DSC_0066 copy

17 Kecamatan Ikuti Lomba Tari Manggolo Dipo

Karanganyar, Rabu (10/12/2014)

Satu kelompok peserta saat tampil pada lomba tari Manggolo Dipo, Rabu (10/12) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Satu kelompok peserta saat tampil pada lomba tari Manggolo Dipo, Rabu (10/12) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Tim Pengerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Karanganyar mengadakan lomba tari Manggolo Dipo. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 17 kelompok dari 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Rabu (10/12) pagi, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Puryanto, Ketua Panitia Penyelenggara mengatakan tari ini berdurasi tujuh menit dan satu kelompok terdiri atas tiga orang. “Lomba ini dalam rangka program rutin PKK Kabupaten Karanganyar. Tari ini bisa menjadi salah satu contoh bagi kaum perempuan untuk terus bersemangat dan berkarya.,” kata Puryant, disela-sela lomba.

Sementara itu, koreografer tari Manggolo Dipo, Lili Setijawati mengatakan tari tersebut menggambarkan seorang prajurit putri dari Nyi Dipo atau Nyi Ageng Karang (Pendiri Karanganyar) yang sedang berlatih peperangan untuk persiapan melawan penjajah.

“Filosofi yang dapat diambil dari Tari Manggolo Dipo ini walaupun kita seorang perempuan, tetapi harus mempunyai semangat pantang mundur untuk melawan penjajah” jelas Lili Setijawati.

Lomba tari tersebut di dinilai langsung oleh dua orang dewan juri dari ISI (Institut Seni Indonesia). Kejuaraan ini diambil peserta terbaik I, II, dan III serta harapan I, II, dan III. pd

Read More
DSC_0093 copy

Toga Desa Ngunut Dinilai Tim PKK Provinsi Jawa Tengah

Karanganyar, Jumat (28/11/2014)

Tim PKK Provinsi Jawa Tengah, Tuty Hendrawan didampingi Ketua PKK Kabupaten Karanganyar Siti Komsiah Juliyatmono, saat melihat lahan toga di Dusun Ngadirejo, Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Jumat (28/11) pagi.

Tim PKK Provinsi Jawa Tengah, Tuty Hendrawan (kedua dari kanan) didampingi Ketua PKK Kabupaten Karanganyar Siti Komsiah Juliyatmono, (baju kuning) saat melihat lahan toga di Dusun Ngadirejo, Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Jumat (28/11) pagi.

Tim Evaluasi Penilaian Lomba Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Provinsi Jawa Tengah meninjau langsung kondisi hasil toga (Tanaman Obat Keluarga) di Kabupaten Karanganyar yang diwakili Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono.

Rombongan tim dipimpin langsung Tuty Hendrawan, Wakil Ketua IV Pengerak PKK Provinsi Jawa Tengah, meninjau lahan toga di belakang Kantor Kepala Desa Ngunut, poliklinik kesehatan desa (PKD) yang sudah menggunakan saintifikasi jamu, pos pengumpulan jamu, dan lahan toga di Dusun Ngadirejo, Desa Ngunut. Mereka disambut oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Ketua Tim PKK Kabupaten Karanganyar Siti Komsiah Juliyatmono.

“Apotek hidup seperti toga dapat dimanfaatkan keluarga sebagai obat penaggulangan penyakit dan juga membantu masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan,” ujar Tuty Hendrawan, Jumat (28/11) di Kantor Kepala Desa Ngunut.

Lebih lanjut ditambahkan, sistem pengobatan ini murah, mudah dan cepat. Yang dapat di tanam di kebun maupun pekarangan rumah dalam mememenuhi obat keluarga. “Toga juga berfungsi sebagai bahan obat bagi keluarga dan tambahan penghasilan keluarga,” kata nya.

Sementara itu, Siti Komsiah Juliyatmono mengatakan masyarakat Desa Ngunut mempunyai gerakan menanam toga di pekarangan dan di kebun rumah mereka. Warga desa juga mempunyai pastisipasi dalam membangun desa wisata toga. “Terdapat tanaman toga seperti jahe, kunir, temu lawak dan dewa. Kalau berasal dari daun ketepang dan daun salam. Sedangkan dari akar yakni teki dan alang-alang,” ujar Siti Komsiah.

Dalam mengembangkan hasill toga, juga mendapatkan pendampingan dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Karanganyar.

