IMG-20191003-WA0013

Pembukaan Festival Karawitan di Plasa Alun-alun Karanganyar

Read More
web

Dini Hari, Pemudik Gratis Tiba di Karanganyar

Pemudik gratis dari Jakarta tiba di Plasa Alun-alun Karanganyar, diterima Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo.

Karanganyar, Senin (19/06/2017)

Setelah perjalanan darat 15 jam dari Jakarta, pemudik yang berasal dari Kabupaten Karanganyar tiba di Plasa Alun-alun Karanganyar, pukul 03.30 WIB, Senin (19/06).

Sebelumnya, sebanyak 769 pemudik diberangkatkan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Minggu (18/06) siang pukul 12.30 WIB.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar pada tahun 2017 ini menyediakan angkutan 16 bis, pemudik tersebut tidak dipungut biaya, dan penyelanggaraan untuk tahun ini sudah ke empat kalinya.

Salah satu pemudik, Sunarti, Desa Karangsari, Kecamatan Jatiyoso merasa senang dengan adanya mudik gratis tersebut, karena tidak merasa repot untuk mudik ke kampung halamannya.

“Saya sangat terbantu dengan mudik gratis ini. Bahkan sudah ke tiga kalinya ikut program ini,” kata Sunarti, yang sudah di Jakarta sejak tahun 1995. Dia disana tinggal di Pasar Rebo, dan sehari-hari berdagang.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, menerima langsung rombongan tersebut di Plasa Alun-alun Kabupaten Karanganyar, bersama sejumlah tamu undangan.

“Kita memberikan perhatian bagi mereka dengan mengadakan mudik gratis. Karena di sana, mereka telah bekerja keras, mengubah nasib, dan semangat bekerja yang luar biasa tinggi. Terlebih untuk membangun desanya,” katanya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan, Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub PKP) Kabupaten Karanganyar, Sundoro, mengatakan jadwal kedatangan ini maju dari perkiraan awal, yang dijadwalkan sekitar pukul 06.00 WIB.

“Ternyata maju. Pukul 03.30 sudah sampai sini. Dari rombongan bis tadi, ada satu yang mengalami kerusakan di daerah Bawen. Akhirnya penumpang dipindah ke bis rombongan lainnya,” kata Sundoro.(pd)

Read More
web (2)

Peringati May Day, Gubernur Ganjar Jalan Santai dengan Buruh

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berbaur dengan buruh pada jalan santai memperingati Hari Buruh Internasional, di Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Selasa (02/05/2017)

Peringatan May Day (Hari Buruh Internasional) di Kabupaten Karanganyar, diisi dengan acara jalan santai dikunjungi sejumlah pejabat Provinsi Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bersama Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Condro Kirono, Senin (01/05) pagi.

Jalan santai yang dimulai dari Pelataran Santai (Plasa) Alun-alun Karanganyar itu melintasi Jalan Lawu menuju kearah Taman Pancasila yang berjarak sekitar 1,5 Kilometer. Tepat pukul 07.15 WIB, bendera start dikibaskan Gubernur Ganjar Pranowo. Ribuan buruh dari berbagai organisasi buruh di Kabupaten Karanganyar itu pun berjalan melintasi rute yang telah di tentukan.

Tampak juga di antara peserta jalan sehat itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Seusai memutari Taman Pancasila, rombongan paling depan oleh Gubernur Jawa Tengah dilewatkan Kampung Dompon. Di sana, Ganjar sempat mampir dan berbicara sebentar dengan tetangganya dahulu (saat Ganjar masih kecil tinggal di Karanganyar).

Jalan sehat pun diteruskan sampai dengan perempatan Kantor Pegadaian, kemudian ke arah barat kembali lagi ke Plasa Alun-alun. Sesampainya di garis finish, Ganjar berjoget bersama dengan ribuan buruh.

