IMG-20210219-WA0015

Peresmian Aula dan Ruang Kelas Baru MI Muhammadiyah Karanganyar, Menko PMK : Latih Anak Didik Bermimpi Besar

Kominfo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat mendampingi Menko PMK, Muhadjir Effendy yang sekaligus sebagai Ketua Pusat Muhammadiyah pada peresmian aula MI Muhammadiyah, Karanganyar, Jum’at (19/2) pagi.

KARANGANYAR- Menteri Koodinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI meminta para pendidik agar memberi bimbingan bagi peserta didik per individu. Pendidik juga harus mampu melatih siswa memiliki mimpi besar sehingga mampu melahirkan generasi pemimpin yang mengayomi.

Hal tersebut diungkapkan Menteri PMK disela sela meresmikan aula dan ruang kelas baru di MI Muhamadiyah Karanganyar, Jumat(19/2).
Menurutnya para pendidik harus mampu menghasilkan generasi yang berkualitas baik dari sisi akademisi maupun agama. Sehingga dalam membimbing para anak didik harus berdasarkan per individu, mengingat potensi tiap anak didik berbeda.

“Latih anak didik untuk selalu memiliki mimpi besar. Hingga kelak muncul pemimpin yang mengayomi,”ujarnya.

Ditambahkan Menko PMK sekaligus sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, sekolah Muhammadiyah selain kualitas pendidikan, tingkat kesejahteraan para pengajar juga harus diperhatikan. Apalagi sekolah Muhammadiyah telah diakui baik secara nasional maupun internasional.

“Sekolah selain memperhatikan kualitas pendidikan juga tingkat kesejahteraan. Jangan sampai pengajar di sekolah Muhammadiyah terabaikan,”pesannya.

Sementara Bupati Karanganyar berharap dengan keberadaan ruang kelas baru dan aula dapat menunjang proses kegiatan belajar di sekolah. Pihaknya pun berpesan para peserta didik dilatih selalu optimis dan berpegang pada ajaran agama.

“Semoga ruang kelas baru memacu motivasi para anak didik dan pendidik dalam proses kegiatan belajar mengajar,”tuturnya.

Terpisah Samsuri, Ketua Muhammadiyah Karanganyar berterimakasih atas dukungan https://www.paperwritings.com/ Bupati Karanganyar terhadap perkembangan sekolah MI Muhammadiyah. Beragam prestasi telah dicetak anak didik baik ditingkat nasional dan internasional.

“Terimakasih kepada Bapak Bupati yang terus mendukung MI Muhammadiyah. Semoga kami mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi yang diraih,”ujarnya.

Diskominfo (dn/ind)

Read More

Warga Kararanganyar digelontor miliaran rupiah dari Kementrian PMK

Karanganyar, Minggu 17 Maret 2019

Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani menggelontorkan bantuan kepada warga Kabupaten Karanganyar. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat.

Pemberian bantuan itu diberikan secara simbolik oleh Menko PMK, Puan Maharani didampingi Bupati Karanganyar, Juliyatmono kepada perwakilan penerima bantuan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu (16/3/2019) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut , Menko PMK, Puan Maharani menyatakan kunjungan ini sekaligus mengecek bantuan yang diberikan telah diterima masyarakat. Diakuinya memang penyaluran bantuan dari pemerintah pusat belum bisa seratus persen berjalan dengan baik dan butuh adanya perbaikan.

“Saya ingin memastikan bantuan-bantuan dari pemerintah pusat ke daerah itu memang sudah diterima dan digunakan dengan baik oleh masyarakat penerimanya di Kabupaten Karanganyar,” tuturnya.

Puan pun menambahkan pemerintah akan mengeluarkan kembali tiga kartu di 2020.
Tiga kartu itu yakni : KIP Kuliah, Kartu Sembako serta Kartu Pra Kerja.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, berharap agar penerima bantuan dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik. Sehingga ke depan pemerintah dapat kembali memberikan bantuan kepada warga Karanganyar.

“Gunakan sebaik mungkin. Semoga bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan,” jelasnya.

Dalam kunjungan itu, Puan menyerahkan sejumlah bantuan diantaranya program keluarga harapan, bantuan pangan non tunai, bantuan untuk 8 BUMDes masing-masing Rp 50 juta, Kartu Indonesia Pintar untuk 400 siswa, kominutas guru, masing-masing senilai Rp 15 juta.

Selain itu, Menteri PMK juga menyerahkan bantuan sarana prasarana peralatan senilai Rp 523 juta, batuan 20 unit komputer, bantuan kecakapan kerja untuk 40 peserta didik, BOP Rp 4 miliar, bantuan pembangunan rumah swadaya untuk 200 rumah masing-masing senilai Rp 17,5 juta.
Demikian Diskominfo ( dn/ind)

Read More
gue (2) copy

Menteri Koordinator PMK Luncurkan 5 Saintifik Jamu

Menteri Koordinator PMK Puan Maharani didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Kepala Balitbangkes Kemenkes Tjandra Yoga Aditama, saat peluncuran lima saintifik jamu, Selasa (31/03) di Aula B2P2TOOT Tawangmangu, Karanganyar.