Saat ini sudah terdapat pusat pelatihan dengan pelatihan pembuatan instan, jamu gendong dan makanan ringan. Selain itu juga ada warung herbal, pondok herbal, dan jamu gendong. pd

Read More
DSC_0052

Ratusan Orang Datangi Pasar Murah Sembako

Karanganyar, Selasa (22/07/2014)

Ratusan masyarakat datangi pasar murah sembako, di area parkir gedung wanita Kabupaten Karanganyar, Senin (21/07) pagi. (ad)

Ratusan masyarakat datangi pasar murah sembako, di area parkir gedung wanita Kabupaten Karanganyar, Senin (21/07) pagi. (ad)

Ratusan orang berduyun-duyun memadati area parkir Gedung Wanita Kabupaten Karanganyar untuk berbelanja kebutuhan sembako dengan harga murah menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2014.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Karanganyar, Timotius Suryadi menuturkan kegiatan ditempat ini (Gedung Wanita), merupakan puncak acara setelah dilaksanakan di 16 Kecamatan dari 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar. “Kegiatan ini untuk membantu masyarakat dalam rangka pemenuhan kebutuhan pokok dengan harga relatif murah dengan harapan masyarakat benar-benar bisa menikmati dan bisa nyaman merasakan lebaran,” ujar Timotius Suryadi, Senin (21/07) pagi kemarin, di area parkir Gedung Wanita, Kecamatan Karanganyar.

Pada pasar murah tersebut disediakan 700 bungkus beras dijual kepada masyarakat dengan harga Rp. 6000/kilogram, 1200 bungkus gula seharga Rp. 7000/kilogram, 72 bal teh seharga 15000/pres, kemudian 78 dos sirup dijual seharga Rp. 8000/botol.

“Selanjutnya minyak goreng sebanyak 65 dos, seharga Rp. 10000/botol, telor sebanyak 930 kilogram dijual seharga Rp. 15000/kilogram, dan mi instan sebanyak 108 dos, seharga Rp.12000/10 bungkus,” ujarnya.

Acara tersebut juga melibatkan kerjasama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, Tim Pengerak PKK, Dharma Wanita, BUMD, BUMN, dan sektor swasta lainnya. Di kegiatan itu juga terlihat Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo beserta istri, Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Karanganyar, Siti Chomsiah Juliyatmono, antusias menjual sembako kepada pembeli yang terlebih dahulu memberikan kupon. pd

Read More
DSC_0166

Dinkes Adakan Lomba Balita Sehat

Karanganyar, Kamis (09/05/2013)

Lomba Balita Sehat merupakan salah satu cara menekan angka kematian Ibu dan Bayi

Lomba Balita Sehat merupakan salah satu cara menekan angka kematian Ibu dan Balita

Untuk menekan angka kematian Ibu dan Balita, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar adakan Lomba Balita Sehat, di Aula Dinkes Karanganyar, Rabu (08/05). Kegiatan itu rutin diadakan setiap tahun.

Agung Respati, Kepala Bidang Bina Kesehatan Keluarga Dinkes Karanganyar, mengatakan, kegiatan ini merupakan lanjutan lomba yang diakan ditingkat Kecamatan. “Yang maju sekarang ini merupakan perwakilan dari masing-masing Kecamatan,” ujar Agung Respati.

Lomba itu dibagi dalam dua kelompok umur, yakni kelompok umur 6-24 bulan yang diikuti sebanyak 19 balita, dan kelompok umur 25-59 bulan sejumlah 21 balita.

Tak hanya balita yang ikut lomba, tetapi Ibu dari balita tersebut juga masuk dalam kriteria penilaian juri. Adapun kriteria penilaian antara lain, pengukuran fisik, kemudian kuisioner gizi, penilaian kesehatan Ibu, pemeriksaan gigi balita, pemeriksaan fisik. Selain itu juga kuisioner, pemberdayaan perempuan, PKK, dan Psikologi.

Lebih lanjut Agung menjelaskan, belum optimalnya tingkat kesadaran Ibu saat hamil didominasi oleh wanita karir. Kesibukan Ibu dalam pekerjaan membuat kesehatan bayi yang dikandung agak kurang diperhatikan.

“Untuk itu, kami secara insentif memberikan penyuluhan melalui pos kesehatan terpadu (Posyandu) di setiap RT, desa, maupun tingkat Kecamatan. Namun, secara umum, tingkat kesadaran Ibu saat hamil sudah baik tetapi belum optimal,” tambahnya.

Dia juga mengungkapkan, petugas di puskesmas terus mensosialisasikan pentingnya pengetahuan kesehatan Ibu dan Bayi, agar pemahaman bisa lebih meningkat. pd

Read More
DSC_0103

Kudapan Dari Singkong

Sosis Singkong

Sosis Singkong

Karanganyar.  Lomba Cipta Makanan Kudapan berbahan baku singkong yang di ikuti oleh PKK di 17 Kecamatan, Kabupaten Karanganyar, Aula PKK, Selasa (07/05)

Read More

Jabatan Ketua TP PKK empat kecamatan diserahterimakan

Jabatan Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga  (PKK) empat kecamatan, yakni Karanganyar, Ngargoyoso, Matesih dan Gondangrejo diserahterimakan di Aula PKK Karanganyar, Selasa (21/6/2011).

(more…)

Read More