“Pagi ini saya lihat wajah-wajah yang sehat, gembira. Upah di Kabupaten Karanganyar sudah tinggi. Kalau nilai UMK sudah tinggi tentunya produktivitas, kualitas kerja di tinggikan. Sehingga negara kita semakin maju,” kata Gubernur Ganjar.

Gubernur juga mengimbau agar memiliki rasa handarbeni. Perusahaan butuh buruh, kemudian buruh juga butuh bekerja,mempunyai pendapatan. Kalau tidak ada yang bekerja, siapa yang bikin produk. Kalau bekerja di perusahaan itu, tentu juga senang, mendapat upah, kalau tidak bekerja disitu, kerja dimana.

“Kedepankan dialog musyawarah jika ada masalah, dari Pemerintah akan memfasilitasi,” katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat berdialog dengan buruh pada Hari Buruh Internasional

Hal yang sama juga dikatakan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, pada saat memperingati Hari Buruh Internasional sudah dua tahun diperingati seperti ini, dan diharapkan semoga kebersamaan ini terus berlangsung.

“Suasana damai dan mengedepankan musyawarah dengan nilai-nilai Pancasila semua bergerak maju, pengusaha, dan tenaga kerja adalah bagian mengisi Kabupaten Karanganyar yang lebih baik,” kata Bupati Karanganyar.(pd)

 

Read More
web

Karanganyar Bersholawat, Habib Syech Ajak Masyarakat Tidak Berbuat Zalim

Karanganyar Bersholawat menghadirkan Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf, dengan dihadiri Bupati Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan Forkopimda Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar Bersholawat menghadirkan Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf, dengan dihadiri Bupati Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan Forkopimda Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Selasa (21/02/2017)

Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf mengajak masyarakat untuk tidak berbuat zalim, baik pada diri sendiri maupun orang lain.

“Jangan berbuat zalim pada diri sendiri, jangan dianggap Allah SWT itu tidak melihat. “CCTV” Allah itu dimana saja, dan manusia selalu ada di pandanganNya, serta tidak pernah lenggah,” kata Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf, Senin (20/02) saat acara Karanganyar Bersholawat, di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Pada malam itu, Habib Syech juga mendoakan agar dengan bersholawat dapat  mengangkat semua musibah, bencana, permasalahan, dimanapun, semoga Allah  mengganti kebaikan, dan kesuksesan.

Ribuan umat Islam pada Karanganyar Bersholawat tampak memenuhi tempat itu hingga meluber ke jalan Lawu. Pukul 20.49 WIB, rombongan Habib dan Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Forkopimda, dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tampak hadir dan duduk bersila di panggung berukuran cukup besar.

Bupati Juliyatmono pada malam itu, mengajak agar masyarakat Kabupaten Karanganyar  hiduo rukun dan guyub bersatu memajukan Karanganyar sebaik-baiknya.

“Hidup rukun saling memantu itu penting untuk kesejahteraan. Dengan Karanganyar Bersholawat ini harapannya Kabupaten yang kita cintai ini dijauhkan dari musibah dan bencana,” katanya.

Dia juga berpandangan bahwa kedepan generasi yang tampil siap esok hari, adalah generasi yang kuat iman, cerdas pikiran, dan  luas pengetahuan. (pd)

Read More
web

Hingga Pameran Ditutup, Pengunjung Capai 25 Ribu Orang

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat menutup Pameran Intanpari 2016, Senin (14/11) malam, di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat menutup Pameran Intanpari 2016, Senin (14/11) malam, di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Karanganyar, Selasa (15/2016)

Pameran Intanpari 2016 Kabupaten Karanganyar yang diselanggarakan dari Jumat-Senin (11-14/11) di Plasa Alun-alun hingga hari terakhir kemarin, pengunjung yang dapat mencapai 25 ribu orang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan,Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Karanganyar, Larmanto, Senin (14/11) saat acara penutupan pameran Intanpari 2016.

