Hmmm enaknya durian jumbo di Mojogedang

Anda kurang puas hanya dengan satu buah durian ukuran kecil? Sekarang tidak perlu khawatir, pencinta durian bisa menikmati buah durian berukuran ekstra jumbo. Ya, durian jenis montong dan kani yang berasal dari Bangkok, Thailand dengan berukuran 10 kg sampai 15 kg bisa ditemui kebun Ndeso Buah di Tepus, Bulurejo RT 3/ RW XIII Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar.

Rasanya tidak kalah dengan durian lokal Karanganyar. Apalagi semakin maknyus jika memetik langsung dari pohonnya. Di lahan sekitar dua hektare, Ndeso Buah memiliki hampir 100 pohon durian dari berbagai jenis. Namun jenis yang paling mendominasi adalah durian montong dan kani dari Bangkok.

Warga yang datang ke kebun Ndeso Buah dibuat seolah berwisata durian. Durian dengan ukuran tiga bahkan lima kali lipat dari wajah manusia ini bisa ditemui di kebun durian tersebut.

Pelanggan tinggal memilih. Durian montong seharga Rp 24.000/kg dan durian kani Rp 20.000/kg. Pelanggan bisa menikmati buah durian di sana. Tidak sedikit warga melewatkan liburan di kebun Ndeso Buah.

Seperti halnya dilakukan Aris, 34, warga Boyolali yang datang bersama keluarga besarnya ke sana, Senin (26/12/2011). Aris mampir setelah berekreasi ke Grojogan Sewu, Tawangmangu.

“Tadi dari Tawangmangu langsung mampir ke sini. Ya mau beli durian montong yang bisa dinikmati bersama dengan keluarga.

Hal senada disampaikan Dewi Palupi, 28, warga Colomadu. Dewi akan kembali ke kebun durian itu saat panen, awal Januari nanti. “Harus buat janji dulu. Karena durian yang ada di sini baru panen lagi nanti Januari,” ujarnya.

Dia senang menikmati durian dengan suguhan pemandangan tanaman durian. Bahkan bisa memilih langsung durian dari tanaman tersebut. “Beli satu buah durian saja bisa untuk berlima. Mantap. Pokoknya enak sekali rasanya,” tuturnya.

Pengelola Ndeso Buah, Johan Ariyono, mengatakan pada musim panen kali ini, 99% dari 100 pohon berbuah. Setiap pohon menghasilkan 30-50 buah dengan berat rata-rata 5 kg, bahkan ada yang mencapai 13 kg. Sedangkan durian kani seberat 4-5 kg. “Hampir tiap hari tidak pernah sepi pembeli. Namun biasanya bagi pelanggan lama, kalau datang ke sini selalu telepon dulu. Tanya ada yang matang atau tidak,” ujarnya.

Saat ini Karanganyar mulai mengembangkan durian montong serta kani untuk mewujudkan sentra durian di Indonesia. Durian montong dan kani memiliki keunggulan dibandingkan buah durian lokal, buahnya lebih besar dan berbiji kecil. Pengembangan durian montong ini merupakan terobosan baru untuk memanjakan para pencinta buah durian.

Read More

Pramuka Tanam Seribu Pohon

Sekitar seribu pohon jenis glodog pecut ditanam oleh anggota Pramuka dari tingkat SD, SMP dan SMA di Karanganyar di seputaran Kecamatan Jumapolo, Rabu (21/12). Penanaman pohon dilakukan guna mengajak generasi muda khususnya pramuka di Karanganyar untuk mencintai lingkungan hijau yang bersih, indah dan asri.

Wakil Bupati Karanganyar, Paryono mengatakan dengan semakin banyak menanam pohon, maka dapat meningkatkan jumlah air hujan yang terserap dalam tanah. Sehingga sumber daya air dapat terjaga. “Selain itu tentu akan menambah keindahan lingkungan di sekitar, karena banyak pepohonan yang rindang,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam pembukaan acara tersebut di Kecamatan Jumapolo, Rabu (21/12).

