DSC_0140 – Copy

Gunung Lawu Terbakar, Penyelamatan Fasum Jadi Prioritas

Gunung Lawu masih terlihat kepulan asap kebakaran dilihat dari perbatasan Karanganyar (Jateng)-Magetan (Jatim)

Kepulan asap kebakaran Gunung Lawu masih terlihat dari perbatasan Karanganyar (Jateng)-Magetan (Jatim)

Karanganyar, Senin (26/10/2015)
Akibat terbakarnya Gunung Lawu menjadi prioritas untuk mengamankan fasilitas umum (fasum) di Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu dan Cemoro Sewu di Kabupaten Magetan, selain upaya pemadaman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Nugroho mengatakan saat ini mengantisipasi akibat kebakaran dengan siaga mengamankan fasum jika ada api yang menjalar sampai pemukiman.

“Seperti di Cemoro Sewu, Jawa Timur sudah mengarah ke pemukiman. Tetap waspada agar jaringan air jangan sampai terbakar, listrik, dan arus lalu-lintas karena tanah sudah mulai goyah,” kata Nugroho, Senin (26/10) di Cemoro Kandang.

Nugroho juga menjelaskan upaya pemadaman terus dilakukan dengan mengerahkan Pemadam Kebakaran dari Surakarta, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, dan Klaten, Boyolali, dan Magetan.

Peristiwa kebakaran Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu Minggu (25/10) siang, sudah menjalar sampai titik mulai pendakian di Cemoro Sewu. Namun di wilayah Kabupaten Karanganyar belum ada penentuan status bencana kebakaran.

Perlu diketahui, kedua tempat pos pendakian itu berdekatan dan hanya dipisahkan dengan sungai dan masing-masing bukit terdapat pohon-pohon besar hampir berdekatan.

“Sampai saat ini belum ada penentuan siaga kebakaran, sambil kita pantau terus perkembangannya sampai tiga hari kedepan,” ucapnya.

Dia juga mengatakan Minggu (25/10) di pos satu ada gerakan api dan sudah digerakan relawan rombongan pertama 19 orang untuk memadamkan api diatas, yang kedua ada 15 orang.

“Diketahui ada dua titik api di pos 1, Cemoro Kandang petak 63N dan 63O. Kalau dilihat dari sebelah utara terlihat jelas api sangat besar sekali,” katanya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo memantau kebakaran tersebut di pos Cemoro kandang.

“Dengan melihat situasi seperti itu kita mencegah meluasnya kebakaran hutan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar sudah melokalisir sejak kemarin, Minggu (25/10),” kata Bupati Juliyatmono.

Dia juga mengatakan penyebaran api bisa karena bara api setelah membakar pohon atau batu kemudian apabila terkena angin dan membakar yang lainnya.

“Bisa juga percikan api yang jatuh dan menyebar dibawahnya. Tentunya ada upaya keras dengan memadamkan api,” katanya. pd

Read More
aku

Ganjar Mengajar Tentang Bencana Alam

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajar tentang bencana alam

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajar tentang bencana alam

Karanganyar, Senin (12/10/2015)
Kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kabupaten Karanganyar setelah peresmian Hunian Tetap (Huntap) di Kecamatan Jenawi, dilanjutkan Ganjar Mengajar yang diikuti sekitar 300 pelajar dari SMA/SMK di Kabupaten Karanganyar.

Di depan para pelajar, Ganjar mengatakan Jawa Tengah banyak terjadi bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dan kekeringan.

“Tidak sadar, perilaku kita mendorong terjadi bencana, seperti menebang pohon semaunya sendiri, membiarkan sampah mengunung, aliran sungai tersumbat, dan banyak penyakit,” katanya, Senin (11/10) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dia juga mencontohkan beban sungai sangat banyak, air baku tidak bisa digunakan, saat hujan banjir, maupun saat kemarau kekeringan.

“Sebenarnya masalah yang di sungai itu bisa karena pendangkalan. Tanah berasal gunung yang dibawa air, karena erosi tidak ada akar pohon yang menahan,” ujarnya.

