo Karanganyar.

Kasie Pengawasan Kendaraan Dinhubkominfo Provinsi Jawa Tengah, Sukiman, menyatakan dalam penegakan hukum tersebut juga dilakukan sidang di tempat.”Gerakan ini dilakukan serentak secara nasional selama lima hari, dari hari Selasa-Jumat (11-15/6-red),” jelas Sukiman. Ada 3 aspek yang akan dilihat dalam penegakan hukum tersebut, yaitu segi administratif, operasional, dan teknis. “Untuk ketidaklayakan kendaraan beroperasi, kami akan melakukan penundaan operasional kendaraan. Selain itu juga ada sanksi tilang dan peringatan,” tambah Sukiman.

Sementara itu, Kasie Pengawasan Operasional Dinhubkominfo Provinsi Jateng, Bagus, menyatakan operasi kali ini tidak menyasar semua jenis kendaraan, mereka hanya melakukan pemeriksaan jenis kendaraan yang mengangkut orang, baik yang masuk trayek dan non-trayek.  Pada tahun 2011 lalu, Dinhubkominfo Provinsi Jateng mencatat sekitar 6.853 unit kendaraan melakukan pelanggaran. Hanya 1.337 kendaraan yang tidak melakukan pelanggaran dari total 8.230 kendaraan yang diperiksa.

Read More

Polres Gelar Sarasehan

Polisi Resort  (Polres) Karanganyar mengadakan sarasehan Forum Kemitraan Perpolisian Masyarakat (FKPM) se-Kabupaten Karanganyar, Selasa (29/5). Dengan sarasehan ini Polres Karanganyar berharap terciptanya mitra kerja yang setara dalam upaya penegakan hukum dan ketertiban masyarakat.

Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, menjelaskan bahwa sarasehan yang dilakukan untuk mendapatkan masukan dari masyarakat atas kinerja polisi di Karanganyar. “Polisi itu merupakan bagian dari masyarakat. Kegiatan yang kami lakukan akan terlihat efektif jika ada masukan dari masyarakat,” jelas Adji, Selasa (29/5).

Pada acara yang berlangsung di Gedung Pertemuan Guru SD Kecamatan Karanganyar ini, Adji menyatakan bahwa FKPM didirikan untuk memperluas informasi dan membangun jaringan. “Kami memiliki program metu jobo tambah bolo. Anggota polisi itu harus menambah jaringan, hingga masyarakat bisa kenal sekalipun tidak sedang berpakaian dinas,” tambah Adji.

Menurut Adji, Polres Karanganyar memiliki motto berhati nurani. Ia menyatakan bahwa sangat mustahil jika perilaku polisi tidak berdasarkan keikhlasan. Menurutnya, jika polisi tidak ikhlas dalam menjalankan tugas akan mengakibatkan hanya mengenal polisi dengan tindakan yang sesuai standar operasional prosedur saja.

Sarasehan FKPM ini dihadiri oleh sekitar 300 orang. Para peserta FKPM ini adalah para perwira polisi, tokoh-tokoh agama, dan tokoh masyarakat. “Ini sarasehan FKPM ke tiga. Sebelumnya hanya sarasehan FKPM di tingkat kecamatan. Kalau yang sekarang kami buat se- Karanganyar,” tambah Adji.

Read More

Pengamanan Natal, Polres Karanganyar turunkan sniper

Polres Karanganyar menyiagakan penembak jitu alias sniper di sejumlah gereja di Karanganyar saat Hari Natal yang jatuh pada Minggu (25/12/2011).

Sebelumnya juga akan dilakukan penyisiran untuk sterilisasi gereja.  Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan pihaknya akan menurunkan 529 anggota untuk pengamanan Natal dan tahun baru. Untuk Natal sendiri, para petugas itu akan disebar ke 136 gereja di Karanganyar.

“Kami tidak membedakan dan mengkotak-kotakkan gereja mana saja yang harus mendapatkan prioritas pengamanan secara ketat. Gereja besar atau kecil, sama-sama kita amankan sesuai dengan proporsinya,” ujar Nazirwan saat ditemui wartawan di sela-sela kegiatan olehraga di Mapolres Karanganyar, Jumat (9/12/2011) pagi.

Dalam pengamanan itu, Polres juga bekerjasama dengan Kodim 0727, Satpol PP Karanganyar dan beberapa elemen pemuda di berbagai wilayah di Kabupaten Karanganyar. Menurut Kapolres, pengamanan itu dilakukan pada sebelum, saat maupun sesudah Natal.

Read More

70% Pelanggaran lalu lintas didominasi usia remaja

Hampir 70% pelanggaran tertib lalu lintas didominasi usia remaja, terutama pelajar. Kesadaran akan tingkat tertib lalu lintas dinilai masih sangat rendah.