“Komoidatas yang paling diminati berupa batik dan pakaian jadi, kerajinan, mebel kayu, makanan olahan, dan tanaman hias jemani,” kata Larmanto.

Selain itu, selama empat hari pameran berlangsung transaksi mendekati Rp. 1 miliar, namun tahun ini transaksi menurun dibandingkan pada Solo Raya Creative Expo 2015, dan juga pengunjung hingga mencapai 40 ribu orang.

Pada hari penutupan, pihak panitia bekerjasama dengan Bulog mengadakan pasar murah, dengan komoditas yang dijual beras, gula pasir, tepung terigu,  minyak goreng dan bawng putih.

Sementara itu ditempat yang sama, saat menutup pameran,  Wakil Bupati Rohadi Widodo mengatakan pameran ini cukup ramai, dan diikuti pebisnis yang mempunyai semangat besar untuk memasarkan produk-produknya.

“Sebuah usaha diperlukan upaya yang masksimal dan tantangan besar. Ada yang bersemangat jualan. Ini sebagai bukti nanti akan mendapatkan hasil yang maksimal,” kata Rohadi Widodo.

Dengan adanya pameran ini sebagai bagian soliditas dan semangat bisnis marketing, ini bisa terlahir pengusaha besar dan membuka lapangan usaha yang luas.

Pada pameran tahun ini, stan yang difasilitasi Pemkab Karanganyar sejumlah 86 stan, swadaya mandiri sejumlah 40 stan. Selain itu juga didukung 80 UKM kuliner di seputaran Alun-alun.

Sedangkan produk-produk lokal yang dipamerkan dan dijual meliputi kerajinan, kuliner, pertanian agro, fashion, produk kreatif, pelayanan informasi masyarakat, dan terdapat panggung hiburan, seni budaya daerah.pd

Read More
aku

Pameran Intanpari Jual Produk Lokal Potensi Daerah

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat mengunjungi salah satu stan pameran Intanpari, Jumat (11/11)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat mengunjungi salah satu stan pameran Intanpari, Jumat (11/11)

Karanganyar, Sabtu (12/11/2016)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengadakan pameran Industri Pertanian dan Pariwisata (Intanpari) dengan menjual berbagai produk lokal potensi daerah untuk menanamkan rasa cinta terhadap produk dalam negeri.

Pameran yang berlangsung selama empat hari, (11-14/11) itu bertempat di Plasa Alun-alun Kabupaten Karanganyar, dengan jam operasional mulai pukul 09.00-22.00 WIB.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono membuka langsung acara yang termasuk rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-99, Jumat (11/11) di lokasi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperingadkop dan UMKM) Kabupaten Karanganyar, Larmanto, mengatakan jumlah peserta Pameran Intanpari 2016 ini ada 126 stan.

“Stan yang difasilitasi Pemkab Karanganyar sejumlah 86 stan, swadaya mandiri sejumlah 40 stan. Selain itu juga didukung 80 UKM kuliner di seputaran Alun-alun,” kata Larmanto, saat dilokasi acara.

Sedangkan produk-produk lokal yang dipamerkan dan dijual meliputi kerajinan, kuliner, pertanian agro, fashion, produk kreatif, pelayanan informasi masyarakat, dan terdapat panggung hiburan, seni budaya daerah.

Bupati Karanganyar saat membuka acara mengatakan dengan adanya pameran ini sarana promosi produk unggulan yang berbasis pada ekonomi kreatif menarik pembeli.

“Dengan pameran Intanpari, produk lokal dapat dikenal pembeli, wisatawan dan investor masyarakat luas, serta menjadi peluang eksport, kerjasama perdagangan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo dan beberapa tamu undangan berkeliling meninjau satu-persatu stan yang ada. pd

Read More
brosur-karanganyar-3

Pameran Intanpari 2016

brosur-karanganyar-3

Datang dan Meriahkan !