Dalam konteks bencana bisa dicegah dari awal, seperti bersih-bersih sungai, menanam pohon, pohon dirawat dan jangan menebang pohon, dan ikuti tata ruang.

“Kita berupaya untuk mengurangi bencana, misal ada tanggul rusak maka segera diperbaiki,” ujarnya.

Tanda-tanda jika akan terjadi bencana, lanjutnya bisa diketahui dengan ilmu titen dan teknologi, misalnya gunung berapi akan meletus, bisa dengan tanda-tanda alam.

“Hewan-hewan di gunung turun, suhu air di sungai di gunung bisa naik,” katanya.

Pada kesempatan itu, para pelajar juga dikenalkan alat-alat penanggulangan bencana, seperti alat penjernih air, cara mendirikan tenda, dan cara menolong korban bencana. pd

Read More
DSC_0023

Berharmonisasi Untuk Pelestarian Alam

Bupati Karanganyar Juliyatmono (berdiri) saat memberi pengarahan di acara Bimtek Penguatan Kesiapsiagaan Dalam Penanggulangan Bencana

Bupati Karanganyar Juliyatmono (berdiri) saat memberi pengarahan di acara Bimtek Penguatan Kesiapsiagaan Dalam Penanggulangan Bencana

Karanganyar, Jumat (09/10/2015)
Untuk menjaga kelestarian alam, diperlukan harmonisasi antara manusia dengan alam agar terhindar dari bencana. Hal itu merupakan ajakan Bupati Karanganyar Juliyatmono saat acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kesiapsiagaan Dalam Penanggulangan Bencana sebagai rangkaian kegiatan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Tahun 2015, di Balai Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Jumat (09/10) siang.

Kabupaten Karanganyar merupakan daerah termasuk mitigasi bencana berupa tanah longsor dan banjir. Pada kesempatan itu ditekankan olehnya, sebaiknya jangan suka menebang pohon terutama di dataran tinggi.

“Menanam untuk sedekah alam. Tanah untuk ditanami bukan dirusak. Jika di rusak maka dia akan ikut merusak pula, untuk itu agar tidak terjadi tanah longsor, salah satu pencegahan yakni dengan menanam pohon,” kata Juliyatmono, dihadapan ratusan peserta.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar pada tahun 2014 kemarin sudah mencanangkan Gerakan Karanganyar Ijo Royo-royo, yakni dengan menanam ribuan pohon diberbagai tempat.

“Bulan November nanti kita akan kembali hijaukan Karanganyar,” kata Juliyatmono, didampingi Wakil Bupati Kabupaten Karanganyar Rohadi Widodo.

Para peserta bimtek itu diikuti pramuka, pelajar, guru, dan perangkat desa setempat. Hadir pula narasumber Prof. Ir. Sarwidi, MSCE, Ph.D.,IP-U dan Kepala Bidang Perencanaan Siaga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Eny Supartini, Sarjimin dan Wahyu Widodo dari Aktivis SAR Merapi.pd

Read More
DSC_0443 copy

Konservasi Alam, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditanami Pohon

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menanam pohon di laur pendakian Gunung Lawu, Rabu (25/02)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menanam pohon di jalur pendakian Gunung Lawu, Rabu (25/02)