Dirinya juga menambahkan sangat bangga, karena ternyata Pramuka dapat menjadi bagian gerakan menanam pohon di Karanganyar. Menurutnya semakin dini mengajarkan menanam pohon tentunya akan lebih baik. “Kita berharap ini akan terus berkesinambungan, tidak berhenti disini,” imbuh dia.

Read More

Ratusan warga Kemuning berebut bibit pohon

Warga Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, membawa puluhan bibit pohon yang disediakan oleh Pemkab Karanganyar di Lapangan Desa Kemuning, Rabu (7/12/2011) pagi. Pembagian bibit pohon tersebut dilakukan untuk memperingati Hari Penanaman Pohon.

Ratusan warga Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, berebut bibit pohon yang dibagikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar di Lapangan Kemuning, Rabu (7/12/2011).

Bibit-bibit pohon tersebut oleh sebagian warga akan ditanam di pekarangan rumah dan tegalan. Salah satu warga Dusun Jlono, Desa Kemuning, Toyong, 51, mengaku selama ini kekurangan bibit pohon untuk ditanam di pekarangan rumahnya.

“Di tegalan juga masih banyak lahan yang kosong. Rencananya sana akan saya tanami bibit pohon mahoni dan jati,” ujar Toyong saat ditemui di Lapangan Desa Kemuning sembari membawa puluhan bibit pohon.

Pembagian bibit pohon itu digelar dalam rangka Hari Menanam Pohon Nasional. Pemkab Karanganyar menerima ribuan bibit pohon aneka jenis dari seorang pengusaha yang tidak mau disebut namanya.  Kepala KPH Surakarta, Iwan Setiawan Wisnutomo mengatakan penanaman pohon tersebut bukan sekadar untuk melestarikan hutan lindung namun juga untuk mencegah terjadinya longsor.

“Menurut peraturan, setidaknya 30 persen dari kawasan hutan lindung itu ditanami. Tapi di Karanganyar ini baru 19 persen, sehingga masih banyak lahan yang harus digarap,” ungkap Iwan. Dengan memberikan bibit pohon itu kepada masyarakat, setidaknya bisa meminimalisasi masyarakat untuk menebangi pohon di hutan lindung.

Read More

Mahasiswa Jepang Kunjungi Karanganyar

Puluhan mahasiswa Shizouka Jepang kunjungi Karanganyar, Senin (17/10). Direktur Organization for Industrial Spiritual and Cultural Advancement (OISCA) Karanganyar, Mulyono Herlambang menjelaskan bahwa selain melakukan penanaman pohon di Desa Segoro Gunung, mahasiswa asal negeri matahari tersebut juga akan belajar menjadi orang pegunungan dengan menginap di rumah-rumah penduduk sekitar.
“Malamnya menginap di rumah warga, paginya  melakukan penanam pohon di sana,” ujarnya di saat mendampingi para mahasiswa tersebut diterima oleh Bupati Karanganyar di Rumah Dinas Bupati. Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar, Rina Iriani menyatakan bahwa selama ini Lereng Gunung Lawu tersebut merupakan Genthong air di Bumi Intanpari. Maksudnya lereng Gunung Lawu tersebut merupakan salah satu daerah resapan air di Karanganyar yang salah satunya digunakan untuk irigasi lahan pertanian. “Menanam pohon itu merupakan salah satu cara untuk menjaga ketersediaan air, kami akan dukung gerakan penanam pohon itu,” katanya.
Selain itu, ditambahkan Rina kunjungan mahasiswa tersebut intinya merupakan balasan dari kunjungannya ke Jepang beberapa waktu lalu. “Saya berharap, nanti adik-adik sekalian dan pimpinan rombongan agar melaporkan apa adanya kepada Bupati mengenai kondisi Karanganyar, katakan baik jika itu baik atau katakan buruk jika itu memang buruk,” a.
Sebelum diterima oleh Bupati Karanganyar, mahasiswa tersebut didampingi oleh salah satu LSM dari Jepang disuguhi dengan makanan khas dari Karanganyar dan suguhan musik lesung dan tari-tarian hasil kreasi Bupati Karanganyar.