Menteri Koordinator PMK Puan Maharani didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Kepala Balitbangkes Kemenkes Tjandra Yoga Aditama, saat peluncuran lima saintifik jamu, Selasa (31/03) di Aula B2P2TOOT Tawangmangu, Karanganyar.

Karanganyar, Rabu (01/04/2015)
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani meluncurkan lima jamu saintifik jamu, yang dihasilkan dari berbagai tanaman obat.
Produk saintifik jamu tersebut yaitu hiperurisemi untuk asam urat, hipertensi ringan, dispepsia untuk nyeri lambung, hemoroid untuk wasir dan osteoartritis untuk nyeri sendi.
Didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama, Menko PMK Puan Maharani secara resmi meluncurkan ke lima produk jamu itu, Selasa (31/03) di Aula Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT), Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
“Kami meminta segera di patenkan produk jamu ini, dengan berkoordinasi Kemenkumham untuk melakukan hak paten tanpa proses yang panjang,” kata Puan.
Dia juga segera berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM agar produk jamu yang dinikmati masyarakat, untuk segera mematenkannya agar tidak diklaim oleh negara lain.
Provinsi Jawa Tengah merupakan daerah yang mempunyai banyak tanaman mulai dari bunga, tanaman obat dan pertanian. Puan Maharani berharap untuk bisa dikembangkan balai jamu di banyak tempat di Indonesia.
“Di B2P2TOOT bisa melakukan satu produk yang nantinya bermanfaat bagi Indonesia bukan hanya di derah saja. Kementerian juga telah menerapkan minum jamu bersama dan di pertemuan-pertemuan tertentu,” katanya.
Lebih lanjut, dia menuturkan untuk membangkitkan lagi keinginan seluruh masyarakat minum jamu bersama tidak dengan dipaksa satu atau dua bulan saja tetapi terus menerus. Kedepannya disetiap airport, pelabuhan dan gerbang-gerbang masuk Indonesia akan ada konter jamu untuk memperkenalkan.
Sementara itu, ditempat yang sama, Tjandra Yoga Aditama menjelaskan peluncuran lima saintifik jamu secara nasional itu masing masing terdiri dari beberapa campuran misalnya untuk hiperpircemi atau asam urat campuran dari daun kepel, daun sempuyung dan kayu secang karena tidak mungkin hanya terdiri dari satu tanaman obat saja.
“Di tahun depan kami akan mengembangkan lagi saintifik jamu untuk hepatoprotektor dan hiperkolestrol” menurut Tjandra.
Pengembangan riset tanaman obat dan jamu pada tahun 2012 mencapai 20 persen etnis. Sebanyak 209 dari 1.068 etnis di 26 provinsi luar Jawa Bali. “Terdapat 15.773 ramuan, 19.739 tanaman obat, 1.324 pengobat tradisional, 13.369 herbarium, analisis lanjut 20 species lanjut untuk DNA, 26 buku Ristoja Provinsi luar Jawa Bali, dan 1 buku Ristoja Nasional,” jelasnya.
Di tahun 2015 terdapat 110 etnis di 32 Provinsi dan tahun 2018 sekitar 250 etnis di 34 provinsi.pd

Read More

LONGSOR MENIMPA BEBERAPA TEMPAT

Akibat hujan deras yang tidak berhenti dari hari Selasa jam 20.00 WIB (21/02) sampai Rabu (22/02) dini hari mengakibatkan tanah longsor dibeberapa tempat di Karanganyar.

Diantaranya, terjadi di dusun Gerdu, desa Banjar, Kecamatan Karangpandan menimbun 4 rumah dan menewaskan satu korban meninggal dunia yaitu Reso Walimin, 60 tahun, yang tertimbun tanah. Petugas dari TNI, Polres, BPBD Karanganyar, SAR, dan dibantu warga masyarakat mengevakuasi jenazah dan membersihkan longsoran tanah. Pada hari ini juga jenazah korban akan dimakamkan. Selain itu juga longsoran menimbun jalan yang menghubungkan antar desa.

Kemudian longsor juga menutup jalan Karanganyar-Tawangmangu, tepatnya di Srandon, Tawangmangu. Akibat longsor, akses jalan Karanganyar-Tawangmangu terhambat. Petugas dari TNI,PMK dan dibantu relawan membersihkan longsoran yang menutup jalan tersebut.

Korban meninggal lainnya yakni Sukiningsih, 70 tahun, warga Drojo, desa Puntukrejo, Ngargoyoso akibat terkejut melihat sebagian rumahnya tertimbun tanah.

Read More