Karanganyar, Kamis (26/02/2015)
Untuk konservasi alam khususnya di lereng Gunung Lawu, gerakan penanaman pohon dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai pihak, dimulai dari Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu sampai Pos 1, Rabu (25/02)
Penanaman yang melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Donolestari, Perhutani lereng lawu, SAR, PMI, BPBD Kabupaten Karanganyar, Resimen Mahasiswa Yon 916 Samber Nyowo UMS, TNI, Polri, Mapala UNS, Paguyuban Pedagang Cemoro Kandang dan Oisca Karanganyar.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Karanganyar, Edy Yusworo mengatakan penanaman jalur pendakian Gunung Lawu dengan jenis tanaman Eukaliptus sebanyak 3500 batang pohon.
“Ini merupakan salah satu upaya untuk pemulihan dan kelestarian kawasan resapan air,” kata Edy Yusworo, saat dilokasi.
Edy juga menjelaskan dengan adanya tanaman Eukaliptus di kanan kiri jalur pendakian, maka berguna juga untuk petunjuk arah jalur pendakian sehingga mencegah kehilangan arah bagi para pendaki.
Kegiatan itu diikuti oleh sekitar 500 peserta, dibuka oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, mengharapkan untuk bersama menanam dan sekaligus menjaga kelestarian alam dengan tujuan menjaga kelestarian yang ada di Gunung Lawu.
“Marilah kita awali untuk menanam pohon untuk mewujudkan kecintaan kita kepada Tuhan. Berhamonisasi dengan alam agar alam itu sendiri menyelamatkan kita semua dan memberikan manfaat untuk kita semua.“ ujar Juliyatmono.
Selain kegiatan itu, BLH Kabupaten Karanganyar juga sedang membuat Taman Endemis Gunung Lawu yang berlokasi di petak 34, seluas 7,4 hektar bekerja sama dengan Perhutani, melakukan penanaman di lereng Lawu dengan jumlah 15 ribu tanaman keras. pd

Read More
DSC_0182 copy

Pentas Srawung Seni Candi Berlangsung Meriah

Karanganyar, Jumat (02/01/2015)

Pentas kesenian Srawung Seni Candi ke 11 menarik animo masyarakat untuk menonton, Kamis (01/01) di Kawasan Komplek Candi Sukuh.

Salah satu kelompok kesenian Sabuk Janur ikut pentas di Srawung Seni Candi ke 11, Kamis (01/01) di Kawasan Komplek Candi Sukuh.

Gelaran kegiatan pementasan Srawung Seni Candi berlangsung meriah, dengan banyaknya para pengunjung yang mendatangi dan melihatnya. Hal tersebut ditandai animo penonton yang berasal dari daerah, membuat kawasan wisata Candi Sukuh menjadi ramai.

Pentas yang berlangsung di Komplek Candi Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar itu diikuti sekitar 18 kelompok seniman yang berasal dari lokal maupun luar negeri. Menampilkan kesenian kontemporer maupun tradisional. Misalnya saja Sabdopalon Nayagenggong dari Ngargoyoso, Burkard Korner dari Jerman, maupun Wirastuti dan Luluk Ari dari Solo.

Menurut Soeprapto Suryodarmo, sebagai pengagas acara tersebut mengatakan, Srawung Seni Candi kali ini sudah berlangsung yang ke 11. Biasanya diadakan di akhir tahun dan awal tahun, tepatnya pada tanggal 31 Desember dan 1 Januari.

“Kita menampilkan berbagai seni dari kebudayaan Indonesia. Selain itu juga sebagai wujud refleksi untuk kebudayaan Indoneisa dan alam. Sehingga kita dituntut untuk tetap waspada,” ujar pria yang akrab mbah Prapto, pemilik Padepokan Lemah Putih, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Kamis (01/01) di lokasi.

Selain pementasan karya seni, juga diadakan sarasehan, malam tirakatan dan pemberian bibit pohon kepada masyarakat. pd

Read More
DSC_0029

Manisnya Duku Matesih

Karanganyar, Selasa (16/12/2014)

DSC_0029

Letak Kabupaten Karanganyar yang wilayahnya sebagian berada di lereng Gunung Lawu mempunyai berbagai potensi buah-buahan dan sayuran. Seperti salah satunya di Kecamatan Matesih, merupakan salah satu penghasil buah duku. Tepatnya di desa Plosorejo, sabagai salah satu sentra penghasil buah duku.

Salah satu warga setempat, Eko Supriyadi mengatakan di desanya rata-rata warga mempunyai pohon duku. Ada yang mempunyai lima hingga 10 pohon di pekarangan rumanya.
“Ciri khas buah duku dari sini terasa lebih manis, jumlah biji sedikit, dan kulitnya lebih kuat sehingga tidak mudah membusuk,” jelas Eko Supriyadi, Senin (15/12) sore saat di temui di rumahnya.

Di desa ini, lanjut Eko, mudah menjumpai pohon duku dengan diameter cukup besar, antara 60 sampai 100 cm dengan ketinggian mencapai diatas 30 meter. Usia pohon duku di sini ini rata-rata sudah berumur ratusan tahun.