Read More

Parang Ijo

Legenda Parang Ijo

Pada tahun 1942 di sebuah dusun di kabupaten karanganyar, ada sebuah pohon tua yang sangat besar dan didominasi warna hijau dan pohon ini dianggap keramat bagi warga disekitar dusun tersesebut karena tidak bisa ditebang.  Pada suatu hari di desa tersebut dilanda bencana banjir besar (dikenal dengan nama Baru Klinting oleh masyarakat sekitar) yang melanda daaerah tersebut banjir tersebut mampu menumbangkan pohon yang dianggap keramat itu dan membawanya bersama derasnya arus banjir, akan tetapi pohon tersebut tetap dapat berdiri tegak walau diterjang derasnya arus banjir dan pohon tersebut mendapat tempat baru, dimana secara kebetulan menempati diantara tebing (parang), sehingga mempermudah aliran air dari atas tebing menuju lembah melalui batangnya. Aliran air yang terus menerus membuat pohon semakin hijau dengan timbuhnya lumut-lumut.

Pada tahun 1982 terjadi banjir Baru Klinting kembali yang melanda daerah ini dan menerjang pohon diatara parang itu.  Hilangnya pohon menyebabkan aliran air yang awalnya melalui batang pohon kini terjun ke bawah tanpa perantara membentuk air terjun yang dikenal dengan nama Parang Ijo yang berarti berwarna hijau diantara 2 tebing.

Daerah wisata Parang Ijo terletak di desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso. wisata Parang Ijo akan menjadi andalan wisata baru bagi Karanganyar. Maklum saja, keindahan pesona wisata daerah perkebunan dan pertanian di lereng Gunung lawu begitu indah dan menarik bagi para wisatawan. Tidak jauh dari parang ijo terdapat kompleks candi cetho di Ngargoyoso.

Fasilitas dan Akomodasi

Fasilitas yang tersedia di lokasi ini adalah Menara atau Gardu Pandang, area taman bermain, kolam renang dan juga warung penjaja makanan.

Read More

PMI Karanganyar gelar penanaman pohon

Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Karanganyar menggelar penanaman pohon di sejumlah area Desa Wukirsawit, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar. CEO PMI Cabang Karanganyar, Sugiharto, Selasa (29/3/2011) mengatakan penanaman sebanyak 10.000 pohon itu dimulai sejak Sabtu (26/3/2011). Program tersebut diselenggarakan atas kerja sama dengan palang merah Denmark.

(more…)

Read More
Logo-warna

Arti Lambang

Bentuk

Bentuk daripada lambang daerah Kabupaten Karanganyar merupakan sebuah perisai bersudut lima yang digayakan berwarna dasar coklat muda, bertepian (plisir) warna putih, isi lukisan sebuah segi enam berwarna dasar merah putih bertepian warna putih.

Isi dan Warna

Pada perisai tersebut terlukiskan empat belas macam benda alam, bangunan, tumbuh-tumbuhan yang tata letaknya tersusun secara artistik, empat diluar, sepuluh di dalam segi enam, terdiri dari:

  1. Diluar segi enam
  2. Diatas segi enam, sebuah bintang segi lima warna kuning emas
  3. Disebelah kiri segi enam, setangkai padi berisi tujuh belas butir warna kuning
  4. Disebelah kanan segi enam, setangkai kapas, terdiri dari delapan kapas warna putih, empat bunga warna kuning, dan lima daun warna hijau
  5. Dalam segi enam:
    • Sebatang pohon beringin, berakar gantung empat warna hijau tua
    • Sebuah bende (alat gamelan) warna biru muda di bawah pohon beringin
    • Gunung warna hitam merupakan alas bende
    • Persawahan warna hijau tua dan saluran air warna putih pada kaki gunung
    • Dua batang tebu warna putih berdiri di atas persawahan melingkari bende
    • Susunan delapan helai daun teh berbentuk sayap warna coklat muda di tengah-tengah persawahan
    • Sebilah keris warna kuning, bertingkai (ukiran) hitam, berdiri tegak di tengah tengah daun teh
    • Roda bergigi empat warna kuning di bawah daun teh
    • Lima mata rantai warna hitam pada roda
    • Dua pucuk bambu runcing warna putih membatasi persawahan di sebelah kanan dan kiri