Pameran Intanpari 2016 dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 99 di Area Plasa Alun-Alun Karanganyar. Terdapat Produk Unggulan UKM Kabupaten Karanganyar seperti kerajinan, fashion, kuliner, perbankan dan produk kreatif. Terdapat juga Pameran Produk Hasil Industri, Pertanian dan Pariwisata, Panggung Hiburan, Pagelaran Seni dan Budaya Daerah.

Read More
upload

Malam Ini Pentas Wayang Kulit, Dua Dalang dan 99 Sinden

upload

Karanganyar, Senin (07/11/2016)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar malam ini akan mengadakan pentas wayang kulit semalam suntuk, Senin (07/11) di Plasa Alun-alun Karanganyar. Namun tak seperti biasanya, pada acara itu, yang akan memainkan wayang menghadirkan dua dalang kondang dan 99 sinden.

Panitia acara, Sarno, mengatakan dua dalang kondang itu yakni, Ki Manteb Sudarsono dan Ki Anom Suroto dengan mengambil lakon “Semar Mboyong Wisnu Manunggal”.

“Diceritakan Semar sebagai pamong, karena Negara Pancawati, Ngastino, Ngamarto ada huru-hara, untuk itu agar keadaan bisa tentram kalau bisa memboyong semar itu sebagai pamong,” kata Sarno, Senin (07/11) saat ditemui di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Dua dalang kondang itu akan memainkan wayang bergantian, di layar berukuran panjang 12 meter. Masyarakat diharapkan bisa menonton pagelaran budaya tersebut.

Wayang kulit semalam suntuk itu diadakan sebagai rangkaian Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-99 tahun, yang diperingati setiap 18 November, dan peringatan Hari Wayang Dunia, setiap tanggal 7 November.

Panitia sedang mempersiapkan pentas wayang kulit semalam suntuk dengan dua dalang dan 99 sinden

Panitia sedang mempersiapkan pentas wayang kulit semalam suntuk dengan dua dalang dan 99 sinden, Senin (7/11)

Sedangkan jumlah sinden itu disesuaikan dengan tahun peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar. Seperti pada tahun lalu, jumlah sinden yang ikut dalam pentas wayang kulit sebanyak 98 orang. Hari ini, selain sinden, juga ada bintang tamu Gareng dari Semarang dan pelawak Ciblek dari Banyumas.pd

Read More
dsc_2796-copy-copy

Arief dan Diaz Terpilh Putra Putri Lawu 2016

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan selempang pemenang Putra Putri Lawu Duta Wisata tahun 2016, Sabtu (10/09) di Plasa Alun-alun Karanganyar

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan selempang pemenang Putra Putri Lawu Duta Wisata tahun 2016, Sabtu (10/09) di Plasa Alun-alun Karanganyar

Karanganyar, Selasa (13/09/2016)

Pemilihan Putra Putri Lawu (PPL) Duta Wisata tahun 2016 pada malam Grand Final menobatkan Arief Zaafril Razaqtiar dan Diaz Anthera sebagai pemenang. Mereka menyisihkan finalis lainnya.

Setelah melalui berbagai tahapan, dimulai dari pendaftaran 1 Juni 2016-25 Agustus 2016, dan dipilih 10 besar Putra dan Putri untuk tampil pada malam Grand Final, Sabtu (10/09) di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Finalis tersebut tampil di panggung di hadapan juri  tamu undangan dan penonton yang memadati tempat acara. Mereka diharuskan menjawab pertanyaan dari  Forkopimda Kabupaten Karanganyar.

Hasilnya, empat juri PPL tahun 2016, yaitu K. R. A. T. Djuritno Yudohadinagoro, Yuli Wulandari, I. A. Joko Suyanto, dan Siti Khomsiyah memutuskan peserta nomor undian 01, Arief Zaafril Razaqtiar dan nomor undian 02, Diaz Anthera sebagai juara.