“Pohon duku yang berdiameter besar, sudah ada sebelum mereka menghuni pekarangan tersebut. Sebagai contoh, untuk duku dengan diameter 60 cm usianya bisa mencapai 100 tahun. Jadi mereka mewarisi pohon duku itu dari nenek moyang mereka turun temurun,” jelasnya.

Masyarakat di desa Ploserejo mendapatkan penghasilan tambahan lumayan disamping profesi pokoknya sebagai petani. Untuk satu pohon duku saja bisa menghasilkan antara satu sampai lima kuintal buah duku. “Jika per kilonya harga tengkulak Rp. 15.000,00 saja, maka mereka mendapatkan hasil 1,2 juta hingga 7,5 juta untuk sekali musim panen,” kata Eko.

Selain di desa Plosorejo, setidaknya ada tiga desa di kecamatan Matesih sebagai sentra tanaman duku, yaitu di desa Gantiwarno, desa Dawung, desa Pablengan, desa Matesih, dan desa Koripan. Tempat ini sangat berpotensi sebagai sentra budidaya tanaman duku. Kedepan, Karanganyar akan memiliki ikon baru yang lebih menonjol dalam bidang agrowisata khususnya dalam hal produksi buah duku. pd

Read More
DSC_0168 copy

Tanam Pohon Untuk Kelestarian Alam

Karanganyar, Selasa (16/12/2014)

Bupati Juliyatmono (kiri) dan Wakil Bupati Rohadi Widodo (tengah) saat menanam pohon pada acara Hari Menanam Pohon Indonesi (HMPI) Tahun 2014, Senin (15/12) di SMK Negeri Jenawi

Bupati Juliyatmono (kiri) dan Wakil Bupati Rohadi Widodo (tengah) saat menanam pohon pada acara Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Tahun 2014, Senin (15/12) di SMK Negeri Jenawi

Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) di Kabupaten Karanganyar Tahun 2014 di peringati dengan penanaman berbagai jenis pohon. Tercatat pada periode Januari-Desember pada tahun ini telah di tanam 2,8 juta batang pohon.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan pelaksanaan penanaman pohon tidak semata-mata dengan alasan seremonial. Namun lebih dari itu, kegiatan ini kita pelihara keberlanjutannya atas kesadaran kita untuk menjaga lestarinya hutan kita.

“Upaya penanaman satu milyar pohon setiap tahun harus kita dukung dan laksanakan untuk memperbaiki kerusakan hutan,” ucap Bupati Juliyatmono, Senin (15/12) saat Peringatan HMPI Tahun 2014, di SMK Negeri Jenawi.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan di tangan para generasi muda, kelangsungan hutan di masa depan menjadi pertaruhan. “Sejak dini kita perkenalkan hutan sebagai ekosistem yang harus kita jaga, kita latih rasa dan sikap dan ketrampilan kepedulian mereka terhadap hutan,” jelasnya.

Mengingat Kabupaten Karanganyar berada di lereng Gunung Lawu, Juliyatmono mengajak agar masyarakat menjaga keseimbangan alam dan hutan Gunung Lawu tetap akan memberi kemanfaatan bagi masyarakat di Lereng Lawu, juga lebih luas untuk seluruh umat manusia.
Adapun jenis pohon yang ditanam seperti jati, sengon, mangga, matoa, mahoni, trebesi, bodi, dan kunto bimo. pd

Read More
gue1 copy

Gerakan Karanganyar Ijo Royo-Royo

Karanganyar, Senin (15/12/2014)

Pencanangan gerakan Karanganyar Ijo Royo-royo dengan penanaman pohon bodi, Senin (15/12) di pelataran alun-alun

Pencanangan gerakan Karanganyar Ijo Royo-royo dengan penanaman pohon bodi, Senin (15/12) di pelataran alun-alun

Pemerintah Kabupaten Karanganyar mencanangkan Gerakan Karanganyar Ijo Royo-Royo, sebagai salah satu gerakan dalam rangka melestarikan alam dan penghijauan khususnya di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Gerakan tersebut dilakukan serentak di berbagai wilayah di 17 Kecamatan di Bumi Intanpari, dengan menanam sekitar 8000 ribu berbagai jenis pohon dengan melibatkan pegawai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan pelajar.