Arti

  1. Perisai bersudut lima, keris dan bambu runcing melambangkan penolakan bahaya berdasarkan Pancasila
  2. Bintang melambangkan keagungan Tuhan dan kesadaran  serta ketentuan beragama rakyat daerah Kabupaten Karanganyar yang menjiwai Pemerintah dalam melaksanakan tugasnya
  3. Segi enam melambangkan daerah Kabupaten Karanganyar berbatasan enam daerah: Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo, Kotamadya Surakarta, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Sragen
  4. Padi dan kapas melambangkan :
    • Cita-cita kemakmuran (materiil) rakyat daerah Kabupaten Karanganyar untuk sepanjang masa
    • Hari Proklamasi 17 Agustus 1945
  5. Kata “KARANGANYAR” dalam pita menunjukkan nama daerah Kabupaten Karanganyar
  6. Pohon  beringin melambangkan kewibawaan Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar dan rasa kebangsaan Indonesia, akar gantung melambangkan tempat bekas kawedanan
  7. Bende melambangkan:
    • Kehidupan kepribadian kebudayaan rakyat daerah Kabupaten Karanganyar
    • Fungsi Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar sebagai pemegang komando disegala bidang dalam daerah
  8. Gunung melambangkan keteguhan yang abadi rakyat daerah Kabupaten Karanganyar, dalam pengabdiannya kepada Negara, Nusa dan Bangsa
  9. Persawahan dan saluran air melambangkan kesuburan daerah Kabupaten Karanganyar
  10. Tebu melambangkan adanya perusahaan gula dalam daerah Kabupaten Karanganyar yang mempunyai standar internasional
  11. Daun teh melambangkan bahwa:
    • Dalam daerah Kabupaten Karanganyar terdapat beberapa perusahaan perkebunan
  12. Bentuk sayap:
    • Melambangkan adanya Pangkalan Udara dalam daerah Kabupaten Karanganyar
    • Mengambarkan motif batik tulis sebagai kehidupan industri rakyat daerah Kabupaten Karanganyar
  13. Roda melambangkan bahwa sebagian rakyat daerah Kabupaten Karanganyar terdiri karyawan dan buruh
  14. Rantai melambangkan persatuan dan kesatuan rakyat daerah Kabupaten Karanganyar yang dijiwai oleh semangat gotong royong

Warna Dasar

  1. Coklat muda melambangkan rasa tanggung jawab rakyat Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar
  2. Merah putih melambangkan:
    • Kesatuan Bangsa Indonesia
    • Keberanian dan kesucian rakyat bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar dalam membela kebenaran dan keadilan
  3. kuning emas berarti keagungan
  4. Hijau melambangkan penghargaan kemakmuran rakyat dan kebijaksanaan Pemerintah Daerah Kabupaten karanganyar
  5. Biru melambangkan pengharapan kesetiaan rakyat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar dalam melaksanakna tugasnya masing-masing dengan tekad yang bulat dan abadi
  6. Kuning melambangkan semangat membenci terhadap segala bentuk keangkara-murkaan dan penyelewengan

Kedudukan Lambang

Lambang Daerah Kabupaten Karanganyar wajib dihormarti dan diperlakukan secara wajar oleh setiap warga daerah Kabupaten Karanganyar, karena mengandung nilai-nilai positif dan ideal yang mencerminkan kehidupan dan cita-cita luhur rakyat daerah Kabupaten Karanganyar.

Lambang Daerah Kabupaten Karanganyar merupakan tanda resmi bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar.

Read More