Arief, warga Ngringo, Kecamatan Jaten mengaku grogi saat tampil dan menjawab pertanyaan dari Forkopimda. Apalagi saat dia mendapat pertanyaan dengan menggunakan Bahasa Jawa.

“Saya ditanya maksud dari ‘sabar iku ingaran mustikaning laku,’ itu apa?” kata finalis kelahiran 5 April 1994 itu.

Hal yang sama juga dialami Diaz, warga Popongan, Kecamatan Karanganyar itu mengalami grogi, apalagi didepan Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo. Namun dia bisa mengendalikan keadaan, sehingga dapat menjawab pertanyaan tentang  seandainya dia tidak terpilih sebagai duta wisata.

“Saya tampil masuk menjadi finalis 10 besar sudah bangga. Jika tidak terpilih saya akan tetap berkontribusi mempromosikan pariwisata Kabupaten Karanganyar sesuai kemampuan,” kata  Mahasiswi semester 5 FISIPOL UGM program studi Pembangunan Sosial Dan Kesejahteraan.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada malam itu mengatakan kecerdasan, cara berpikir, dan cara pandang generasi muda Karanganyar terhadap potensi wisata untuk terus dipromosikan.

“Pariwisata adalah sebuah industri yang harus di maksimalkan potensinya, karena seiring kesejahteraan masyarakat, wisata menjadi bagian gaya hidup karena sudah memadai. Oleh karena itu, obyek wisata dikemas dan ditata lebih baik dan mempesona,” katanya.

Pemilihan PPL ini sebagai pintu gerbang untuk menumbuhkan rasa percaya diri generasi muda sebagai pintu sukses kedepan.

“Finalis 10 besar ini akan terus bersama Pemkab Karanganyar untuk mempromosikan obyek wisata yang ada di Kabupaten Karanganyar sebaik-baiknya,” katanya.pd

Read More
DSC_1471

Pemudik Gratis Tiba di Karanganyar

Pemudik gratis sejumlah 750 orang tiba di Plasa Alun alun Kabupaten Karanganyar, Jumat (01/07) pagi.

Pemudik gratis dai Jakarta, sejumlah 750 orang tiba di Plasa Alun alun Kabupaten Karanganyar, Jumat (01/07) pagi.

Karanganyar, Jumat (01/07/2016)

Setelah perjalanan darat 13,5 jam dari Jakarta, pemudik yang berasal dari Kabupaten Karanganyar tiba di kampung halamannya, pukul 05.00 WIB, Jumat (01/07).

Sebelumnya, sebanyak 750 pemudik diberangkatkan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, oleh Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Kamis (30/06) sore pukul 15.30 WIB.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar pada tahun 2016 ini menyediakan angkutan 16 bis, pemudik tersebut tidak dipungut biaya, dan penyelanggaraan untuk tahun ini sudah ke tiga kalinya.

Selain itu, ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebanyak dua unit bis, yang berangkat pukul 10.00 WIB dihari yang sama.

Salah satu pemudik, Sarminto, Dusun Banaran, Sedayu, Kecamatan Jumantono merasa senang dengan adanya mudik gratis tersebut, karena tidak merasa repot untuk mudik ke kampung halamannya.

“Saya sangat terbantu dengan mudik gratis ini. Bahkan sudah ke dua kalinya ikut program ini,” kata Sarminto, yang di Jakarta mendirikan warung makan, dan sudah tinggal selama 20 tahun.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menerima langsung rombongan tersebut di Plasa Alun-alun Kabupaten Karanganyar, bersama Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Czi Santy Karsa Tarigan, dan sejumlah tamu undangan.

“Di sana, mereka telah bekerja keras, mengubah nasib, dan semangat bekerja yang luar biasa tinggi. Untuk itu Pemkab Karanganyar memberikan perhatian. Di perantauran juga menunjukkan kerja dengan sungguh-sungguh dan menjaga nama baik Kabupaten Karanganyar,” kata Bupati.pd

Read More