Demikian disampaikan Kasatlantas Polres Karanganyar AKP A Aidil Fitri Syah mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adji Wibowo di sela-sela pembagian leaflet Sadar Lalu Lintas di perempatan Pegadaian Karangan serta Papahan, Rabu (7/12/2011).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Operasi Zebra yang sudah dimulai sejak tanggal 28 November- 11 Desember mendatang. Kasatlantas mengatakan terus melakukan sosialisasi tertib lalu lintas kepada pengguna jalan dengan sasaran menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Selama operasi Zebra tercatat ada 552 pelanggaran lalu lintas. Sekitar 70% pelanggaran didominasi usia pelajar,” ujar Kasatlantas.

Kasatlantas mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tertib lalu lintas dan mematuhi aturan yang berlaku. Terutama, dia menambahkan tidak melanggar traffic light yang berpotensi besar menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Mengingat beberapa penyebab kecelakaan di antaranya ketidak disiplinan pengguna jalan, emosional dan tidak sabar, daya konsentrasi kurang, lelah atau ngantuk serta pengaruh obat maupun minuman keras (Miras).

Read More

Pendaki diminta siapkan fisik & peralatan

Jalur pendakian Gunung Lawu melalui pos Cemoro Kandang, Tawangmangu mulai dipadati pendaki yang akan melakukan pendakian menjelang 1 Syura, Minggu (27/11/2011).

Puncak pendakian diperkirakan pada Sabtu (26/11/2011) ini.

Camat Tawangmangu Yopi Eka Jatiwibowo ketika dihubungi, Jumat (25/11/2011), mengatakan telah berkoordinasi bersama dengan Polres Karanganyar serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengamankan pendakian pada satu Syura. Tidak hanya relawan, tenaga medis dan unsur TNI Polri juga terlibat.

Puskesmas Tawangmangu juga stand by dengan menyiapkan ambulans,” ujarnya.

Read More

Tiga titik jalur transportasi di Karanganyar disurvei

Tiga titik jalur transportasi di Kabupaten Karanganyar akan disurvei pada Kamis-Minggu (13-16/10/2011). Ketiga titik itu adalah Pos Kebakkramat, Pos Gondangrejo dan Pos Cemara Sewu.

Ilustrasi
Demikian disampaikan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Karanganyar, Nunung Susanto SH MM, pada acara Pelatihan Petugas dan Surveyor pada pelaksanaan Survey Asal Tujuan Nasional tahun 2011 Kabupaten Karanganyar, di Aula Dishubkominfo, Jl Nyi Ageng Karang No 1 Karanganyar, Rabu (12/10/2011).

“Untuk transportasi jalan dilakukan pada lokasi survei sisi jalan, jalan tol, terminal bus dan jembatan timbang. Dan di Kabupaten Karanganyar khusus survei yang dilakukan di sisi jalan. Ada tiga titik survei yakni di Pos Kebakkramat, Pos Gondangrejo dan Pos Cemara Sewu,” terang Nunung pada sambutannya.

Menurut Nunung, kecelakaan atau musibah terkait transportasi terjadi hampir setiap hari, baik di darat, di laut, dan di udara, pada semua jenis dan moda transportasi. Rentang penyebab kecelakaan begitu kompleks dari kesalahan manajemen, kesalahan regulasi, masalah kelayakan sarana dan prasarana, kondisi alam, cuaca dan iklim, hingga masalah kesalahan manusia. Pendeknya dunia transportasi yang sudah menjadi kebutuhan dasar dari masyarakat sedang mendapat tantangan berat. Maka dari itu, imbuhnya, perbaikan sistem dan manajemen transportasi amat penting dan mendesak karena menyangkut faktor keselamatan manusia.

“Data–data yang akurat dan informasi yang shahih amat penting dalam rangka untuk menjawab persoalan masalah transportasi di masa sekarang maupun untuk proyeksi di masa mendatang. Inilah kiranya relevansi diadakannya Survei Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) 2011 yang praktek operasionalnya adalah memotret pergerakan kendaraan, penumpang, dan barang pada periode waktu tertentu secara serentak di seluruh kabupaten di Indonesia,” .

Pada kesempatan yang sama Ketua Tim Pelatihan Petugas dan Surveyor pada pelaksanaan Survey Asal Tujuan Nasional tahun 2011 Kabupaten Karanganyar, Drs Agam Bintoro menyampaikan peserta pelatihan terdiri dari petugas dari lingkungan Dishubkominfo sebanyak 24 orang dan surveyor sebanyak 48 orang yang direkrut dari Perguruan tinggi dan karangtaruna setempat. Rabu kemarin, ada sekitar 90-an orang yang hadir karena menghadirkan jajaran Polres Karanganyar.

“Dalam pelatihan ini kami juga menghadirkan rekan–rekan jajaran Polres Karanganyar dengan maksud sekaligus memanfaatkan forum ini untuk melaksanakan koordinasi guna kelancaran pelaksanaan survei,” tambah Agam. Dia mengemukakan pada pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari staf Dihubkominfo yang telah dilatih di tingkat Provinsi Jateng yaitu Angga Putra Belawan SsiT dan Ardiansyah Dwianico Nugroho Amd.

Read More