Pencanangan dimulai dengan menanam tujuh pohon bodi setinggi tiga meter yang tanam di plasa (pelataran santai) alun-alun Karanganyar, Senin (15/12).

Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan pohon bodi bisa berumur seribu tahun. Kedepan lingkungan sini bisa semakin hijau. “Kita giatkan penanaman pohon ini agar Kabupaten Karanganyar hijau kembali, tidak menimbulkan erosi dan pohon-pohon tersebut akan dapat menampung banyak air,” ujar Bupati Juliyatmono.

Dia juga menjelaskan, setahun lalu di lokasi yang sama juga sudah ditanam pohon Kunto Bimo.“Kepedulian menanam pohon harus kita tumbuhkan kepada siapa saja, agar alam ini tetap lestari,” jelas Bupati. pd

Read More
DSC_0100 copy

Mencintai Alam, Mahasiswa KKN UNS Tanam Pohon

Karanganyar, Rabu (20/08/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono menanam pohon bersama mahasiswa KKN UNS di kawasan hutan Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, Selasa (19/08) pagi.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menanam pohon bersama mahasiswa KKN UNS di kawasan hutan Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, Selasa (19/08) pagi.

Kepedulian dan mencintai alam khususnya di kawasan hutan bisa diwujudkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menanam bibit pohon.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNS yang ditempatkan di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar melakukan penanaman pohon di kawasan hutan terletak di Desa Segorogunung.
“Kami mengadakan penanaman pohon ini karena warga merasa resah, tanamannya dimakan gerombolan kera yang turun gunung,” kata Bayu Bintoro, Ketua Koordinator Kelompok, saat dilokasi penanaman, Selasa (19/08).
Dengan begitu, lanjutnya, kawanan kera tidak lagi memakan tanaman warga karena di atas (lokasi penanaman) sudah ada pohon untuk menghalau agar tidak lagi turun.
Adapun bibit pohon yang disediakan kates sebanyak 3000 bibit, alpokat, jambu air, dan duwet.
Bupati Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo juga turut hadir dilokasi merasa senang karena generasi muda turut andil mencintai dan peduli terhadap alam.
“Dengan mencintai alam berarti juga mencintai negeri ini. Jangan merusak alam yang kita miliki, namun lestarikan agar tetap hijau,” ujar Bupati Karanganyar, Juliyatmono.pd

Read More
DSC_8189 copy

Yuuuuk, Ikuti Festival Durian

ilustrasi lomba durian

ilustrasi lomba durian

Karanganyar, Senin (04/03/2014)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam hal ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) akan mengadakan Festival Durian Karanganyar Tahun 2014.

Gelaran yang akan berlangsung di Balai Desa Matesih, dimulai pukul 07.00, Sabtu (08/03) direncanakan dibuka oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Kepala Dispertanbunhut Kabupaten Karanganyar, Siti Maesyaroch, menuturkan lomba ini terbuka untuk umum baik perorangan, instansi pemerintah, atau perusahaan swasta, Senin (04/03) saat di jumpai dikantornya. “Peserta tidak dipungut biaya. Untuk penjurian dan pemotretan, jumlah buah yang dikirim minimal tiga buah, berasal dari satu pohon, disertai foto pohon buahnya dengan ukuran 3R,” kata Siti.

Dia juga menambahkan buah yang dinilai yakni buah yang didaftarkan dan dikirimkan pada saat hari berlangsungnya lomba dan dalam kondisi baik.

Bagi juara I akan mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 4 juta rupiah, juara II sebesar Rp. 3 juta rupiah, dan bagi juara III mendapatkan uang sebesar Rp. 2 juta rupiah, dan pemenang juga mendapatkan piagam. “Penilaian dilakukan oleh Juri tingkat kabupaten. Keputusan Juri tidak dapat diganggu gugat,” tandasnya. pd

 

Read More